LOOK FOR

LOOK FOR
episode 6



BEL istirahat SMA Darma berdering nyaring. haerin dan keempat sahabatnya langsung keluar kelas dan pergi ke kantin untuk mengisi perut. Apalagi kyujin yang sudah heboh dari tadi karena kelaparan,


langkah kaki cewek itu bahkan sudah lemas. "Ngapain, tuh, si belatung?" tanya minji ketika melihat bela dan keempat dayangnya mencegat seorang laki-laki berkacamata.


Kyujin haerin dani dan hani langsung menoleh. Langkah kelimanya berhenti ingin melihat apa yang akan terjadi.


"Itu, kan, si dio! Cowok cupu yang selalu dijadiin budak bela,"


celetuk dani heboh. "Cari jalan lain, yuk." Kemudian, ia pun mengajak dengan nada merengek. Ia tak mau berurusan lagi dengan bela dkk.


Telinga minji tak tahan dengan rengekan dani. "Lo lupa kita lagi sama Queen of Badass?" Matanya melirik sekilas haerin yang tengah berdecak sinis.


"tau nih sidani mh cemen ah"ejek kyujin pada dani yang tengah merengek itu.


"sekali-kali berani dong dan"kata hani menimpali sedangkan Haerin tak menyimak perbincangan keempat sahabatnya. Cewek itu malah menajamkan indera pendengarannya agar bisa mendengar percakapan bela dan dio di sana. Sebaris kalimat di lembaran kertas yang tak sengaja ia temukan langsung terngiang di otaknya. "Aku dijadikan babu oleh bela". Ingatan tulisan itu membuat haerin geram, ia lalu menatap bela sinis. Dendamnya begitu membara mengetahui bela masih saja menjadikan orang lain pelayannya. Ia bersumpah akan memastikan tidak ada orang lain lagi yang bernasib sama.


"Beliin gue makanan sama minuman kayak biasa!" gertak bela. Tangannya memberikan uang lima puluh ribu kepada dio secara kasar. "Dua temen gue juga beliin!"


Mata haerin menangkap adegan bela yang mendorong pundak dio kasar. Lagi, ia pun berdecak marah. "Ck. Lalat yang menjengkelkan!"decak haerin.


haerin berjalan menuju bela dengan langkah anggun, berniat menolong dio.


hani minji dan kyujin mengikuti langkah haerin sedangkan dani yang melihat itu terkejut, namun pada akhirnya ia pun berlari kecil dan menyusul sahabat-sahabatnya.


"Hey! don't touch him!"titah haerin dengan suara tegas, matanya membius bela.


Keenam orang itu terkejut melihat kedatangan haerin diikuti sahabat gadis itu.


"Artinya, jangan sentuh dia. Lo, kan, bego bahasa Inggris, ya, bel." Kyujin yang berperan seperti Google Translate. Bahkan, nada bicaranya pun diubah seperti mesin itu untuk mengejek bela. la langsung menyengir, wajahnya seperti tidak ada dosa saat mengatakan itu. Ia menjadi lebih berani karena ada haerin, benteng terkuatnya.


ya walaupun dulu juga dia berani namun sekarang kan ada tambahan personil yaitu haerin and minji.


haerin mengambil uang lima puluh ribu dari tangan dio, lalu mengembalikannya ke bela. "Udah nyuruh, duitnya kurang lagi." bela melotot. Ia tersinggung dengan ucapan haerin. "Lo jangan macem-macem lagi sama gue, ya! Gue nggak ada urusan sama lo!" haerin tersenyum remeh. "Udah miskin akhlak, miskin uang lagi."ucap minji mengejek,bela mengepalkan kedua tangannya. Ia sepertinya siap menghantam mulut pedas haerin dan minji. Tapi, mengingat insiden kemarin di roftoop, nyalinya jadi sedikit ciut.


"Mau makanan mahal, tapi dompet tipis. Yang tebel cuma mukanya, ya mbak?" sarkas minji lagi.


"ih kok tau sih mbaknya"sahut kyujin ikut-ikutan mengejek bela.


"udah keliatan dari muka sama kelakuannya sih"ucap hani menimpali sedangkan dani hanya diam menyaksikan.


Bela menunjuk haerin minji kyujin dan dani dengan penuh amarah. "LO BEREMPAT BERHENTI IKUT CAMPUR URUSAN GUE!" bentaknya kepalang emosi. Keempat teman bela juga ikut memelototi haerin dan kelima sahabatnya bergantian


"HEH!MATA LO BEREMPAT NGAPAIN BEGITU HAH!,MAU GUE COLOK TUH MATA!!"semprot kyujin saat keempat dayang-dayang bela melotot kan mata nya kearah ia dan sahabat-sahabatnya.


"tau nih dikira lo-lo aja yang bisa gue juga bisa nih-nih liat mata gue!"minji ikut menimpali kyujin dengan melakukan hal ynag sama seperti dayang-dayang bela.


Sedangkan disisilain


haerin tersenyum miring, lalu menyenti! telunjuk bela yang masih mengacung ke arah wajahnya. Ia tidak suka ada seseorang yang menunjuknya. Kuku tajam haerin mengenai telunjuk bela sangat kuat, membuat cewek itu langsung menurunkan tangannya.


"Nggak sopan telunjuknya," sinis haerin. Ia pun menoleh ke arah dio yang hanya diam menunduk. "Dio..."


Dio mendongak menatap haerin memelas. "Ada apa, ya, Kak?"


"Bawa sini HP lo."


Dengan ragu, dio menyerahkan ponselnya. haerin mengambilnya, dan langsung mengetikkan nomor ponselnya di sana, lalu disimpan di kontak ponsel dio. haerin mengembalikan ponsel itu lagi setelah selesai.


"Kalo si lalat ini ganggu lo lagi, langsung telepon nomor gue. Oke?" ucap haerin menekankan kata lalat yang ditujukan untuk bela. "Sana pergi ke kantin aja."


"Mau lo apa-"


"Sstt!"


Sebelum bela meneruskan perkataannya, jari telunjuk haerin sudah sampai di bibirnya, mengisyaratkannya untuk diam. Kuku panjang itu menempel di bibir bela. Tujuan haerin kali ini adalah untuk mengintimidasi.


Haerin mendekatkan bibirnya ke telinga bela dan berbisik. "Tutup mulut lo. Bau ****** soalnya."


Aliran darah di tubuh bela langsung naik mendengar itu. Amarahnya ingin meledak ketika haerin terus menerus meremehkannya. Bela menyingkirkan telunjuk haerin yang ada di bibirnya secara kasar. Tangan kanannya dengan cepat terangkat ingin menampar pipi mulus haerin.


Melihat itu, haerin yang gesit langsung menangkisnya dengan mudah. Ia mencengkeram erat tangan bela. Ia tersenyum manis ketika melihat muka masam cewek di depannya ini.


"Cuma karena gue senyum, itu bukan berarti gue nggak mau pukul lo." Cengkeraman haerin bertambah erat. Bahkan kukunya mulai meninggalkan bekas di tangan itu.


"pukul aja rin tuman nih cabe satu"sahut minji.


"iya pukul aja sampe bunyi'TUNG' gitu"ucap kyujin yang terdengar konyol.


Melihat bela kesakitan, vivi dan nadia orang yang di samping bela, mencoba untuk melepaskan cengkeraman itu. Namun, tak ada satu pun usaha mereka yang berhasil.


Sedangkan kedua temannya yang lain ditahan oleh minji dan kyujin.


"Ck lepas!"ucap teman bela yang ditahan kyujin.


"lo berdua ngapain sih!lepas gak"ucap yang satunya pada minji.


Sedangkan yang minji dan kyujin hanya merotasi matanya malas dan mengejek keduanya.


"Nyenyenye"ucap minji dan kyujin barengan.


haerin pun tidak goyah sama sekali meski keduanya terus berusaha menarik tangannya.


"Lo tau, bel. Gue paling benci sama manusia macem lo. Manusia beracun bagi orang lain"kata haerin pedas.


"Gue juga benci lo," balas bela tidak kalah sinis. "Inget haerin, sekeras apa pun lo ngelawan gue, orang-orang di SMA Darma tetep nganggep gue yang paling istimewa. Gue punya lima benteng kuat di sini."


Benteng itu adalah inti xikers. Hanya itu yang bisa bela andalkan sekarang. Setelah mengucapkan itu, ia mencoba melepaskan cengkeraman haerin, tapi sia-sia.Bibir haerin menyeringai. "Lima benteng terkuat lo bakal gue kalahin. Tunggu waktunya, mereka bakal memihak gue."


"Dan, juga...." Haerin mengantungkan ucapannya. "Kalaupun lo istimewa di mata orang-orang, lo tetep sampah di mata gue!"


Haerin memelintir tangan bela. Setelah mendengar ringisan kesakitan cewek itu ia pun menghentakkan tangan bela hingga terlepas. Cewek itu masih meringis sambil mengusap pergelangan tangannya, tapi tatapannya masih memancarkan aura permusuhan.


Haerin merogoh saku bajunya untuk mengambil dompet. lalu mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu, dan melemparkannya kepada bela. Semuanya tertegun melihat perilaku haerin.


"Lanjutkan bakatmu nak"


"gue suka gaya lo"heboh minji dan kyujin ketika menyaksikan aksi haerin itu.


"Lo kekurangan uang, kan? Tuh, ambil. Gue ikhlas ngasih buat pengemis." haerin mengedipkan sebelah matanya. Senyuman miring tak lupa ia tunjukkan. Sebenarnya, jika bela tak kelewatan, haerin juga tak akan seperti ini. "Definisi manusia tapi kelakuan kayak iblis," ujar haerin sebelum berjalan pergi dengan keempat sahabatnya, sebelum pergi minji dan kyujin pun.....


"HAERIN NIH SENGGOL DONG!!"teriak nya pada kelompok bela,dan berlalu pergi.


......................


......................