
Mendengar perkataan yang terdengar meyakinkan itu Xander langsung menyuruh rekan-rekan nya untuk berhenti dan tidak bertarung lagi. Sambil menatap pria yang mengaku bernama Robert sang tentara bayaran itu dengan alis menukik namun masih saja otak nya tidak mau percaya begitu saja, pasalnya dia sudah pernah beberapa kali bertemu dan bertarung dengan tentara bayaran sebelumnya yang sangat merugikan Negara, jadi bagaimana bisa dia langsung percaya dengan perkataan seorang tentara bayaran yang beserta pasukan nya mengejar seorang gadis yang sendirian. Selang beberapa menit saling terdiam dan tidak ada yang membuka suara, akhirnya Xander angkat bicara, "Dengar, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara kalian dengan gadis itu, tapi saat ini kalian serta gadis itu berada dalam wilayah kekuasaanku, disini aku yang ambil kendali, biar aku telusuri dulu bagaimana gadis itu, jika kau ataupun anak buah mu yang lain masih ikut campur maka aku tidak akan segan-segan menghabisi kalian semua. Karena aku harus memastikan sendiri tuduhan kalian itu benar atau tidaknya bahwa gadis itu berbahaya untuk Negara. Karena bagaimanapun juga terlepas dari segalanya dia hanyalah seorang rakyat yang wajib mendapatkan pembelaan dan perlindungan, kalian tenang saja,jika ternyata yang kau katakan itu terbukti benar, maka aku sendiri yang akan mengantarkannya padamu, atau kalau perlu aku sendiri yang akan menghabisinya, kau bisa pegang kata-kata ku, karena kata-kata seorang tentara dan seorang lelaki itu mutlak janji yang di pegang teguh sama seperti harga diri dan harga mati Negara nya". Mendengar itu Robert menganggukkan kepala nya samar, karena bagaimanapun juga ini daerah teritori pria yang berdiri dihadapannya. "Baiklah, kau harus tepati janjimu itu, karena aku tidak segan-segan menghancurkan hutan kebanggaan kalian ini. Dan satu lagi, kami harus membawanya paling lambat minggu depan, jadi pastikan kalian sudah berhasil membawanya" . Ucap Robert penuh percaya diri. Xander pun menganggukkan kepalanya samar dengan ekspresi datar.
Kembali ke champ, Aurora kini sudah berganti pakaian, mengganti pakaian nya yang sudah robek serta basah karena saat melarikan diri dia harus melompat di pinggir pantai, belum lagi ia yang berlari menyebabkan baju nya basah karena keringat. Baju yang dipakainya saat ini adalah baju Eleanor yang gadis itu pinjamkan padanya, maka Aurora meningkatkan kewaspadaannya terhadap sekitar, ia bukan gadis bodoh, bisa saja baju itu sudah ada terpasang alat penyadap atau alat yang bisa mendeteksi adanya senjata, maka Aurora menyelipkan pistol kecilnya di lipatan tengah Bra yang digunakannya dan juga beberapa senjata yang masih melekat ditubuhnya ia biarkan saja seperti pisau serta pistol yang masih tersimpan rapi dalam sarung yang terikat dipaha cantiknya. Sejujurnya itu sangat fatal mengingat ia menyimpan senjata mematikan itu di dekat organ vitalnya.
Aurora mulai berfikir ia harus mencari cara untuk bisa keluar dari kemp pelatihan khusus itu tanpa terluka apalagi cacat sedikitpun. Saat seperti ini ia merindukan The Dark Angels, terkadang tingkah konyol nya bersama teman-teman seperjuangan dan seprofesinya mampu mengikis luka masalalu yang menyebabkan mereka semua berkumpul menjadi pembunuh bayaran, tidak hanya membunuh, mereka juga merampok serta menjual organ-organ penting manusia, memang terdengar sadis untuk sekumpulan gadis yang terlihat konyol dan sangat ceria itu namun berubah menjadi sangat dingin tak tersentuh saat sedang bertugas atau saat menghadapi musuhnya. Aurora meraba kalungnya, betapa bodohnya ia melupakan kalung nya itu, karena kalung itu adalah kalung yang di desain khusus untuk The Dark Angels, kalung yang bisa memberikan beberapa sinyal seperti aku baik-baik saja, aku tersesat, aku terjebak, aku sakit, dan aku berada dalam bahaya ,dan tolong selamatkan aku. The Dark Angels memang tidak main-main, mereka saling memberi ultimatum bahwa tidak ada yang boleh memainkan kalung itu kecuali dalam kondisi darurat, mengingat itu maka Aurora langsung saja mengirim sinyal tolong selamatkan aku melalui kalung nya itu. Aurora sangat yakin teman-teman nya pasti akan datang menolongnya dan mereka akan melanjutkan misi mereka yang tertunda, ya mereka harus pikir Aurora, karena merasa lelah dan badan yang terasa remuk akhirnya Aurora memutuskan untuk istirahat barang sejenak, pasalnya hari sudah larut malam dan dia juga diminta Eleanor untuk istirahat. Ah mengingat gadis bernama Eleanor itu Aurora tersenyum sendiri, dia merasa sangat senang menjahili gadis itu terlebih lagi Eleanor yang suka memasang muka yang berbeda saat di depan nya dan saat dibelakangnya, jangan tanyakan Aurora tahu dari mana, karena Aurora pasti akan menjawab tahunya dari indra keenam atau dari mata yang bisa berjalan atau menerawang jauh. Konyol memang dan itulah Aurora.