MessAge's Of Terror

MessAge's Of Terror
Pemecahan misteri (2)



Hae semua, maaf lama update h3h3, masalahnya sekarang lagi ada daring jadi gak bisa main abaikan saja h3h3, tapi tenang, sekarang aku bakal update kok!


Dibaca ya <3


 


Semenjak yang terjadi sebelumnya, aku mulai berhati hati dengan langkah dan tindakanku agar mereka tidak mempercayai aku benar benar hidup.


Pagi ini aku mendatangi kelasku namun sambutan meriah telah menuju padaku, aku benar benar tidak tau apa yang terjadi namun yang saat ini terlihat dari mataku hanyalah tatapan kosong dengan rasa ketakutan yang terpancar dari mata mereka dan saat aku masuk kedalam aku lebih terkejut!


saat aku masuk , aku sudah melihat Alice yang terkapar tidak berdaya di lantai dengan badan yang terluka karena berbekas cabikan, bola matanya yang menghilang entah kemana dan bagian lidahnya yang telah terpotong,aku bertanya tanya kenapa mereka malah diam saja dan mereka makin terlihat ketakutan.


aku makin kesal dengan semua ini dan berteriak pada mereka namun ketika aku melihat kebelakang Ara, Alen, Norin telah bersiap siap menancapkan pisau kedalam mulut salah satu murid,mungkin inilah penyebab mengapa mereka semua ketakutan , Hey tapi mereka bisa mengeroyoknya bersana sama! hingga aku tau apa penyebab mereka ketakutan adlah 2 dari 7 kelompok itu bersembunyi entah dimana, itu pasti hal yang harus diwaspadai.


"hey hey, sedikit saja kugores lehermu" ouch!aku tak menyadari hal ini! mengapa tiba tiba Ara sudah berada dibelakangku dengan tangan yang memegang pisau itu!? itu sakit sialan! walaupun hanya sedikit goresan, ini sudh seperti tergores seribu pisau! hingga aku rfleks menggigit tangan Ara dan berlari kekantor guru.


Aku gemetar,mulutku terasa tertutup rapat dan aku merasa kaku sampai tidak bisa berjalan sedikit saja, dan saat itu juga Nia dan Indri telah menangkapku sampai aku benar benar tidak bisa melakukan apa pun.


Dan disaat itu juga, dengan tidak percaya mereka bertujuh telah berkumpul dengan menikmati dimana lidahku di potong, perlahan lahan gunting telah menjepit lidahku dan perlahan lahan juga gunting itu tetap memotong lidahku, rasanya aku ingin menjerit namun aku tidak bisa, mereka terus tertawa dengan wajah seram itu.


Aku seperti melihat sesosok iblis dalam diri mereka, apa tjuan dari mereka melakukan semua ini, ini sangat tidak masuk akal! saat sebuah sendok telah mememasuki kelopak mataku dan mencolok mata kiriku, yang kulihat tetaplah mereka yang tertawa dengan puasnya itu.


Sekarang aku telah kehilangan mataku, lidahku dan aku hanya tinggal menunggu ajal menjemputku saja. "maafkan kami Jane tapi wajah lugu dan sifat baikmu inilah yang membuat kami sangan ingin melakukan ini" itulah yang dikatakan oleh Pak Will sambil memegang gergaji yang sangat besar itu, ah itu pasti akan digunakan untuk memotong motong tubuhku bukan?. " jika saja saat itu kalian tidak melompat dari teras sekolah, pasti sekarang Kau telah bersama dengan Liza dan menjadi sebuah Seni kulit manusia, makanan hidangan kafe dan koleksi mata manusia dan tidak lupa bubuk manusia, aku kaget mendengar kata  bubuk manusia itu, aku berpikir apa maksudnya hingga suara yang sangat kukenal mengacaukan suasana disini.


Seseorang telah melemparkan alat tulisnya kepada pak Will hingga kepalanya berdarah,dan orang yang menekanku langsung melepaskan tekanannya. Aku yang kaget dengan semua itu langsung meihat siapa yang melakukannya, rupanya dia adalah Ryan, Dengan wajah penuh amarah dia terus mentap mereka semua hingga berkata " Apa yang telah kau lakukan pada temanku!".


 


Bersambung:V