
BAGI YANG SUDAH BACA TOLONG KASIH BINTANG ATAU HATI 💕 NYA YA SERTA KOMEN YANG POSITIF 😊
Sebenarnya susah sekali membuat cerita ini, perlu pengetahuan yang luas, jadi perlu survei dan lain hal. Keep enjoying... 😊
Walau sedikit, tapi ini sudah ku usahakan ya, semoga besok dapat inspirasi... 😊
Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Semua orang yang pergi mencari obat penawar racun untuk Xander kembali ke Camp dengan berbagai macam tumbuhan dan juga organ-organ binatang yang di anggap bisa menetralisir racun. Sesampainya di Camp mereka pun berkumpul di depan tenda kesehatan untuk menyerahkan hasil temuan mereka itu pada para dokter tentara untuk dibuat menjadi obat. Eleanor mendekat pada seorang wanita yang usia nya jauh di atasnya, wanita yang berusia awal tiga puluhan itu bernama Shireen, sang kepala tim medis di situ. "Mayter, ini kami sudah menemukan beberapa tanaman obat dan juga beberapa organ hewan yang bisa dijadikan sebagai obat penawar racun dan juga penghambat kinerja racun, jadi kalian bisa membuat obat untuk kapten Xander segera" . Shireen pun menatap Eleanor dengan wajah datar nya. Memang bukan rahasia lagi dikalangan para prajurit bahwa Madam Eleanor dan juga Mayter Shireen {Mayor (Dokter)} sering berselisih pendapat tentang hal apapun juga, ada pula isu yang beredar mereka menyukai laki-laki yang sama yang semua orang curiga itu adalah Kapten Xander yang sekarang terbaring lemah tak berdaya di atas folding bed velbed didalam tenda medis. Namun tidak ada yang tahu persis bahwa mereka berselisih sejak lama. Shireen berjalan maju selangkah mendekati Eleanor yang memegang beberapa tanaman dengan wajah dan tubuh penuh keringat. "Kami akan segera membuat obat penghambat kinerja racun dengan bahan-bahan ini, tapi kita tidak bisa memakaikannya segera karena kita harus menunggu reaksi obat yang sudah diberikan oleh gadis yang tersesat itu, karena kalau tidak bisa menyebabkan keracunan parah". Semua orang pun tebeliak mendengarnya, mereka tidak menyangka seorang gadis yang tadi siang mereka temukan sudah bertindak lebih dulu memberikan Kapten mereka obat disaat mereka semua tengah sibuk mencari penawarnya. Semua orang mulai berpikir kritis pada Aurora, siapa gadis itu sebenarnya?, apa tujuannya?, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Tak menghiraukan yang lain yang mulai berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil membahas tentang Aurora, Eleanor merangsek masuk untuk melihat keadaan Xander, ia begitu cemas, bagaimana tidak, lelaki yang selama ini ia puja diam-diam sedang terbaring lemah tak bertenaga. Saat melihat kondisi Xander, Eleanor kembali keluar dari tenda medis tersebut dan berkata pada Shireen yang masih setia berjaga diluar tenda. "Katakan padaku, obat apa yang sudah diberikan oleh gadis itu! Apakah kau sudah menguji obat tersebut sebelum diberikan kepada Kapten Xander?" . "Aku tidak tahu persis bubuk obat apa yang ditaburkan dilukanya, tapi obat yang diminumkan nya adalah empedu ular Cobra, dan yaa aku memang belum menguji obat tersebut" . Shireen menjawab dengan santai tanpa ada beban sedikitpun. Mendengar penuturan Shireen, mata Eleanor langsung melotot tidak percaya. "Apa? Bagaimana bisa kau tidak mengujinya? Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu pada Kapten Xander? Itu semua akan menjadi salahmu, jangan hanya karena ayahmu seorang Mayor Jenderal, kau bisa melalaikan tugasmu itu!" . "Tidak usah memberitahuku apa yang harus dan tidak harus aku lakukan, aku punya pengalaman yang jauh dari pada dirimu, aku memang anak seorang Mayor Jenderal, tapi itu semua tak ada hubungannya denganku, justru kau lah yang seharusnya mengaca pada dirimu, jangan hanya karena kau anak seorang Letnan Jenderal kau jadi sombong". Balas Shireen tidak kalah sengit nya. Semua orang yang melihatnya hanya terdiam pura-pura tidak mendengarkan perdebatan dua macan betina itu, mereka lebih memilih pergi berlalu untuk melaksanakan tugas mereka yang seharusnya dan ada juga yang beristirahat. Mereka percaya jika Shireen begitu tenang berarti tidak ada yang perlu di khawatirkan. Terkadang pasukan tersebut heran pada dua orang perempuan yang paling berpengaruh itu, disaat sedang bertugas diluaran atau saat ada pimpinan tertinggi, mereka berdua diam layaknya robot tanpa suara, tapi jika ada keadaan yang mengkhawatirkan dan itu tidak saat tugas dan ada lawan sama seperti saat ini mereka saling beradu argument dan tidak ada yang mau mengalah. Sungguh mencoreng nama baik tentara pikir mereka, tapi kembali lagi mereka berpikir, inilah dia hormon wanita. Makanya tidak ada yang berani melerai kecuali Xander, karena saat dihadapan Xander mereka berdua hanya diam tanpa ada keributan yang berarti seperti siput yang lagi di pepes dengan daun pisang.