MessAge's Of Terror

MessAge's Of Terror
Pembunuhan Disaat Ujian



Saat aku sadar aku sudah berada didalam rumah sakit, ibuku dan ayahku bertanya tanya padaku kenapa dan apa yang telah terjadi sehingga leherku bisa memerah seperti dicekik seseorang, kukira itu hanyalah mimpi tapi bagaimana bisa mimpi itu bisa membuat leherku memerah? aku hanya diam dan menunggu hari aku bisa pulang kerumah.


Hari ini adalah hari ujianku, entah kenapa saat memasuki kelas ujian aku melihat seorang gadis bernama Yena yang sangat serius dengan ujiannya namun memiliki tatapan sedih, seperti menerima sebuah ancaman.


Ujian dimulai, ujianku memiliki 100 soal tertulis tanpa pilihan ganda, bagi murid yang lain mungkin ini tidak lah menyusahkan, tapi tidak untuku, kukira aku sudah pernah melewatkan ujian ini, begitupun juga dengan Alice dan Yena, Kami menyelesaikan soal ujian ini dengan sangat cepat bahkan tidak sampai 1 Jam kami sudah diperbolehkan keluar dari ruang, aku dan Alice memilih untuk tidak keluar dari ruangan karena saat ini semua orang sedang melaksanakan ujian, namun Yena tetap memilih untuk keluar dari ruangan.


Karena terlalu bosan dikelas, aku memilih untuk memainkan ponselku, aku sangat asyik dengan ponselku dan tiba tiba Alice yang tertidur langsung terbangun dan berteriak "Jangan!! Jangan!! Jangan lakukan itu padaku!! Aku tidak tahu apapun!!" Alice meneriakkan sesuatu seperti berusaha menghindar sesuatu, membuat kelas itu jadi tegang , aku hanya duduk diam agar tak terkena masalah, dan aku kembali melihat ponsel ku, namun yang kupegang bukanlah ponselku namun potongan tangan mungil seorang gadis. Aku terhenti dengan tatapan takut dan aku langsung berteriak karena ketakutan dan ingin minta tolong.


Sesampainya di toilet, aku langsung memeriksa semua yang ada disana, aku melewati salah satu toilet dan di depan pintu toilet yang tertutup itu ada Yena, dia memandangi diriku terus menerus, aku bertanya tanya, apakah selama 3 jam dia hanya berdiri disini saja? tapi, melihat wajahnya itu aku merasa seperti ia ingin menunjukkan sesuatu padaku, tapi apa? saat beberapa waktu aku memeriksa toilet tiba tiba orang yang pernah mencekik diriku waktu itu berada disebelah Yena, dan dia langsung menyuruhku untuk membuka pintu toilet yang berada dibelakang Yena, aku bingung dan langsung membuka pintunya, ketika aku melihat yang ada didalamnya, Seorang gadis sudah terlihat tergantung dengan bola mata yang keluar dan tangan yang putus, aku langsung keluar dari toilet, saat keluar aku melihat wajah lega dari arwah Yena tersebut seperti seseorang yang merasa berterima kasih pada ku.


Saat melaporkan hal itu pada guru, semua mata tertuju pada diriku, aku tetap tenang karena aku bukanlah pelaku dari pembunuhan itu, beberapa jam dari penyelidikan pembunuhan itu, akulah yang pertama dituduh dan diperiksa, tapi tidak ada pertanda maupun bukti dari diriku, aku terbebas dari tuduhan itu.


Diperjalanan pulang, aku bertemu dengan arwahnya Yena dan dia berterimakasih padaku dan juga tersenyum padaku, aku langsung membalas senyuman itu dan Alice tiba tiba sudah berada didepanku dengan tatapan bertanya tanya "kenapa kau tersenyum sendiri? apakah kau melihat seseorang disini?" aku hanya menjawab tidak.