
Disebuah ruang kelas yang kosong terdapat dua orang bidadari yang sedang dievakuasi oleh para gadis-gadis prihatin terhadap peristiwa yang menimpa mereka berdua.
"wah sabar ya Wulan! pasti Heru mendapatkan hukuman yang setimpal" ucap para siswi.
"eh?" Wulan kebingungan.
disisi lain para siswi mulai mulai takut karena April mulai bergumam dengan wajah yang gelap dan mengerikan.
"akan kuberi dia pelajaran"
"akan kusucikan dia dengan pukulanku"
"enggak! akan ku lakukan rencana pemusnahan bola! heheee" gumam April dengan wajah dingin.
para siswi ikut merinding dan sedikit kasihan dengan masa depan Heru selanjutnya.
"kalian kenapa sih? kan aku cuma mandi bareng! lagian aku sendiri yang setuju kok" ucap Wulan.
dengan rasa prihatin salah satu siswi datang dan langsung memeluk Wulan dan berkata.
"Wulan kita para wanita sudah ditakdirkan memiliki hati kecil yang butuh rasa kasih sayang dan lemah terhadap rayuaan manis, namun kita juga punya hak untuk melawan takdir tersebut. apa yang kamu lakukan dengan Heru itu salah! apalagi diumur kita sekarang. itu akan merendahkan dirimu sendiri serta menghancurkan masa depanmu" ucap siswi tersebut.
Wulan pun terkejut karena sepertinya teman-temanya salah paham dengan ucapanya. Wulan akhirnya mulai menjelaskan kesalahpahaman tersebut bawasanya Wulan dan Heru sering mandi dan tidur bersama namun disaat mereka diumur 5 tahun, mereka sering bertemu karena Ayah Wulan adalah rekan bisnis Ayah Heru namun mereka berpisah saat menginjak bangku SMA.
semua orang langsung lega bahwa ternyata itu cuma kesalahpahaman begitu juga dengan April yang kembali tenang dan tidak jadi melakukan rencana pemusnaan bola.
"jadi kalian melakukan nya saat masih kecil?" tanya April.
"iya kami sering bersama cuma saat sd saat smp kami jarang bertemu hanya beberapa kali aku berkunjung ke rumahnya"
"oh ya kamu April kan aku Wulan salam kenal" ucap Wulan sembari memberikan salaman.
namun saat bersalaman Wulan terlihat memegang tangan April dengan erat yang membuat ia kesakitan.
"anak ini cengkramannya kuat sekali dia sengaja atau?"batin April.
dengan pelan Wulan melepaskan cengkramannya anak kemudian bergegas ke kelas untuk menyelamatkan Heru.
Namun April masih kebingungan bagaimana cewek selembut Wulan memiliki cengkraman sekuat itu.
sesampainya mereka dikelas terlihat anak anak akan menancapkan suntik tersebut ke bokong Heru.
"Stoppp!!!!" teriak April.
anak anak berhenti dan menengok ke pintu dan Wulan mulai menjelaskan kesalahpahaman kemabali.
Setelah 5 menit mengoceh!!
"ohhh jadi itu pas kalian masih kecil?"ucap anak kelas.
"iyaa jadi kalian tolong jangan jahat Heru ya" ucap Wulan dengan senyum malaikat.
Dengan senyum bak malaikat para jones tersebut mulai tercerahkan hatinya dan mulai melepaskan Heru dari kursi penyiksaan.
"bisa ae lu kutu badak"ucap kelas Heru.
dengan ini Heru Steven Nugraha dinyatakan tidak bersalah dan bisa menjalani kembali kehidupannya tanpa penyakit rabies.
"oh ya Dit kamu liat baju dalemku nggak?"ucap Wulan.
seketika semua orang menengok.
"hah? kok tanya aku" ucap kaget Aditya.
"loh kan minggu kemarin aku main ke rumah Heru tapi orangnya lagi keluar! karena masih memakai seragam akhirnya aku pinjam kamarnya buat ganti baju, waktu itu kamu lagi main game kan?" ucap Wulan.
tatapan semua orang semakin tajam ke arah Aditya.
"ya kan kamu sendiri udah tau ada orang masih aja ganti baju! gara-gara itu aku gak bisa fokus tau nggak"ucap gugup Aditya.
semua orang mulai datang perlahan kearah dengan tatapan ingin membunuh.
"oh gitu? bisa liat sunset terus bisa hidup dengan tenang!!" ucap kesal anak kelas.
Aditya berjalan mundur ketakutan dan berusaha menjelaskan kejadian tersebut.
"Dit! ini darahnya mubazir mau aku suntik nggak"ucap anak kelas.
"enggak gua kemarin baru diuntik vaksin heheh" ucap gugup Aditya.
"oh gapapa ini malah 1000kali lebih ampuh dari vaksin bisa untuk melepaskan beban hidup yang berat"ucap anak kelas.
anak anak mulai menangkap Aditya dan ingin menyuntikan vaksin penghilang beban tersebut.
"no..no..Helppppp!!!!" teriak Aditya.
disisi lain.
"hahhh hampir aja gua kehilangan masa depan"ucap malas Heru.
"maaf Her! gua gak tau kalo lu sama Wulan itu hanya salah paham" ucap malu April.
"ngomong ngomong gua punya satu pertanyaan"ucap Heru.
"hem?" April menengok.
"kenapa putri ketela yang maha pintar dan penyayang bisa nyasar diperkebunan jomblo disini" ucap Heru.
Wulan hanya membalasnya dengan senyuman.
To be Continue......
halo teman teman maaf author kembali hibernasi dikerenakan kondisi sekarang yang kurang mendukung mengharuskan Author pergi keluar untuk mencari sesuap nasi tapi saya usahakan akan terus update agar para pembaca bisa membaca karya asal asalan ini
SEE YOU!!!!.