
Sesudah dari acara disekolah. Heru dan April memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing.
.
Dan dimalam itu ada bazar dan pertunjukan kembang api, April begitu ingin pergi namun terhambat kerena kondisi kakinya yang tidak memungkinkan. ia dirumah hanya bisa merenung dengan melihat bintang bintang.
.
"indahnya.... pasti sekarang lagi rame banget disekolah!" ucap April.
.
"padahal gua yang ngajak Heru buat pergi! tapi malah gua yang ngebatalin" ucap April.
.
Tiba-tiba ada chat Dari Heru.
.
"Pril gimana kondisi kaki lo" pesan Heru.
.
"mendingan tapi kadang masih terasa sakit saat jalan" balas April.
.
"lo yakin gak jadi nonton kembang api disekolah?" Balas Heru.
.
"kayaknya nggak deh! kaki gua kan kayak gini!" ucap April.
.
"berangkat aja ntar gua gendong!" balas Heru.
.
"hemm.." April tersenyum.
.
"emang kuat gendong gorila?" balas April.
.
"hahaa pasti kuat dong! kan otot kawat tulang besi" balas Heru.
.
"wih gatot kaca dong" balas April.
.
"jadi gimana? Berangkat nggak" ucap Heru.
.
"nggak Her! ntar gua nyusahin, mendingan lo duluan aja nanti pas momen kembang api jangan lupa divideo! Tunjukin ke gua" balas April.
.
"Tapi.... Pril!" balas Heru.
.
"udah berangkat sono, ini permintaan dari cewe jigong loh.... masa ditolak?" balas April.
.
"oke kalo emang mau lo gitu!" balas Heru.
.
Dan percakapan tersebut berhenti.
.
"kenapa gua membohongi perasaan sendiri!" ucap April.
.
April mulai meneteskan air mata.
.
"pengen lihat! Kembang api itu..ingin sekali ku lihat apalagi bersama Heru! Sesorang yang begitu hangat dan selalu ada bersamaku" ucap sedih April.
.
Dan April hanya bisa menangis dan merenungkan kesedihannya.
.
"hmm.. apa yang harus gua lakuin!" ucap bingung Heru.
.
Heru berjalan berputar putar dengan berfikir keras.
.
"apa gua nurut aja gitu sama April?" ucap Heru.
.
Tapi Heru langsung teringat bagaimana antusiasnya April dalam ulang tahun sekolah tersebut.
.
"mana mungkin gua biarin kayak gini karena...
.
Heru kembali teringat bagaimana tersenyumnya April .
.
" gua pengen liat senyuman manis itu lagi!! " ucap Heru.
.
Dengan penuh semangat Heru langsung berangkat ke rumah dengan menggunakan sepeda pelayan rumah.
.
"loh mau kemana tuan Heru?" ucap pelayan.
.
"bi! pinjem sepeda dulu! ada panggilan negara" ucap Heru.
.
"iya, tapi gak pamitan dulu sama -" ucap pelayan.
.
Tapi Heru sudah mengayuh kencang sepedanya yang membuat pelayan bingung dengan perilakunya tersebut.
.
"hmm... Heru kemana bi?" ucap ayah Heru.
.
"itu tuan! Tiba-tiba tuan muda Heru meminjam sepeda saya dan langsung pergi begitu aja" ucap pelayan.
.
"hem! biarin aja bi! sudah saatnya Heru untuk memiliki bintang untuk dikejar" ucap senyum ayah Heru.
.
Dan saat dijalan Heru mengayuh dengan penuh semangat dan sepeda tersebut terasa sangat berat karena ia mengayuh sambil mengerem.
.
"kenapa ni sepeda berat banget kayuhannya?" ucap bingung Heru.
.
Heru berfikir sejenak.
.
"oh! pasti ini yang namanya beratnya perjuangan dalam mengejar cinta!" ucap Heru.
.
Heru tidak sadar bahwa yang membuat sepeda tersebut berat karena ia menekan rem.
.
"hohhh!!!! Meskipun apapun itu tantangannya pasti ku libas!" ucap semangat Heru.
.
Heru semangat dalam mengayuh sepeda tersebut. namun semakin ia semakin semangat dalam mengayuh maka semakin semangat juga ia dalam menekan rem tersebut hingga sepeda nyaris tak bergerak.
.
" hohh!! sepeda ini semakin berat tapi gua gak akan kalah karena....
.
.
" my Princes still waiting for me! " ucap Heru.
.
Sementara itu disisi April ia hanya terdiam sambil berharap bahwa ada keajaiban bahwa ada seseorang pangeran yang menjemputnya.
.
Dan tiba-tiba dari luar rumah terdengar suara bell sepeda yang berbunyi.
.
" kring!! " suara bell sepeda.
.
"eh! Apaan?" ucap kaget April.
.
April membuka jendela kamar dan ia terkaget bahwa Heru sudah berada dibawah sana.
.
"hoi!! ojeknya udah dateng nih" teriak Heru.
.
"ngapain lo kesini?" ucap April dari jendela kamar.
.
"mau numpang Wc!.... Ya jelas mau jemput lo lah" ucap Heru.
.
"hah jemput?" ucap bingung April.
.
Dan setelah itu Heru masuk ke rumah untuk bertamu dan ia disambut baik oleh ibu April.
.
"eh.... ada nak Heru! ada apa?" ucap ibu April.
.
"ini tante! saya mau ngajak April buat pergi ke bazar sekolah sekalian nonton kembang api" ucap Heru.
.
.
Dengan cepat April langsung turun kebawah untuk menemui Heru.
.
" ngapain lo kesini? " ucap April .
.
" mau ngajak lo Kencan! " ucap senyum Heru.
.
" eg! " wajah April memerah.
.
" wah!! kalian mau kencan! Dasar anak muda" ucap senyum ibu April.
.
"kan udah gua bilang kaki gua-" April langsung terhenti.
.
Ibunya April terlihat bingung akan tingkah April tersebut.
.
"kaki kamu kenapa Pril?" ucap ibunya April.
.
"engga kok mah cuma lagi males aja hehehe" ucap panik April.
.
"bukannya kaki lo kemarin -" ucap Heru.
.
Dengan cepat April langsung membungkam mulut Heru.
.
"yaudah ayo berangkat Her! tiba-tiba jadi semangat gua!" ucap panik April.
.
April mendorong dorong Heru menuju ke depan pintu.
.
"mah! April pergi dulu ya!" ucap April.
.
"eh iya. jangan malem malem pulangnya!" ucap ibunya April.
.
Kemudian mereka berdua berangkat menuju ke Sekolah menggunakan sepeda tersebut, April begitu senang saat ia bisa berboncengan dengan Heru layaknya drama romantis jepang.
.
"kenapa lo bersikeras ngajak gua!" ucap kesal April.
.
"la habisnya keliatannya lo itu pengen banget nonton! kelihatan dari raut muka lo" ucap Heru.
.
"engga juga kok, cuma terlalu semangat aja!" ucap malu April.
.
"Lagi pula mamamu gak tau soal kaki itu?" ucap Heru.
.
"bukannya mau rahasiain dari mama, tapi beliau itu orangnya terlalu khawatir dulu aja saat gua kena demam mama tanpa pikir panjang langsung dibawa aja ke rumah sakit!" ucap April.
.
"pasti mama kamu juga gitu ya Her!" ucap April.
.
"iyaaa, mungkin?" ucap pelan Heru.
.
"hmm?" April bingung.
.
Heru terihat membuang muka dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
.
"oh jadi biar mamamu gak khawatir gitu sama lo!" ucap Heru.
.
"iyaa, gua gak mau mama tertalu banyak pikiran! apalagi mama sedang mengandung adik ku dan sudah sudah berumur 8 bulan" ucap April.
.
"wah hebat ya, lo bener bener wanita yang kuat meskipun apapun rasa sakit itu tetep lo lawan demi orang orang yang tercinta. Gua yakin suatu saat nanti lo pasti jadi istri yang kuat dan bertanggung jawab!" ucap senyum Heru.
.
"eg!!" wajah Heru memerah seketika.
.
"siapa juga yang mau dari istri lo dasar cowo lemes" ucap kesal April.
.
"eh! siapa juga mau punya istri kayak lo! yakali punya kok istri bau jigong! berotot lagi!" ucap kesal Heru.
.
diperjalanan April memukuli punggung Heru dengan sangat lembut hingga Heru merasa kesakitan.
.
Dan setelah selesai main cubit cubitan akhirnya mereka telah sampai di sekolah, dan sekolah begitu ramai mulai dari masyarakat hingga para murid yang mencoba berdagang.
.
"aduh duh rasanya punggung gua kayak lagi dikorokin sama pak tua itu!" ucap kesakitan Heru.
.
Sementara itu April malah terkagum melihat sekolah yang begitu ramai.
.
"kenapa kok keliatan seneng banget?" ucap Heru.
.
"iyaa dong soalnya baru pertama gua datang ke acara kayak gini!" ucap senang Heru.
.
"hemm... Senyumnya manis banget deh" batin Heru dengan tersenyum.
.
Tiada angin dan hujan Heru langsung posisi jongkok yang membuat April kebingungan.
.
"lo ngapain dah?" ucap bingung April.
.
"ya mau gendong lah katanya kaki lo masih sakit?" ucap Heru.
.
"Ogah!! malu dong dilihatin orang-orang!" ucap April.
.
"la terus gimana dong?" ucap bingung Heru.
.
"udah gapapa! semenjak liat suasana ini kaki gua tiba-tiba langsung sembuh kok" ucap April.
.
"yaudah tapi kalo sakit ngomong loh!" ucap Heru.
.
"iye-iyeee!!" ucap kesal April.
.
Mereka berdua masuk ke bazar tersebut dan sekali lagi mereka kaget karena rata-rata yang datang adalah couple yang sedang saling bergandengan tangan.
.
April ingin sekali mencoba menggam tangan Heru, namun ia terlalu takut tapi tiba-tiba Heru langsung memberikan tangannya ke April.
.
"eh?" April kaget.
.
"kita gandengan aja, itu wajar kan kalo lagi pacaran!" ucap Heru dengan wajah memerah.
.
April hanya menganggukan kepalanya dan perlahan tangan Heru menggegam tangan April.
.
Mereka berjalan layaknya sepasang kekasih.
.
"sekarang gua baru sadar bahwa hubungan ini bukan sekedar perjodohan yang terpaksa tapi melainkan.......
.
.
" layaknya seperti seorang putri yang telah didatangi oleh pangeran impiannya! " batin April dengan senyum manis.
.
.
.
And to be Continue.........
.
Terima kasih yang sudah mampir, selanjutnya bakal ada kejadian tak terduga loh.... Apa ya kira-kira?. Pantau terus ya!!.
.
Jangan lupa untuk like dan komen agar Author semakin semangat! dishare juga ya! wkwkwk.
.
SEE YOU............