
Manusia tak akan pernah bisa sendirian.Mereka terlalu takut berjalan di bawah kegelapan seorang diri.
Hari-hari bagi manusia pada saat itu berjalan seperti biasa.Melihat ke jalan raya,kendaraan berlalu-lalang tanpa henti bahkan hingga langit menjadi gelap mereka masih betah berkeliaran dijalan.
Semua orang punya kebahagiaan mereka sendiri.Cara hidup yang berbeda menentukan semuanya.Beberapa manusia tak tahu caranya hidup dengan baik,lalu sebagian lainnya memanfaatkan kesempatan.
Berjalan ke setiap penjuru kota.Banyak teriakan disana.Jangan memikirkan hal yang aneh! Ini hanya teriakan kumpulan anak-anak yang tengah kegirangan saat bermain bersama.Mereka asik bermain hingga kadang kala mengganggu beberapa pedagang yang sedang mengangkut barang dagangan mereka yang dipanggul dengan karung.Mereka membuat punggung mereka sendiri sakit.
Asap mengepul keatas begitu jelas.Itu datang dari beberapa tukang roti dan restoran kecil disana.Dari cerobong asap mereka,pemanggang roti mereka dan juga alat untuk membakar daging.
Diujung gang sana,seorang pria tua yang sangat terkenal hidup.Dulunya ia hanya seorang pengrajin patung kayu biasa.Usianya,sudah memasuki angka 60 tahunan.Istrinya meninggal saat mereka masih muda.Mereka juga tak memiliki seorang cucu.Anak saja mereka tidak punya.Wanita yang bersamanya dulu tak bisa memberinya keturunan.Ia sakit dalam jangka waktu lama hingga akhirnya pergi meninggalkan ia sendirian di rumah sederhana itu.Semuanya ia lakukan sendiri.Ia memang sudah terbiasa dengan rasa sepi dan sunyi.Walau begitu,suatu hari ia melihat beberapa anak-anak sedang berlarian melewati rumahnya.
Rumahnya memiliki satu jendela kecil di bagian depan.Rumah dengan cat bewarna coklat itu memang tampak kumuh,tak menarik dan memang pada saat itu model rumah dan cat tidak ada yang menarik.Semua orang memiliki acuan yang sama.
Pria tua itu.Dijuluki si tangan jenius.Ia bahkan menciptakan banyak karya.Dahulu,ia hanyalah seorang pria yang sering menyamar sebagai badut.Ia menhibur seisi kota.Pria itu akan bersiap-siap di pagi hari.Biasanya ia memunculkan beberapa trik sulap sederhana yang pada saat itu sangat digemari oleh anak-anak.Orang dewasa juga menonton hiburan sederhananya.Mereka yang menonton akan memberi uang receh yang mereka lemparkan ke dalam tas milik pria badut itu.Mungkin setelah kepergiaan istrinya,semua terasa berbeda.Hingga satu tahun berlalu ia beralih pekerjaan.Awalnya ia tak ada niat membuat pertunjukkan boneka kayu.Ia hanya ingin,rumahnya yang kosong itu terisi sedikit barang-barang cantik.Pria tua pemilik nama Chris itu pun menjadi sangat terkenal.
Salah satu karya yang paling dikenalnya adalah sang boneka kayu berperawakan pria muda nan rupawan.Badannya cukup tinggi serta rambut putih.Untuk sekelas model kayu,ia bahkan terlalu tampan sampai gadis-gadis seakan memujanya.Mereka ingin pria seperti boneka milik Chris.
Tak seperti dulu,Chris hanya perlu melakukan pertunjukkan boneka kayunya hanya tiga kali dalam seminggu.Namun dengan bayaran lebih besar.Jika dulu ia harus setiap hari bekerja dengan uang yang tak seberapa nominalnya.
Ia memakai semua bonekanya.Dari hewan hingga manusia.Namun boneka tersebutlah yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton.Ia memanggil pemuda kayu itu dengan nama Felix.Karakter baik hati dan lembut ia pakai untuk Felix.Bak pangeran yang keluar dari buku dongeng,ia mengisahkan kebaikan dan kemurahan hati seorang Felix di setiap ceritanya.Semua warga kota itu mencintai Felix.Bahkan,petinggi kota ada yang berniat membeli boneka itu,tapi Chris menolak dengan alasan boneka itu sudah seperti putranya sendiri.
Setelah sekian lama ia kembali memahat kayu-kayu tua yang ia beli dipasar.Ia memahat benda itu dalam waktu satu bulan lamanya.Itu terjadi karena perjalanan jauhnya ke Eropa timur.Ia tak sengaja melewati sebuah rumah tua beserta halamannya yang berantakan.
Berniat mencari hotel,ia malah tinggal diam untuk tidur di rumah tua itu.
Keesokan harinya ia bangun.Sekitar pukul lima pagi dimana matahari sudah mulai terbit dari ufuk timur.Cahaya kemerahannya sungguh cantik.
Ia berjalan-jalan sekitar rumah.Kemudian ia menemukan suatu batu.Sebuah nisan tua ada disana.
Felix Lee
Ia mengambil nama itu dari sebuah pemakaman seorang pria muda yang mati karena orang tuanya sendiri.Ia menemukan makam itu di wilayah Eropa timur.
Sebuah bingkai foto berada diatas makamnya.Berdekatan dengan nisan.
Pria tua itu membuat wajah bonekanya mirip dengan sang pemuda.
Ketidaksengajaan tersebut,menghantarkannya ke takdir lain.
-Bersambung