MY BEST FRIEND MY LOVE

MY BEST FRIEND MY LOVE
KETUA OSIS MY LUV.EP 4



Na Ri tidak konsen belajar.Jantungnya terus berdebar menantikan pertemuannya dengan Ji Soo nanti.Tapi Na Ri kelewatan mengkhayal dan menjadi sasaran amarah guru.


"MIN NA RI!!!"Gelegar teriak sang guru memanggil murid spesialnya itu.


"Iya bu guru."Na Ri berdiri dari kursinya


"Jawab soal di papan tulis ini.Sudah sejak tadi aku menjelaskan tapi yang aku lihat kau terus saja tidak fokus dan melamunkan entah apa."Guru itu benar benar di buat jengkel oleh sikap semut merah seperti Na Ri.


"Itu bu guru,aku sedang melamunkan ibuku.Saat ini,dia sedang sakit dan tidak ada yang membantunya di rumah.Aku ini anak tunggal dan ayahku juga bekerja."Na Ri berakting dan membuat raut sedih agar gurunya iba dan tidak marah lagi.


"Bukankah ibumu Gu Sung Ja??"Sang Guru lalu menerka nama ibu Na Ri


"Eh bagaimana ibu bisa kenal??"Na Ri mulai keheranan setelah sang guru dengan tepat menyebut nama ibunya.


"Tadi pagi aku bertemu dengannya di pasar saat membeli tahu dan ia terlihat sehat.Dia adalah temanku sekaligus alumni dari SMA yang sama denganku.Jadi kau menyumpahi ibumu sakit??Iyaa???"Sang Guru malah menyeringaikan senyum yang membuat Na Ri harus menggali lobang kuburnya sendiri.


"Terkutuklah aku."Na Ri memasrahkan dirinya kalah di tangan algojo itu.


Na Ri akhirnya berdiri di depan kelas karena tidak bisa menjawab soal di papan tulis.


Baek Kyung kebetulan dan melintas.Ia melihat Na Ri yang di hukum sambil tersenyum.


Na Ri juga lalu menyadari kehadiran Baek Kyung."Apa yang kau lihat hah!!!"


"Bu guru,jangan terlalu keras menghukumnya.Dia bisa kentut sembarangan kalau gugup."Olok Baek Kyung yang kelas menambah beban psikis Na Ri.


Lagi lagi Na Ri di tertawai.Na Ri hanya bisa memejamkan mata sambil menahan malu karena di tertawai.'Aku harap Baek Kyung adalah orang pertama yang aku cabut nyawanya jika hari kiamat tiba!!!'


Hong Ah yang melihat Baek Kyung menjahili Na Ri malah iri.Kenapa dia cuek pada gadis cantik sepertiku.'Aneh!..Apa aku dekati Na Ri saja agar mendapat perhatian Baek Kyung?'


Bel tanda pulang akhirnya berbunyi.Na Ri merapikan rambutnya juga terus melihat kaca.Ia sudah berlari secepat kilat dan berada di bawah pohon tempat yang sudah di setujui untuk bertemu Ji Soo.


Na Ri mengahadap kebelakang.Tidak lama ia mendengar derap langkah sepatu yang semakin mendekat ke arahnya."Apa itu dia??Omo ya,bagaimana ini.Aku gugup,jantungku berdebat dan lututku juga lemas."


Langkah kaki itu lalu tepat terhenti di belakangnya."Jadi kau yang menaruh surat di lokerku?"


Na Ri berbalik dan melihat yang ada di hadapannya adalah Baek Kyung dan buka Ji Soo."K..k..kau?Kenapa bisa ada di sini?"


"Ini.."Baek Kyung membayangi surat yang di pegangnya."Aku kesini karena surat ini ada di lokerku pagi ini?Jadi kau yang menaruh surat itu di lokerku??"Tatapan Baek Kyung seperti menginterogasi Na Ri.


'Matilah kau Na Ri!!Aku salah loker rupanya!!!'


"Bbbb..bukan!!Bukan aku!!Kenapa juga aku!!


Aku kan benci padamu!!Kenapa juga mengirim surat cinta dan menjadi pengagum rahasiamu!!"Na Ri malah menjawab dengan gugup dan terbata yang membuat dirinya terlihat makin mencurigakan.


Baek Kyung tersenyum."Jika bukan,bagaimana kau bisa tahu isi surat ini?Tentang surat cinta dan pengagum rahasia?Kau juga menunggu ditempat yang di janjikan untuk bertemu.Apa yang kau lakukan disini jika tidak untuk menemui seseorang?"Baek Kyung tahu jelas ada sesuatu yang Na Ri sembunyikan.


"Aku hanya ingin berteduh saja.Ini,aku akan pulang!!"Kilah Na Ri bersilat lidah menutupi kesalahannya.


Na Ri segera pergi sambil menahan malu..


"Gadis itu mencurigakan..Aku harus mencari tahu.."Baek Kyung semakin penasaran karena sikap Na Ri yang mencurigakan.


Di jalan."Na Ri,apa kau gila!!Kenapa bisa salah!!Dan kenapa harus jatuh ke tangan Baek Kyung bodoh itu!!!"


Saat itu,Na Ri malah melihat di seberang jalan."Bukankah itu Ji Soo?Kenapa dia??"


Pupuslah harapan Na Ri,ia memergoki Ji Soo sedang pacaran di sebuah cafe dengan pacarnya.Pacar Ji Soo adalah pengurus osis juga.Na Ri langsung menyerah dan patah hati.


Baek Kyung sedang bekerja paruh waktu seperti biasa di bengkel.


Tidak lama,Soo Ah datang ke bengkel itu dengan membawa motor scooternya."Permisi.Motorku sepertinya mogok."


Baek Kyung menatap kedepan dan melihat Soo Ah."Mau apa lagi gadis itu?"


Para montir yang lain segera berebut menghampiri Soo Ah.Tapi Baek Kyung tidak bergeming.Soo Ah kembali kesal."Lagi lagi kau mengacuhkanku."


Di rumah,Na Ri menonton kartun yang lucu tapi menangis.


Hal itu membuat bingung orang tuanya."Suamiku,ada apa dengan anakmu?Kenapa dia menangis saat menonton sesuatu yang lucu?"


"Apa iya?Tapi yang ingin Na Ri pelihara itu kan kucing milik tetangga kita.Kucing itu mahal,apa kau mampu membelinya??"


"Tentu tidak mampu.Nanti kalau kucing itu singgah di rumah kita,kita sekap saja semalam agar Na Ri tidak sedih lagi."


"Tapi kan itu mencuri."


"Tidak,kita kan hanya meminjam."


Kedua orang tua itu salah kapra,padahal anaknya sedih karena patah hati.


Baek Kyung sedang berbaring di kamarnya dan mengingat ulah Na Ri tadi."Gadis aneh."Baek Kyung tersenyum mengingat Na Ri tadi.


Esok harinya Na Ri berangkat sekolah dengan tidak semangat,bahka tas yang ringan di punggungnya tetap membuatnya membungkuk seakan membawa beban berat.


Tapi dari belakang ada seseorang yang mengangkat kerah bajunya hingga ia bisa tegak."Siapa itu!!!!"


Na Ri menoleh dan melihat rupanya itu Baek Kyung."Aku."


Wajah Na Ri langsung merah mengingat betapa malunya ia kemarin."Aku harus piket kelas.Aku pergi dulu.."


Na Ri melesat secepat kilat.


"Kenapa kau terus menghindar tikus kecil..Hal itu semakin membuatku curiga.Tidak mungkin aku salah,pasti kaulah yang menaruh surat itu di lokerku.Apa kau mau main kucing kucingan."Baek Kyung makin semangat untuk menggali lebih jauh tentang Na Ri.


Na Ri sangat panik sampai sampai menabrak pintu kelas yang setengah tertutup."Aaa…sakit sekali…"


"Kau kenapa Na Ri?"Tanya Soo Ah pada Na Ri yang seperti di kejar hantu.


"Tidak,aku hanya ingin cepat sampai ke kelas saja."Na Ri cengengesan dan berkilah lagi.


"OHhhh begitu,nanti ayo istirhat sama sama."Ujar Soo Ah sambil tersenyum.


"Eh tumben kau mau istirahat denganku Soo Ah?"Tatap Na Ri heran.


"Aku hanya ingin lebih dekat saja."Soo Ah tersenyum dengan sejuta makna.


Padahal maksud hati Soo Ah adalah agar bisa di lihat olehBaek Kyung karena Baek Kyung suka menjahili Na Ri.


Bukan isapan jempol belaka.Saat jam istirahat,Baek Kyung duduk di depan Na Ri di kursi kantin.Ia memerhatikan Na Ri makan sambil tersenyum dan tidak memedulikan Soo Ah yang ada di samping Na Ri.


"Jangan menatapku!!Selera makanku bisa hilang."Na Ri benar benar kesal makan namun di awasi mata pengintai Baek Kyung.


"Bagaimana kau bisa bilang begitu sementara makanan di piringmu sudah hampir habis.."Baek Kyung mempermalukan Na Ri dengan mengatakan keadaan yang sebenarnya.


Na Ri menunduk melihat piringnya dan malu sendiri.Na Ri lalu melihat Ji Soo yang juga baru masuk kantin bersama pacaranya.'Teganya kau Ji Soo.Ternyata kau sudah ada yang punya.'


Saat Na Ri meratap,Baek Kyung malah meminum yoghurt Na Ri."Hei,kenapa minum punyaku!!"


"Kau mau?Masih ada setengah dan bekas bibirku."Goda Baek Kyung agar Na Ri menolak.


"Kau mau aku jadi anjing gila dan mengigitmu!Kau minum saja sekalian dengan botolnya!!"Na Ri langsung naik pitam di buat Baek Kyung.


"Baek Kyung,ini minum punyaku juga."Soo Ah menawarkan Baek Kyung Youghurt miliknya.


"Tidak,ini saja sudah cukup."Tolak Baek Kyung pada Soo Ah.


Na Ri lalu bangun dari kursinya."Hei,ayo bicara berdua?"


"Kau bicara pada siapa??"Baek Kyung pura pura tidak mengerti omongan Na Ri karena sangat senang melihat ekspresi Na Ri saat marah.


Lagi lagi Baek Kyung membuat Na Ri kesal."Ayolah,jangan membuatku naik darah lagi."Na Ri menghentakkan kakinya.


"Iya iya baiklah."Ujar Baek Kyung yang tidak ingin lagi membuat Na Ri tambah kesal.


Baek Kyung dan Na Ri pergi.


Soo Ah kesal karena seakan tidak di anggap kehadirannya.


Ia mengepalkan tangannya di atas meja itu.