My Angel And My Devil

My Angel And My Devil
Kesalahan Sang Raja



Sebuah ruangan di salah satu sudut kerajaan iblis begitu senyap, sesekali terdengar beberapa halaman buku terbuka dari dalam ruangan tersebut yang memang berfungsi untuk di penuhi dengan buku-buku. Sedikit geram buku yang di tumpuk di atas meja di buka, lalu di bakar jika isinya tak memuaskan, itu karena apa yang ada di dalam buku tersebut hanya membuat orang yang sibuk sejak tadi siang di perpustakaan itu sedih juga marah, marah pada diri sendiri, karena menerima kenyataan yang ada. Pada akhirnya buku-buku di hadapannyalah yang jadi korban. Hanggus terbakar.


Kyuhyun, namja itu menggebrak meja perpustakaan di hadapannya, matanya terpejam. Bayangan jeritan Hyunmie yang kesakitan, kembali berputar di otaknya.


"Mianhae..."


Karena tidak membuahkan hasil, Kyuhyun memutuskan untuk pergi berjalan-jalan. Informasi yang ada di buku semua sudah Kyuhyun ketahui. Kyuhyun juga tidak bisa berkonsentrasi sejak menginjakan kakinya di perpustakaan.


Kebetulan sekarang malam bulan purnama dan ini malam yang bagus untuk menyerap energi bulan.


Akhirnya tanpa izin pada siapapun Kyuhyun pergi berjalan-jalan keluar istana, hingga telinganya sayup-sayup mendengar tangis seseorang dan Kyuhyun seolah mengenal tangis ini. Kyuhyun mengepakan sayapnya sedikit mendekat pada sumber suara tersebut, Kyuhyun melihat seorang yeoja yang meringkukan tubuhnya dan membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya.


Sebenarnya Kyuhyun sedikit ragu dan takut karena melihat dari sayap dan rambutnya bisa di pastikan dia seorang Hounan, Kyuhyun tidak mau berurusan dengan mahluk itu, tapi keinginan kuatnya yakin bahwa dia orang yang ia kenal membuat Kyuhyun berani menegurnya.


"Agasi gwenchanayo?"


Yeoja itu berhenti menangis dan menantap Kyuhyun dengan tatapan dingin, Kyuhyun membulatkan matanya. Rasa terkejutnya belum hilang ketika Hounan itu memelunya dan kembali menangis. Kyuhyun juga baru menyadari sayap dan rambut yeoja di hadapannya tidak seperti Hounan biasanya.


"Kyuhyun oppa tolong aku, aku takut." Tubuh mungil itu bergetar dalam pelukan Kyuhyun. Hyunmie benar-benar ketakutan.


"K... Kau sedang apa disini? apa yang terjadi denganmu." tanya Kyuhyun gugup dan berusaha seperti tidak tahu apapun.


"Molla oppa, Sungmin oppa membawaku kesuatu tempat yang tidak aku kenal, walaupun ada orang yang kukenal tapi di sana menyeramkan, jebal antar aku pulang oppa aku takut." isak Hyunmie sambil semakin erat memeluk Kyuhyun. Hati Kyuhyun semakin di liputi rasa bersalah.


Kyuhyun merengkuh wajah Hyunmie, menatap yeoja yang ia cintai lekat-lekat, tapi manik matanya beralih pada bahu dan juga lengan Hyunmie yang bersinar kebiruan, dan ketika sinar itu meredup, Kyuhyun terkejut dengan lambang yang ada di bahu dan lenga Hyunmie.


"Hyunmie kau tidak tahu apa yang terjadi denganmu?" Kyuhyun melepas pelukan Hyunmie ketika tubuhnya terasa lemas, ia menatap Hyunmie. Iris mata berlian itu kini berubah bagai saphire blue, kecemasan Kyuhyun semakin besar sekarang.


"Molla oppa, aku hanya merasa tubuhku sangat panas." ucap Hyunmie nanar menatap Kyuhyun, tapi bagi Kyuhyun tatapan itu tak ubahnya belati yang menyayat hatinya.


"Apa oppamu tidak mengatakan apapun?" Hyunmie hanya menggeleng kembali.


Kyuhyun benar-benar mengutuki dirinya sendiri atas kekejamannya pada Hyunmie. Hyunmie sangat menderita dan sekarang dua lambang menyeramkan ini bersarang di tubuh Hyunmie.


'Jongmal mianhae Hyunmie, aku namja jahat dan egois, aku telah membawa penderitaan padamu' gumam Kyuhyun dalam hati.


"Oppa kajja!! antar aku pulang." mohon Hyunmie, tapi Kyuhyun juga tidak bisa membiarkan Hyunmie ketanah malaikat.


"Mianahe Hyunmie oppa tdak bisa, kau tadi dari mana?" ucapan Kyuhyun membuat Hyunmie, tampak tak percaya. Perlahan Hyunmie mundur.


"Oppa bahkan kau tak mau mengantarkanku pulang?hiks... hiks... kau sama saja dengan yang lain." teriak Hyunmie tidak terima, Kyuhyun berusaha mendekat tapi Hyunmie kembali mundur.


"Anniya, kau harus tahu jika kau pulang kau hanya akan menyakiti banyak orang, apa lagi kau ini pemula." ucapan Kyuhyun membuat Hyunmie memegang kepalanya pusing, dia tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.


"Sebenarnya apa yg oppa bicarakan?" tanya Hyunmie meminta penjelasan, Kyuhyun menghelah nafas lemas. Kyuhyun menatap Hyunmie sayu.


"Hyunmie, kau sekarang seorang Hounan, Hounan Raikana." Hyunmie terdiam dia semakin melangkah menjauhi Kyuhyun, kepalanya menggeleng, menandakan rasa tidak terimanya.


"Bohong, oppa bohong, aku benci semuanya. Aku benci." teriak Hyunmie, dan langsung mengepakan sayapnya ke angkasa dan melesat dengan kekuatan yang sepertinya baru dia dapatkan dari lambang yang ada ditubuhnya.


Kyuhyun berusaha mengejar, untung saja malam ini bulan purnama kalau tidak Kyuhyun tak yakin bisa mengejarnya.


Kyuhyun melihat Hyunmie sedang melesat dengan kekuatan yang sangat luar biasa, dan itu membuat Kyuhyun semakin cemas, jika Hyunmie mengunakan kekuatan barunya terlalu sering, Hyunmie bisa mati. Di antara waktu dan sinar rembulan, Kyuhyun berusaha mengejar Hyunmie. Menjelaskan semuanya, mungkin Hyunmie bisa tenang.


"Hyunmie dengarkan aku dulu." Teriakan Kyuhyun tidak di dengar Hyunmie sama sekali. Hyunmie sudah tidak mau mendengar siapapun, itu terlalu menyakiti hatinya. Dan keadaan Hyunmie sekarang membuat Hyunmie semakin sering menggunakan kekuatannya, kepakan sayapnya semakin kuat dan cepat, tapi tiba-tiba Hyunmie berhenti dan langsung terjatuh, tebakan Kyuhyun tepat, Hyunmie terlalu memaksakan diri menggunakan kekuatan baru di tubuhnya.


Belum sempat Kyuhyun menolong Hyunmie, seseorang menangkapnya dengan gesit, Kyuhyun terus mengikuti namja yang menolong Hyunmie. Lalu turun dan berusaha untuk sembunyi, karena Kyuhyun begitu mengenal orang yang menyelamatkan Hyunmie, sangat membencinya, juga Hounan yang begitu bernafsu membunuhnya. Namja itu meletakan Hyunmie di bawah pohon besar, menepuk pelan wajah Hyunmie.


"Hyunmie ironayo Hyunmie-ah?" bisik namja itu pelan, tapi tetap sarat rasa cemas.


Orang itu terus mengguncang-guncangkan tubuh Hyunmie, tapi tidak ada reaksi. Cemas karena Hyunmie yang sudah tak bergerak, tak jauh beda dengan orang tersebut yang cemas setengah mati, rasa takut menjalar di seluruh tubuh Kyuhyun, takut kehilangan yeoja yang sangat ia cintai, takut kehilangan setengah nyawanya.


Kyuhyun melihat orang itu memberi energi kehidupan pada Hyunmie melalui mulutnya, sesaat Kyuhyun tertegun, tangannya mengepal kuat-kuat. Berusaha menahan rasa sakit di hati juga tentu saja rasa yang berhasil memancing aura hitam di tubuhnya.


Marah? tentu saja!! tapi Kyuhyun memang tak bisa berbuat apa-apa, semua ini memang salahnya. Apapun yang terjadi dia harus menerimanya.


Kyuhyun kembali melihat Hyunmie mulai mengerang kesakitan. Kekuatan di dalam tubuhnya memang bisa menghilangkan rasa sakit, tapi ketika kekuatanya di gunakan berlebihan hingga habis, maka rasa sakit dari luka yang ada di tubuhnya akan terasa kembali. Hyunmie meringis kesakitan menahan luka di sayap dan kakinya. Tak lama kemudian Hyunmie di bopong dan kembali di bawa terbang, tapi dalam keadaan sekarang. Hyunmie hanya bisa di bawa terbang rendah, Kyuhyun juga mengerti itu. Kyuhyun terus mengikuti namja yang sejak tadi membopong Hyunmie, tapi tak lama berhenti sedikit mundur, ketika namja yang membawa Hyunmie masuk ke perkampungan para Hounan.


Kyuhyun tampak mendengus kesal, tangannya memukul pohon tempat ia bersembunyi. Dari sini Kyuhyun memang sudah tidak tahu kondisi Hyunmie lagi, karena tidak mungkin Kyuhyun masuk keperkampungan tersebut. Kecuali Kyuhyun berniat mati. Menebus barista para Hounan itu? Kyuhyun tidak sebodoh itu.


Kyuhyun kembali terbang, ia harus pulang. Kemungkinan ada yang mencurigainya karena dia tahu betapa ketatnya penjagaan di daerah moranggan ini.


Kyuhyun terlihat menggemerlatukan giginya, rahangnya terlihat mengeras, tangannya terkepal sekeras mungkin, hal pertama yang akan Kyuhyun lakukan saat sampai istana adalah menghajar kedua penasehat kerajaan iblis. Kyuhyun yakin mereka sudah tau tentang Hyunmie yang seorang Hounan Raikana.


mataku sekarang sudah merah darah menahan amarh luar biasa.


Kyuhyun mempercepat kepakan sayapnya agar lebih cepat sampai di istananya.


"YAAK!! Apa kalian semua tuli? aku bilang palli bawa serbuk Ungu sekarang juga." bentak Donghae.


Tak lama Eunhyuk yang sudah kembali dari pencariannya, langsung datang bersama Hounan lain lalu membawa guci berisi serbuk Ungu.


"Hae_ya!! kau temukan dimana dia?" Donghae belum sempat menjawab, tangannya sekarang sedang sibuk menaburi sayap, tangan dan kaki Hyunmie yang penuh luka.


Tak berapa lama kemudian, luka itu hilang.


"Aku menemukanya hampir jatuh di angkasa, sepertinya dia mnggunakan kekuatanya terlalu berlebihan hingga anti body di dalam tubuhnya habis sama sekali, kalau tidak aku tangkap dia mungkin sudah terluka lebih parah lagi." ucap Donghae sedikit bernafas lega.


"Donghae, seprtinya kau harus cepat mencari serbuk pelangi." ucap Eunhyuk mengingatkan, keadaan Hyunmie sudah tidak bisa menunggu lagi.


"Sepertinya begtu Hyuk, tapi bagaimana caranya aku mengetahui satu orang lagi namja yang mencintai Hyunmie kau tahu dia harus iblis." Eunhyuk menarik nafas dalam-dalam, sedikit ragu ia menatap Donghae.


"Hmmm, apa mungkin dia?" Donghae tampak mengerutkan keningnya.


"Dia siapa maksudmu Hyuk?" sekali lagi Eunhyuk terlihat ragu, sedikit menelan ludah kesusahan, Eunhyuk mengatakannya pelan-pelan.


"Saengmu!!" Donghae awalnya terlihat tidak mengerti, tapi setelah itu menatap Eunhyuk tajam.


"Aku tak punya saeng iblis." ucap Donghae dingin, membuat Eunhyuk sedikit tidak enak.


"Ahhh arayo, kau memang takkan pernah menganggapnya." ucap Eunhyuk dengan senyuman serba salah, Donghae hanya mendengus kecil.


"Kau tahukan aku paling tidak suka membicarakan dia." ucap Donghae ketus, tapi Eunhyuk dengan tegas menatap Donghae.


"Tapi sekarang kau harus menahan egomu Donghae demi Hyunmie, lagipula kau pikir Hyunmie dekat dengan siapa lagi dari bangsa iblis." Donghae kembali mengerang frustasi. Kenangan yang ingin ia lupakan dan ia hindari, malah akan mengusiknya sekarang.


Donghae nampak terdiam sejenak. Berusaha untuk mengontrol emosinya juga untuk memikirkan apa yang harus ia lakukan, benar kata Eunhyuk tidak ada lagi bangsa iblis yang dekat dengan Hyunmie kecuali si namja brengsek itu.


"Baiklah, akan aku pikirkan lagi, tapi sebisa mungkin jangan sampai ada yangg mendekat ke pondoku. Eunhyuk jika aku pergi nanti." Eunhyuk menepuk punggung Donghae pelan, lalu tersenyum kecil.


"Tenang Dongahae, aku akan menjaganya dengan baik." Donghae terlihat menghelah nafas lega, ia tersenyum senang pada Eunhyuk, senyuman yang jarang ia perlihatkan pada siapapun.


"Aku pergi dulu." ucap Donghae yang bangkit dari duduknya di sisi ranjang, Eunhyuk hanya mengangguk pelan.


"Ne araseo." Donghae melangkahkan kakinyaa menuju pohon Thinx untuk mengkontak Leeteuk dan tentu saja namja berengsek itu, mau tak mau Donghae harus berhubungan dengannya juga bergerak cepat, Donghae tak mau membahayakan Hyunmie lagi. Perlahan Donghae meletakan tangannya di sebuah pohon, pikirannya ia konsentrasikan menuju Hyunmie.


"Leeteuk hyung? kau mendengarku?" guman Donghae pelan, tiba-tiba ada jawaban dari Leeteuk.


("Donghae? apa itu kau?") tanya Leeteuk yang sedang berjalan di tengah kawasan Norana.


"Ne hyung, ini aku sepertinya kita harus bergerak sekarang menuju goa Rai sekarang."


("Tapi bagaimana namja iblis yang harus kita cari itu?") Donghae nampak menelan salivanya berat.


"Aku sudah menemukanya hyung, kau datanglah ke pinggiran Moranggan sekarang, hyung pasti akan tahu."


("Baiklah aku datang sekarang juga.")


Setelah selesai menghubungi Leeteuk, Donghae sempat membuka matanya, tapi tak lama ia tutup kembali.


"Kyuhyun kau mendengarku." tanya Donghae dingin, Kyuhyun yang sedang ingin memukul Siwon dan Kangin tertahan gerakannya. Nampak tertegun.


("Nu... Nuguseyo?") gagap Kyuhyun berusaha memastikan sebenarnya.


"Lee Donghae." ketika mendengar itu mata Kyuhyun sedikit berbinar.


("Hyung kau menghubungiku?") ucap Kyuhyun antusias.


"Jangan senang dulu, aku tak bermaksud membahas soal pribadi, kau datanglah kepinggiran Moranggan, sekarng juga ada yang harus aku bicarakan." ucapan Donghae membuat Kyuhyun terlihat kecewa.


("Hyung yakin mau bicara denganku.") tanya Kyuhyun ragu.


"Sudahlah, jangan banyak tanya, satu lagi jangan panggil aku hyung ara." Kyuhyun menghelah nafas, dia lupa kalau Hyungnya ini tidak pernah menganggapnya.


("ne,") ucap Kyuhyun lemas.


"jangan beritahu pada siapapun." Kyuhyun mendengus kesal.


("ne.)


Setelah selesai menghubungi semuanya waktunya Donghae menyiapkan peralatan menuju goa Rai. Donghae menyiapakan keperluan yang ada Donghae tahu bukan hanya tiarai yang akan di lewati tapi rintangan lain juga, goa Rai bukanlah goa yang terletak di sembarang tempat. Lembah kematian, goa Rai ada di sana.


bersambung