
Hai gan , kita berjumpa lagi di novel jelek ini _-
Apalu , gw salah billang gitu? lah emang iya kan pembaca aja dikit gimana mau larisnya kampret_-
auah gelap, udah nyampe bab terakhir nih, moga moga beneran dibaca sampe akhir ini , gimana kagak ngarep, mana novel gak laris , sedikit pembaca , divote kagak , mikir dah panjang lebar kan gw kesel anjr lah_-**
Auah gelap_-***
Selamat membaca last eps_-
Dengan bingungnya aku bertanya tanya "awa awa aqwudya iyi awaa awu awu awu!" suara aku gak jelas bangcat_- , Alice yang ada disebelahku menepuk pundakku dan menulis dibuku " yang sabar ya , kita sama sama cacat gan", eh ***** mau ngasih semangat atau buat aku tambah bete sih!?
Keesokan harinya , saat bangun suster telah mengantarku kekamar mandi untuk memandikanku , my said: enak ya bisa dimanja manjain suster dimandiin gini pagi buta wah~
Woi babyk! malu gua woi! udah gede gini masih dimandiin gua bukan bayi lagi , emak gua aja gak segininya ma gua! yang cacad kan mata ma lidah gua , bukan tangan ma kaki gua babyk!, Alice yang keluar dari kamar mandi dengan tampang senyum tangisan itu mengepalkan tangannya dan senyuman seolah memberikanku semangat, Woi lu dah gede kok main terima aja babyk!
Sesudah mandi aku diberikan bubur oleh suster itu, my said : ah bubur memang makanan pokok dan mudah dicerna~
Tapi woi! gigi gua masih lengkap! makan nasi kan cuma butuh dikunyah doang babyk! dan lagi lagi Alice yang mau muntah memberikan ku semangat lagi dengan senyumannya. Woi! lu juga gak tahan masih aja diterima sianyink!
Dan beberapa bulan telah berlalu, kami baru tau kalau sekolah yang kami tempati telah ditutup namun sesaat kami melewati sekolah itu kami melihat Liza yang terus menyuruh kami untuk ke gudang sekolah, maksudnya apaan yak?
Si polisi itu menyuruh rekannya untuk mengantar kami dan bertanya apa yang ingin ditunjukkan oleh alice, kemudian Alice menyuruh para polisi untuk memecahkan beberapa bola yang ada disana kemudian membaca petunjuk yang telah di berikannya.
Tak kusangka ternyata Alice itu secerdik ini sampai membuat bukti tersembunyi didalam bola bola, sampai beberapa polisi menyusun semua kalimat dan membutnya menjadi " bongkarlah beberapa foto dan beberapa peralatan didalam ruangan ini dan kalian akan menemukan lubang besar yang berisiskan mayat seseorang didalamnya.
Aku kaget dengan semua itu, ternyata Liza tidaklah lenyap atau menghilang, dia justru ada disini dan membusuk digudang ini, mungkin beberapa petunjuk yang diberikannya mengarah pada gudang ini dan dia ingin kami memakamkannya dengan layak.
Saat memakamkannya, aku melihat Liza yang berdiri di atas makamnya dengan senyuman lega " terimakasih kalian semua karena telah mau membantuku menyelesaikan urusanku didunia ini, sekarang aku sudah bisa beristirahat dengan tenang".
Kami berdua merasa lega dan seseorang mendatangi kami, aku kaget sekali bahwa orang yang mendatangi kami adalah orang yang pernah kukira mati untuk meyelamatkan kami dan dia adalah Ryan!
" yaah, saat itu aku terjatuh di danau karena itulah aku tidak mati". Aku sedikit lega mendengarnya, dan tiba tiba dia berbicara padaku. "Hey sekarang kita sudah tidak bersekolah lagi kan?" Emhm * sia berpura pura baruk dan kembali mengatakan " J- Ja- Jane! mau- maukah kau... menjalani hidup dengaku selamanya!" sambil menodongkan bunga kearahku.
Aku menangis bahagia dan mengangguk aku menerimanya, Alice yang berada disebelahku juga sangat bahagia mendengarnya karena kami akan menikah.
5 tahun kemudian aku dan Alice menjalankan operasi , kami mendapatkan kembali bola mata dan lidah dengan cara operasi itu, akhirnya selama 5 tahun aku bisa melihat dengan jelas dunia ini dan juga keluargaku.
-END-
Dahlah kagak jelas_-