My Angel And My Devil

My Angel And My Devil
Awal Dan Akhir Dimulai



Pondok itu terlihat sepi, menandakan seperti tidak ada kehidupan di dalamanya. Tapi pada kenyataannya, seorang yeoja cantik bersayap putih sedang duduk bersila, matanya tertutup. Tubuhnya memancarkan cahaya murni, menandakan sucinya hati yeoja tersebut. Tidak akan pernah ada yang menyangka yeoja itu pernah menjadi mesin pembunuh yang mengerikan. Bukan sebuah pilihan, tapi takdir tuhan yang membuatnya menjadi mesin pembunuh. Malaikat baik hati yang berubah menjadi seorang pemburu istimewa. Raikana.



Takdir ini bukan hanya ia alami sendiri, banyak malaikat yang di takdirkan tuhan menjadi pemburu, dan lambat laun menjadi iblis. Takdir yang selalu di ketahui oleh seorang malaikat ketika ia masih kecil. Bahkan orangtua mereka mengetahui tentang takdir anaknya saat masih di dalam kandungan. Bedanya yeoja mungil itu tidak di beritahu dari kecil. Bahkan orangtuanya menutupi kenyataan yang ada, tidak rela putri mereka menderita. Bahkan lebih menderita di banding pemburu biasa, jika pemburu biasa hanya membunuh iblis yang melukai malaikat yang memang perkembangannya 1:10. Pemburu Raikana harus membunuh iblis, pemburu pembangkang juga malaikat pendosa. Membuatnya merasakan 1000 kali lebih sakit di tubuhnya dari pada pemburu biasa. Bahkan yeoja itu harus tersiksa selama seribu tahun lamanya. Sebenarnya semua bisa di hindari, jika saja yeoja itu mau mendengarkan nasihat kedua orang tuanya, yang melarangnya untuk datang ke Norana. Tempat dimana malaikat dan iblis berbaur. Kawasan bebas area, dimana iblis dan malaikat hidup bersama, dan juga tempat di mana pasar gelap berada.



Perlahan yeoja itu bangun dari tidur panjangnya. Beberapa hari yeoja itu hanya duduk dan menutup mata. Perlahan yeoja itu keluar dari pondok tersebut. Membuat semua yang tertidur terbangun, bunga-bunga memekarkan kelopaknya, burung berkicau menyambutnya lima lengkungan pelangi keluar begitu saja. Seribu tahun ia berada di lembah ini. Menyendiri menikmati kehidupannya di lembah seribu pelangi.



"Apa kalian sudah lahir kembali?" gumam yeoja itu pelan, tangannya ia rentangkan menyambut hembusan angin ketubuhnya. Mengingatkan rasa sakit yang pernah ia rasakan dulu.



FLASBACK



1000 tahun yang lalu.



Seorang yeoja merengek manja pada namja di sampingnya. Malaikat keras kepala itu tidak mau menerima penolakan.



"Oppa jebal temani aku kesana, sekali lagi saja." rengek yeoja itu memohon. Namja di sampingnya lebih memilih membalikan tubuhnya. Menjauhi tatapan yeoja yang menjadi kekasihnya, selalu saja kalah jika melihat wajah memohon dari kekasihnya.



"Shirro. Beberapa hari yang lalu kau baru saja di kurung di kamarmu oleh Sungmin. Apa kau lupa eoh?" rutuk namja itu sebal. Mengingat kejadian tempo hari.



"Oppa. . .ada yang memerlukan bantuanku." sesaat yeoja itu membekap mulutnya ia melupakan sesuatu, namja itu mengerutkan keningnya.



"Apa maksudmu?" tanya namja itu heran, selama ini dia tidak tau kalau kekasihnya punya kenalan di Norana.



"A. . Anniya maksudku ada yang kubutuhkan disana. Jebal oppa. Sekali lagi, temani aku ke Norana. Ada yang ingin kucari." rengekan yeoja itu membuat namja yang sejak tadi memalingkan wajahnya. Menatap yeoja itu sebal.



"Araseo. Keunde ini yang terakhir, oppa tidak mau kau di hukum lagi oleh Sungmin karena ketahuan pergi ke Norana." ucap namja itu tegas. Tapi membuat mata yeoja di hadapannya berbinar.



Selalu begitu, merengek pada namja bernama Leeteuk, meminta menemaninya ke Norana, tempat yang anehnya hanya dia saja yang tidak di perbolehkan untuk yeoja itu datangi. Yeoja bernama Hyunmie itu memiliki seorang teman di kalangan mahluk bersayap hitam. Iya seorang iblis yang notabene jahat dan selalu mengganggu malaikat. Dan memang malaikat dan iblis di larang berteman. Tapi di mata Hyunmie, chingunya selalu bersikap baik padanya. Belakangan ini Hyunmie sering bermimpi kalau chingunya itu dalam bahaya. Dan memintanya untuk datang ke Norana. Maka dari itu, Hyunmie ingin memastikannya, dan selama ini kekasihnya Leeteuk tidak pernah tahu hal itu.



Hyunmie dan Leeteuk terbang rendah melewati hutan Moranggan, sengaja agar para prajurit tidak melihat keberadaan mereka, walaupun Leeteuk ataupun Hyunmie menggunakan cadar. Tidak menutup prajurit kerajaan mengenalinya.



Sesampainya di Norana Leeteuk dan Hyunmie mulai menyusuri setiap pasar yang menjual berbagai macam tanaman yang legal bahkan yang ilegal lebih mendominasi. Merasa membuang waktu. Hyunmie mulai berani untuk bicara.



"Oppa bisa kau tunggu dulu disini? Ada yang perlu aku lakukan." ucap Hyunmie pelan.



"Geure? Jangan jauh-jauh ara?" ucap Leeteuk sambil tersenyum manis. Hyunmie hanya mengangguk pelan, lalu pergi meninggalkan Leeteuk. Menuju kearah padang bunga Lily putih. Tempat dimana Hyunmie sering bertemu dengan chingunya seorang Iblis.




Hyunmie terus mengelilingi padang bunga Lily tersebut. Tapi nihil orang yang ia cari tidak ia temukan, rasa kecewa terpancar jelas dari wajah Hyunmie. Mengingat dia juga sangat merindukan chingunya itu.



"Kau dimana? Apa kau baik-baik saja?" gumam Hyunmie dalam hati, rasa cemas mulai menjalar di hatinya. Ingatannya tentang mimpinya membuat Hyunmie berpikiran yang tidak-tidak.



Ketika kegelisahan di dalam hati semakin mencuat, Hyunmie sayup-sayup mendengar rintihan rasa sakit tidak jauh dari temapt Hyunmie berdiri. Benar, seorang anak kecil dari bangsa malaikat sedang di lukai lehernya oleh seorang iblis. Entah dorongan dari mana, Hyunmie mendekat lalu membanting tubuh iblis itu jauh-jauh.



"Berani sekali kau melukai anak kecil sepertinya." bentak Hyunmie kuat-kuat, sesaat Hyunmie tertegun, mengingat namja yang ia lempar, terlempar cukup jauh.



"Tsk. Kau mau menjadi pahlawan kesiangan eoh?" ucap iblis itu santai sambil kembali berdiri dari jatuhnya tadi.



Hyunmie menggeram sebal, dari tubuhnya keluar aura membunuh yang sangat kuat. Bukan karena marah, lebih karena ingin melindungi yeoja kecil di belakangnya. Perlahan tapi pasti kuku Hyunmie keluar memanjang, dan dengan amarahnya Hyunmie menusukkan jemarinya kejantung iblis di hadapannya secepat kilat, darah hitam pekat keluar dari jantung iblis tersebut, perlahan tapi pasti iblis itu berubah menjadi abu. Hyunmie tidak bisa mengendalikan diri sendiri. Hati kecilnya begitu ketakutan, hanya bisa melihat tanpa menghentikan tubuhnya yang terasa panas. Leeteuk yang di tinggal sejak tadi mulai mencari Hyunmie dan Leeteuk menemukan Hyunmie dalam keadaan tertunduk di samping seorang malaikat kecil yang terluka. Tapi saat Leeteuk menepuk bahu Hyunmie, reflek Hyunmie membanting tubuh Leeteuk hingga terantuk pohon besar. Saat itu juga kesadaran mengontrol tubuh kembali. Hyunmie menatap Leeteuk yang kesakitan.



"Oppa. . ." teriak Hyunmie lalu mendekat kearah Leeteuk.




Tubuh Hyunmie bergetar hebat, menatap kekasihnya yang kesakitan, beberapa bulu sayapnya berhamburan. Pasti sakit. Tak lama Hyunmie terisak merasa semakin bersalah ketika kekasihnya juga terluka tepat di sayap kirinya.



"Oppa mianhae, aku tidak bermaksud melukaimu. Aku tidak bisa menggendalikan tubuhku sendiri. Mianhae oppa AGRHHH." tiba-tiba Hyunmie kembali berterika, tubuhnya semakin panas. Tepat di lengan kiri dan kanannya juga tengkuknya seolah terbakar.



"Oppa dowajuseyo. Kenapa badanku panas sekali." Leeteuk masih merintih kesakitan, ketika akan mendekat kearah Hyunmie, Leeteuk membulatkan matanya terkejut. Sayap Hyunmie juga rambutnya perlahan berubah warna keabuan.



"Ka. . .kau seorang pemburu?" gagap Leeteuk tidak percaya. Ia menunjuk rambut dan sayap Hyunmie. Reflek Hyunmie menatap sayap dan rambutnya, terkejut dan semakin ketakutan tubuh Hyunmie bergetar hebat.



"Oppa ada apa denganku? kenapa jadi begini? Oppa tolong aku. Apa maksudmu dengan aku seorang pemburu?" Leeteuk tidak menjawab hanya membeku di tempat. Tidak menyangka ini terjadi pada Kekasihnya. Awal dari penderitaan Hyunmie.



Dari kejauhan seorang namja bersayap hitam tepatnya seorang iblis tersenyum senang. Rencananya yang pertama berhasil. Sementara namja di sebelahnya justru mengkhawatirkan Hyunmie yang merintih kesakitan.



"Kenapa jadi begini? Bukan ini yang aku harapkan." gumam namja tersebut, yang tidak lain adalah sahabat hyunmie dari bangsa iblis, Cho Kyuhyun iblis yang Hyunmie percayai sebagai iblis baik, justru yang menyusun rencana yang membuatnya merasakan penderitaan, kesakitan, terluka dan di tinggalkan juga di asingkan. Raja kerajaan iblis, rencananya ini memang usulan dari penasehatnya Siwon. Pria yang tersenyum senang di sampingnya. Tapi tetap saja dia yang salah, karena menyetujui rencana ini.



Kyuhyun benar-benar tidak tega melihat yeojanya kesakitan. Ia ingin sekali mendekat tapi tidak bisa, Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat, sebelumnya Siwon meyakinkan Kyuhyun bahwa hanya dengan beginilah, dia punya kesempatan menjadikan Hyunmie ratunya. Mau tidak mau Kyuhyun harus menerima konskuensinya nanti dan salah satunya adalah sekarang.



Selama ini Kyuhyun merasa heran kenapa ia begitu nyaman dan memperlakukan Hyunmie sangat baik, padahal Kyuhyun selalu dingin pada siapapun. Mungkin cinta sudah membuatnya lupa bahkan egois karena walaupun sudah tau Hyunmie memiliki seorang kekasih. Kyuhyun bersikeras untuk memiliki Hyunmie.



Siwon menatap Kyuhyun sinis lalu menepuk bahu rajanya itu pelan.



"Kajja. Kita harus pergi sekarang. Jangan sampai ada yang tahu kita disini." ucap Siwon tegas, Kyuhyun masih terdiam, menatap sayu Hyunmie yang mengerang kesakitan.



"Chakkaman." gumam Kyuhyun pelan. Siwon menghembuskan nafas gusar.



"Sudahlah kita hanya perlu menunggu sekarang lalu melanjutkan rencana selanjutnya. Ingat kita sudah memulainya tidak bisa mundur, aku sudah mengingatkanmu resiko apa jika kau mengikuti rencana ini. Jangan jadi lemah karena melihatnya kesakitan."





Kyuhyun mengepalkan tangannya semakin kuat, giginya bergemelatuk menahan sesak didadanya. Sedikit kasar Kyuhyun menghempaskan tangan Siwon dari bahunya.



"Araseo. Aku juga sudah tidak tahan melihatnya seperti itu." Kyuhyun berbalik lalu berjalan sesaat dan mulai mengepakan sayap hitamnya, Siwon yang melihat itu hanya tersenyum licik. Langkah pertamanya berhasil. Siwon juga ikut terbang menyusul Kyuhyun menuju tanah para Iblis.



Selama di perjalanan Kyuhyun hanya terdiam, menghibur diri sendiri, jika semua ini tidak akan berlangsung lama.



'Hyunmie mianhae, kumohon bersabarlah.' gumam Kyuhyun dalam hati. Sesampainya di kerajaan penasehat Kyuhyun yang lain sudah berdiri di pintu gerbang istana, menyambut rajanya yang sedang malas mendengar kedua ocehan penasehatnya.



"Selamat datang rajaku, apa semua berjalan lancar?"tanya Kangin dengan wajah yang penuh dengan rasa penasaran, tapi tidak ada jawaban dari Kyuhyun, dia jelas-jelas tidak mau menceritakan detail kejadian yang sempat membuatnya sesak nafas. Melihat itu Siwon buka suara dengan tepuk tangan beberapa kali.



"Tentu saja kami berhasil. Kita hanya menunggu keluarga kerajaan Iblis bertambah dengan anggota Istimewa, bahkan lebih istimewa dari nona Yerye." ucap Siwon dengan bangga, Kyuhyun terdiam mengingat cara Yerye di bawa kemari membuat Kyuhyun semakin terluka, karena mungkin hal itu juga akan terjadi dengan Hyunmie nantinya. Yerye adalah seorang Malaikat yang juga di takdirkan hidup menjadi seorang pemburu yang semakin hari akan membuatnya menjadi iblis berhati dingin. Yesung Hyung Kyuhyun, mencintai Yerye bahkan sebelum menjadi pemburu. Ia rela menunggu agar Yerye yang ia cintai mengingatnya kembali. Takdir para pemburu yang menjadi Iblis bukan hanya merubah sifat mereka. Tapi perlu waktu cukup lama agar pemburu itu beradaptasi dengan keadaan tubuhnya yang bahkan bicarapun akan sangat kesulitan. Pemburu itu juga akan kehilangan memorinya dan bisa mengamuk tanpa di duga.



"Dimana Yesung hyung?" tanya Kyuhyun dingin.



"Beliau sedang ada di taman bersama nona Yerye." ucap Kangin menjawab, tanpa menunggu lama Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju taman istana, sesaat Kyuhyun menghentikan langkahnya tak jauh dari Yesung dan Yerye yang terduduk di kursi taman. Yesung sedang berusaha mengajak Yerye berbicara, tapi Yerye hanya menatap Yesung kosong. Membuat namja itu menghelah nafas lemas. Perlahan Kyuhyun mendekat.



"Annyeong hyung, noona." sapa Kyuhyun hormat. Sebuah senyuman terlihat di wajah Yesung.



"Ah Kyuhyun. Duduklah." ucap Yesung pelan menunjuk ruang kosong di sampingnya. Kyuhyun tersenyum lalu duduk, matanya menatap Yerye sayu.




"Belum. Tapi dia sudah merespon setiap pertanyaanku dengan anggukan dan gelengan." ucap Yesung sambil mengelus rambut Yerye.





Yerye memang masih dalam masa transisi, dari malaikat kepemburu lalu iblis. Kyuhyun melihat raut kesedihan di wajah Yesung ketika menatap Yerye, seolah menyadarkan Kyuhyun, apa ia siap jika memang nanti Hyunmie yang berada di posisi Yerye. Sanggup menunggu, bersabar dan menenangkan Hyunmie ketika mengamuk.



Ingatannya kembali kemasa lalu, tepatnya ketika awal Kyuhyun dan Hyunmie bertemu. Hampir sama dengan Yesung, bedanya Yerye sudah tahu kalau ia tidak akan lama menjadi malaikat karena takdir menuntunnya menjadi pemburu. Sedangkan Hyunmie? Malaikat baik hati itu tidak tahu apapun tentang takdirnya. Kyuhyun sendiri tahu tentang hal ini dari Siwon dan Kangin penasehatnya.



"Hei, kenapa melamun?" tanya Yesung ketika saengnya itu tidak menjawab pertanyaannya tadi. Kyuhyun sedikit tersentak dari lamunannya lalu menggeleng lemah pada Yesung.



"Ah anniyo. Hanya saja aku-" belum selesai Kyuhyun berbicara, Yesung memotong ucapan Kyuhyun. Seolah tahu apa yang akan Kyuhyun katakan.



"Kau menyesal melihat kejadian tadi? Dadamu sakit bukan?" ucapan Yesung seperti tepat sasaran. Mata gelap itu berubah keemasan. Menandakan rasa bersalah yang begitu Kyuhyun rasakan.



"Ne. Sungguh hyung bukan ini yang aku harapkan, walaupun pada akhirnya Hyunmie bisa bersamaku, semua akan sia-sia jika jiwa malaikat Hyunmie pergi dari jasadnya." ucap Kyuhyun lemas, sementara Yesung hanya menhelah nafas gusar.



"Hyung sudah mengingatkanmu sejak awal agar kau memikirkannya lagi berulang-ulang, bahkan kau sudah melihat contohnya Yerye. Jika kau tidak memancing yeoja itu mendekat pada takdirnya sebagai pemburu, mungkin sekarang dia baik-baik saja bersama dengan kekasih dan anggota kerajaan malaikat yang lain. Salah jika kau menyesalinya sekarang Kyu, pada akhirnya, cepat atau lambat yeoja itu akan menjadi seperti Yerye. Itupun kalau kau bisa membawa kabur Hyunmie dari Moranggan." ucapan Yesung semakin membuat Kyuhyun sakit kepala.



"Tapi eomma?" ucapan Kyuhyun kembali di putus oleh Yesung.



"Itu karena eommamu siap mati, dan appa juga siap kehilangan. Dan ada yang harus kau ingat, mereka saling mencintai. Sedangkan kau? Hyunmie hanya menganggapmu teman dari bangsa iblis. Tidak lebih." ucap Yesung menekankan. Kyuhyun menghelahkan nafasnya lemas.



"Lalu kita harus apa Hyung?" pertanyaan Kyuhyun kali ini hanya di balas tepukan di bahu Kyuhyun.



"Menunggu dan membawanya paksa kemari."




Ucapan Yesung benar-benar membuat Kyuhyun menyesali keputusannya, benar-benar termakan ucapan kedua penasehatnya. Sesaat Kyuhyun pamit meninggalkan Yerye dan Yesung menuju kamarnya.



Sesampainya di kamar Kyuhyun bercermin di depan cermin berukiran kepala macan. Perlahan Kyuhyun terduduk di kursi tepat di samping ranjangnya. Matanya tertutup rapat-rapat, membuat sebuah guratan di kening Kyuhyun. Kyuhyun perlahan memijit keningnya yang terasa pusing. Kenangan ketika pertama bertemu dengan Hyunmie berputar kembali di otaknya. Semua serasa baru saja terjadi kemarin.



***



Yesung melangkahkan kakinya tergesa-gesa kearah pintu kamar Kyuhyun. Ada laporan dari penjaga istana yang melapor padanya, jika saengnya itu bersiap untuk pergi ke Norana. Dan tepat ketika Yesung masuk, Kyuhyun baru saja akan kabur lewat jendela kamarnya.



"YAAK. Mau kemana kau eoh?" bentakan Yesung sukses membuat Kyuhyun melonjak kaget, perlahan Kyuhyun memutarkan badannya kearah Yesung lalu tersenyum canggung.



"Nan? Ah aku hanya mau jalan-jalan sebentar Hyung." ucap Kyuhyun mencari alasan.



"Ke Norana maksudmu? Sudah berapa kali Hyung bilang. Jangan terlalu sering datang kesan, apa lagi hanya untuk menjaili bangsa malaikat. Kau tidak tahu apa bahayanya jika kau bertemu dengan para pemburu." bentak Yesung kesal, ini bukan terjadi sekali dua kali. Membuat Yesung memang sedikit kesal mengingatkan terus menerus.



"Nan gwenchanayo. Para pemburu itu tidak ada apa-apanya di bandingkan denganku." ucap Kyuhyun membela diri, Yesung mulai menggeram sebal pada saengnya itu 'keras kepala'



"Ara. Aku tahu darah malaikat mengalir dari tubuhmu, sehingga kau punya kekuatan lebih besar dari pada para pemburu itu. Tapi apa kau lupa insiden tempo hari!! Ketika itu kau hampir mati di tangan seorang Pemburu Exsekusi Lee Donghae? Kau tahukan kekuatannya hampir sama denganmu, batas kehidupannya 500 tahun. Jika saja Pemburu itu tidak mencium darah malaikat dari darahmu, mungkin kau sudah mati di tangannya." ucap Yesung mengingatkan, wajah Kyuhyun sedikit berubah gusar. Mengingat Lee Donghae bukanlah orang asing untuknya.



"Araseo. Keunde bukankah hyung juga sedang berhubungan dengan salah satu dari pemburu itu." ucapan Kyuhyun kali ini membuat Yesung tertegun salah tingkah. Sebuah lengkungan senyum iblis tercetak di wajah Kyuhyun.




"Yaak, kenapa kau malah membalik-balikan cerita. Kau tahukan ini demi kebaikanmu." ucap Yesung galak, berusaha menutupi kegugupannya di hadapan Kyuhyun.



"Geureo? Ah tapi aku lupa siapa nama pemburu itu? Ah iya aku ingat di bernama Yerye. Park Yerye noona, benarkan Hyung?" ucap Kyuhyun semakin menggoda Yesung yang sepertinya mulai mengamuk.



"YAAK MAU MATI KAU EOH!!" bentak Yesung dan sebelum itu benar-benar terjadi Kyuhyun sudah kabur terlebih dulu lewat jendela kamarnya. Mengepakan sayap hitamnya kuat-kuat menuju Norana.




Kyuhyun masih tersenyum kecil ketika mengingat kejadian tadi saat menggoda hyungnya yang memang sedang dekat dengan seorang pemburu. Aneh memang, tapi Yesung bilang kalau pemburu bernama Yerye itu memiliki senyum yang indah. Yang tidak pernah ia lihat di kalangan iblis, rata-rata para iblis yeoja menyeringai tidak karuan ketika berhadapan dengan namja. Setelah cukup lama melewati tanah para iblis yang gersang. Akhirnya Kyuhyun sampai di Norana, sebuah padang ilalang terhampar luas sejauh mata memandang. Kyuhyun tersenyum senang menatap pemandangan yang jarang ia lihat. Kyuhyun datang ke Norana bukan hanya ingin mengganggu para malaikat, tapi juga melihat pemandangan yang bahkan tidak pernah ia lihat di tanah para iblis. Ketika sedang menikmati pemandangan di atas langit, Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Di bawah sana, tepat di antara hamparan ilalang Kyuhyun melihat seseorang yang bisa di pastikan dari kalangan para Malaikat tertidur. Hampir seluruh tubuhnya tertutup ilalang. Hanya sayap putih dan rambutnya yang terlihat, dengan semangat Kyuhyun turun dan mendekat kearah malaikat tertidur itu.



Perlahan Kyuhyun duduk di hadapan malaikat di hadapannya, matanya membulat ketika wajah Yeoja itu terlihat jelas di matanya.



"Ye. .yeppona." Gumam Kyuhyun terpukau dengan wajah cantik Malaikat di hadapannya. Kyuhyun yang berniat mengganggu malaikat itu akhirnya malah terus menerus menatap wajah malaikat itu lekat-lekat. Selama ini Kyuhyun tidak pernah memperhatikan wajah para yeoja. Mau itu malaikat ataupun iblis, sesaat sebuah senyuman terlihat di wajah yeoja cantik di hadapannya, membuat Kyuhyun kembali terkagum-kagum. Kyuhyun penasaran mimpi apa malaikat cantik ini, hingga tersenyum ketika tertidur. Perlahan Kyuhyun mengelus rambut putih malaikat cantik itu, benar-benar seperti lukisan yang keluar dari kanvasnya. Kyuhyun berpikir apa yang membuat malaikat ini tertidur disini. Bukankah sangat berbahaya untuknya. Jari-jari Kyuhyun mulai menyusuri wajah mungil itu, membuat sebuah lenguhan kecil terdengar di bibir malaikat tersebut. Kyuhyun menarik jarinya ketika malaikat itu terbangun lalu terkejut ketika melihat Kyuhyun. Malaikat itu mundur beberapa langkah, begitu ketakutan.



"Nu. .nuguseyo? Jangan ganggu aku." ucap malaikat itu ketakutan.



"A. .anniya aku tidak akan menyakitimu, aku ingin menjadi temanmu." ucap Kyuhyun menenangkan. Malaikat itu mengigit bibir bawahnya ragu.



"Tapikan kita berbeda bagaimana mungkin berteman, sejak kapan kau ada disini?" tanya malaikat itu semakin memundurkan tubuhnya menjauh dari Kyuhyun.



"Anniya aku berbeda dengan yang lain. Aku sudah sejak tadi disini, ah iya kenapa kau ada disini? Sampai tidurmu begitu lelap?" ucap Kyuhyun berusaha untuk lembut, malaikat itu sedikit terkejut.



"Ja. .jadi kau sudah sejak tadi disini? Kenapa tidak membangunkanku?" tanya malaikat itu gugup, Kyuhyun tersenyum geli lalu kembali tersenyum tipis.



"Kau terlihat lelah dan begitu terlelap, jadi tidak tega membangunkanmu." ucap Kyuhyun semakin lembut membuat Kyuhyun heran sendiri. Malaikat itu terlihat salah tingkah.



"Hmmm sebenarnya aku tersesat saat akan pulang ke tanah para malaikat." ucap malaikat itu pelan, Kyuhyun mengerutkan keningnya heran.



"Tidak mungkinkan ini pertama kalinya kau ke Norana? Di lihat dari usiamu, seharusnya kau sudah sering kemari." ucap Kyuhyun heran.



"Ne. Ini pertama kalinya aku datang kemari. Dari kecil kedua orangtuaku melarangku untuk ke Norana." ucap malaikat itu lemas, Kyuhyun kembali mengerutkan keningnya tapi kemudian membantu malaikat itu berdiri.



"Kajja, aku antar kau sampai Moranggan." ucapan Kyuhyun membuat malaikat polos itu berbinar-binar matanya, Kyuhyun kembali tertegun.



"Jinjja? Kau mau mengantarku pulang?" Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa lagi, hanya mengangguk pelan.



"Ternyata kau memang baik. Oh iya siapa namamu? Aku Hyunmie." ucap malaikat itu memperkenalkan diri.



"Kyuhyun. Namaku Kyuhyun." ucap Kyuhyun pelan. Sambil tetap menatap mata Hyunmie yang berkilau seperti Daimon.



Bagi Kyuhyun itulah pertemuan terindah yang pernah ia alami. Tapi bagi Hyunmie adalah awal dari penderitaannya.



***



Kyuhyun meremas tangan kursinya kuat-kuat, rasa penyesalan itu semakin kuat. Ketika senyum bahagia itu terganti dengan jeritan rasa sakit.




bersambung