MessAge's Of Terror

MessAge's Of Terror
Pemecahan misteri (1)



Setelah yang kualami beberapa waktu lalu.


aku selalu mewaspadai beberapa hal disekitar, termasuk murid murid kelas 12, beberapa hal yang kutau, katanya dari seluruh anggota 7 orang yang pernah kami temui, tersisa Indri dan Nia yang harus diawasi, katanya sih mereka berdua memiliki sebuah rahasia besar yang harus dibongkar.


Saat istirahat, kulihat Deni keluar dari kelas, namun ia tidak pulang pulang ketika 2 jam sesudah kelas masuk, ada apa dengan dirinya? kenapa dia masuk lama sekali?


beberapa saat ketika sebelum jam pulang, kami sekelas dikejutkan oleh benda yang jatuh tanpa adanya angin dan apapun yang menyentuhnya, yang terjatuh adalah meja dari Deni kemudian isi dari tas Deni pun keluar dan hal yang makin membuat kami kaget adalah isi dari tas tersebut, ternyata Deni menyimpan banyak foto tentang orang orang yang mati sebelum hari itu dan orang yang kulihat di foto paling belakang adalah Liza.


Saat melihat foto itu, pikiranku menjadi kacau seolah ingatan ku teracak acak dan membuatku menjadi sedikit agak kesakitan.


Saat sadar aku sudah berada di ruang UKS, dari ingatan yang teracak itu aku mengingat semuanya, aku mendapat kembali ingatanku, aku sadar mengapa aku bisa selamat dari kematian ku, dan aku tau alasan Deni menyimpan banyak foto tentang mayat mayat itu.


Alasan Deni adalah membuktikan pelaku pembunuhan terhadap orang itu, dari beberapa foto terdapat wajah orang yang telah membunuhnya, Deni memotret dengan kamera kecil, mungkin kamera yang agak canggih, kamera yang dapat berjalan dengan sendirinya dan membentuk serangga padahal itu adalah kamera, pantas saja jika itu dapat memotret orang yang mati bersama pembunuhnya, dan aku bisa membuktikan kematian dari Liza.


Aku ingat bahwa Liza adalah sahabatku, dan dengan foto itu ada sedikit bukti mengenai pembunuhan itu, di foto Liza aku tersadar bahwa saat itu aku sedang berada disebelahnya.


Saat itu adalah hari ulang tahunku, dan aku mengira bahwa hari itu aku akan menerima banyak kejutan namun rombongan itu menipu diriku, Liza yang tidak sengaja melihatku yang dibawa pergi langsung menuju ketempat kami berada, dan Alice yang penasaran langsung mengikuti kami secara sembunyi sembunyi bersamaan dengan serangga yang digerakkan oleh Deni, saat itu semua orang yang menyaksikan hanya mengira bahwa mereka ingin memberiku sebuah hadiah, namun nyatanya yang diberikan bukanlah hadiah melainkan sebuah teror untuk kematian.


Aku diikat kemudian kuku ku dicabut satu persatu, saat itu Liza masih menyiapkan sesuatu dikelas dan ingin membawa hadiah untukku dan Alice saat itu mungkin sedang merekam keadaan itu dalam rasa takut, yang kuingat terakhir kali sebelum aku pingsan adalah, Alice berlari dan membuat semua orang yang menyiksaku mengejarnya.


Liza bergegas ke atap dan berteriak pada mereka semua, namun saat aku tersadar aku sudah melihat Liza yang berdiri seolah melindungi diriku, aku kaget dan berusaha melepaskan ikatan itu, namun tidak bisa, saat aku berusaha melepaskan ikatan itu, kami berdua langsung dilempar dari atas atap tetapi dengan tatapan lembut dan kebaikan hati Liza, dia tetap ingin melindungiku dengan pelukan hangatnya, dia sudah berada di bawahku saat aku terjatuh, aku sadar bahwa ini pernah kulihat dalam mimpi, ternyata mimpi yang kulihat adalah kenyataan.


sebelum terjatuh aku berteriak sekuat mungkin, dan aku merasa frustasi, aku menangis karena ketakutan.


Saat tersadar itulah aku kehilangan ingatanku,


dan alasan Liza mendatangiku terus menerus adalah karena hal itu, Deni dan Alice ingin memantau diriku dari mereka yang ingin mencelakaiku, kemudian aku akan membongkar semua yang mereka lakukan pada kami semua.


dari angin yang berhembus, aku mendapat sebuah foto, yaitu foto dimana Deni disiksa dan dibunuh, aku menuju tempat itu dengan cepat namun aku terlambat, Deni sudah terkapar tidak bernafas, dengan lidah terpotong dan bekas cekikan yang menempel.


Aku menuju ke lab dimana Indri dan Nia berada, aku yakin mereka mengetahui hal ini, dan kebetulan aku melihat serangga milik Deni, dan aku menggunakannya.


Aku melihat bahwa saat itu Indri sedang menulis diary dan Nia yang menyimpan beberapa barang pada ember dibawah meja percobaan, tidak itu semua bukanlah hal yang biasa saat Nia menulis aku melihat yang ia tulis pada tanggal ini adalah "Hari ini kami menculik Deni si penguntit dan memotong lidahnya hingga dia tidak bisa berbicara kemudian kami mencekiknya hingga rasanya ia seperti ingin mengeluarkan bola matanya sendiri, itu sangat menyenangkan" kemudian yang dikumpulkan oleh Nia adalah lidah dari berbagai orang yang telah mereka bunuh.


Aku menyimpan hal ini untuk sementara, karena aku tau bahwa masih banyak rahasia dari siswa yang mati dan pembunuhan mereka disekolah ini, aku pulang dan menyimpan semua bukti itu agar tidak ada yang bisa membuang ataupun melenyapkan bukti itu.