
***
keesokan harinya, athariq bangun lebih pagi dari biasanya agar tidak ada yang melihat dia pergi dari rumah. dia langsung bergegas mandi dan bersiap siap pergi untuk melanjutkan niatnya kemarin yang ingin pergi menemui dhyni. athariq tampak sangat gelisah,marah, sedih,perasaannya saat itu masih sangat bertanya tanya.dia tidak mencintai dhyni.. mungkin karna itu yang membuat dia takut untuk menikahi dhyni.selesai thariq bersiap siap dia segera keluar dari kamar dan menuruni anak tangga satu per satu.tiba tiba ada suara yang memanggilnya yang membuat dia berhenti sejenak dan menengok ke arah suara itu yang tak lain memanggilnya ialah mamahnya yang bernama Ny.dipika.
"athariq...anak mamah, sayang... mau kemana?" tanya Ny.dipika dengan bersemangat, Ny.dipika adalah sok sok ibu yang sangat ceria dan bersemangat untuk melakukan sesuatu.dan dia sangat menyayangi putranya athariq,,sebaliknya juga dengan athariq,walaupun mereka hanya berstatus anak tiri dan ibu tiri,iyah karna dahulu ibu kandung athariq meninggal saat melahirkan athariq..dan akhirnya papahnya athariq menikah dengan pembantu di dalam keluarganya itu yang bernama dipika.
"eh mamah..a-athariq" jawabnya terbata bata karna kaget kenapa mamahnya bangun sepagi ini.
"kemari ikut mamah" Ny.dipika menarik tangan athariq dan menuruni anak tangga dan menuju ke dapur dengan wajah yang sangat bersemangat.sesampai di dapur Ny.dipika membawa piring yang di tutupi,dengan semangat Ny.dipika membuka penutup saji tersebut.
"tadaaaa!" ucap Ny.dipika dengan sangat gembira.
"ayo rasakan masakan terbaru chef Ny.danel"
penuh harap agar anaknya menyukainya.
"baiklah akan aku cicipi" dengan keraguan yang begitu mendalam saat athariq mencicipi makanan mamahnya itu. dia mengambil garpu yang berada di samping piring itu dan menatap mamahnya lalu mencicipi makanannya hingga menelannya.
"bagaimana?" tanya mamanya yang begitu pasti dan gembira.
"sangat lezat...aku menyukainya" athariq tersenyum menatap mamahnya berharap agar mamanya gembira mendengar ucapannya itu.
"benarkah kau pasti berbohong" Ny.dipika sangat gembira mendengar ucapan putranya itu dan segera mencubit hidungnya athariq.
"iyah...baiklah aku akan pergi" dia mencium pipi mamanya kemudian dia pergi untuk melanjutkan niatnya pergi ke rumah dhyni.
"hati hati athariq sayang" teriak mamahnya sambil melambaikan tangan.
athariq mengambil kunci mobilnya yang tergantung di tempat gantungan kunci mobil.
lalu pergi ke garasi secepatnya dan mengeluarkan mobil dari rumah lalu pergi.
dalam perjalanan dia terus saja bertanya pada dirinya sendiri kenapa dhyni menyetujui pernikahan ini?.
●●●
KEDIAMAN KELUARGA DEVAN
andhyni yang sedang duduk menekuk kaki di ruang tamu sambil membaca buku. terlihat nampak di wajahnya dia sangat serius membaca buku tersebut. bacaan yang sangat serius itu tiba tiba ambyar saat dhyni mendengar bel pintu dari luar rumahnya, dia terlihat sangat geram dengan bel yang berbunyi itu. dia berdiri dan menghela napas lalu membuangnya dengan kasar dan membuka pintu rumahnya sambil terus mengoceh karna kesal.
"hah masih pagi tapi sudah bertamu dasar tamu-" ocehannya tiba tiba terhenti seketika dia melihat lelaki tampan yang berdiri di luar rumahnya yang tak lain ialah athariq.
"ada apa pagi pagi kemari..ayahku masih tidur kembalilah saat sore" ucapan dhyni yang terdengar sangat kasar sambil menatap tajam athariq.
"apa! bagaimana bisa?" ucap dhyni dengan takut dalam hati.
"hey kenapa kau menutup pintu" teriak athariq dari luar sambil menekan nekan bel.
tiba tiba terlihat om devan menuruni tangga dan mendengar suara bel yang berulang ulang kali berbunyi dia melihat putri berusaha menutup pintu dengan menyandarkan tubuhnya di pintu keluar rumah tersebut. karna rasa begitu penasaran om fevan mendekati putrinya dan bertanya.
"apa yang terjadi? siapa yang di luar?" om devan bertanya kepada dhyni dengan ekspresi wajah sangat penasaran.
"tukang tagih hutang" dhyni menjawab pertanyaan papahnya tanpa berpikir karna dia sudah terlalu panik akan kedatangan athariq.
"kapan kita berhutang?" om devan malah semakin penasaran.
"listrik" dhyni menjawab dengan penuh ketakutan didalam dirinya.karna jika dia menjawab jujur papanya pasti mempersilakan athariq masuk.
"apa listrik?"tanya om devan semakin tidak mengerti. tiba tiba om devan mendengar suara daru luar yanh menyebutkan dirinya sebagi athariq. om devan langsung menyuruh dhyni menyingkir dari pintu dan dhyni pun mengiyakannya dengan begitu takut.lalu om devan membuka pintu tersebut dan menyambit dengan hangat kedatangan calon menantunya.dan mereka duduk di sofa empuk berada tepat di ruang tamu tersebut.
●
●
●
●
●
●
●
●
-how how how? guysss
maapkan kalo ep3 kurang memuaskan🙏🏻
h3h3h3 jadi kita lanjut yah ep4 nya
semoga kalian suka😚