
Hai gan ketemu lagi sama author tersayang,au ah gelap_-
mau baca kan?? atau cuma mau promosi doang_-?
mau promosi disini gw tampol lu_-
novel dah sepi eh malah promosi_-
dahlah males, kuyy gass!
Selamat Membaca~
Saat ini aku gemetaran karena aku dan Alice dikepung oleh 7 orang itu, dih anj*r gimana mo lari juga, dikepung gini lewat selangkah aja kagak bisa! kalau aku semut ya bisa, Lah ini badan segede ini mau lari, jalan dikit ae udah melayang nyawa aku babyk!
Pak Will yang memegang gergajinya telah bersiap untuk memotong kami berdua memberikan kami kesempatan untuk berbicara. "sebelum mati dan menjadi tumpukan mayat, apakah kata terakhir yang ingin kalian katakan pada kami?".
Gak ada! lagian aku gak mau mati! sehingga Alice menarik narik pakaian ku kemudian menyuruhku untuk melihat kebawah dan dia menuliskan sebuah kata kata kecil disana " hey, kau ingat bukan? kita disini tidak sendirian, kita masih memiliki teman yang lain". Tunggu siapa itu!? Ryan? eh dia udah lompat dari jendela hueee T_T emangnya siapa lagi!? eh tunggu dia menulis sesuatu lagi?
" kau benar benar lupa, dengarkanlah bisikan angin yang datang dan ketahuilah siapa dia". Alice terus berusaha menunjukan tulisannya yang membuatku semakin merasa tidak nyaman. Dan ketika angin berhembus melewati telingaku aku mendengar bisikan yang lewat dari telingaku.
Namun, tiba tiba angin kuat berhembus dengan kencang membawa daun dan pasir didalamnya lalu membuat perhatian mereka semua teralihkan, Ara tiba tiba berteriak dan mengarahkan pisaunya sembarangan seolah ingin menebas seseorang agar dia pergi.
" Pergi kau ! pergi Liza! Pergi!!". Dia berteriak terus menerus dan semua orang disana terus berteriak dan menciba mengusir Liza, benarkah Liza sejahil ini? Alice langsung mengajakku berlari saat perhatian mereka teralihkan dan kami pun langsung berlari saat kesempatan menghampiri kami berdua.
Saat melewati jalan, kami melihat seseorang yang tersenyum dengan tangisan dimatanya seolah ingin berkata " terima kasih dan maaf". Untuk sementara aku mengerti apa yang telah dikatakannya, aku menyusun kata kata itu menjadi, " terima kasih karena telah mencoba menolongku dan maaf telah merepotkan kalian dan membuat kalian menjadi seperti ini". Hey tunggu! aku seperti ini bukan oleh kesalahanmu! ini terjadi karena kebodohanku yang telah melamun disaat mereka menyakitku jadi jangan salahkan dirimu, lagipula kau kan sudah mati (-_-).
Angin itu seolah membimbing kami kearah kantor polisi dan kami akhirnya sampai disana, semua polisi yang melihat mendatangi kami dan membawa kami kedalam, saat polisi bertanya mungkin mereka tidak akan mengerti karena saat ini lidhku dan lidah dari alice telah dipotong oleh mereka, cerdik kali kalian sialan!
Salah seorang polisi berkata " jika kalian tidak bisa berbicara dikondisi ini , tuliskan saja pesanmu didalam buku ini dan kami akan memprosesnya lebih dalam", Yah itu memang pertolongan yang berarti untuk kami, terimakasih ya tuhan telah membantu kami untuk sampai disini.
Aku menulis semuanya didalam buku itu dn polisi yang melihatnya langsung bergerak ke tempat mereka bertujuh.
Hari telah malam dan semuanya telah selesai tapi tiba tiba Liza mendatangi kami dan berbicara " masih ada urusan yang belum selesai, kalian harus memecahkan misteri ini, semuanya akan terungkap di lantai gudang olahraga sekolah". Eh sebentar, tunggu! apalagi ini!?
Bersambung :v