
"Pak putra,"
Raut wajah yang terkejut tampak jelas dari wajah Bella. Melihat Putra yang sedang berusaha menghentikan aliran darah pada jari telunjuknya di bawah aliran air.
"Lain kali hati-hati dong Bel," tegur Putra dengan mengeringkan jari Bella dengan tisu.
Untungnya luka di jari Bella hanya luka gores biasa. Hanya saja perbuatan mendadak dari Putra berhasil menarik seluruh pandang mata di ruangan dapur ini.
"ehh iya Pak, Maaf pak lain kali saya bakalan hati-hati," jawab Bella dengan sopan dan segera menarik tangannya dari genggaman Putra dengan tergesa-gesa.
"Oh bagus sekali pemandangan di depan mata saya saat ini," Suara yang bernada rendah dengan tatapan mata yang tajam berhasil menarik semua atensi mata.
Sekaligus suara itu membuat Bella menundukkan kepalanya. Bella dapat merasakan arah pandangan mata itu menusuk ke arahnya.
"Saya sudah bilang berkali-kali buat yang berada di dapur harus keselamatan yang di utamakan, harus selalu berkonsentrasi, dan jangan berbuat ceroboh," Lanjut suara itu yang tak lain adalah Devan.
"Dan kamu Putra, kenapa kamu masuk ke sini, bukankah tugasmu mengawasi di depan," kini arah pandang Devan beralih ke arah Putra.
"Aduhh sabar boss, jangan sering-sering marah nanti cepat tua loh," Rayu Putra dengan mendekati Devan.
"itu di depan para tamu ingin bertemu dengan boss,"
"Oke kalian lanjutkan untuk menu terakhir kita ini, ini tinggal kalian hias dengan rapi," perintah Devan kepada beberapa karyawan yang membantunya membuatkan makanan hari ini.
"Dan ingat jangan melakukan tindakan yang ceroboh!" Ujar Devan dengan lirikan mata yang tertuju kepada Bella.
...****************...
Semua tamu yang datang ke Resto Devan hari ini menyatakan puas dengan hasil masakan dan pelayanan yang mereka dapatkan.
Semua sajian menu makanan yang Devan sajikan semuanya ludes tak tersisa. Ini menjadi nilai jual dan iklan yang bagus untuk Resto Devan.
"Makanan yang ada di resto mu ini memang tidak pernah mengecewakan soal cita rasa," Puji salah satu tamu yang menyapa Devan.
"Syukurlah jika cita rasa menu hari ini memuaskan untuk bapak!" Ujar Devan dengan senyum lebarnya.
"Bulan depan saya akan ada acara tahunan untuk kantor, dan saya ingin mengadakan disini, apakah bisa?"
"tentu bisa Pak! Ini kartu nama saya Pak, nanti bisa hubungi nomor Resto yang tertera disini Pak," ucap Devan dengan menyerahkan Kartu namanya.
"Oke! Sukses pokonya untuk usaha kamu ini. Giat dan kalahkan musuh bebuyutan kamu selama ini," ujar tamu tersebut dan di iringi tawa dari mereka berdua.
"Saya permisi mau pulang dulu, tolong sampaikan salam saya kepada tuan rumah hari ini," ujar tamu tersebut dan berlalu pergi dari hadapan Devan.
Terasa sangat membanggakan ketika masakannya bisa memuaskan bagi mereka yang mencoba masakannya.
Rasanya Devan ingin berteriak dengan keras. Akhirnya tantangan hari ini terlewati dengan baik.
"Devan," Panggilan dari suara tersebut berhasil menarik perhatian Devan.
"Mama," ujar Devan dengan segera memeluk Ibu tercinta.
" Akhirnya kamu berhasil mengalahkan taruhan dari musuh kamu Devan,"
"iya ma akhirnya Devan berhasil dapatkan mobil impian Devan,"
"Mah ayok kita pulang," lirihan suara dari belakang mama Devan berhasil mengurai pelukan Devan dan mamanya.
"ishh, sabar dong Pah, ini anaknya di beri ucapan selamat dulu, jangan langsung pulang-pulang gitu, itu juga tamu-tamu papa juga masih banyak," Omel mama Devan.
"Selamat," kata yang singkat dengan ekspresi yang datar dari Papa Devan.
"Ishh, yang bagus loh ngucapinnya, makanya lain kali nggak usah bikin taruhan. Nah kan akhirnya kalah mulai cemberut tuh muka, keriput yang ada di wajahmu itu jadi bertambah kerutan nya," Ucapan Mama Devan semakin membuat badmood bagi Papa Devan.
Tetapi berbanding terbalik dengan ekspresi Devan yang mulai senyum-senyum tidak jelas. Membayangkan mobil impiannya akan lahir besok.
"Bisa nggak kalau bisik-bisik itu nafas mu jangan sampai menyentuh telinga saya, geli yang ada," Ucap Devan dengan segera menjaga jarak dari Putra.
"Namanya juga bisik-bisik boss ya pasti nafas saya sampai di telinga boss kecuali kalau saya pakai suara batin," jawab Putra dan dibalas tatapan tajam dari Devan.
Tatapan tajam dari Devan berhasil membuat Putra cengengesan tak jelas dan segera mengalihkan pandangan matanya ke arah lain.
"Mah, ributnya dirumah aja nanti, sekarang mending sapa dulu tami-tamunya Mama nanti kita bahas dirumah masalah taruhannya," ucap Devan memberikan solusi kepada suami-istri yang sedang berdebat ini.
"Benar juga kamu, ya sudah mama sama papa kesana dulu, nanti kamu ikut Devan kerumah ya put," Pamit Mama Devan dengan segera berlalu di hadapan Devan dan putra.
"siap Mah!" jawab Putra dengan semangat.
"huuu kalah," bisik Devan kepada papanya. Dibalas dengan delikan mata yang tajam dan dibalas Devan dengan senyuman penuh kemenangan.
...****************...
Semua kesibukan di Resto hari ini selesai sudah. Semua pegawai serentak mengucapkan syukur. Akhirnya bisa istirahat dan menikmati bonus dari Pak Boss.
Waktu menunjukkan pukul 2 siang, semua pegawai tengah menikmati makan siang mereka.
Di sudut ruangan ada 3 serangkai yang tengah menikmati makan siang mereka. Siapa lagi kalau bukan Bella, Putri dan Saskia.
"cieee yang tadi di tolong sama Pak Putra," goda Putri kepada Bella. Membuat pipi Bella menjadi merah merona.
"itu tadi Lo beneran luka atau pura-pura,"
celetukan Saskia membuat pupus semua khayalan Bella.
"itu mulut kalau ngomong suka menimbulkan duka, herman gue," balas Bella dengan sinis.
"Heran bel, heran," lirih Putri membenarkan ucapan Bella yang suka typo.
"iya itu maksud gue! Kalau lukanya pura-pura dari mana datangnya tuh darah yang mengalir. Dari mata turun hati tuh darah,"
"wuishh sabar dong! ngegas amat mbak, slay mbak alay,"
"udah balik di ceramahi baru ngomong slay, kena marah yoongi baru tau loh,"
Sekedar info mereka ini penggemar oppa-oppa korea. Apa yang lagi trending di per-kpop an mereka pasti tau. K-drama jangan diragukan lagi. Semua drama mereka khatam, tinggal tanya mau genre apa.
"eh ngomong-ngomong soal yoongi nih, kan 2 Minggu lagi tuh konser bakalan mulai, nah kalian udah mikirin belum bagaimana cari alasan biar kita bisa libur?" bisik putri.
"oh iya, gue lupa kalau 2 Minggu lagi tuh konser ayang bakalan mulai, nah gue nggak ada ide nih biar bisa libur," ujar Bella.
"Lagian gampang kalau urusan alasan itu, serahin sama gue," ucap Saskia dengan bangga. Kalau soal ini Saskia paling bisa andalkan.
...****************...
Setelah jam istirahat usai. Semua pegawai dikumpulkan. Untuk kembali menerima arahan dari Devan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua kerja keras kalian hari ini," Ucap Devan dengan menatap satu persatu pegawainya.
"Dan bonus yang saya janjikan akan ditambahkan ke gaji kalian bulan ini," ucapan Devan disambut sorakan riuh dari para karyawan
"Dan silahkan kalian berkemas untuk pulang, besok kita kembali bekerja dan jangan sampai ada lagi yang terlambat seperti tadi pagi, paham?"
"Siap paham Pak boss," serentak para karyawan.
"Dan yang terlambat pagi tadi silahkan ke ruangan saya sebentar, dan kalian boleh bubar,"
"mati gue," lirih Bella dengan melirik kearah 2 temannya.