
Apa yang menjadi tujuanmu di kehidupan ini? Mencari cinta atau kekayaan atau kebahagiaan? Pastinya kita ingin semua 3 hal itu. Hidup bersama dengan cinta yang tulus, dilengkapi dengan harta yang cukup dan menikmati waktu dengan bahagia.
Tapi di dunia ini tak ada yang mudah untuk mendapatkan semua itu. Butuh perjuangan yang tak mudah. Jika ingin instan yaa kita jaga lilin saja hahahah (Maaf bercanda).
Hidup seorang diri di kota besar ini membuatku akrab dengan kesepian. Semuanya bisa aku lakukan sendiri dan menjadi terlalu mandiri (ini menurut orang lain) padahal aku juga butuh pelukan hangat dan pertanyaan "Apa kamu baik-baik saja?".
Oh mari lupakan semua omong kosong itu! Perkenalkan namaku Bella Saphira. Umurku 23 tahun. Kerja sebagai karyawan sekaligus chef di Cafe and Resto. Hidup seorang diri berteman sepi di kota besar ini. Dan motto hidupku adalah "Harus tetap hidup apapun yang terjadi". Sekian perkenalan dariku.
(Dan biarkan author yang mengambil alih ceritanya)
"Tarik nafas bel, tahan, terus hembuskan," ucap bella dengan menghadap cermin di kamar ini.
"Ayo semangat! Walau hari Senin terasa tak adil karena hadir begitu cepat".
Drttt...
Drtttt...
Drtttt....
"aish siapa sih ganggu orang lagi hipnotis jiwa biar semangat," gerutu Bella dengan mencari sumber suara yang mengganggunya pagi ini.
"HALOO!" Jawab Bella dengan tak sabar.
"wuishhh sabar dong, ngegas amat mbak," ujar suara wanita dari telepon tersebut.
"Ya Lo lagian ini masih pagi, udah telpon segala. Lo harusnya tau gue itu butuh waktu penyesuaian setiap hari Senin. Ohh gue tau pasti Lo udah kangen kan sama gue, padahal cuman hari Minggu nih kita nggak ketemu. Tapi siapa juga yang bisa menolak kerinduan sama gue, secara guekan...."
"STOP! STOP! TUTUP MULUT LO ITU! Bel mending Lo minum obat dulu gih, lama-lama beneran gila Lo bell!"
"elehhh nggak asik loh, yaudin kenapa telpon gue di jam setengah 7 pagi nih,"
"Astaga kenapa baru sekarang sih ngasih tau," panik Bella dengan langsung mematikan telepon tersebut.
Butuh waktu 45 menit dari tempat kost Bella menuju lokasinya bekerja. Memang agak jauh karena hanya kost-an ini yang harganya sesuai dengan gaji Bella.
"Aduhh, kenapa pakai datang di hari Senin sih! Rajin amat Boss besar datang setiap bulan dan di hari senin." gerutu Bella dengan bergegas mengunci pintu kost-nya.
"Anjir udah mau jam 7 lagi, Tolong Tuhan bantu hambamu ini,"
Bella bergegas menuju pangkalan ojek yang tidak terlalu jauh dari kost-an. Hanya butuh 10 menit jika berjalan kaki tapi ini ia harus memangkas waktu dengan mulai joging pagi. Sekalian meluruhkan lemak di pahanya.
"Mang Sardi," teriak Bella dari jauh setelah melihat ojek langganannya.
"iya neng, ojek neng?"
"Ayo ce...pat an...tar gue mang, ketempat kerja!" ujar Bella dengan nafas yang mulai terasa berat.
Ini akibat badan yang susah untuk diajak olahraga jadi baru lari sedikit sudah capek.
"Siap neng! Ayo naik," semangat Mang Sardi karena dapat pelanggan pertama.
"ngebut yaa mang! pokoknya sebelum jam setengah 8 gue udah harus sampai!"
"nggak bisa gitu neng. Dari sini ketempat kerja neng itu butuh 45 menit, dan sekarang udah jam 7 lewat. Ingat keselamatan itu tetap nomor 1," nasehat Mang Ardi dengan berwibawa.
"Gue tambah ongkosnya jadi 3 kali lipat,"
"Siap 86! KITA MELAJU NENG,"