Meiling

Meiling
Kecupan sebelum tidur



“Tapi Lo harus janji, merahasiakan pernikahan kita.”ucap meimei


“Lo tenang aja, gue akan jaga rahasia.”ucap tian


Saat di Cafe dekat kantor Meiling


“Lo kenapa dari tadi diam aja, liat TU makanan Lo nangis nggak Lo makan.”ucap liang yang melihat sahabatnya seperti hidup segan mati tak mau


“Gue nggak papa.”ucap meimei


“Liang?”ucap meimei lagi


“Mmm apa?”ucap liang


“Nggak jadi.”ucap meimei


Liang pun mendengus dengan nafas kasar


“Lo kenapa sih Mei? Kalau lagi ada masalah Lo cerita, biasanya juga Lo cerita ke gue, masalah Lo berat banget ya?”ucap liang penasaran


“Gini, gue kan punya temen, dia itu selalu gagal dalam hal percintaan, sampai-sampai dia trauma dengan cinta, umurnya sekarang nggak muda lagi, dia disuruh cepet nikah, dan kemarin dia ditawari tetangganya untuk menikah sama dia, apa menikah tanpa cinta itu bisa bahagia?”ucap meimei panjang x lebar


“Temen Lo yang mana sih, kok ceritanya hampir mirim sama Lo yang selalu gagal dalam percintaan.”ucap liang penasaran


“Mmm itu, pokoknya temen gue Lo nggak kenal, temen kecil gue.”ucap meimei


“Ooo gitu, ya menurut gue pernikahan bahagia atau tidak itu tergantung kita yang menjalani seperti apa, lagian kalau masalah cinta, cinta itu bisa datang kapan aja, siapa tahu setelah temen Lo nikah cinta itu bisa tumbuh dengan seiringnya waktu.”ucap liang memberi masukan


Dirumah meimei masih memikirkan nasehat dari sahabatnya tadi siang


“Aaah gue harus cari kesibukan, kalau mikirin masalah ini terus gue bisa gila.”ucap meimei


Meimei bangkit untuk pergi ganti baju basket


Meimei memang cewek yang suka olahraga basket, mangkannya depan rumahnya dia bangun tempat untuk bermain basket


Hari pun semakin sore tapi tiap kali meimei main basket, matanya tidak tertuju pada ring tapi tertuju pada rumah tian yang sepertinya belum ada tanda-tanda pulang kerja



(Anggap saja kurang lebih seperti ini ya gess)


“Sepertinya tetangga mesum itu belum pulang.”ucap meimei sampil mengintip melihat ke arah rumah tian


Malam pun tiba


(Suara tian mengetuk pintu)


“Mei?”teriak tian


Kreeek


(Suara meimei membuka pintu)


“Ada apa sih malam-malam kesini?”ucap meimei


Tian tidak menjawab malah langsung masuk dan duduk di kursi


“Ortu gue minta besok Lo ikut gue ke Itali, mereka mau ketemu Lo, dan membahas pernikahan kita.”ucap tian santai


“Apaaaaa.”teriak meimei


“Kecilin suara Lo bisa nggak, jangan teriak kayak dihutan.”ucap tian kesal


“Kok tiba-tiba gitu, gue kan belum izin cuti?”ucap meimei


“Lo tenang aja, gue yang urus, gue akan ngomong ke atasan Lo.”ucap tian santai


“Ya sudah, udah malam Lo cepet tidur, dan besok Lo nggak usah bawa barang banyak biar semua gue yang urus.”ucap tian


“Oke.”ucap meimei


Tian pun bangkit untuk pergi dari rumah meimei tiba-tiba terhenti dengan pertanyaan meimei


“Besok kita berangkat jam berapa?”tanya meimei kepada tian yang kini tengah berdiri di depannya beranjak mau keluar


“Jam 7 pagi, ya sudah gue pulang dulu, Lo cepet tidur.”ucap tian sambil mengecup singkat kening meimei yang membuat meimei menjadi mematung serta jantungnya berdetak cepat seperti benderang


“Gue pergi ya, jangan lupa kunci pintunya.”ucap tian berjalan keluar


“Astaga, tadi itu perasaan apa, jantung gue, apa gue punya penyakit jantung.”ucap meimei sambil memegang dadanya yang tak henti berdetak cepat


Makasih ya gess, masih setia menanti


Jangan lupa like, comen and vote


Terimakasih🙏❤️❤️