My Angel And My Devil

My Angel And My Devil
Kisah Cinta Sang Pangeran



Aura di ruangan itu semakin panas dan hitam pekat, tepatnya di kamar Raja iblis Cho Kyuhyun. Amarah di hati dan pikirannya membuat Kyuhyun mengerahkan semua tenaganya menghancurkan cermin kristal di hadapannya. Belum lagi barang antik lainnya yang Kyuhyun hancurkan langsung oleh tangannya. Bayangan itu kembali datang, saat persahabatannya dengan Hyunmie terhendus dan di ketahui oleh kedua penasehatnya Siwon dan Kangin.



***



Kyuhyun dan Hyunmie memandang luasnya perkebunan bunga Tulip di hadapan mereka. Keduanya kembali berbagi cerita tentang Kerajaan masing-masing. Kyuhyun memberi alasan tentang apa saja yang membuat iblis mengganggu malaikat. Begitupun sebaliknya, Hyunmie memberitahu alasan para malaikat tidak berdaya jika di lukai para iblis.



"Hyunmie_ya bisakah kita bertemu lagi besok?" pertanyaan Kyuhyun sontak membuat Hyunmie mengerutkan keningnya binggung.



"Apa maksudmu oppa? Bukankah setiap hari kita sering bertemu?" sesaat Kyuhyun menarik nafas lalu menunduk.



"Ara. Keunde bisakah kau datang tanpa namja chingumu?" ucap Kyuhyun sedikit memohon.



"Keunde waeyo?" tanya Hyunmie masih binggung, Kyuhyun lalu menggenggam tangan Hyunmie dan menatap matanya sayu.



"Kau tahukan, namja chingumu itu tidak menyukai bangsa kami!! Berbeda denganmu, kau bisa menerima aku walaupun aku ini bisa sangat berbahaya untukmu." Hyunmie memandang Kyuhyun serba salah, selama ini dia tidak pernah berani ke Norana tanpa Leeteuk, mengingat awal ia datang pulang saja Hyunmie tersesat.



"Tapi selama ini aku tidak memberitahukan tentangmu pada Leeteuk oppa." ucap Hyunmie menjelaskan, Kyuhyun menghelah nafasnya.



"Serapi apapun kau menyembunyikannya, lambat laun namja chingumu pasti akan tahu juga." ucap Kyuhyun sambil terus memohon, kebiasaan yang hanya pelihatkan pada Hyunmie, atau lebih tepatnya hanya Hyunmie yang bisa membuat sifat malaikat Kyuhyun keluar. Hyunmie menghelah nafas lemas lalu tersenyum tipis.



"Baiklah. Lain kali aku datang kemari sendiri. Puas?" ucapan Hyunmie sontak membuat Kyuhyun senang dan memeluk Hyunmie erat-erat.



"Ah jeongmal gomawoyo Hyunmie_ah." Hyunmie hanya tersenyum tipis lalu bergumam kecil. Apa lagi sayap Kyuhyun berkibar, mungkin terlalu senang hingga tidak menyadari kedua penasehatnya tersenyum licik menatap Kyuhyun dan Hyunmie dari kejauhan.



Ketika Kyuhyun pulang kekerajaan, kedua penasehatnya itu langsung merecokinya dengan semua kegiatan di luar istana.



"Ah aku mau mengucapkan selamat padamu Kyuhyun, aku tidak menyangka seleramu tinggi sekali dalam memilih yeoja. Selama ini kau begitu dingin pada banyak yeoja di kerajaan ini." ucapan Siwon sontak membuat Kyuhyun membulatkan mata, lalu menatap tajam kedua penasehatnya itu.



"Kalian, apa yang kalian lakukan dengan mengikutiku eoh?" bentak Kyuhyun berusaha menutupi rasa takutnya karena berhubungan dengan malaikat. Kangin tersenyum sinis lalu menepuk bahu Kyuhyun.



"Beberapa hari ini kami tidak melihat wajah dingin dan senyum licik yang menjadi ciri khasmu. Kami selalu memergokimu selalu tersenyum. Kami curiga kau menyembunyikan sesuatu, dan ternyata hasilnya mengejutkan." ucapan Kangin membuat Kyuhyun semakin ketakutan. Takut kedua penasehatnya ini melukai orang yang ia cintai.



"Jangan pernah kalian mencoba menyakitinya." geram Kyuhyun, tapi kedua penasehatnya itu hanya tertawa lepas.



"Mana mungkin kami menyakiti calon ratu kami." ucap Siwon setelah menghentikan tawanya. Sesaat Kyuhyun mengerutkan keningnya binggung.



"Apa maksudmu?" pertanyaan Kyuhyun kali ini Kangin yang menjawab.



"Bukankah kau mencintai yeoja itu? Kenapa tidak kau jadikan ratumu saja." ucapan Kangin sontak membuat Kyuhyun berdecak tidak percaya.



"Aku tidak akan melakukan hal bodoh dengan resiko tinggi. Dan lagi pula Hyunmie bukan malaikat biasa, dia putri bungsu raja Heechul dari kerajaan malaikat, dia juga sudah mempunyai namja chingu." ucap Kyuhyun kesal, kedua penasehat itu kembali tersenyum licik.



"Tidak akan jadi masalah lagi, kalau Hyunmie berubah menjadi pemburu." ucapan Siwon membuat Kyuhyun semakin pusing.



"Apa maksudmu sebenarnya Siwon?" ucap Kyuhyun semakin kesal.



'Jadi kau tidak tau apapun tentang yeoja yang kau sukai?" pertanyaan Kangin seperti ejekan tidak langsung membuat Kyuhyun marah dan siap memukul Kangin.



"Sudah aku bilang katakan langsung, jangan berbelit-belit." bentak Kyuhyun marah, tapi masih mampu Siwon cegah agar tidak menyerang Kangin.



"Tenanglah. Akan kami jelaskan." ucap Siwon memberi sedikit pengertian, Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam, berusaha menenangkan amarahnya.



"Geure aku akan jelaskan. Kau tahukan, malaikat dan iblis tidak bisa bersama? Kalaupun bisa, yeojanya akan mati saat melahirkan. Kau tahu, selama ini yang melakukan hal beresiko seperti itu hanya raja iblis Hankyung dan putri kementrian ritual kerajaan malaikat Shin Hye Kyung, orangtuamu. Raja Hankyung juga tidak bertahan lama, beliau mati karena merindukan istrinya. Mereka tahu resiko itu, tapi tetap mereka lakukan karena saling mencintai. Mereka siap kehilangan dan meninggalkan." Kangin lalu menatap Kyuhyun yang sudah menunduk, cerita yang paling tidak pernah Kyuhyun sukai.



"Tapi beda ceritanya jika malaikat itu di takdirkan menjadi pemburu, ketika hati malaikatnya semakin tenggelam karena membunuh iblis. Para pemburu itu akan menjadi iblis seutuhnya. Kau tahukan siapa pemburu yang menjadi iblis dan sekarang ada di istana kita? Nona Yerye, beliau memang kehilangan ingatannya dan juga kehilangan suaranya. Kau juga tahukan betapa sulitnya membawa nona Yerye kemari. Tapi itu tidak membuat Pangeran Yesung menyerah. Setelah sekian lama akhirnya nona Yerye merespon ucapan Pangeran Yesung, belum lagi mengembalikan memorinya. Tapi itu tidak masalah selama mereka mencintai." Kyuhyun masih binggung dengan arah pembicaraan Kangin.



 "Aku tahu semua cerita itu, lalu apa hubungannya dengan Hyunmie. Setahuku Hyunmie hanya malaikat biasa, walaupun aku mencintainya, aku tidak mau mengambil resiko kehilangannya seperti appa yang kehilangan eomma dulu karena melahirkanku. Lagipula sudah kukatakan dia punya namja chingu dan dia tidak mencintaiku." bentak Kyuhyun kesal. Siwon kembali tersenyum licik.



"Kau benar-benar tidak tahu apapun tentang Hyunmie ternyata. Hyunmie di takdirkan menjadi seorang pemburu, hanya saja keluarga kerajaan menutup kenyataan itu rapat-rapat. Tidak ingin putri mereka satu-satunya berakhir menjadi iblis." ucapan Siwon sukses membuat Kyuhyun terkejut, senang, juga sedih. Terkejut karena tidak menyangka ada hal sekebetulan ini, senang karena merasa punya kesempatan mendapatkan yeoja yang ia Cintai. Tapi sedih mengingat memory Hyunmie akan hilang dan melupakan masa menyenangkan dengannya. Apa lagi kenyataan Hyunmie tidak mencintainya, membuat Kyuhyun semakin takut tidak bisa mengembalikan ingatan Hyunmie. Melihat rajanya mulai ragu Kangin kembali angkat bicara.



"Tenanglah, kesempatanmu masih ada. Kau bisa merubah perasaan Hyunmie ketika dia menjadi pemburu. Namja chingunya tidak akan bisa mendekatinya lagi karena aura kehidupannya bisa terserap oleh Hyunmie." ucapan Kangin kali ini membuat Kyuhyun berani mengambil keputusan egoisnya, dan keputusan itu ia sesali ketika mendengar penjelasan Yesung tadi.



***



 Kyuhyun semakin merutuki kebodohannya, kamar yang ia diami sudah seperti reruntuhan tak terurus.



"Kyuhyun pabo. Untuk apa menjadikan Hyunmie iblis kalau dia tidak mengingatmu sama sekali." bentak Kyuhyun pada diri sendiri, Yesung yang menggedor pintu kamar sejak tadi. Tidak Kyuhyun hiraukan, membuat Yesung geram sendiri dan dengan sekali pukulan, pintu kamar Kyuhyun terbuka. Yesung langsung memegangi tangan Kyuhyun ketika dia mau membakar kasurnya sendiri. Yesung menatap kamar Kyuhyun nanar, aura abu-abu menyeruak di kamar itu, aura rasa bersalah.




"Aku hanya menyesal dan kecewa pada diri sendiri Hyung." ucap Kyuhyun geram. Yesung menghelah nafas lemas.



"Sudahlah yang perlu kau lakukan sekarang hanya menunggu, kalau bisa kau temani dia, masa-masa menjadi pemburu akan menjadi masa paling menakutkan untuk Hyunmie. Mengingat Hyunmie tidak mengetahui apapun sebelumnya, rasa takut akan sangat menyiksanya. Bahkan dia akan di kucilkan oleh keluarganya." sekali lagi Kyuhyun hanya bisa menggeram kuat-kuat. Kenyataan jika keegoisanya membuat Kyuhyun menyakiti yeoja yang ia cintai. Perlahan Yesung mengajak Kyuhyun duduk di ruang tengah kerajaan, Yesung juga menyuruh para pelayan membersihkan kamar Kyuhyun.



Yesung menatap Kyuhyun sendu, melihat wajah penyesalan begitu kentara. Kenyataan Kyuhyun bukan adik satu ibu dengannya, tidak membuat Yesung membenci Kyuhyun. Raja Hankyung memang menikah dua kali, pertama dengan Kim Nana ibu dari Yesung dan Shin Hye Kyung ibu dari Kyuhyun. Awalnya Yesung membenci Hye Kyung karena ibunya mati bunuh diri setelah tahu appanya menikah lagi, tapi kebaikan Hye Kyung membuat Yesung jadi menyayangi ibu tirinya itu. Mungkin cara mendidik Hye Kyung yang membuat Yesung menerimanya. Semenjak kelahiran Kyuhyun. Yesung benar-benar berusaha menjadi Hyung yang baik. Melindungi Kyuhyun dari orang yang bermaksud jahat padanya, walaupun kenyataannya Kyuhyun memiliki kekuatan lima kali lipat di atasnya karena darah malaikat yang mengalir di tubuhnya. Tidak membuat Yesung lengah, walaupun pernah sekali ia kecolongan saat Kyuhyun terluka oleh Donghae.



Lamunan Yesung buyar ketika Kyuhyun menegurnya.



"Hyung?" ucap Kyuhyun untuk ketiga kalinya.



"Ah ne. Mianhae, ada apa?" ucap Yesung lalu kembali fokus pada saengnya.



"Bolehkah aku tahu cerita pertemuanmu dengan Yerye noona? Selama ini aku hanya mendengar dari segelintir orang. Tidak pernah berani bertanya langsung padamu." sesaat Yesung terdiam.



"Kenapa kau ingin tahu?"



"Aku hanya ingin lebih siap saja nantinya Hyung." Yesung menarik nafasnya dalam-dalam, mengingat kejadian itu sebenarnya tidak terlalu istimewa tapi cukup membuat Yesung terkesan pada Yerye.



Yesung kembali menatap Kyuhyun, perlahan menghembuskan nafasnya lemas.



"Kau yakin ingin mendengarnya?" tanya Yesung sekali lagi, iya ingin memastikan Kyuhyun siap mendengar certitanya.



"Ne Hyung. Aku ingin ketika saatnya nanti aku harus bersama Hyunmie untuk menemaninya di saat-saat sulit, aku sudah siap." Yesung mengangguk paham.



"Baiklah. Kau dengarkan baik-baik." ucap Yesung tegas.



***



Hari ini Yesung di tugaskan pergi mencari serbuk merah bunga Tulip oleh Siwon dan Kangin. Persediaan di kerajaan iblis sudah menipis, Yesung sebagai ketua inspeksi di Moranggan bertanggung jawab penyuplai serbuk merah bunga Tulip, sekalipun itu ilegal.



"Hyung jebal aku ikut." sejak tadi Kyuhyun terus merengek ingin ikut, tapi Yesung tidak mau ambil resiko saengnya di serang, mengingat Kyuhyun sangat nakal.



"Andwe, kau tidak boleh ikut. Aku pergi ke Norana bukan untuk main-main." ucap Yesung tegas.



"Ara. Aku janji tidak akan berbuat nakal." bujuk Kyuhyun semakin memohon



"Sekali aku bilang tidak. Tetap tidak, kau tahukan, kau iblis prioritas utama yang harus di bunuh oleh para pemburu." bentakan Yesung sukses membuat Kyuhyun diam.



"Ne araseo." ucap Kyuhyun lemas, Yesung tersenyum senang. Lalu mengelus kepala Kyuhyun.



"Bagus. Ini baru saeng Kim Jong Woon." ucap yesung bangga. Setelah mempersiapkan semuanya, Yesung mulai berangkat menuju Norana, mengepakan sayap hitamnya rendah diantara pepohonan, Yesung berusaha menghindari inspeksi dari kerajaan Malaikat. Karena bagaimanapun Norana masuk di antara dua perbatasan.



 Setelah cukup lama mengepakkan sayapnya, Yesung sudah sampai di Norana, tempat dimana hukum tidak berlaku, dimana barang legal dan ilegal di perjual belikan, entah itu barang antik, ramuan obat-obatan bahkan tempat berbaurnya tiga mahluk Tuhan Iblis, Malaikat dan Pemburu. Yesung terlihat menunduk ketika berjalan di keramaian, fokus mencari sebuah kedai kecil yang di kelola oleh Pemburu pembangkang atau lebih sering di sebut Pemburu Rounan, pemburu yang tidak menjalankan tugasnya dan lebih memilih menjadi kriminal, menjadi penyelundup adalah salah satunya. Rounan yang Yesung kenal bernama Joon, Rounan yang sering di kejar-kejar yeoja bangsa iblis karena ketampanannya. Setelah sampai di ujung Norana kedai yang Yesung temukan terlihat, kedai kecil bernama Chix, dari luar seperti kedai minuman tapi sebenarnya gudang serbuk merah bunga Tulip di perjual belikan didalam.



Yesung masuk kedalam kedai itu, kedai sedang sepi hari ini, Yesung bisa langsung bertemu dengan Joon. Benar saja tidak perlu menunggu lama Joon sudah ada di hadapan Yesung.



"Senang bertemu dengan anda tuan." ucap Joon sopan, Yesung hanya menyunggingkan senyum liciknya, sifat menjilat yang tidak pernah lepas dari seorang Ruounan.



"Otte? Apa kau sudah menyiapkan barang yang aku minta?" tanya Yesung langsung pada inti kedatangannya ke kedai itu. Joon tersenyum tipis, sepertinya pelanggannya sudah sangat tidak betah di kedai itu.



"Apa para iblis banyak yang terluka? Seingatku, seminggu yang lalu tuan baru membelinya satu kantung besar?" tanya Joon basa basi. Yesung berdecak sebal, kenyataan apa yang Joon katakan adalah benar membuat Yesung semakin gusar. Beberapa pekan terakhir para iblis semakin banyak yang terluka ataupun terbunuh karena serangan para Pemburu. Serbuk merah bunga Tulip adalah obat yang bisa menghilangkan luka serangan pemburu pada iblis. Sebenarnya wajar saja para Pemburu itu melakukan hal tersebut, para iblis semakin berani masuk kekawasan tanah para malaikat dan melukai para malaikat, paling banya adalah iblis anak-anak. Yesung dan para anggota inspeksi cukup kerepotan karena harus membawa lari para iblis yang terluka oleh para pemburu.



 "Sudahlah kau tidak perlu banyak bertanya. Palli berikan serbuk itu sekarang." ucap Yesung sebal, dia tidak punya banyak waktu untuk berbincang-bincang.



"Baiklah. Kita pergi ke ladang bunga Tulip, kebetulan semua barangnya ada di sana di gudang di depan ladang bunga Tulip, tuan mungkin ingin melihat ladang bunga Tulip juga!!." ucap Joon yang langsung berdiri. Yesung tampak berpikir lalu menangguk kecil.



"Baiklah aku ikut." ucap Yesung tegas.



Selama menuju kebun bunga Tulip merah Yesung terus menunduk, dia tidak mau orang tahu, pangeran kerajaan Iblis nekat datang ketempat seperti ini. Yesung semakin mengeratkan cadar di wajahnya, beberapa orang tampak berbincang-bincang di jalan. Tapi semua berbincang menurut bangsa masing-masing, ada tiga macam pengguna cadar di Norana, putih untuk para malaikat, hitam untuk Iblis dan abu-abu untuk para pemburu. Yang mendominasi adalah pengguna cadar hitam dan putih, jadi semua tahu harus bertegur sapa dengan siapa ketika di Norana, jika bukan keadaan mendesak Malaikat dan Iblis tidak pernah terlibat perbincangan di Norana, walaupun pada kenyataannya Norana bebas area. Para pemburu memantau Iblis dan Malaikat.



Tidak membutuhkan waktu lama, Yesung dan Joon sampai di kebun Bunga Tulip merah, Yesung menatap takjup bunga yang bermekaran di kebun itu. Di kerajaannya kebun seperti ini sudah sulit di temukan. Mungkin langka, itu juga alasannya Yesung terpaksa membelinya dari Joon secara ilegal, karena di tanah para malaikat bunga Tulip merah justru tumbuh subur. Dan Iblis di larang memakainya jika itu di ambil dari tanah para malaikat.



bersambung