MessAge's Of Terror

MessAge's Of Terror
Kafe Milik Keluarga Alen



Minggu ini aku sedang mengerjakan tugas club Penelitian, kali ini aku sekelompok dengan Vina, Alice dan Alen.


Tugas kami adalah mencari manfaat dari biji Kopi dan cara pembuatannya, tugas ini menjadi lebih mudah karena adanya Alen yang memiliki kafenya sendiri.


Kami diberi waktu 3 hari untuk berpikir, dan kami langsung memutuskan untuk langsung ke kafenya Alen namun Alice tidak setuju, aku tak tau kenapa Alice selalu tidak setuju jika semua hal harus bersangkutan dengan 7 orang kelas 12 itu dan apa hal yang membuat Alice membenci mereka semua, aku hanya diam hingga Alice mengatakan sesuatu yang mengejutkan dan membuat Vina ikutan takut seperti menyembunyikan sesuatu, saat itu Alice mengatakan hal yang bersangkutan dengan hari dimana aku ulang tahun, Vina dan Alen menyadari hal itu, Vina tiba tiba memasang raut wajah yang ketakutan sedangkan Alen memasang wajah marah dan Alen bilang ingin bicara dengan Alice dan Vina, kukira aku juga boleh ikutan ternyata aku justru diusir dari pembicaraan mereka.


Tiga jam, aku menunggu sangat lama sehingga Alice mendatangi diriku dengan wajah takutnya lagi, dan dia kembali memberikan kamera padaku, Namun...


Saat aku berbicara tentang Vina dia langsung berteriak seolah ingin memberitahukan sesuatu namun takut untuk mengatakannya.


Kali ini aku hanya sendirian ke kafe karena Vina menghilang dan Alice yang takut akan sesuatu terjadi, baiklah aku hanya sendiri tanpa seseorang pun ada disini, saat sampai di kafe Alen berbicara mengenai Alice , ia selalu bertanya tanpa henti hingga tiba tiba Kotak diatas lemari Alen terjatuh.


Kotak itu terjatuh, aku berniat untuk meletakkan kotak itu ketempatnya namun Alen langsung memarahiku dan langsung menyuruhku untuk tidak menyentuh kotak itu, tapi tiba-tiba ada lagi orang yang mendatangiku, dan aku seperti mengenalnya, namun dimana?


Dia terlihat menyeramkan hanya sebuah kepala yang melayang, aku seperti melihat boneka yang dimainkan dengan tali, aku berusaha tetap tenang agar tak mengacau dirumahnya Alen dan aku berpura-pura tidak melihat hal itu, Alen yang sedang menaiki kotak itu tiba tiba jatuh dan menjatuhkan kotak itu, saat kulihat isi dari kotak itu adalah berpuluh puluh bola mata , aku hanya mengira itu sebuah mainan saja tapi orang yang mendatangi ku itu langsung berbicara bahwa disana ada miliknya, matanya yang diambil.


oh kamera yang diberikan Alice! namun ketika aku berniat melihatnya Alen langsung menyerang ku dengan pisau yang ada dibalik tangannya , aku mundur untuk menghindari serangannya namun aku terjatuh.


Saat terjatuh aku selamat karena aku terjatuh tepat diatas beruang...?


bukan ini boneka! ya aku awalnya tidak kaget tapi saat aku terbangun, yang kulihat dibalik boneka itu adalah, potongan kulit manusia, aku merasa mau mual, dan saat itu juga aku melihat kantung berdarah di tempat sampah, aku curiga dengan apa yang ada didalamnya dan langsung membuka kantung itu, aku kaget dengan isinya!


Isi dari kantung itu adalah kepala yang tadinya berbicara denganku, ia benar benar tidak memiliki mata, aku mencurigai Alen, namun aku tak bisa langsung melaporkan hal ini, pasti Alen dan keluarganya adalah dalang di balik semua hal ini, dan aku menyadarinya bahwa kepala itu adalah kepala dari Vina! Aku menyadarinya, kamera yang diberikan oleh Alice pasti ada sesuatu mengenai hilangnya Vina!


Aku berlari terus menerus hingga Alen tidak tau aku ada dimana dan aku langsung kerumahnya Alice agar aman, yaa aku memutar video itu dan melihat sebuah kejadian menyeramkan, rupanya Alice memarahi Alen karena Alen berniat menjebak kami, Alice berpura pura berlari dan Vina tetap ada disana namun Vina langsung termakan jebakan Alen , karena niat Alen membawa kami adalah untuk memotong tubuh kami dan membuatnya menjadi bahan utama dari hidangan kafenya, Alice yang saat itu diam diam memutarnya langsung berlari Karena ia sadar bahwa Alen pasti mengincar dirinya ketika Alice merekam semua kejadian yang Alen dan keluarnganya lakukan, aku tau bahwa kafe yang dimiliki keluarga Alen adalah kafe dengan persediaan daging manusia bukanlah daging sapi, pantas saja ketika aku masuk aku sudah merasa bahwa tempat ini sangatlah menyeramkan.


Keesokan harinya, aku masih menyembunyikan rekaman itu untuk berjaga jaga karena aku masih mencurigai beberapa dari anggota mereka, dan terdapat 6 orang lagi, aku juga tau alasan mengapa Alice selama ini berusaha menjaga rahasia besar pada diriku.