
Yoo Ra bangga pada Sung Kyung..
Waktu sangat cepat berlalu..
Beberapa jam hanya terasa beberapa menit..
Tapi cukup untuk Yoo Ra dan Sung Kyung bernostalgia.
Yoo Ra menelfon Ha Ru dan menceritakan yang terjadi hari ini..
Hemm..Yoo Ra,tidak salah aku memilihmu..Hatimu benar2 baik..
Ah...pujianmu itu seperti meminta imbalan kiriman pulsa..
Aishhh...apa aku pernah meminta padamu sesuatu..!!
Aku malah mengirimkanmu bunga,boneka,baju,tas dan lain lain setiap bulan..
Hemm...jadi kau tidak ikhlasss
Eiy...sudah jagan mulai bertengkar,
Aku sedang tidak ada tenaga..
Aku lelah sekali hari ini...
Iya...maaf ya pacarku sayang..
Ha Ru lalu tersenyum mendengar panggilan Yoo Ra untukknya.
Hubungan jarak jauh tidaklah mudah untuk 2 insan ini.
Apalagi Ha Ru yang sekarang menjadi salah satu pemain termahal dan popularitas tinggi.
Banyak wanita2 dari kalangan model,sosialita,anak2 pengusaha dan lain lain,mereka semua mengantri cinta Ha Ru.
Tapi Ha Ru tetap setia pada Yoo Ra ....
Walau sering bertengkar dan ada kalanya jenuh mereka tetap bersama karena kekuatan cinta mereka yang kuat.
Sebentar lagi ulang tahun Ha Ru..
Yoo Ra lalu mengenang saat2 mereka merayakannya bersama dulu..
Masa masa indah itu cepat sekali berlalu
Ha Ru juga belum tahu kapan pastinya ia bisa pulang ke Korea.
Terlebih sebentar lagi ia juga harus menghadapi pertandingan besar..
Yoo Ra menyusun rencana kejutan untuk Ha Ru..
Di LA.....
Ha Ru sedang berlatih untuk pertandingan..
Ia berlatih dengan keras.Seluruh badannya di penuhi butiran keringat..
Ia akan menghadapi pertandingan besar tepat di hari ulang tahunnya.
Jika ia lolos dan menang,,setelah itu ia bisa mengambil libur.
Tapi jika kalah ia harus bertanding lagi agar bisa masuk penyisihan pertandingan season dua.
Ha Ru bertekad kuat agar bisa pulang ke Korea dan bertemu Yoo Ra.
Jauh dari orang tua sudah biasa baginya.
Tapi jauh dari Yoo Ra sangat menyakitkannya..
Hari demi hari berlalu..
Ha Ru dan timnya sudah siap bertanding dan memasuki lapangan.
Ha Ru menjadi ketua di timnya..
Ia terlihat gagah dengan seragam tim basketnya.
Postur tubuh Ha Ru yang tinggi dan hasil olahraga yang membuat tubuh Ha Ru semakin bugar.
Tatapannya tajam memandang ke depan.
Saat pluit tertiup dan bola melambung...
Ha Ru mulai beraksi...
Ia langsung menguasai lapangan..
Tindak tanduknya membuat lawannya serba waspada..
Namun mereka tidak mampu meruntuhkan pertahanan Ha Ru..
Ha Ru mencetak banyak poin..
Jika bola sudah di tangannya maka tidak ada satupun yang bisa menghentikannya.
Ring basket sudah menjadi santapan hangat bola di tangan Ha Ru..
Di sisi lain..
Yoo Ra nekad terbang ke LA demi kejutan ulang tahun untuk Ha Ru.
Ia sudah menghubungi menejer sekaligus pelatih Ha Ru jauh2 hari.
Ia meminta izin bertemu Ha Ru sebentar saja.
Awalnya pak jackson belum bisa memberi izin Ha Ru untuk bertemu siapapun karena takut tidak fokus latihan.
Tapi karena Yoo Ra memohon terus dan gigih pak jackson akhirnya luluh dan mengizinkan Yoo ra bertemu Ha Ru.
Tapi hanya setelah pertandingan selesai.
Yoo Ra sudah mendarat dengan selamat di LA.
Ia langsung menaiki taksi menuju stadion tempat Ha Ru bertanding.
Yoo Ra benar2 gadis pemberani.
Walau ini pengalaman pertamanya ke LA namun ia berani menyusuri jalan di sana.
Untungnya Yoo Ra gadis cerdas dan fasih berbahasa inggris.
Yoo Ra sudah sampai di stadion tempat Ha Ru bertanding..
Ia segera masukk...
Jantungnya berdebar debar karena akan bertemu Ha Ru..
Masuknya Yoo Ra kedalam membuatnya langsung takjub dengan sorakan riuh yang mendukung Ha Ru.
Akhirnya ia masuk ke stadion itu.
Pak jackson langsung menyambut di tepian lapangan..
Pandangan Yoo Ra langsung terarah pada Ha Ru yang sedang bertanding dengan wajah serius..
Yoo Ra langsung menangis saking rindunya melihat sosok Ha ru.
Ha Ru belum menyadari kehadirannya...
Pak jackson langsung menghampiri Yoo Ra .
Ia menyapa Yoo Ra.
Ia menyapa Yoo Ra dan memintanya duduk di barisan pemain cadangan..
Agar bisa lebih jelas melihat Ha Ru..
Yoo Ra sangat senang,,,
Akhirnya bisa melihat Ha Ru seperti dulu..
Sudah di menit akhir..
Ha Ru mencetak shoot pamungkasnya dan Yah....
Ia berhasil memenangkan pertandingan itu lagi..
Teman2nya langsung memeluknya...
Mereka bangga pada Ha Ru..
Tapi di tepian lapangan ada suara yang mengagetkan Ha Ru.
HARUUUUUU.......(TERIAK YOO RA)
Ha Ru langsung menoleh..seakan mimpi
Ia melihat Yoo Ra berlari ke arahnya dari tepian lapangan...
Ha Ru langsung keluar dari kerumunan temannya dan berlari menuju Yoo Ra..
Mereka saling berlari menuju tujuannya dan.....
BLAMMMMM...
Mereka bertemu. .
Yoo Ra seperti bola yang masuk dalam gawang.
Ia langsung masuk dalam pelukan sekaligus gendongan Ha Ru..
Ha Ru langsung mengangkatnya dan berputar putar..
Ia tidak percaya Yoo Ra datang..
Ia memeluk erat Yoo Ra...
Mereka lalu saling berpandangan ...
Lalu berciuman di tengah lapangan itu..
Aksi mereka yang romantis di sambut tepuk tangan meriah para penonton..
Ha Ru dan Yoo Ra lalu bicara pribadi di kamar Ha Ru..
Walau ini asrama tapi setiap pemain punya privasi dengan kamar pribadi..
Tanpa harus bergabung dengan yang lain seperti asrama pada umumnya..
Di kamar, Ha Ru sedang bersiap meniup lilin kue ulang tahun yang di beri Yoo Ra..
Ha Ru sangat bahagia..
Di balik lilin ulang tahunnya yang bersinar ada wajah cantik Yoo Ra di belakangnya..
Tidak ada yang lebih ia inginkan di hari ulang tahunnya selain kehadiran Yoo Ra.
Setelah meniup lilin...
Yoo Ra menceritakan perjalanannya kemari..
Ha Ru..
iya.....
Em...begini,,karena aku buru buru kesini aku hanya membawa tas.
Aku lupa membawa koper.Tidak ada sehelaipun pakaian yang aku bawa
Tadinya aku ingin berangkat minggu depan.
Tapi karena ada praktek kuubah jadi kemarin.
Karena hari itu juga diskon untuk tiket pesawat.
Aku buru buru pergi setelah keluar kampus karena kaget melihat waktu keberangkatan yang tidak lama lagi..
Sehingga tidak memungkinkan bagiku untuk pulang dan mengemas koper lagi..
Ia benar benar jatuh cinta dengan wanita yang benar..
Jadi...boleh aku pinjam pakaianmu??
Tentu saja,,,menginaplah disini juga.
Di luar terlalu berbahaya.
Aku juga tidak bisa keluar asrama dan menjagamu..
Yoo Ra tidak punya pilihan..
Ia juga tidak berani menginap di luar karena tidak tahu jalan2 di sini yang masih terasa asing untuknya.
Ha Ru sedang duduk di ranjangnya sambil menonton tv.
Yoo Ra baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk yang masih melingkar di lehernya..
Ia memakai kaos Ha Ru yang terlihat besar di bandannya.
Juga memakai celana training Ha Ru.
Ha Ru berdebar melihat Yoo Ra dengan rambut basahnya...
Yoo Ra terlihat semakin cantik setelah lama tak bertemu..
Rambut panjang dan tergerai lembut...
Bentuk tubuhnya juga semakin matang..
Membuat Ha Ru menelan ludah melihatnya..
Hei....Apa yang kau lihat!!!!!!Pasti fikiranmu kotorkan.!!
Ti...tidak...Ah Yoo Ra kau masih saja tidak berubah..
Jangan menatapku begitu..!!!
Iya...iya...
Yoo Ra lalu duduk di samping Ha Ru.
Ia juga menonton TV bersama..
Ha Ru baru sadar..
Yoo Ra pasti tidak memakai dalaman.
Sudah jelas pakaiannya basah semua..
Ia tidak mungkin memakai pakaian dalam yang sudah kotor..
Hal itu semakin membuat Ha Ru merasa panas..
Ia tidak konsen menonton tv.
Yoo Ra juga sebenarnya rindu sekali pada Ha Ru.
Ia juga di racuni fikiran kotor di kamar kecil ini.
Suasana sepi dan sunyi ini membuat tekanan asmara yang kuat.
Ha Ru memberanikan diri menyentuh tangan Yoo Ra.
Yoo Ra kaget namun tidak menepis tangan Ha Ru..
Sepertinya ini lampu hijau buat Ha Ru..
Ha Ru lalu memringkan badan dan menghadap Yoo Ra.
Ia memegang wajah Yoo Ra dan memalingkannya menghadap dirinya..
Ha Ru langsung menembakkan bibirnya ke bibir Yoo Ra yang seperrlti Ring.
Ia berhasil menciptakan poin.
Bibirnya sudah masuk ke dalam bibir Yoo Ra.
Bibir Ha Ru yang kenyal dan hangat membawa kerinduan tersendiri untuk Yoo Ra.
Ia tak ingin melepaskannya..
Ha Ru meraih pinggang Yoo Ra agar lebih dekat dengannya.
Jurus ciuman Ha Ru mulai keluar.
Tiada hentinya bibirnya membuai seisi bibir Yoo Ra.
Ia melumatnya habis tak bersisa.
Ia sudah terlalu lama memendam hasrat birahinya yang dulu terkubur kini hasrat itu telah bangkit kembali dengan lebih menggebu..
Yoo Ra juga sudah runtuh dengan pertahanannya.
Walau otaknya berkata harus berhenti namun tubunya berkata untuk terus lanjutkan.
Yoo Ra mulai meraba punggung Ha Ru.
Memberi sentuhan yang sensitif membuat Ha Ru semakin mabuk kepayang.
Ha Ru lansung merebahkan dirinya dan Yoo Ra ke kasur.
Tidak ada lagi kata berhenti.,,yang ada hanya lanjutkan dan selesaikan..
Ha Ru memangsa Yoo Ra sekan binatang buas yang berhari hari tidak mendapat mangsa.
Ha Ru menjalar tiap sudut tubuh Yoo Ra hingga tidak ada satupun yang luput terlewati.
Karena terlalu asik bermain tanpa pengaman pula.
Ha Ru ceroboh dan menanam benihnya di rahim Yoo Ra.
Karena jumlahnya sedikit dan sisanya masih sempat ia buang keluar.
Iya kira itu baik baik saja..
Tapi...
Sebulan setelah itu Yoo Ra merasa ada yang aneh dengan badannya.
Ia sering muntah2 dan merasa pusing.
Ibunya dan ibu Ha Ru merasa curiga.
Hal ini terjadi tepat setelah Yoo Ra pulang dari LA saat bertemu Ha Ru..
Akhirnya kedua ibu ini melakukan tindakan konyol..
Yoo Ra di bawa ke dokter kandungan...
Dan kecurigaan juga insting mereka sebagai seorang ibu benar adanya...
"YOO RA HAMIL"
Yoo Ra jelas kaget,,
Ibu Ha Ru langsung menelfon suaminya lalu menelfon Ha Ru.
Ada apa ibu????
YOO RA HAMIL....
APA..!!!!!!!
Ha Ru kaget bukan kepalang.Ia langsung menghubungi Yoo Ra dan ternyata benar.
Ha Ru girang bukan main....
Begitu juga Yoo Ra...
Ha Ru berunding dengan menejernya.
Ia memberi tahu pada menejer sekaligus pelatihnya kalau kekasihnya hamil.
Ia ingin kembali ke Korea untuk menikah.
Kontrak Ha Ru masih beberapa tahun lagi..
Tapi pelatihnya juga tidak tega memaksa Ha Ru tetap tinggal.
Ha ru jelas tidak akan konsen bermain jika paksa.
Akhirnya pelatihnya memberi cuti 3 bulan untuk Ha Ru.
Ha Ru bergegas pulang ke Korea.
Keluarga besar Ha Ru dan Yoo Ra sudah berkumpul.
Mereka menyambut dengan sukacita kehamilan Yoo Ra.
Ha Ru tidak mau jauh2 dari Yoo Ra.
Ia menjadi calon ayah yang sangat protektif.
Pernikahan Ha Ru dan Yoo Ra berlangsung Meriah.
Walau terkesan buru2 dan serba mendadak mengingat cuti Ha Ru yang hanya 3 bulan tapi pernikahan itu tetap menorehkan kesan tak terlupakan.
Ha Ru dan Yoo Ra mengikat janji suci sehidup semati.
Bahkan bayi kecil di dalam perut itu juga menjadi saksi untuk kedua orang tuanya..
Ha Ru dan Yoo Ra masih sempat berbulan madu
Ha Ru benar2 menjaga kehamilan Yoo Ra.
Ia sangat memanjakan istrinya.
Ha Ru memboyong Yoo Ra ke LA bersamanya..
Bulan demi bulan berlalu tanpa terasa Yoo Ra sudah akan melahirkan.
Kedua pihak orang tua Ha Ru dan Yoo Ra menanti dengan harap2 cemas.
Cucu pertama yang begitu mereka impikan.
Oh iya..
Yoo Ra melahirkan di Korea..
Setelah hampir 2 jam berjuang di dampingi Ha Ru di meja persalinan Yoo Ra akhirnya melahirkan bayi laki laki.
Tangisnya sangat keras..
Bayi yang sehat dan putih bersih.
Kelahirannya di sambut suka cita oleh seluruh anggota keluarga.
Ha Ru yang pertama menggendong bayi itu.
Ia menangis terharu.
Ia mengecup kening bayi itu lalu memperlihatkan bayi itu pada Yoo Ra yg telah berusaha dan mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan putra mereka..
Berawal dari sahabat kecil kini mereka telah menjadi sepasang suami istri dan status baru sebagai orang tua.
Para kakek dan nenek bayi kecil itu di hujani tangis bahagia kelahiran cucu pertama mereka.
Mereka berebut menggendong bayi mungil itu.
Kini Yoo Ra dan Ha Ru mengarungi bahtera baru kehidupan mereka sebagai orang tua.
Dan kisah cinta mereka akan menjadi kisah manis untuk anak cucunya kelak...
Kisah sahabat baik yang menjadi cinta sejati
.