
"kau kemari sendirian nak?"tanya om devan kepada athariq.
"iyah saya seorang diri...tujuan saya kemari ingin menanyakan sesuatu kepada dhyni" perkataan atha itu terdengar sangat jelas yang membuat dhyni tambah merasa kesal lalu ia berdiri dan berbicara sedikit kasar kepada athar.
"apa! kau kemari untuk apa! untuk berbicara dengan ku! bicara sana sama tembok!" perkataan yang begitu terdengar kasar dengan wajahnya yang terlihat begitu kesal akan kedatangan athariq.dhyni yang begitu tidak nyaman berada disitu dia langsung pergi menaiki anak tangga hendak menuju ke kamarnya. tetapi langkahnya di hentika oleh perkataan papahnya.
"dhyni papah tidak akan segan segan mematikan listrik di kamarmu jika kau menaiki satu tangga lagi!" ancam papahnya. dhyni tidak melanjutkan niatnya itu untuk ke kamar dan kembali duduk di sofa. jelas dhyni kembali karna dia sangat takut akan kegelapan dan kegerahan tanpa ac di malam hari nanti.
"om... saya boleh meminta ijin ingin berbicara dengan dhyni?" tanya athar kepada om devan dengan harap dia di ijinkan.om devan menatap putrinya yang sedang menggelengkan kepala, lalu berbisik kepada dhyni.
"papah akan mematikan lampu kamarmu jika kau tidak berbicara dengannya" ancaman om devan yang terdengar begitu mengejek yang membuat dhyni tambah kesal.lalu om devan mengiyakan permintaan calon menantunya itu dan menyuruh dhyni membawa athar ke taman yang berada di depan teras rumahnya tersebut.karna dhyni yang juga merasa takut akan ancaman papahnya dia pun mengiyakan dengan perasaan yang begitu kesal dan menatap athar dengan tatapn sinis.
***
"apa? kau ingin bertanya apa?" dhyni terlihat sangat galak saat itu apalagi tercampur dengan tatapan sinisnya itu.
"kenapa kau ingin menikahi ku?" tanya athar yang begitu penasaran.
"karna aku membencimu...dan menginginkan kabar berita di tv menanyakan beritanya dengan judul 'seorang istri membunuh suaminya di malam pertama pernikahan'!" dhyni menjawab pertanyaan itu tanpa berpikir panjang karna dia jelas jelas tidak menyetujui pernikahan itu.
"maksudmu kau akan membunuhku?" sambung athar
"iyah...bahkan saat ini aku ingin sekali mencabut kepala mu" dhyni menatap mata athar dengan kepala sedikit menengok ke atas karna athar lebih tinggi darinya.
"yang benar saja...menyentuh rambutku saja tidak bisa" ejekan athar yang semakin membuat dhyni memanas.dhyni mengerutkan keningnya dan berbicara dalam hati "dia benar benar menyebalkan".
"kau ini sama sekali tidak berubah..mungkin kau sedikit tambah cantik dan terlalu pendek"
ejek athar kembali membuat senyuman pekik.
karna saking emosinya dhyni pun pergi meninggalkan athar dan athar pun menyusulnya ke dalam lalu berpamitan kepada om devan untuk pulang, dia tidak melihat dhyni di dalam mungkin dhyni sudah naik ke kamarnya.athar pun pergi meninggalkan rumah dhyni.dalam perjalanan dia teringat dengan perkataan kasar dhyni kepadanya tadi seakan akan telah menjawab semua kegelisahannya.
"jelas dia tidak mencintaiku, perkataan kasarnya itu sudah ku dengar dari dulu,dasar jelek" dia terdiam lalu tersenyum tapi tidak ada perasaan apa apa terhadap dhyni.
●●●
KEDIAMAN DANEL
sesampainya di rumah athar di kejutkan dengan pekerja pekerja yang sedang sibuk menata rumahnya seperti akan ada acara.
dia melihat papahnya yang sedang duduk di teras tingkat rumahnya langsung menemui papahnya yang sedang asik duduk meminum kopi hitam di atas meja dan melontarkan pertanyaan yang kini sedang ia pikirkan.
"apa yang terjadi?" tanya athar dengan begitu penasaran.
●
●
●
●
●
●
●
●
-hey hey hey guysss
udah udah cukup athar aja yang penasaran kalian jangan :)
h3h3h3 ayo kita lanjutin ep4😚