
perjalanan mereka yang sangat jauh tidak terasa menjadi dekat, raja dan adik-adik todak sabar ingin segera pulang.
jalanan terjal bebatuan di lalui dengan gembira,,
" aku akan menyiapkan pesta yang meriah untuk penyambutan anakku nanti " ucap raja dalam hati
Raja selalu menampakan senyuman di wajahnya meski tanganya terluka, luka robek akibat pedang, luka itu tidak terasa lagi karna hatinya sangat bahagia.
" hey Jeon menurutmu keponakan kita nanti Laki-Laki atau perempuan,,,"
" Harusnya laki laki, dia gagah seperti aku..."
Mereka sangat bersemangat.
.
.
.
.
.
seminggu perjalanan tanpa henti akhirnya mereka sampai di gerbang istana.
suasana sangat hening rakyat banyak yg berdatangan menyambut mereka tapi tidak terdengar suara gemuruh sorakan bahagia.
semua menunjukan wajah sedih, Raja merasa ada yang aneh.
Raja turun dari kudanya dan mendekati salah satu rakyat, semua prajurit pun berhenti mengikuti Raja.
"Tuan,,, , sebelum sempat raja bertanya lebih jauh
Rakyat tersebut mengatakan RATU dengan wajah sedih.
tanpa pikir panjang raja naik ke kuda dan pergi dengan cepat.
"Raja ada apa???" teriak wang Tae
" apa yang kau katakan kepada raja,,, "wang tae marah dan menodongkan pedangnya ke rakyat tersebut.
" Ampun pangeran, aku hanya memberi tahu raja bahwa ratu sudah tidak ada"
" tidak ada bagaimana,,, wang jeon sangat marah
" akan ku pengal kepalamu jika kau masih berkata seperti itu. "
" Jeon sebaiknya kita menyusul raja,, "ajaknya
" kau beruntung kali ini, jika tidak aku pegal kepalamu... " jeon sangat kesal
semua prajurit melanjutkan perjalanan masuk istana mengikuti raja.
rasa hati rasa sudah berkecamuk sedih melihat suramnya kerajaan sekarang
Raja turun dari kudanya dan berlari mencari informasi.
"pelayan prajurit di mana ratukuuuu" teriak raja
saat itu di ujung ruangan ibunda ratusan yang terlihat.
" eomma di mana zean,,, "
Ibu ratu menagis dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai,, zeon zaa.. uuhhhhhh...
" ada apa eomma,,, raja mendekati dan mengangkat tubuh ibu mertuanya yang sangat lemah.
dengan bibir yang bergetar dan air mata yang bercucuran deras.
" berhentilah menagis eomma cepat katakan ada apa ini sebenarnya " ucap raja
" anakku yang malang, cucuku,,, " ucapnya dengan bibir bergetar dan menagis
Raja pergi meninggalkan ibu mertuanya dan berteriak memanggil istrinya
"RATU ZEON ZA,, , dimana kau istriku, aku datang sayang"
setelah berkeliling dengan mata yang memerah dan berlinang air mata langkah kak raja yang lemah tidak menemukan ratu ada di kerajaan yang terlihat setengahnya sudah hancur.
Raja akhirnya masuk ke kamarnya dan melihat sebuah guci kecil dan indah, tangisan raja pecah saat itu.
" aaaa ahhhh gggg,,,, istrikuuu, " raja menagis saat memeluk guci kecil tersebut
" Apa yang terjadi sayang, kenapa kau pergi meninggalkan aku"
"uuhhhhhhh,,, ratukuuuu. teriak raja sambil menagis
langkah berlari yang sangat tergesa-gesa terdengar dari luar,
" Noona,,, wang jeon menagis pilu dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai
wang tae terdiam kaku, menahan tangis dan air mata sambil mengepal tanganya di depan pintu kamar raja.
" aku akan membalaskan kematian nokna dan keponakan ku.. "
" siapa yang melakukan ini,,, " pelayaaannnnn teriak wang tae
hanya ada satu pelayan yang datang karna semua pelayan mati saat pasukan bR bar menyeraang.
" di mana para prajurit saat kamu tidak ada, katakan, bagaimana semua prajurit yang hebat tidak bisa menjaga ratu, cepat jawab"
pelayan itu gemetar me dengar perkataan wang tae yang penuh amarah.