
Ruangan itu masih tetap sunyi.Pemilik ruangan tersebut masih terlihat memejamkan kedua matanya, telapaktangannya masih ia letakan di sebuah tabung besar di hadapannya. Pikirannyamasih melayang pada masa-masa dulu, ketika kebahagiaan ia miliki bersamakekasihnya. Tapi kegiatan tersebut mendapat sedikit gangguan, pintu kamar diketuk sangat keras dari luar. Sedikit mendengus, pemilik ruangan itu, Siwonmenutup ruangan khususnya lalu cepat-cepat membuka pintu kamarnya.
Seorang namja terlihat menatap Siwon panik, salah satu putra tertua rajaterdahulu. Yesung terlihat terengah-engah, berlari dari kamar Yerye. Seolahlupa jika dia punya sayap yang bisa ia gunakan untuk terbang.
"Ada apa?" tanya Siwon sambil melipat kedua tangannya didada. Yesungtampak mendengus kesal, penasehatnya ini terlalu bertele-tele.
"Apa kau tuli? Yerye menjerit kesakitan." ucap Yesung sambilmenaikkan intonasi suaranya. Siwon tersenyum sinis, sangat menyenangkanmendengar Yerye menjerit-jerit seperti itu.
"Lalu apa urusannya denganku? Itu tanggung jawabmu." ucapan Siwonmembuat Yesung semakin marah, tapi sebisa mungkin ia tahan. Bukan saatnyamengamuk.
"Aku butuh serbuk merah. Sekarang." geram Yesung sambil menatap tajamkearah Siwon.
Siwon sekali lagi tersenyum licik.
"Bukankah persediaan kemarin masih banyak? Kau tahukan serbuk merah sangatlangka sekarang!!" ucapan Siwon sukses membuat Yesung berang, sebelumYesung mengamuk Siwon secepatnya masuk kedalam ruangannya, mengambil sebuahbotol bening berisi serbuk merah dan menyodorkannya pada Yesung.
"Hematlah sedikit, serbuk merah bakal lebih berharga dari kepinganRing." Yesung hanya menggeram sebal.
"Bicara lagi kubunuh kau." ucap Yesung sebal lalu kembali mengepakansayapnya menuju kamar Yerye.
Siwon hanya tersenyum sinis lalu masuk kembali keruangan khususnya.
"Mianhae, tadi ada sedikit gangguan." ucap Siwon sambil tersenyumhangat pada Shin young yang hanya terdiam di dalam tabung.
Siwon hanya sanggup melihat yeoja yang ia cintai di balik tabung itu, takdirTuhanlah yang memisahkan keduanya, menyakitkan memang, tapi apa daya. Siwonselama ini belajar banyak membaca dari buku-buku kuno, ia menemukan caraextrim atau lebih tepatnya kejam agar Shin Young hidup kembali, Siwon sudahberjanji pada seseorang termasuk pada diri sendiri, Siwon akan menebuskesalahannya atau lebih tepatnya ketidak berdayaannya dulu.
"Indah apa kau ingat saat kita bertemu Lee Shin Young? kau lucu sekalikarena kau yeoja periang, aneh semakin aku menjauhimu kau malah semakinmendekatiku dan akhirnya aku tak bisa menolaknya, aku di takdirkan menjadiseorang Hounan sedangkan kau tetap menjadi malaikat, itu menyiksaku aku takbisa memilikimu seutuhnya, walaupun di luar dugaan kau bahkan menanggung bebanlebih besar dariku." sesaat siwon mengalihkan pandanganya pada sebuahpintu, sudut bibirnya tertarik menyeramkan, tidak berapa lama pintu ituterbuka, seorang Hounan yang baru saja menjadi iblis sedang di belenggu kuatoleh Kangin.
"Inipesananmu Siwon." ucap Kangin datar, tapi ketika menatap tabung dihadapanya, wajah kangin berubah hangat.
"Gomawoyo Hyung." ucap Siwon sambil menepuk bahu Kangin, namja itukembali menunjukan wajah iblisnya lalu mengangguk santai.
"Aku pergi dulu." ucap kangin kembali kepintu tempat tadi pertamamasuk. Siwon sendiri kembali menikmati tubuh Shin young, tangan kiri Siwonmemegang kepala Hounan yang masih terlihat lemas, dan entah apa yang Siwonucapkan ketika Siwon mengangkat tangannya, cahaya biru keluar dari tubuh Hounanitu, dan secepat kilat cahaya biru itu sudah masuk kedalam tabung tempat tubuhShin young berada, saat itu juga Hounan itu mati seketika. Selama ini Siwonmemang memanfaatkan jiwa para Hounan yang baru saja menjadi iblis, agar tubuhkekasihnya tetap utuh.
"Bersabarlah aku akan bawakan Hounan Raikana bernama Park Hyunmie padamu.Saat itu kau akan hidup kembali mau itu sebagai iblis atau malaikat itu takakan berpengaruh saat kita tinggal bersama." Ucap Siwon lirih.
Yesung dengan kecepatan penuh, kembali mengepakan sayapnya dan sekarang sudahada di kamar Yerye yang terlihat berantakan karena amukanya.
"Chagia berhentilah ini aku Yesung kekasihmu, jebal ingatlah aku."Yesung memohon pada Yerye yang mengamuk dan mengerang kesakitan, pandangan Yeryemenatap tepat ke manik mata Yesung. Menyedihkan.
"Siapa kau? pergi dari sini, appo jeongmal panas sekali." Yesungmembulatkan matanya, Yerye baru saja bicara walaupun dengan suara serak.
Karena Yerye yang tidak mau diam, Yesung melesat kearah Yerye dan memeluk sertamenciumnya dngan lembut. Anehnya hanya dengan seperti itu Yerye diam dia mulaitenang kembali.
"Tenanglah aku akan membantumu mnghilangkan rasa sakit itu Chagia."ucap Yesung sambil menangkup wajah Yeoja di hadapannya yang pucat dan memandangYesung binggung.
"Nu..nuguseyo?" Yesung menatap sayu kearah Yerye, ia sudah tahukonsekuensinya tentang Yerye yang tidak mengingatnya.
"Aku Yesung calon suamimu, kau masih tak ingat?" pertanyaan bodohmemang, tapi Yesung berharap walaupun hanya sedikit. Yerye mengenalinya.
"Na..naneun ahhh appo." Yerye kembali berteriak memeluk Yesungkuat-kuat, Yerye butuh pegangan ketika rasa sakit itu datang. Yesungmengeluarkan botol yang Siwon berikan tadi, lalu membuka tutupnya.
"Hisap serbuk di dalam botol ini agar sakitmu hilang." ucap Yesungsambil mendekatkan mulut botol ke hidung Yerye.
Yerye mengikuti perintah Yesung, selang beberapa detik Yerye pingsan.
"Bersabarlah. Sebentar lagi chagia, aku senang kau sudah mau bicarapadaku." ucap Yesung sambil mengelus wajah pucat itu, setelah itu dipangkunya Yerye lalu kembali membaringkan Yerye di ranjang.
"Cepatlah kembali, aku merindukanmu." ucap Yesung lirih lalu mengecupkening Yerye lama. Dari luar Kyuhyun melihat semua adegan Yesung yangmenenangkan Yerye, nanar mata Kyuhyun nanar membayangkan jika posisi itu yangdi rasakan oleh Hyunmie.
Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar kastil, dia butuh berdiam diri di taman.Mungkin hati dan pikirannya bisa sedikit tenang.
"Apa Hyunmie akan tenang ketika au menciumnya? ahhhh andweee!! aku bukannamja yg dia suka."
Kyuhyun mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
"Tsk, sudahlah aku lebih baik ke perpustakan belajar lebih banyak tentangHounan."
Kyuhyun merubah arah jalannya, lalu melangkah pergi menuju perpustakan kerajaan.
Di tempat lain tepatnya di taman kerajaan Malaikat, Donghae, Sungmin danLeeteuk masih berpikir keras, siapa lagi yang mungkin mencintai Hyunmie SelainLeeteuk dan Donghae tentunya.
"Ini sulit Hyunmie memeng di sukai banyak golongan, tapi untuk cinta takada jaminan ada yg berani mencintai putri raja seperti Hyunmie." kataDonghae sedikit mendesah lemas.
"Benar katamu Donghae, mereka terlalu segan pada saengku." ucapanSungmin yang membenarkan pertanyataan Donghae tadi semakin membuat ketiganyafrustasi.
"Lalu harus bagaimana sekarang? Kita tidak mungkinkan membiarkan Hyunmieterus kesakitan?" Leeteuk menatap Donghae lirih, berharap namja ini tahuapa yang harus di lakukan.
"Begini saja, kita pikirkan matang-matang siapa. Nanti jika sudah dipastikansiapa, kita bisa saling menghubungi lewat pohon Thinx." usul Donghae,karena sejak tadi berpikirpun tidak membuahkan hasil, Donghae tidak bisalama-lama meninggalkan Hyunmie di Moranggan.
"Baiklah, aku tau kau juga harus mulai menjaga Hyunmie lagikan?."tanya Leeteuk yang seolah mengerti kekhawatiran Donghae.
"Ne Leeteuk hyung." ucap Donghae sedikit kaku, bagaimanapun selamaini tidak ada yang mengetahui perasaan Donghae pada Hyunmie. Tapi sepertinyaLeeteuk lebih peka.
"Donghae jangan lupa, berikan dia penjelasan sedetail mungkin, jangansampai dia salah paham." ucap Sungmin mengingatkan, karena memang Hyunmietidak tahu apa-apa.
"Tenang saja hyung, aku akan menjelaskannya dengan baik agar dia mengertidan memahami kondisinya, oh iya untuk sementara kondisi Hyunmie di rahasiakandulu saja, aku takut nanti ada yang mengincarnya." ucap Donghae mantap.Sungmin dan Leeteuk mengangguk paham. Donghae mulai membentangkan sayapnya, diaharus kembali ke Moranggan.
"Kalau begtu aku pamit." ucap Donghae lalu terbang menjauh dari tamanistana begtupun Leeteuk dia mulai mencari semua orang yang mengenal Hyunmieyang mungkin menaruh hati padanya. Kali ini Leeteuk harus mencarinya keMoranggan dan juga Norana, karena namja yang harus mencintai Hyunmie sekarangharus dari bangsa iblis.
sementara Eunhyuk di Moranggan sudah kewalahan menahan Hyunmie yang terusmenerus ingin pergi,
serbuk pelangi yang memang sedikit di berikan padanya dari Donghaepun sudahhabis.
"YAAK!! bisakah kau diam sekarang ini rumahmu." bentak Eunhyukfrustasi sambil memeluk Hyunmie dari belakang, atau lebih tepatnya menahanHyunmie yang terus ingin pergi.
"Anniya aku ingin pulang, rumahku diistana." isak Hyunmie sambilberusaha melepaskan diri dari Eunhyuk.
"Jangan bercanda, tidak ada kelurga kerajan yang menjadi Hounan."bentak Eunhyuk semakin geram.
"Aku bukan Hounan, lepaskan aku." ucap Hyunmie yang sempat lepas daripegangan Eunhyuk tapi kembali di peluk erat-erat.
"YAAK, sadarlah, lihat rambut dan sayapmu." ucapan Eunhyuk samasekali tidak Hyunmie dengar, yeoja ini malas semakin kuat melepaskan diri.
"Aku tak peduli aku ingin pulang." Bentak Hyunmie tepat di telingaEunhyuk.
Karena keras kepala, akhirnya Eunhyuk memukul tengkuk Hyunmie hingga jatuhpingsan, dia tidak mau ambil resiko Hyunmie kabur.
"Mianahe aku tak bermaksud menyakitimu agassi." ucap Eunhyuk merasabersalah, ketika wajah damai terlihat di wajah Hyunmie.
Eunhyuk lalu membopong Hyunmie ke atas ranjang, tapi baru saja akan dibaringkan Donghae datang.
"YAA!! Eunhyuk mau kau apakan yeoja itu?." bentakan Donghae suksesmembuat Eunhyuk melonjak kaget, Eunhyuk menatap sebal pada Donghae yangmenatapnya curiga.
"Aigo jangan salah paham dulu Donghae." ucap Eunhyuk meyakinkan, tapiDonghae masih menatapnya curiga.
"Lalu apa yang kulihat ini?." Tanya Donghae ketika Eunhytk yang masihia bopong, Eunhyuk berdecak sebal lalu menidurkan Hyunmie.
"Yeoja ini berontak ingin keluar, berhubung serbuk yang kau berikan habis,tadi aku terpaksa memukul tengkuknya hingga pingsan." ucap Eunhyukmenjelaskan, tapi mungkin karena wajah Eunhyuk yang memang tidak bisa dipercaya, Donghae masih memicingkan matanya.
"Jinjja? jadi kau tidak macam-macam?" tanya Donghae menatap Eunhyukdalam-dalam, Eunhyuk frustasi lalu menggeram sebal.
"Ahhh jinjja." bentak Eunhyuk sebal,
Donghae masih menatap tajam.
"Waeyo? setidak percayakah kau pada chingu sendiri?" ucap Eunhyuksambil melipat kedua tangannya di dada, Donghae terlihat mengangguk kecil.
"Geure karena kalau kau berani macam-macam pada yeoja itu, aku akanmembunuhmu." ucapan Donghae sukses membuat Eunhyuk menganga tak percaya.
"Waeyooo!! sebegitu pentingkah yeoja ini untukmu? ahh jangan-jangan kaumenyukainya?" kali ini Eunhyuk yang memicingkan matanya curiga.
"Tsk, masalahnya bukan itu, yeoja ini putri bungsu raja malaikat kimheechul."
Eunhyuk menganga tak percaya dia baru saja memukul putri kesayangan seorangraja malaikat? Eunhyuk memang tidak tahu Hyunmie putri Malaikat, mengingat diatidak pernah keluar dari perkampungan, berusaha menghindari pembantaian padapara iblis. Tapi keningnya langsung mengerut.
"Kenapa hal ini tak di beritahukan pada dewan penasehat? ini jelas akansangat menyakiti yeoja inikan?" pertanyaan Eunhyuk membuat Donghae menariknafas dalam.
"Itu sudah pasti, tapi raja Heechul tadinya berencana untuk mengelak daritakdir putrinya ini, maka dari itu Hyunmie tak pernah di izinkan jauh-jauh dariistana khususnya Norana." Eunhyuk mengangguk paham, tapi tetap saja adayang janggal.
"sejak kecil aku sudah merasaknya, salah satu alasan mengapa aku bisaberdekatan denganya dan dia juga merasa tidak riskan dnganku." ucapDonghae sambil mengelus rambut Hyunmie yang kini berwarna biru.
"Jadi intinya yeoja ini benar-benar tidak tahu sama sekali tentangkondisinya skarang?" Donghae mengangguk pelan.
"iya begtulah." jawab Donghae pelan.
"Ck, ini akan sangat merepotkan." ucap Eunhyuk lemas.
tiba-tiba dari luar seseorang berteriak. Membuat Eunhyuk dan Donghaebertatapan.
"Nuguya?" tanya Eunhyuk yang di balas gidikan bahu dari Donghae.
"Molla, ya!! Eunhyuk coba kau lihat ada apa." ucap Donghae sambilmenatap kearah jendela pondoknya.
"Ne araseo." Eunhyuk lalu berhamburan keluar pondok Donghae, di sanaada dua namja yang sudah sangat kerepotan menahan tubuh seorang namja yangterus kesakitan.
"Ige mwoya? kenapa dia dibiarkan begini." bentak Eunhyuk pada keduaHounan bernama Minho dan Jinki, keduanya saling menunduk, hingga akhirnya Minhomenatap Eunhyuk segan.
"Kami tidak menyangka serbuk Ungu yang kami bawa habis, jadi kami tidakbisa berbuat apa-apa." ucap Minho pelan.
"AGRH!! hyung jeongmal appo." Hounan baru itu mengerang kesakitan,membuat Eunhyuk yang ingin memberi rentetan amarahnya hanya mendengus kesal.
"Kalau begitu bawa Ryeowook ke pondoku." ucap Eunhyuk pada keduanya.
"Ne hyung."
Ryewook terus menerus menjerit menahan sakit di tubuhnya yang terasa terbakar,ini adalah perburuan ke tiga untuk Ryeowook, dia baru mulai beroprasi beberapaminggu yang lalu. Dia seorang Hounan pemula yang masih membutuhkan serbuk bungatulip Ungu, tapi tanpa di duga serbuk itu habis. Dan bodohnya para seniornyamelupakan serbuk cadangan.
Setelah mencari kesana kemari, Eunhyuk menemukan serbuk Ungu yang dia cari,lalu menghembuskan serbuk Ungu itu pada Ryeowook dan detik kemudian pingsan.
"Kenapa kalian ceroboh sekali, kalian mau menyiksanya pelan-pelaneoh?" bentak Eunhyuk pada Minho dan Jinki yang kembali menunduk.
"Mianahe Eunhyuk hyung kami ceroboh." gumam Jinki pelan.
"Ck, sudahlah kalian kembali beroprasi." Minho dan Jinki membungkuklalu pamit keluar pondok.
Tak lama kemudian donghae masuk kedalam pondok Eunhyuk.
"Kenapa dia Hyuk?" tanya Donghae sambil duduk tepat di sampingRyeowook yang berbaring di ranjang.
"Seniornya pabo, tidak membawa serbuk Ungu cadangan." dengus Eunhyuksebal.
"Geure!! lalu apa dia sudah baikkan?."
"dia masih tertidur, oh iya Putri Hyunmie!! Fisiknya sedikit berbedadengan Hounan lain, apa dia-" Eunhyuk menggantungkan kalimatnya.
"Ne Hyuk tebakanmu benar, dia Hounan Raikana yang hanya muncul di kalanganmalaikat 1000 tahun sekali." wajah Donghae terlihat sedih, membuat Eunhyuksedikit heran, Donghae bukanlah Hounan yang gampang mengeluarkan Exspresiseperti itu.
"Kasihan sekali beliaukan seorang putri, ini pasti sangat menyakitkanuntuknya." Eunhyuk kembali memperhatikan wajah Donghae yang semakin sedih.Apa tebakan Eunhyuk tepat?.
"Ne Hyuk, aku juga sependapat denganmu kasian dia." gumam Donghaepelan.
"Lalu kau sudah siapkan serbuk pelangi untuknya." Donghae semakinmenggeram frustasi, masalah itulah yang sedang ia pikirkan.
"Ck, itulah yang sedang aku pikirkan, tidak mudah mendapatkan serbukpelangi kau taukan apa syaratnya." ucap Donghae yang kembalimemperlihatkan exspresi terpuruknya.
"Tapi dia yeoja yang cantik, tidak akan sulitkan menemukan tiga namjauntuknya." ucapan Eunhyuk kali ini membuat Donghae terlihat gugup.
"Memang, tapi apa kau lupa kata-kataku kalau dia seorang putri yang selaludiam di dalam istana." ucap Donghae bersikap senetral mungkin.
"Ah benar juga, lalu bagaimana?" ucap Eunhyuk sambil menahan tawanya.
"Molla. Aku akan memikirkan siapa namja yang kiranya menyukainya,sebenarnya ada satu lambang lagi yang di miliki Hyunmie." wajah Eunhyukkembali terlihat terkejut.
"Mwo ada lagi?" Donghae menghelah nafas kembali.
"Ne ada satu lagi. Sama denganku." Eunhyuk membulatkan matanya takpercaya.
"La... Lambang Hounan Arion maksudmu?"
"Ini membuatku gila mana sanggup aku melihatnya menderita begitu."Eunhyuk memicingkan matanya.
"kau menyukainya Hae_ah? jadi tebakanku sejak tadi benar, dia MerpatiPlatinum yang sering kau ceritakan padaku?" tanya Eunhyuk penuh selidik.Donghae hanya menghelah nafas lagi dan lagi.
"Ne. Kau benar, dengan lambang Hounan Raikana dan Arion di tubuhnya, diaakan merasakan mencabut nyawanya sendiri ketika bertugas nanti."
"Tapi tunggu dulu, kenapa kurun waktu 500 tahun ada 2 pemilik lambangArion, bukankah hanya 1 dalam 500 tahun sekali?." tanya Eunhyuk.
"Itulah yang membuatku bingung, dia bisa jadi sasaran para iblis yangmemanfaatkan tubuhnya untuk keperluan magis."
"Itu sudah pasti, di tambah Putri tidak tahu sama sekali tentangkondisinya, oh iya kapan kau akan memberitahukan kondisinya itu padaya?"
"Secepatnya Hyuk aku tidak mau Hyunmie menganggapku jahat karenamemisahkan dia dari kedua orang tuanya." keduanya terlalu serius berbicaratanpa menyadari Ryeowook sudah sadar kembali, bahkan sempatmendengarkanpercakapapn keduanya.
"Hyung berdua sedang membicarakan siapa?" ucapan Ryeowook langsungmembuat Eunhyuk dan Donghae berbalik dan menatapRyeowook khawatir, alasanyakarena Ryeowook adalah salah satu Hounan yang memiliki kecerdasan sama sepertiEunhyuk.
"Ryeowook kau sudah siuman ternyata?" tanya Donghae sambil membantuRyeowook duduk.
"Ne Donghae hyung, oh iya tadi aku mendengar nama putri Hyunmie disebut-sebut?" Donghae lagi-lagi menghelah nafas, tidak melihatRyeowookyang lumayan terkejut dengan exspresi ketuanya.
"Dia sekarang Hounan sama seperti kita Ryeowook." ucap Eunhyukmenjawab pertanyaan Ryeowook yang lagi-lagi di buat terkejut.
"Ji... Jinjja?" gagap Ryeowwok membuat Donghae menatap Ryeowook heran.
"Ne. apa kau mengenalnya?" tanya Dnghae terlihat antusias, lagi-lagimembuat Ryeowook menatap Eunhyuk meminta penjelasan ada apa dengan ketuanya.tapi Eunhyuk hanya mengangguk pelan agar Ryeowwok menjawabnya.
"tentu saja beberapa bulan terakhir ini dia sering berkeliaran d daerahNorana bersama seorang iblis." kali ini Donghae dan Eunhyuk yang terlihatterkejut.
"Apa katamu tadi? iblis?" tanyaDonghae memastikan.
"Ne hyung, tapi anehnya iblis itu tidak menyakiti putri Hyunmie merekakelihatan akrab, padahal dalam catatan buronan iblis yang selalu bersama putriHyunmie sangat berbahaya karena tidak bisa di bunuh." sesaat Donghae danEunhyuksaling bertatapan, heran!! tentu saja.
"Kau yakin Ryeowook kalau itu putri Hyunmie?" tanya Eunhyuk belumyakin.
"NeDonghae hyung, kami tidak bisa mendekat karena mereka sama-sama orangberpengaruh, aku bahkan pernah melihat iblis itu memeluk putri Hyunmie."mendengar perkataan Ryeowook rahang Donghae mengeras.
"Kurang ajar dia kalau bukan karena dia iblis istimewa sudah kucabik-cabik dia." geram Donghae sambil mengepalkan tanganya kuat-kuat.Eunhyuk menepuk bahu Donghae menyuruh agar sahabatnya itu bersabar.
"Sudahlah Donghae, yang seharusnya kita pikirkan sekarang itu keadaanHyunmie, eh maksudku putri Hyunmie." Donghae memejamkan matanya lalumenghelahkan nafas pelan-pelan.
"Arayo, tapi aku tak akan membiarkannya mendekati Hyunmie lagi, apa lagidengan kondisi Hyunmie sekarng aku curiga iblis itu ada campur tangan denganpenyerangan Hyunmie pada iblis tadi." Eunhyuk mengerutkan keningnyabinggung.
"Maksudmu?"
"Ada kemungkinan iblis itu ingin memanfaatkan Hyunmie untuk kepentingantertentu, kau taukan Eunhyuk Hounan Raikana bisa menghidupkan malaikat atauiblis yang nyawanya masih terbelenggu di dalam jasadnya, dengan menghisapsetiap energi kehidupan yang berhasil di kumpulkan untuk bertahan di posisinyasekarang sebagai Hounan terkuat." Eunhyuk mengangguk mengerti.
"aku tau itu." Donghae menatap lurus kedepan lalu berdiri dan menatapEunhyuk serius.
"Penjagaan harus di perketat dari mulai sekarang, sebelum serbuk pelangidi temukan jangan sampai ada pembantaian di sekitar Moranggan, aku serahkantanggung jawab ini padamu Eunhyuk." Eunhyuk mengangguk mantap lalumelangkah keluar pondoknya.
"Baiklah aku harus kembali ke pondokku, aku tidak mau kecolongan. Ryeowookkau istirahatlah dulu jika masih lemah." ucap Donghae menatap Ryeowooktenang.
"Nehyung gomawo." ucap Ryeowook pelan, Donghae kemudian kembali ke pondoknyatapi betapa terkejutnya dia Hyunmie sudah tidak ada di atas ranjang. Donghaemendengus kesal lalu keluar. Eunhyuk yang melihat Donghae kembali keluar daripondoknya dengan wajah panik, mengerutkan keningnya.
"Ada apa lgi Hae_ya?" tanya Eunhyuk langsung.
"Gawat Hyuk, Hyunmie kabur" Eunhyuk membulatkan matanya terkejut.
"Mw... mwoyo kabur?" gagap Eunhyuk panik, masalahnya Hyunmie tidaktahu daerah Moranggan.
"AGRH, ini karena daya tahan tubuhnya meningkat semenjak lambang itumuncul kenapa aku lupa, Eunhyuk bantu aku mencarinya, dia tidak tahu daerahsini bisa-bisa dia masuk kawasan iblis." tepat dugaan Eunhyuk.
"Araseo." Donghae dan Eunhyuk mulai mencari dengan berlainan arahtentunya mereka berusaha menyusuri langit sebelum tanah karena ada kemungkinanHyunmie memilih terbang agar cepat sampai di kerajaan.
Diluar dugaan Hyunmie ternyata terbang rendah menuju tanah para iblis denganmenangis terisak-isak.
TBC