
Hae kita ketemu lagi nih h3h3, owo novelnya bentar lagi tamat nih jadi jan berhenti baca ya soalnya saya masih punya novel lain . Ya Readerku yang cantik, tamvan, imut dan manis!
SIlahkan membaca<3
Ryan dengan tingkahnya dan caranya yang ceroboh itu membuatku takut karena aku tidak mau sampai Ryan menjadi korban karena diriku.
Ryan yang mengacaukan semua itu langsung membuat mistarnya seolah oleh menjadi sebuah pisau kemudian melewati mereka semua dengan mudahnya,mereka semua telah melawan Ryan tapi tetap saja itu percuma,ia terlalu kuat untuk mereka.
Ryan yangberlari kearahku langsung membantuku mendapatkan kembali kesadaranku yaitu dengan cara memeluk erat diriku."maafkan aku datang terlambat, jangan khawatir karena mulai dari sini kau akan bebas,aku mencintaimu" Ryan membisikkan hal itu dan membuat semangatku seolah kembali walaupun mata dan lidahku saat ini menjadi sangat parah.
Pak Will yang tersadar langsung mengarahkan gergaji itu ke arah kami berdua,hampir saja sedikit lagi gergaji itu memotong diriku dan Ryan,untung sekali Ryan langsung memelukku dan berguling untuk menghindari gergaji itu.
Aku telah terduduk dan bingung harus melakukan apa sampai Ryan berbisik "setelah ini lakukan apapun yang kau bisa,bukankah kau ingin memecahkan semua misteri ini? karena itulah cepat ambil keputusan saat aku memberimu kesempatan berlari" dengan begitu percaya dirinya dia mengatakan hal itu dan berlari menuju pojok dinding sampai mereka bertujuh mengepung Ryan.
Dan saat melewati kelaskuentah kenapa dengan matanya yang telah buta, Alice berbicara dan menyuruhku untuk menunggu ,dengan menahan rasa sakitnya kemudian mendatangiku lalu berkata "avu iwuv", aku mengerti dengan apa yang dikatakannya, mungkin dia berkata "aku ikut?" walaupun tidak jelas dari lidahnya yang terpotong itu, tapi tetap saja saat ini kondisiku dan Alice sama sama berada dalam ancaman bear hingga aku benar benar mengajaknya eluar dan berlari.
Dilapangan sepertinta mereka telah berniat mengejarku,aku dengan lidh terpotong ini tidak yakin bahwa alice akan mengerti perkataanku dengan berkata awa wau wisha lawi? (apakah kau bisa lari), aku tidak yakin dia akan mengerti tapi dia mengangguk dengan senyuman dan tangisan darahnya , aku sedikit malu dengan semua ini karena temanku sendiri telah buta dan tidak bisa berbicara dengan jelas masih bisa tersenyum tapi aku hanya bisa merenungkan semuanya dan menyalahkan diriku sendiri.
Alice yang hanya lurus berlari lalu berkata padaku, "ava vau visa weviving avu ve valaw wa?". Hey kali ini aku tidak mengerti! sampai Alice menulis sesuatu dengan darahnya, argh ini sedikit menjijikan! namun sudah jelas di pakaiannya ia menulis "apakah aku bisa membimbingnya ke jalan ,karena dengan mata buta dia tidak bisa melihat dengan jelas.
Biiklah aku sudah mengerti dan membawanya namun saat kami berlari Alice terjatuh dan terluka, aduh! kenapa begini sih!? sampai mereka semua datang dan mengerumuni kami berdua
"hah, kalian tidak bisa berlari lagi!" itulah yang mereka katakan, ya mau lari kemana coba!? orang dah dikepung!? aying!!!
Bersambung:V