
tak terasa sudah hampir 1jam mereka mengobrol Om danel dan Ny.dipika berpamitan untuk pulang. dhyni bergegas naik ke kamarnya untuk mandi kembali karna dia sangat terasa stress dan ingin merendamkan diri di dalam bath up.
"lihat mah dia tidak menghargai pemberian ini sama sekali" ally yang melihat kotak berisi gaun pertunangan milik kakaknya itu tergeletak di atas meja ruang tamu.
"sudahlah bawa saja ke kamar kakakmu,,mungkin dia lupa" suruh Ny.ney kepada putranya.alyy pun menginyakan dan pergi ke kamar kakaknya.
"hey buka pintumu" teriak alyy dari luar sambil mengetuk pintu.tetapi tidak ada jawaban karana dhyni berada di kamar mandi.
"sialan" ketus alyy lalu dia membuka pintu kamar melirik lirik ternyata tidak ada orang, alyy pun masuk dan hedak menaruh kotak gaun itu di tempat tidur dhyni dia di kejutkan dengan suara yang tiba tiba memarahinya yang ternya suara dhyni.
"heh mau apa kamu" dhyni melihatnya dengan tatapan tajam.
"aku hanya menaruh kotak ini saja" jawaban alyy yang berekspresi sama seperti dhyni
"pergilah" dhyni membuka pintu kamarnya dan mengusir alyy dari kamrnya. alyy yang sangat marah dengan kakaknya itu memberikan tatapan sinis lalu pergi.
memang mereka berdua tidak selalu akur karna alyy sangat iri dengan kakaknya karna sangat di sanyangi om devan. begitu juga dengan dhyni iri kepada alyy karna terlalu dimajakan oleh Ny.ney, tetapi yang sebenarnya mereka sangat saling menyayangi satu sama lain.
***
tiba pagi yang cerah semua orang menantikan hari itu tetapi tidak dengan dhyni dan athar. dhyni bersiap siap memakai gaun pertunangannya yang bewarna putih berkilau yang membuat dia semakin terlihat anggun dan cantik saat memakainya. tak lama kemudian mereka di jemput menggunakan mobil om danel. dan pergi ke rumahnya om danel dimana di adakan tempat pertunangan athar dan dhyni.
●●●
KEDIAMAN DANEL
tempat acara pertunangan athar dan dhyni.
saat dhyni sampai, dia langsung di bukakan pintu mobil oleh pelayan yang memang sudah di tugaskan.kakinya yang memakai hak transparan yang terlihat sangat indah itu menuruni mobil dan menginjak karpet merah yang telah di sediakan, sambutan yang hangat seperti putri putri kerajaan. serentak semua mata tertuju kepadanya athar pun menatapnya dari kejauhan mengagumkan kecantikan dan keanggunan dhyni ada juga beberapa orang yang iri kepadanya yah bisa dibilang teman teman perempuan athar yang juga menyukai athar.
dhyni berjalan di atas karpet merah dengan sangat anggunnya. terlihat di depan sana ada seseorang yang berdiri menunggunya yang pasti ialah athar, dhyni sangat merasa risih dan membuat tatapan sinis. dan berbicara dalam hati.
"sok sekali laki laki itu"
lalu athar menggandeng tangan dhyni, dhyni yang merasa geram dan meramas tangan athar sehingga membuat athar menjerit pelan dan melototkan matanya pada dhyni seolah olah memberi isyarat bersikap sopanlah. dhyni tidak mempedulikannya.mereka pun duduk di tempat pertunangan dengan jarak agak berjauhan tidak ada yang bergeming di antara mereka. sampai athar merasa bosan dan menatap dhyni. dia ingin sekali menggoda calon istrinya karna dari smp hanya itu perlakuannya kepada dhyni.
"hey kau kita belum impas" dhyni menoleh ke tatapan calon suaminya dengan sangat geram.
"apa kata mu!" jawab dhyni sangat geram.
"apa kau tuli?" bisik athar membuat dhyni merasa emosi.
"diam kau" bisik dhyni kembali.
"aku bilang kita belum impas" bisik athar kembali yang sangat dekat di telinga dhyni sampai membuat angin kecil dari mulutnya yang sangat terasa di telinga dhyni.
"menjauh dariku" dhyni mendorong dada bidang athar yang sangat keras dan kekar.
"hey menurutlah padaku aku adalah calon suami mu" ucap athar menatap dhyni.
"terserah" jawab dhyni membuat tatapan tajam.
"aawww" tiba tiba dhyni menjerit pelan karna tangan keras dan kekar athar meramas tangannya bentuk dari pembalasan tadi.tetapi athar tidak terlalu kuat meramas tangannya berbeda dengan dhyni tadi. dia langsung berbisik di telinga dhyni.
dhyni hanya bisa menahan emosi dan menatap athar dan berkata dalam hati.
"dasar athar jelek, bocah ingusan, athar ****" ucapnya meluapkan amarah dalam hati lalu memalingkan wajahnya.
tak lama kemudia acara pertunangan di mulai semua orang berdiri termasuk athar dan dhyni. mereka mulai memasukan cincin di jari satu sama lain. pesta yang di tunggu tunggu semua orang akhirnya tiba juga. mereka berpesta hingga acara selesai. terlihat di dalam acara itu hanya tersisa anggota keluarga devan dan keluarga danel juga para pelayan yang sedang membersihkan tempat acara itu.mereka sedang berbincang kapan melaksanakan pernikahan athar dan dhyni.
"bagaimana minggu depan" ucap om danel.
"minggu depan?" om devan berhenti sejenak dan menatap dhyni. dhyni terlihat begitu sedih."apakah terlalu cepat?" sambung om devan kembali.
"lebih cepat maka lebih baik" Ny.dipika menjawab dengan begitu semangat sebelum om danel.
"bagaimana menurutmu sayang?" tanya Ny.dipika kepada dhyni sambil mengelus elus pipi dhyni.dhyni pun hanya mengiyakan.
akhirnya keluarga danel dan keluarga devan sepakat acara pernikahan di adakan minggu depan.
lamanya mereka mengobrol tak terasa sudah malam dan akhirnya keluarga devan berpamitan untuk pulang.
"dhyni pergi dulu tante,om" pamit dhyni memeluk mereka
"hati hati sayang" jawab Ny.dipika
lalu mereka pulang menggunakan mobil milik om devan. dhyni tidak berpamitan kepada athar bahkan meliriknya saja tidak begitu juga dengan athar.
●
●
●
●
●
●
●
●
haduh gimananih mereka belum juga akur?
hehehe tenang aja!
yuk like,comen bnyak bnyak, share ke temen temen kamu, dan jangan lupa di vote.
supaya author tambah semangatnih
okey by by
I see u 😚