
Para Hounan menatap sebuah pondok penasaran, setelah dua tamu dari kalangan malaikat tadi keluar, para Hounan ingin tahu apa yang di lakukan pimpinan mereka dengan tamu yeoja yang tidak ikut keluar. Sebenarnya ini bukan pertama kali para Hounan mengalami tamu dari kalangan para malaikat, masalahnya tamu yang para Hounan perkirakan akan menjadi penghuni baru perkampungan bukan orang biasa. Seorang malaikat cantik dan baik hati, yeoja itu juga adalah putri dari raja tertinggi Heechul.
Di pondok Donghae menatap sayu yeoja yang tidak lain adalah Hyunmie yang tertidur dengan wajah pucat. Hari dimana Hyunmie menjadi pemburu adalah hari yang sangat Donghae takuti. Alasannya simpel. Ia tidak mau Hyunmie kesakitan dan berubah menjadi iblis, bahkan penderitaan Hyunmie lebih besar karena Hyunmie belum melakukan persiapan atau pelatihan sama sekali. Calon Hounan lain bahkan di latih sejak kecil agar tidak kesulitan ketika menjadi Hounan, Hyunmie akan lebih menderita karena sifat baik hati dan juga manjanya sangat bertentangan dengan kehidupan pemburu yang kejam dan dingin.
"Aku akan bersamamu, menjagamu. Aku tidak akan menjauhimu, sama ketika kau terus bersahabat denganku walaupun aku seorang Hounan Arion, yang selalu membuatmu lemas jika bersamaku terlalu lama." ucap Donghae sayu, bagi Donghae gadis yang tengah berbaring di ranjangnya ini adalah seseorang yang berharga dan berarti untuknya, ketika tidak ada seorangpun yang mendekatinya bahkan keluarga sendiri. Hanya Hyunmie yang bersedia mengelus rambut abu-abunya ketika menangis, hanya Hyunmie yang mau menghabiskan setengah energi kehidupannya hanya untuk berjalan-jalan dengannya. Malaikat baik hati yang Donghae lindungi agar kejadian hari ini tidak terjadi. Tapi ia gagal karena fokus pada tugas lain, Raikana. Hounan Raikana akan datang dan Donghae harus bersiap untuk itu, hingga ia melupakan tugas lain. Menjaga yeoja yang ia cintai.
Donghae masih tersenyum miris menatap Hyunmie, hingga wajahnya menegang ketika secara perlahan sebuah ukiran rambatan bunga tulip putih muncul di dua lengan Hyunmie sekaligus. Bahkan di bahu Hyunmie sebuah ukiran lain yang tidak asing untuk Donghae ikut muncul, berbentuk burung kalobri melingkar hitam. Perlahan Donghae menarik tangannya dari rambut Hyunmie yang perlahan menjadi kebiruan, Donghae membulatkan matanya ketika sayap abu-abu Hyunmie juga ikut berubah kebiruan.
"Ini tidak mungkin. Hyu. . . Hyunmie kau!!" ucapan Donghae tertahan dia tidak berani mengatakan hal terburuk yang mungkin sedang terjadi, sedikit berlari Donghae keluar dari pondoknya kearah Eunhyuk yang menatapnya binggung.
"Waeyo? Apa ada yang salah dengan Hounan baru itu?" tanya Eunhyuk menatap Donghae cemas.
"Jaga dia. Aku harus pergi keistana, jika dia bangun, kau tiupkan serbuk ini padanya." Donghae menyerahkan sekantung kecil serbuk pada Eunhyuk lalu pergi begitu saja. Eunhyuk terlonjak kaget ketika menyadari serbuk yang ada di dalam kantung kecil itu. Tanpa menunggu lama Eunhyuk masuk ke pondok Donghae, sekali lagi Eunhyuk terlonjak kaget ketika yeoja yang tertidur di ranjang Donghae, berbeda fisik dari Hounan lain.
Donghae mengepakan sayapnya kuat-kuat, dia harus cepat sampai di istana. Sungmin harus tahu prihal bermunculannya ukiran di lengan dan bahu saengnya. Ini bukan berita baik, karena Donghae tahu bagaimana sakitnya memiliki salah satu dari ukiran itu. Sesampainya di gerbang istana, para pengawal tidak mencegah kedatangan Donghae karena memang sudah terbiasa.
"Dimana pangeran Sungmin?" tanya Donghae langsung pada salah satu penjaga di depan gerbang.
"Beliau ada di taman." ucap salah-satu diantara kedua pengawal gerbang, tanpa menunggu lama Donghae kembali mengepakan sayapnya menuju taman istana. Dan benar sekarang Donghae sedang melihat Sungmin yan mengelus pipinya yan g memerah.
Donghae langsung berdiri tepat di depan Sungmin yang menunduk, membuat Sungmin mendongkakan kepalanya dan menatap Donghae heran.
"Hyung." ucap Donghae pelan, sedikit ragu mengabarkan berita ini pada Sungmin.
"Wae? Bukankah seharusnya kau menjaga Hyunmie? Dia sekarang sedang ada di masa-masa sulit." ucap Sungmin sedikit geram.
"Aku tahu Hyung, tapi ada hal yang lebih penting yang harus hyung ketahui. Soal Hyunmie, aku sudah menitipkannya untuk sementara pada Eunhyuk." ucap Donghae sedikit pelan. Sungmin membulatkan matanya.
"Yaak. Kenapa kau titipkan saengku pada Hounan usil sepertinya?" bentak Sungmin kesal, Donghae terlihat seba salah, ia tahu apa yang Sungmin khawatirkan. Tapi ia menjamin Eunhyuk tidak mungkin menyentuh Hyunmie dengan perubahan yang Hyunmie alami.
"Sudahlah Hyung dia tidak seburuk itu." ucap Donghae menenangkan, Sungmin menghelah nafas lemas lalu kembali menatap Donghae serius.
"Lalu apa yang ingin kau katakan?" tanya Sungmin langsung, Donghae menghelah nafas panjang lalu berbalik menurunkan sedikit baju yang menghalangi bahunya.
"Aku tidak akan basa-basi, Hyung lihat lambang di bahuku? Hyung taukan apa dan kenapa lambang itu muncul?" Sungmin mendekat menatap sebuah lambang burung Kalobri yang di lingkari bulatan hitam.
"Ne. Aku tahu, dulu kau pernah bercerita padaku, memang apa hubungannya?" tanya Sungmin sambil kembali menatap Donghae yang mulai memperlihatkan wajah tidak tenang.
"Saengmu memiliki tanda yang sama denganku, muncul setelah kau pergi tadi Hyung." ucapan Donghae langsung membuat Sungmin terjatuh dari posisinya berdiri. Wajahnya terlihat memucat.
"Ini tidak mungkin, Hounan Arion tidak mungkin ada dua di satu masa. Apa kau yakin itu lambang Arion?" tanya Sungmin dengan wajah yang semakin tegang, Donghae tidak tega melihat Sungmin seperti ini. Tapi berita paling mengerikan belum ia sampaikan.
"Aku sudah memilikinya sejak kecil hyung. Jadi sekali lihatpun aku langsung tahu jika itu lambang Hounan Arion, sebenarnya ada lambang lain di tubuh Hyunmie." ucapan Donghae membuat Sungmin kembali berdiri. Sungmin memegang bahu Donghae menatap Hounan di sampingnya dengan wajah pucat.
"Lambang apa lagi? Lambang apa lagi yang akan menyiksa saengku? Katakan Donghae?" bentak Sungmin kalap, Donghae menutup matanya, ia juga sama tidak terimanya dengan Sungmin.
"Rambatan bunga Tulip di kedua lengannya Hyung." ucap Donghae pelan, tubuh Sungmin yang melemas karena kontak fisik dengan Donghae, semakin drop ketika mendengar lambang itu di sebutkan. Sungmin kembali terduduk di rumput taman kerajaan. Dengan tatapan kosong Sungmin menatap kolam bunga Lotus kesayangan Hyunmie.
"Jadi saengku memiliki lambang Karaiblack dan Karaiblue di tubuhnya?" tanya Sungmin lemas.
"Ne hyung." ucap Donghae lirih.
"Jadi maksudmu, saengku menjadi Hounan Arion juga Hounan Raikana sekaligus?" tanya Sungmin semakin pelan.
"Nde." ucap Donghae menunduk dalam.
Sungmin semakin merasa bersalah, dia benar-benar menyesali kelalaiannya.
"Mianhae Hyung. Aku terpaksa mengatakannya padamu." ucap Donghae tidak enak.
"Gwenchanayo. Seharusnya aku yang berterimakasih, kau pasti akan semakin kesusahan menjaganya." ucap Sungmin pelan.
"Ne hyung itu memang sudah tugasku."
"Hyung yakin mau membantu?" pertanyaan Donghae hanya di balas anggukan semangat dari Sungmin, setidaknya masih ada yang bisa ia lakukan.
"Hyung tahu, siapa saja namja yang dekat dengan Hyunmie?" pertanyaan Donghae membuat Sungmin mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu?"
"Kita harus mencari serbuk Pelangi, serbuk Ungu sudah tidak akan mempan menghilangkan rasa sakit yang Hyunmie alami nantinya." Sungmin menatap Donghae tidak percaya, serbuk Pelangi bukanlah serbuk yang bisa di beli dengan ratusan Ring.
"Tapi kau tahukan mendapatkan serbuk Pelangi tidaklah mudah, Goa Rai bukanlah goa sembarangan!! Hanya tiga hati tulus yang mencintai Raikana sajalah yang bisa masuk, keluarga dari Raikana saja tidak masuk hitungan, Lagipula Hyunmie bukanlah yeoja yang dekat dengan tiga mahluk sekaligus. Pengecualian untukmu. Karena kalian kenal sejak dari anak-anak, bahkan sebelum kau menjadi Hounan." sesaat Sungmin menatap Donghae yang terlihat salah tingkah. Jika benar tebakan Sungmin berarti tinggal mencari satu orang lagi untuk mendapatkan serbuk pelangi.
"Kita harus mendapatkan serbuk itu secepatnya. Rasa sakit yang Hyunmie rasakan tidak ubahnya membunuh Hyunmie pelan-pelan." ucap Donghae mengalihkan rasa gugupnya.
Sungmin kembali menghelahkan nafasnya lemas, dia merasa menjadi oppa yang gagal menjaga saeng sendiri.
"Aku benar-benar oppa tidak berguna." gumam Sungmin pelan, Donghae menepuk bahu Sungmin pelan berharap Sungmin punya cukup kekuatan untuk mencari siapa yang mencintai Hyunmie tulus hati, selain Leeteuk dan tentu saja dia sendiri. Tanpa keduanya sadari sejak memulai percakapan Leeteuk mendengar percakapan keduanya dari jauh, perlahan Leeteuk mendekat tubuhnya seperti mati rasa, ketika langkah demi langkah mendekat kearah Sungmin dan Donghae. Leeteuk semakin menyalahkan diri tentang penderitaan Hyunmie.
"Seberapa sakit yang Hyunmie rasakan?" ucap Leeteuk pelan tapi masih sanggup mengejutkan Sungmin maupun Donghae dan menatap cemas kearah Leeteuk. Merasa tidak mendapat jawaban, Leeteuk mencengkam kedua bahu Donghae menatap tajam kearahnya.
"Katakan? Katakan SEBERAPA SAKIT??" Bentakan Leeteuk membuat Donghae menghelah nafas lemas.
"Rasanya sama ketika tubuhmu di jatuhkan dari langit ketujuh ke bumi." gumam Donghae pelan, seketika Leeteuk tertegun tatapan kosong terlihat dimata Leeteuk.
"Kenapa aku bodoh sekali. Kenapa aku tidak menjaganya dengan baik, padahal dia calon istriku." ucap Leeteuk lirih, kali ini Sungmin menatap sendu pada Leeteuk.
"Apa kau mengetahui sesuatu Hyung?" pertanyaan Sungmin hanya di balas anggukan kecil Leeteuk.
"Jadi kau juga mendengar semuanya tadi?" pertanyaan Donghae kali ini di balas tatapan tersayat-sayat dari Leeteuk.
"Tadi aku membaca semua tentang Hounan, mau itu Hounan Rounan ataupun Hounan Raikana. Di tambah lagi aku mendengar berita darimu, membuat aku merasa menjadi namja terbodoh." ucapan Leeteuk seolah semakin menyadarkan ketiganya, betapa mereka benar-benar lalai menjaga Hyunmie.
Sementara itu keadaan kerajaan iblis yang baru saja hening setelah mengamuknya Kyuhyun di kamar, sekarang kembali gaduh, suara teriakan membahana di kama Yerye. Pelayan yang melayani Yerye terlihat berlari keruang tengah untuk memberitahukannya pada Yesung.
"Pangeran, nona Yerye mengamuk lagi." ucap pelayan itu sedikit ketakutan, Yesung yang masih menenangkan Kyuhyun terlihat menghelahkan nafas gusar.
"Baiklah aku akan pergi kesana sekarang." ucap Yesung mantap lalu berdiri dari kursi tepat di samping Kyuhyun.
"Hyung perlu kubantu?" pertanyaan Kyuhyun sedikit menahan langkah Yesung.
"Anniya. Dia hanya membutuhkanku sekarang." ucap Yesung sambil kembali berlari menuju kamar Yerye.
Kyuhyun kembali murung, melihat Yesung yang terlihat kelelahan mengurus Yerye. Takut dia tidak sekuat Hyungnya.
Sementara dari kejauhan, Siwon terlihat tersenyum licik rencananya yang ia susun selama hampir 100 tahun mulai berhasil.
"Rencana keduaku berhasil. Sekarang hanya perlu menunggu Hounan Raikana itu menjalankan takdirnya beberapa waktu, juga malaikat suci yang berkorban nyawa untuknya. Saat itulah aku bisa menghidupkan kembali Lee Shin Young kekasihku." gumam Siwon pelan, wajahnya terlihat begitu senang, kekasihnya yang tidak bermaksud ia bunuh akan ia bangkitkan kembali.
Setelah puas menatap pemandangan yang cukup menyenangkan, Siwon lalu pergi meninggalkan sudut ruang tengah kerajaan iblis, dia tidak mau ambil resiko ketahuan menguping pembicaraan kedua pemimpinnya. Siwon langsung masuk keruangan pribadinya lalu menguncinya rapat-rapat memastikan tidak ada satu orangpun yang masuk dan mengganggu nantinya. Ruangan Siwon didominasi warna gelap kebiruan, hampir di setiap sudut ruangan penuh dengan rak-rak buku, isinya hampir semua ilmu racikan ramuan dan semua informasi tentang para Hounan. Beberpuluh-puluh botol kecil juga besar terlihat di rak sebelah kanan ruangan, isinya tentu saja serbuk juga ramuan yang di gunakan anggota kerajaan, tepat di sebelah kiri ruangan Siwon melangkahkan kakinya menuju deretan rak-rak buku, di tengah-tengah rak buku ada sebuah patung kupu-kupu yang di selimuti sarang laba-laba, Siwon memutar patung tersebut dan sebuah ruangan terbuka lebar di hadapan Siwon.
Siwon tersenyum kecil, ketika di hadapannya nampak seorang yeoja yang tersenyum seolah menyambutnya, tangannya sedikit terentang seperti menyambutnya, sayap putih, rambut putih juga pakaian putihnya menunjukan jika yeoja itu seorang malaikat. Hanya saja matanya tertutup rapat. Iya ruangan itu adalah ruangan rahasia yang hanya Siwon dan partner yang membantunya menjelankan rencana besarnya hampir 100 tahun terakhir.
"Lee Shin Young bogo Shippo." gumam Siwon pelan, sebuah senyuman tulus kembali terukir di wajah tampan Siwon. Sebuah senyuman yang hanya ia berikan pada yeoja yang tepat berada di hadapannya, sayangnya yeoja itu di selubungi beratus-ratus cahaya biru juga sebuah tabung raksasa yang berisi air berwana biru yang membuat Siwon tidak bisa mendekat. Cahaya biru dan air biru tersebut menjaga agar yeoja di dalam tabung yang memang sudah tidak bernafas itu tetap utuh, hanya nyawa saja yang terkurung di raganya yang tidak di sempurnakan. Selebihnya tidak ada kehidupan sama sekali. Siwon meletakan telapak tangan kirinya di tabung tersebut, letaknya tepat di tengah ruangan. Siwon seperti berusaha berinteraksi dengan yeoja di dalam tabung, tapi yang ia dengar hanyalah jeritan ratusan Hounan yang Siwon gunankan jiwanya agar tubuh yeoja yang ia cintai utuh.
Perlahan Siwon menutup matanya, mengingat masa-masa di mana kebahagiaan Siwon dan Shin Young menjadi sepasang kekasih ketika sama-sama masih menjadi malaikat. Kenangan yang membuat Siwon terus bertahan hingga sekarang. Siwon memang seorang malaikat yang ditakdirkan menjadi Hounan, kemampuan dan kecerdasannya membuat Siwon di selamatkan oleh dewan kerajaan iblis ketika akan di Exsekusi oleh Hounan Arion sebelum Donghae. Tapi seiringnya waktu, Siwon bisa menyembunyikan semuanya dengan topeng sebagai penasehat kerajaan.
"Mianhae, tolong tunggu sebentar lagi. Aku pasti akan menebus kesalahanku padamu, aku akan menghidupkanmu kembali." gumam Siwon lirih, ia ingin menangis, tapi air matanya seperti sudah kering. Setidaknya air mata bisa sedikit menghilangkan rasa lelah, rindunya pada waktu yang terus berjalan.
"Jika ada kau disini. Mungkin aku tidak akan menderita dan semakin jahat seperti sekarang." gumam siwon semakin lirih, harapan terbesar Siwon hanya bisa hidup bahagia bersama Shin Young, walaupun nantinya akan banyak yang lebih menderita darinya.
TBC