
Tian yang tetap berjalan membawa meimei keluar, dan akhirnya sampai di parkiran.
“Masuk Kuantar pulang”kata tian sambil melepas tangannya yang dari tadi memegang tangan meimei.
“Nggak mau, gue masih ingin bersenang senang didalam, lagi pula apa urusan Lo, apa beduli Lo, Lo itu cuma tetangga sebelah gue”.kata meimei sambil kembali berjalan masuk, tetapi dengan sigap langsung dihadang tian
“Dasar gadis bodoh, Lo mau dijadiin mainan cowok mesum itu haaa, lagi pula Lo dah mabuk, masuk nggak, atau gue harus pakek cara lain biar Lo masuk??”sambil menatap tajam dan sedikit tersenyum
“Gue nggak peduli, gue nggak takut sama Lo, minggir.” Kata meimei sambil menyingkirkan badan tian dan terus berjalan masuk
“Gadis bodoh jangan salahkan gue kalau gue glakuin ini.” Kata tian langsung meraih badan kecil meimei dan segera menggendongnya dipundaknya
“Lepasin gue, lepaaaaas.” Kata meimei sambil posisi terjungkir dan tangannya memukul pria yang sedang menggendongnya itu.
Tian langsung membuka pintu mobil dan segera memasukkan meimei kedalam mobil, tian pun langsung masuk kedalam mobil dan segera bergegas untuk pulang
“Pasang sabuk pengaman Lo.” Kata tian dan pandangannya masih lurus kedepan fokus mengemudi
“Iya, tapi jangan ngebut aku masih ingin hidup dan menikah.” Ucap meimei dengan polos dan dengan keadaan setengah mabuk
“Hahahaha emang siapa yang mau mati bersama gadis bodoh kayak Lo ”. Kata tian sambil tertawa mendengar ocehan meimei
Meimei pun cemberut, bibirnya mayun mendengar ucapan dan tawa tian
“Tetangga, lo kOK ada dua ya, hahaha kembar ya?” Ocehan meimei yang tidak jelas
“Kok Lo ganteng sih, pasti banyak gadis yang suka sama Lo ya, hidup Lo pasti bahagia ya? Nggak seperti gue yang selalu diduakan, dibuang dan tidak diakui, tragis kan hidup gue?”meimei yang terus bicara nggak jelas karena mabuk
“Udah diem, Lo itu mabuk, jadi Lo tidur aja, jangan berisik”.kata tian walaupun dalam hatinya penasaran dengan kata kata barusan yang meimei ucapkan
“Uuuuk uuuuuk”. Suara meimei dengan tangan dia menutup mulutnya
“Tetangga”ucap meimei
“Hmm apa lagi?” Saut tian
“Gue mau muntah”ucap meimei
“Tahan, jangan muntah di mobil gue, tahan oke”. Saut tian
“Hehehe nggak jadi”.ucap meimei dan membuat tian sedikit lega
“Lo TU ya buat gue panik, Lo sengaja gerjain gue, awas Lo ya”.ucap tian jengkel
Selang beberapa menit kemudian..........
“Akhirnya sampai juga”. Ucap tian sambil menata meimei di kursi sebelah dan terlihat gadis itu tidur dengan pulas
“Manis dan menggemaskan”.tanpa sadar kata itu keluar dari mulut tian dan tian menepuk pipinya agar kembali sadar dalam lamunannya
“Bangun, sudah sampai”. Ucap tian dengan menepuk kecil pipi meimei dan meimei tak kunjung bangun sudah seperti mayat
“Hei bangun, bangun” ucap tian terus menerus dan melihat jam ditangannya yang menunjukkan pukul 12.30 malan
Tian memutuskan membawa meimei masuk dan bermalam di rumahnya karena meimei susah untuk dibangunkan, dia menidurkan tubuh Meimei di kursi panjang di kamarnya
Lalu tian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Setelah beberapa menit tian pun keluar sudah memakai pakaian tidur
Dia segera merebahkan tubuhnya ke kasur empuk itu dengan menatap gadis itu yang tertidur di kursi dan akhirnya tian pun ikut terlelap
Jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari
“Dingin”. Ucap meimei sambil mencari selimut dengan mata tetap terpejam, tangannya meraba kekanan dan kekiri dan tidak menemukan apa yang dia cari.
Dia pun bangkit dan berjalan sampil mata sedikit terbuka tapi belum sapenuhnya sadar, dia berhenti di depan tempat tidur dan segerah merebahkan tubuhnya untuk tidur dan segera menarik selimut.
Disamping itu tangan tian tiba tiba bergerak dan memeluk tubuh meimei dengan nyamannya, mungkin dikira meimei guling tanpa sadar meimei tiba-tiba tersenyum dan tetap menutup matanya sambi berkata “hangat”.
Makasih ya geesss dukungannya
Jangan lupa vote dan like ya gesss karena itu membuat aku lebih semangat nulisnya
Jangan pernah sungkan untuk memberi saran gess
Makasih🙏❤️❤️❤️❤️