Mafia Girls VS Special Forces

Mafia Girls VS Special Forces
Part 4



Hari sudah semakin gelap, Eleanor memasuki tenda dimana Aurora berada, dia menatap Aurora yang tengah tertidur lelap diatas salah satu folding bed velbed yang tadi ditempati Aurora sebelum Eleanor meninggalkannya. Eleanor mendekat untuk membangunkan Aurora, tapi sebelum menyentuh tangan Aurora, pandangan Eleanor tertuju pada kalung yang di pakai Aurora. "kalung yang aneh", batin Eleanor. Eleanor pun mengamati dengan seksama tubuh Aurora dari atas sampai bawah, dan kembali lagi dari bawah ke atas. Ada yang aneh batin Eleanor, nampak ada sesuatu yang menonjol di bagian paha Aurora. Saat Eleanor ingin menyentuh paha Aurora, Aurora terbangun karena merasakan ada seseorang didekatnya. "eh ada apa Maem?", "eh aku hanya ingin membangunkanmu, hari sudah semakin gelap, ayo bangun dan makan malam bersama seluruh prajurit diluar". "owh oke baiklah". Aurora bangkit dari tempat tidur nya mengikuti dibelakang Eleanor.


Diluar nampak para prajurit dan tim medis (dokter tentara) bersiap-siap di tempat duduk mereka masing-masing. Eleanor mempersilakan Aurora untuk duduk di samping nya. Eleanor mengedarkan pandang ke seluruh penjuru dan tak menemukan keberadaan Xander. "Dimana Kapten Alexander dan tim nya? Bukan kah seharusnya mereka sudah kembali?“. Seluruh pasukan yang ada pun mengedarkan pandangan. Namun tak nampak keberadaan Kapten Alexander dan tim nya yang tadi latihan dan sedang bertugas jaga. Seorang prajurit langsung berdiri dan memberi hormat. "Saya akan mencari mereka Madam, kemungkinan besar mereka masih ada di sekitar ranjau dan jebakan yang tadi menjebak Nona itu". "baiklah, segera temukan mereka semua dan beritahukan bahwa sudah waktunya makan malam", "baik madam". Prajurit itu pun berlalu dengan diikuti beberapa rekannya.


Sesampainya di Camp, mereka langsung membawa Xander ke dalam tenda medis dan diikuti oleh para dokter tentara yang sebelumnya terkejut melihat keadaan Kapten tim Xander yang terkenal akan kebuasannya sedang tak berdaya di bopong oleh rekan-rekan nya. Setelah diperiksa, seorang dokter tentara berkata pada Eleanor yang menunggu diluar tenda, dia nampak panik, disebelahnya ada Aurora yang diam tanpa ekspresi apapun. "Bagaimana keadaan Kapten Xander?" Eleanor langsung bertanya. Dokter tentara itu pun saling pandang dengan rekan nya yang lain sebelum menjawab. "Sepertinya itu bukan racun biasa, kita harus menemukan penawar racun tersebut secepatnya sebelum terlambat". "Benarkah? Kalau begitu beritahukan jenis racun tersebut, biar kita semua bisa mencari dan membuat penawarnya" kata Eleanor tidak sabar. Dokter tentara itu pun kembali menjelaskan. "setelah tadi kami mencoba mengambil sampel yang ada diluka Kapten Xander dan menguji nya, sepertinya racun tersebut adalah gabungan dari 2 racun paling mematikan didunia, racun tersebut bernama Racun Digoxin yang mana pertama kali ditemukan oleh William Withering pada tahun 1775 dan ada pada bunga Foxglove, bunga liar berwarna mencolok seperti lonceng, biasanya tumbuh di hutan-hutan Eropa, jika racun masuk ke aliran darah maka detak jantung bisa melambat dan berhenti bekerja, tapi untungnya sepertinya racun ini sudah di modifikasi sehingga cara kerja racun tersebut lambat untuk bereaksi. Selain itu racun lain juga terdapat dalam luka Kapten Xander, jikalau tidak salah, menurut kami racun tersebut ialah racun Polonium yang ditemukan oleh Marie Curie pada tahun 1898 dan ia meninggal dunia akibat radiasi racun ini selama bertahun-tahun, Polonium bisa bisa ditemukan di tanah dan atmosfer. Racun ini adalah racun yang menewaskan salah satu agen rahasia Rusia yang bernama Alexander Lotvinenko di London pada tahun 2006,sampai saat ini belum pernah ada ilmuwan atau ahli racun yang menemukan penawar nya, biasanya orang yang terkena racun ini bisa meninggal dalam beberapa hari". Mendengar penuturan panjang lebar pimpinan dokter tentara dalam tim tersebut Eleanor pun panik. "lalu bagaimana kita bisa menyelamatkan Kapten Xander?". Mereka pun bingung bagaimana caranya menyelamatkan Kapten Xander. Makan malam pun kacau. Hampir semua prajurit berkeliling hutan untuk mencari tanaman yang bisa menjadi penawar racun maupun yang bisa memperlambat kerja racun. Eleanor pun ikut serta.