Mr. Boss With Me

Mr. Boss With Me
7. Kesempatan dalam Kesempitan



Bella kembali duduk di ruangan Devan. Otaknya sedang berpikir apa yang harus ia minta kepada Devan. Ada 7 permintaan yang akan siap di kabulkan Devan. Dan itu harus Bella manfaatkan sebaik mungkin. Jika perlu isi permintaannya mencakup harta Devan yang harus dialihkan kepada Bella.


Isi pikiran jahat memenuhi otak Bella. Dan yang unik dari Bella adalah setiap apapun yang sedang ia pikirkan akan langsung tergambarkan dari raut wajahnya.


Seperti sekarang raut wajah Bella menampilkan senyum smirk yang membuat Devan merinding. Belum lagi ekspresi wajah yang tiba-tiba tertawa kecil dan berubah terus menerus tergantung dengan apa yang Bella sedang pikirkan.


"ehemm, Jadi permintaan kamu apa?" Celetukan Devan berhasil menarik Bella dari lamunannya.


"Hmmm, Bapak ada pena sama kertas, terus materai juga? Saya mau buat surat perjanjian dulu. Takut nanti bapak khianati saya," ide Bella sangat cerdas.


Jadi ia memiliki bukti jika Devan di lain waktu pak bossnya ini menolak. Padahal Devan sudah memikirkan akan langsung pura-pura lupa ketika Bella keluar dari ruangannya.


Devan segera memberikan kertas dan pena kepada Bella. Devan tidak tau apa yang akan dibuat oleh Bella. Ia hanya berharap kalau tulisan itu tidak akan aneh-aneh. Bella menulis dengan begitu cepat dan langsung menandatangani kertas itu.


"Ini tinggal bapak tanda tangani disini," Perintah Bella dengan menghadapkan kertas tersebut kepada Devan.


"Kalau aneh-aneh saya nggak mau tanda tangan!" gerutu Devan dengan membaca terlebih dahulu apa isi tulisan Bella tadi.


"Pak boss curiga terus, heran saya,"


"Ini, kenapa isi 7 permintaannya masih kosong," tanya Devan heran.


"oh itu sengaja saya buat nomornya saja dulu. Soalnya saya bingung mau di tulis apa. Nah kalau nanti saya tiba-tiba ada permintaan saya datang ke Bapak terus tinggal di tulis disitu, yang penting tanda tangan saja dulu Pak,"


"Ck, ini sudah!"


"Nah bagus, okey selanjutnya saya fotokopi kan dulu," Untung diruangan Devan ada mesin fotokopi. Bella bergegas memfotokopi dan memberikan kepada Devan.


"ini yang asli saya yang pegang terus yang palsu itu bapak yang pegang,"


"Senang berbisnis dengan pak boss, kalau begitu saya pulang dulu," ucap Bella dengan menjabat tangan Devan dan berlalu dari ruangan Devan. Pemilik ruangan hanya bisa mengelus dada, untung cuman satu karyawan yang seperti ini. Seharusnya hari ini Bella yang dapat hukuman ini bukannya Devan.


...----------------...


Putri dan Saskia masih menunggu Bella di dapur resto. Duduk lesehan dengan Saskia yang sibuk bermain game dan putri yang sibuk menatap dinding dapur. Hampir satu jam mereka menunggu tapi Bella belum kunjung keluar dari ruangan Devan.


"Ini si Bella di hukum apaan sih!" gerutu Putri karena telah terlalu lama menunggu.


"Seharusnya nih gue udah dirumah, udah bobok cantik, tapi apa ini! gue masih disini berteman dengan kulkas dingin kayak lo,!" omel Putri sembari menyindir Saskia yang mendapat julukan kulkas berjalan.


"Kalau gitu pulang aja," jawab Saskia dengan santai. Mata Saskia hanya fokus dengan game online yang ia mainkan.


"Kita nggak boleh pulang! Nanti gue penasaran apa hukuman Bella."


Putri sangat penasaran hukuman apa yang didapatkan Bella sehingga memakan waktu hampir satu jam. Pikiran-pikiran aneh mulai merasuki putri. Apakah Bella sedang dalam bahaya atau sedang menikmati bahaya itu?


"ishh jawab dong! Atau gue pergi sendiri sa..." Putri baru akan berdiri tapi pintu dapur sudah di buka. Tapi yang aneh adalah raut wajah Bella yang seperti menang undian berhadiah.


"Ayokkk bestii kita pulang!" ucap Bella dengan semangat. Bella mengambil tas di ruangan khusus karyawan yang terhubung dengan dapur. Hati Bella sedang berbunga-bunga. Siapa sangka yang tadinya ia pikir akan jadi hari terakhir malah mendapatkan hari yang beruntung.


"loh loh bell, kok habis dihukum wajah loh kelihatan berseri-seri," tanya Putri dengan membuntuti Bella.


"Nanti kapan-kapan gue cerita. Ayo Saskia udahan main gamenya ini kita udah mau pulang atau mau tinggal disini sendiri," perintah Bella kepada Saskia yang langsung di turuti.


Mereka segera keluar dari Resto dan berjalan sedikit untuk menuju ke pangkalan ojek. Mereka memiliki arah jalan pulang yang berbeda-beda. Hanya satu yang sama tujuan mereka adalah tempat kerja.


"Ayok dong bell ceritanya sekarang aja," rengek Putri dengan menggandeng tangan Bella.


"Pasti Lo penasaran banget kan, jadi hukumannya tadiiiiiiiiii eitssss rahasiaaaaaaa," goda Bella dan berhasil membuat rasa penasaran putri semakin menjadi-jadi.


Saskia hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan dua sahabatnya. Yang satu punya rasa kepo yang tinggi dan yang satu punya sikap jail yang mendarah daging. Pikir Saskia hanya dirinya yang normal di antara mereka bertiga.


"Ki kenapa Lo diam aja sih! Sariawan Lo," celetuk Bella menatap Saskia aneh. Menurut Bella yang paling aneh diantara mereka bertiga adalah Saskia. Sebab Saskia bisa tahan tidak mengeluarkan suara dalam beberapa hari. Seperti asik dengan suara batinnya sendiri.


"emang gue harus ngomong apa?" jawab Saskia yang membuat Bella memutarkan matanya.


"emang lo nggak penasaran kayak gue Ki?" tanya putri dengan heran. Menurut Putri diantara mereka bertiga hanya ia yang paling normal seperti Saskia yang tak pernah menunjukkan ekspresi apapun atau seperti Bella yang terlalu mudah di amati ekspresi wajahnya.


"Nggak, biasa aja," jawaban Saskia berhasil membuat Bella maupun putri menghembuskan nafas dengan berat. Seharusnya Bella tidak usah bertanya kepada Saskia karena jawaban yang akan ia jawab sangat di luar nalar. Kecuali kalau pertanyaan itu seputar game dan satu makhluk tampan dari Bangtan seonyondan. siapa lagi kalau bukan Suga. Bisa dipastikan kulkas Saskia akan off.


"Udah lepas dulu put! Gerah gue! nanti kapan-kapan gue cerita kalau rencananya udah berhasil. Untuk sekarang rasa penasaran Lo berdua di pendam aja dulu," ujar Bella dengan segera melepaskan lilitan tangan dari Putri.


"siapa juga yang penasaran,"


"yahh, jahat!"


Dua jawaban yang berbeda dari dua manusia yang berbeda.


"Ayo sekarang kita pulang kerumah masing-masing! Dan mari kita pikirkan apa outfit yang akan kita pakai untuk konser Suga nanti," usul Bella.


"setuju!" Saskia langsung semangat ketika membicarakan Suga. Di dalam pikiran Saskia sudah merancang apa yang harus ia pakai. Siapa tau nanti di notice idola.


"huuuu nggak asik Lo! kalau nanti malam gue sudah tidur bakalan gue ganggu Lo bel," Ancam Putri dan dibalas Bella dengan senyuman mengejek.


"Pulang neng," Mereka telah sampai di pangkalan ojek dan sudah ada tukang ojek langganan mereka.


"Iya mang, tapi lewat jalan yang biasa aja nggak usah lewat jalan tikus lagi," Bella merasa trauma karena jalan tikus tadi pagi.