MY BEST FRIEND MY LOVE

MY BEST FRIEND MY LOVE
NOVEL KE.2.KETUA OSIS MY LUV




Min Na Ri dan Lee Baek Kyung.😀😀


Pagi ini aku, Min NaRi menghabiskan 5 mangkok nasi saat sarapan."Ibu…tambah nasinya lagi…"


Sang ibu keheranan."Eiy,kenapa makanmu seperti porsi kuli pekerja proyek hah!!Nasi di mulutmu bahkan belum habis terkunyah!Telan dulu yang ada di mulutmu itu!!"


"Ahhh berikan saja ibu,aku harus mengisi penuh energiku untuk menghadapi ospek di SMA hari ini.Ibu tahu sendiri kan,para senior itu pasti akan mengerjai junior seperti kami habis habisan.


"Na Ri,jika makanmu banyak seperti ini,kau malah akan kesulitan nantinya.Saat kau tegang dan cemas,perutmu itu akan bereaksi minta di kuras.Apa kau mau keluar masuk wc buang air karena masalah pencernaan.


Na Ri hanya menyepelakan omongan ibunya yang berakibat fatal.


Aduh,kenapa di saat seperti ini perutku malah mulas.Rasanya aku ingin BAB.


Na Ri bergumam di dalam hati dan merasakan akibat ulahnya yang tidak mendengar omongan ibunya tadi.Di depan sana,ketua osis SMA tempat NaRi bersekolah sedang memberikan arahan.


Ketua osis yang tampan tapi angkuh itu berbicara panjang lebar."Kalian sebagai junior harus hormat kepada kakak kelas yang lebih senior!!!Jika bertemu harus menyapa.Dalam hal apapun harus mendahulukan senior."


Dan semua arahan panjang lebar yang tidak ada gunanya.


*Aiy.…panjang sekali pidatomu itu!!!Kapan selesainya!Membuat perutku semakin mules saja.Rutuk Na Ri kesal.


Ketua osis itu benama Lee Baek Kyung..Si angkuh,sombong,jahil sekaligus pangeran sekolah.Parasnya memang tampan,tapi sangat menyebalkan dan sok berkuasa.


Baek Kyung menatap Na Ri yang sepertinya tidak mendengar omongannya dan seperti meremehkannya.Hal itu membuat Baek Kyung marah."Oiy!!!!!!Kau yang di sana!!"


Na Ri menatap Baek Kyung.Matilah aku,kenapa dia menatapku tajam?!!!


"I…iya…ada apa senior???"


Na Ri persis seperti kucing yang kepergok mencuri ikan.


"Kau sepertinya tidak mendengarkanku dari tadi..Apa kau tidak menghormati para seniormu yang berdiri di depan ini??"Seru Baek Kyung dengan wajah sok seniornya.


Na Ri melambaikan tangannya seolah menyangkal."Ti..tidak senior.Aku menghormati kalian semua.Aku hanya sedang tidak enak perut saja."


"O…jadi kau sakit?Begitu maksudmu??"Baek Kyung mengira Na Ri hanya membuat alasan saja.


Na Ri hanya cengengesan dengan terpaksa.


Lebih tepatnya,aku ingin buang air besar bodoh!!!


"Kalau begitu,kau maju dulu kemari.."Lambai satu tangan Baek Kyung yang meminta Na Ri maju ke depan menghadapnya.


Sial!!Kenapa harus di saat seperti ini??Saat roket ini sudah di ujung dan bersiap meluncur keluar.Na Ri mengomel dalam hati karena ulah ketua osisnya itu.


Na Ri berusaha bangun dari kursinya dan malah…


PRUTTTTTTT…


Na Ri buang angin dan mengeluarkan suara kentut dengan sangat kerasnya.


Seisi kelas terdiam.Badan Na Ri juga seperti membatu.


Matilah dan tamat riwayatku..


Na Ri merasa telah siap untuk menyerahkah diri pada malikat maut.


"Oiy,sana..Pergilah ke wc..Kau tidak perlu membuktikannya jika kau sakit perut.Tapi sekarang aku sudah…pfttt…"Baek Kyung menahan tawanya…


Na Ri berjalan keluar dan sekarang sudah berjongkok di wc.


"AAAAAARGGGHHHHHH..Mati saja aku!!!"


Na Ri benar benar terpuruk karena menahan malu.


Sementara Baek Kyung dan seisi kelas sekarang tertawa terbahak bahak mengingat hal konyol yang di lakukan Na Ri tadi.


"Gadis itu benar benar berkesan."Iya kan Ji Soo"Baek Kyung bicara pada wakil osis di sebelahnya.


Berbeda dengan Baek Kyung yang semberono dan nakal,Ji Soo lebih kalem dan lemah lembut.Ji Soo juga prihartin pada Na Ri.Kasihan gadis tadi..Dia pasti sedih karena sangat malu.Baek Kyung memang suka keterlaluan.


"Sudah Baek Kyung hentikan tertawamu dan lanjutkan aktifitas kita."Ji Soo menegur sahabat karibnya itu.


"Jangan serius begitu Ji Soo,ini hanya hiburan.Ok…"Baek Kyung menepuk pundak sahabatnya itu.


Ji Soo hanya tersenyum.


Ji Soo dan Baek Kyung telah bersahabat sejak kecil hingg dewasa ini.


Na Ri keluar dari wc itu."Bagaimana aku akan kembali ke kelas..Mereka pasti akan menertawakanku…Tapi,apa salahnya kentut??Ayah bilang kan itu bagus untuk kesehatan.Di rumah juga aku santai saja kalau kentut..Aku harus percaya diri."


Di luar rupanya Ji Soo sudah menunggu.


Na Ri kaget."O..senior."


Ji Soo tersenyum.."Panggil Ji Soo saja atau oppa"


"Oppa?Apa tidak apa apa??"


"Tentu saja…Ayo kembali ke kelas,aku akan masuk bersamamu.Maafkan kejahilan Baek Kyung ya.Sahabatku itu tidak mungkin minta maaf jadi biar aku yang mewakilinya."Ji Soo sengaja menunggu Na Ri dan membawa Na Ri bersamanya agar tidak terlalu tertekan karena hal tadi.


"Iya oppa..Aku tidak apa apa."Na Ri memandang Ji Soo yang berjalan di sampingnya.


Dia baik sekali..Sudah tampan,lemah lembut,ramah pula..


Benar benar pria idaman.Beda sekali dengan ketua osis yang kejam itu.Mungkin itulah ironi saat si iblis Baek Kyung itu berteman dengan malaikat baik hati seperti Ji Soo.


Kelihatan sekali mana manusia asli dan manusia jadi jadian saat keduanya bersanding.


Na Ri masuk kembali ke kelas di dampingi Ji Soo.Baru masuk saja,Baek Kyung sudah tidak sopan dan langsung menahan tawa melihat Na Ri.


Hal itu membuat Na Ri benar benar jengkel dan merungut di dalam hati.Apa kau tidak pernah kentut di hidupmu!Apa baru kali ini melihat orang kentut!Berarti hidupmu benar benar kasian!!


Na Ri menebalkan muka mencoba menahan malu.


"Sudah,kembalilah kembalilah ke kursimu."Pinta Ji Soo dengan lembut.


Na Ri mengangguk dan tersenyum.


OSPEK mulai di lanjutkan.


Semua murid diminta berkumpul di lapangan.


Mata Na Ri sangat silau menatap matahari yang sangat terik itu.


Apa dia mau menjemur kami sepeti kain di jemuran??


Kulitku terpanggang dengan sempurna dan siap di santap dengan selada.Na Ri terus merungut melihat ulah Baek Kyung yang sangat menikmati menyiksa para juniornya ini.


"Oiy,si kentut."Panggil Baek Kyung dengan keras pada Na Ri.


Apa??Dia memanggilku si kentut!!!!.Dasar biawak!!!!Tatap Na Ri pada manusia paling di bencinya itu.


"Iya,ada apa senior???"Na Ri menjawab dengan nada di tahan saking kesalnya.


"Kemari,ayo maju…"


Mau tidak mau,Na Ri harus turut pada perintah si diktator itu.Kini,Na Ri sudah tepat berada di samping Baek Kyung.


"Jangan kentut di dekatku ya.."Goda Baek Kyung sambil menatap Na Ri.


"Tidak senior,tenang saja.Jawab Na Ri dengan senyum terpaksa.


Ingin sekali kuberaki saja mulut kotormu itu Byun Baek Kyung!!!!


"Sekarang menyanyilah…Kau harus menghibur semua yang ada di sini.Kau harus membersihkan namamu yang jelek karena insiden buang angin sembarangan lagi.


Wajah Na Ri langsung semeraut.Kali ini ia sudah tidak bisa menanhannya.


Baiklah,ayo berduel!!


"Kau,sepertinya dari tadi memancing kemarahanku ya!!"Semua orang kaget,Na Ri berani bicara seperti itu pada Baek Kyung.


"K..Kau!!Berani sekali bicara seperti itu padaku!!!"Baek Kyung seakan tidak percaya menatap Na Ri.


"Apa??!!Memangnya kenapa aku harus takut!!Apa kau guru.Kepala sekolah??Bukan kan??.Kau hanya ketua osis yang setelah masa jababatanmu habis,kau hanya akan jadi murid biasa.Apa hebatnya dirimu?!SENIOR TAHI KUCING!!!"Na Ri jelas menantang dirinya dengan berani mengatai ketua osis seperti itu.


Baek Kyung tidak percaya ada murid baru yang berani seperti itu padanya."Kau!!!!!!"


Na Ri yang sudah emosi tidak takut lagi pada Baek Kyung.


Ji Soo segera melerai keduanya dan memegang Baek Kyung."Sudah Baek Kyung,jangan di ladeni.Jaga wibawamu.Kau juga sudah kelewatan padanya."


Untungnya,Baek Kyung mau mendengar sahabatnya itu.


Baek Kyung lalu menatap Na Ri."Tunggu saja..Aku akan memberimu pelajaran nanti!!"


"Iya,silahkan saja.Kau mau memberiku pelajaran matematika,fisika atau kimia?!!"Na Ri malah mempelesetkan omongan Baek Kyung dan membuat Baek Kyung semakin emosi.


Keduanya sama sama tidak mau kalah.Karena itu,Ji Soo memberi isyarat pada Na Ri untuk tenang dan jangan memancing emosi Baek Kyung lagi.


Ji Soo lalu membawa Baek Kyung keluar untuk menenangkannya.