Mafia Girls VS Special Forces

Mafia Girls VS Special Forces
Part 2



Eleanor mendengus, "jangan pernah panggil saya maem lagi, karna saya bukan ibu, guru, atau semacamnya untukmu, cukup panggil saya madam Eleanor karena itu adalah nama panggilan sekaligus gelar saya disini, dan kamu harus mematuhi semua aturan saya, oh iya, jangan harap kamu bisa membohongi saya dengan semua sandiwara murahan mu itu, saya akan memberitahukan pada semua anggota disini bahwa kau adalah pembohong sebelum kami memutuskan bagaimana nasib mu setelah nya setelah berhasil masuk kedalam markas rahasia pelatihan pasukan khusus ini". Ucap Eleanor dengan senyum sinisnya menatap Aurora yang sama sekali tidak terkejut. Tentu saja Aurora tak terkejut, ia bukan gadis bodoh, hanya setelah melihat bahwa gadis yang di panggil madam ini begitu sangat muda, berarti dia memiliki jabatan penting dan juga kemampuan khususnya yang harus di waspadai. Aurora tersenyum ramah pada Eleanor, "Tapi maem, itu panggilan yang bagus menurut saya untuk anda selain madam, lagi pula saya tidak berbohong maem, saya sungguh-sungguh ingin di bawa keluar negeri dan saat ini ada pasukan yang mungkin sangat banyak sedang mencari saya maem" . Ucap Aurora lugas, ia memang tidak berbohong akan di bawa keluar negeri dan sedang dikejar, tapi sisa nya memang kebohongan untuk menunjang keadaannya sekarang, karena jika tidak, sudah bisa dipastikan pasukan yang ada di kemp khusus dan rahasia ini juga akan memburu dan menyerahkanya pada pasukan yang mengejarnya tadi.


Aurora harus berfikir panjang dan memutar otaknya, karena saat ini ia tidak berada di markas besar nya dan bersama kawanan nya, saat ini ia sendiri dan dikelilingi puluhan bahkan ratusan pasukan yang seharusnya dihindarinya. Saat Aurora sedang sibuk dengan pikiran nya, Eleanor terus menatap Aurora dengan tatapan permusuhan nya, Eleanor tidak bisa menampik bahwa ia juga sedikit terkecoh dengan kamuflase yang di gunakan Aurora, tapi ia yakin bahwa Aurora bukan lah gadis baik-baik, tapi saat melihat Aurora tiba-tiba berjongkok dan memeluk lututnya sambil menenggelamkan wajah dilututnya dengan menangis tersedu-sedu, setelah beberapa detik berlalu barulah Eleanor menguatkan hati bahwa gadis yang di hadapan nya ini sedang mengalami kesusahan dan ia pantas ditolong, mungkin Eleanor sudah salah menafsirkan orang hanya itu yang di batinkan Eleanor. Eleanor pun langsung beranjak dan memeluk Aurora berusaha menenangkan gadis yang lebih tua darinya itu, Eleanor menggiring Aurora untuk didudukkan dan ditidurkan di salah satu folding bed velbed yang terdapat di dalam ruangan yang ada di sudut tenda tersebut, Aurora pun patuh ia tidak mau ketahuan lagi. Setelah membaringkan Aurora, Eleanor beranjak untuk mengambil minum, Aurora tersenyum dalam hati. Eleanor kembali dengan secangkir air dan Aurora langsung duduk, bukannya apa-apa, hanya saja Aurora takut belati dan Swiss mini gun yang merupakan pistol terkecil didunia dengan hanya sebesar gantungan kunci dan juga finger gun yaitu pistol yang seukuran jari tangan saja yang diselipkan di ikatan pahanya, jangan lupakan juga kiss of death atau pistol lipstick yang selalu di bawa nya dan di selipkan di antara belahan dadanya, sungguh konyol memang, mengingat itu senjata mematikan tapi ia menyimpan nya dekat bahkan sangat dekat dengan organ vitalnya.


Ditempat dimana Aurora terkena perangkap, Alexander dan juga beberapa prajurit masih menunggu kedatangan orang-orang yang diceritakan Aurora, dan benar saja tak lama terlihat rombongan orang bersenjata dengan pakaian serba hitam membuat Xander dan yang lainnya bersiap-siap. Sampai saat kedua kubu itu bertemu mereka saling lempar tatapan tak bersahabat. Xander maju selangkah dan berkata, Apa yang kalian lakukan disini, ditempat ini, ini adalah tempat rahasia, tak seharusnya kalian ada disini,pulanglah, jangan membuat keributan di markas kami!. Namun orang-orang berseragam hitam dan bersenjata itu malah tertawa dan mengejek, Kami tak akan pergi begitusaja sebelum mendapatkan buruan kami, jadi kami harap sebelum terjadi pertumpahan darah, segera menyingkirlah karena kami tak punya waktu untuk kalian, kurasa gadis itu sudah sampai disini, ucap salah seorang didepan yang diduga Xander sebagai pimpinan rombongan itu. Xander tentu saja tak tinggal diam begitu saja, ia kembali meyakinkan rombongan penyusup itu bahwa hutan itu adalah markas mereka dan siapapun dilarang mendekat apalagi masuk kesana. Tapi peringatan demi peringatan yang diberikan Xander tak digubris mereka, dan terjadilah baku hantam antar dua kelompok itu yang mana tanpa mereka sadari sebenarnya mereka memiliki profesi yang sama namun dengan tugas yang sedikit berbeda. Dimana Xander dan kawan-kawan nya adalah pasukan tentara khusus dan rahasia yang sudah dilatih sedemikian rupa untuk menjaga Negara dan juga untuk mengabdikan diri sepenuhnya pada Negara nya, sedangkan pasukan berseragam hitam itu adalah pasukan tentara bayaran yang merupakan tentara khusus yang dilatih khusus namun di jadikan sebagai pelindung para petinggi Negara ataupun melakukan tugas-tugas kasar seperti menjadi tameng untuk para petinggi yang dianggap berbuat salah, memang terdengar salah untuk tugas seorang tentara, tapi nyatanya memang ada tentara yang dibentuk untuk itu oleh mereka yang gila akan uang dan haus akan jabatan. Mereka terus bertarung walau dengan jumlah yang tidak sepadan, disaat pasukan tentara bayaran itu menggunakan senjata mereka yakni pistol, hand gun, dan juga senapan laras panjang, tim Alexander juga tak tinggal diam begitu saja, mereka mulai bersembunyi dibalik pohon-pohon besar dan mengeluarkan senjata yang terselip di saku dan juga ikatan celana mereka, Xander saat ini tengah berhadapan dengan yang dia duga sebagai pimpinan tentara bayaran itu, saat Xander berhasil mengunci pergerakan lawannya, ia masih sempat berbisik pada lawannya, aku sudah peringatkan kau tentara bayaran, jangan masuk ke wilayahku, seketika lawan nya itu terpaku bagaimana orang didepan nya ini tau bahwa ia dan rekannya yang lain adalah tentara bayaran, tapi itu tak berlangsung, karena pria itu menghantamkan kepalanya sendiri ke kepala Xander yang membuat Xander mengurangi cengkraman tangannya dan kesempatan itu digunakan lawannya itu untuk membalikkan keadaan, orang itu terus menerjang Xander dengan pukulan dan juga tendangan tidak lupa pula terus berusaha menghantamkan senjata nya yang sudah kehabisan peluru ke wajah dan dada Xander, tentu itu tak mudah mengingat mereka sama-sama pasukan yang dilatih secara khusus namun dengan tugas yang berbeda, pergerakan lawannya itu sangat cepat namun Xander juga tak kalah cepat, iya terus menangkis dan memukul kembali lawannya untuk mempertahankan daerah yang sudah menjadi territorial nya. Mereka terus bertarung tanpa menghiraukan sekitarnya yang semua rekan se tim mereka sudah pada tumbang, mereka terus bertarung sampai pimpinan tentara bayaran itu berhasil meraih sebilah belati kecil beracun yang tersimpan di balik ikat pinggang dan langsung menancapkan belati itu tepat didada Xander, Xander meringis saat merasakan rasa nyeri menjalar di tubuhnya, namun ia tak boleh kalah ia terus melawan, saat itu Xander tak membawa senjata apapun karena saat itu ia sedang berlatih melakukan serangkaian pelatihan yang memang tidak menggunakan senjata, Xander cukup hebat mengingat lawan nya memiliki senjata yang cukup untuk membunuh. Xander terus menangkis dan mencoba menyerang sambil berkata, aku ditugaskan untuk menjaga negeri ku, termasuk apa yang ada di dalam nya, dan sebagai seorang tentara kau sungguh mencoreng nama profesi mulia itu dengan menjadikan seorang gadis sebagai buruan dan menjualnya, tidak kah seharusnya kau cari pekerjaan saja, seketika lawannya itu mengernyit bingung, pasalnya gadis yang sedang diburu nya itu adalah sosok yang sangat berbahaya bagi seorang politikus yang sedang dilindunginya, dan setahunya gadis itu juga sangat berbahaya bagi Negara ini, lalu bagaimana dengan sosok pria yang sedang bertarung dengannya itu bisa sampai salah paham dan tidak tahu kebenarannya. Laki-laki itu berhenti dan memberi aba-aba pada Xander untuk berhenti, Xander mengernyitkan dahi nya, ia bingung apa yang dilakukan lawan yang cukup tangguh di hadapan nya ini. Pria itu angkat suara, Nama ku Robert, Valentino Robert Anderson, seperti yang kau katakan aku adalah seorang tentara bayaran yang juga sudah dilatih secara khusus untuk melindungi politisi atau pun petinggi-petinggi Negara, kurasa kau salah paham tentang gadis itu, kami memburunya karena ia memang sangat berbahaya bagi orang yang sedang kulindungi dan yang pasti juga berbahaya untuk Negara ini, bagaimana bisa kau terkecoh? Apa kau sangat terpesona dengan nya karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya? ucap pria itu yang tidak lain adalah Robert sang Tentara bayaran yang terkenal akan kesadisan nya yang tidak pandang bulu, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang tua atau yang muda, prinsipnya adalah singkirkan siapa saja yang pantas untuk disingkirkan, selesaikan tugas mu dan ambil uang mu sebagai tanda jasa.