
Happy reading
Dress biru laut yang mengembang di bagian bawahnya dan lengan sepanjang siku. Tak lupa ukiran di sepanjang dress itu menambah kesan sempurna untuk Naura. Ditambah flatshoes berwarna putih memberi kesan anggun pada gadis itu. Rambutnya yang di curly di bagian bawahnya dan hiasan bunga yang melingkar di kepalanya mempercantik penampilan Naura.
Setelah selesai memperhatikan dirinya di depan cermin dan puas dengan dandanan nya. Naura keluar dari kamar seraya menenteng tas berwarna putih lalu keluar dari kamar. Melihat yang ternyata Revan sudah menunggunya membuat Naura mempercepat langkahnya.
"Hei," sapa Naura setelah berada di hadapan Revan.
Brak
Ponsel yang berada di genggaman Revan terjatuh dari tangan pemilik. Naura membeku mendapat tatapan kagum di kedua mata laki-laki itu.
Revan membeku di tempatnya saat melihat penampilan Naura yang bagaikan bidadari yang sialnya tepat di depan matanya. Bahkan, ia tak sadar ponselnya terjatuh memberi suara keributan.
Dengan cepat Revan mengambil ponselnya dan berjalan meninggalkan Naura yang menganga di tempat.
Dia sudah berdandan secantik ini. Tapi ia sama sekali tak diperlukan bak princess di negeri dongeng. Poor Naura...
Naura menyusul Revan yang sudah keluar dari apartemen. Mengikuti laki-laki itu sampai masuk ke mobil. Keduanya memang memutuskan untuk berangkat bersama. Salah. Cuma Revan yang memutuskan, Naura hanya menurut pada laki-laki itu.
Di dalam perjalanan Revan berusaha untuk fokus pada kegiatan nya yang menyetir sedangkan Naura sudah gugup setengah ****** berada di keadaan secanggung ini. Memilih jari-jarinya mengalihkan perhatian.
"Gue udah cantik, kan? Kenapa Revan masih gak mau ngelirik gue?" Tanya dalam hati.
Ia membaca dalam sebuah artikel jika seorang suami akan tertarik jika istrinya terlihat cantik. Dan sekarang ia sudah berdandan cantik tapi masih tak menarik, bahkan tidak di lirik. Naura menghela nafas panjang saat mobil sudah berhenti di depan hotel.
Naura menoleh ke kanan saat menyadari jika pintu mobil dikunci oleh Revan.
"Gu..gue mau keluar," ucap Naura gugup tanpa menatap kedua manik mata elang itu.
Naura mengeryit bingung melihat respon Revan di luar dugaannya. Laki-laki itu menarik tubuhnya membuat wajah mereka nyaris berciuman. Naura menahan nafasnya menatap wajah tampan itu dari dekat sangat merugikan jantungnya.
"Selama di pesta lo harus tetep dekat di samping gue," ucap Revan menatap dalam kedua manik Naura. Naura tergugup di tempatnya. Rasanya ada kupu-kupu beterbangan di perutnya. Kakinya pun serasa seperti jelly.
Revan menjauh wajahnya lalu keluar dari mobil, memutar mobil membuka pintu samping Naura. Naura melihat sebuah tangan yang terjulur di hadapan nya. Benarkah ini Revan? Atau hanya bayangan?
Naura meletakkan tangan kanannya diatas tangan besar Revan. Menggenggam layaknya seorang kekasih. Mereka berjalan memasuki ballroom hotel. Sontak semua perhatian tertuju pada keduanya. Tampak seperti raja dan ratu. Pekikan kecil terdengar dimana-mana.
Siapa yang tidak tau si manusia es most wanted SMA Adhitama. Berjalan dengan seorang gadis cantik di sampingnya. Beberapa kamera berlomba-lomba meraih hasil jepretan sebagus mungkin dan menjadi tranding topik di SMA Adhitama.
Naura berusaha menyembunyikan wajahnya tapi Revan seakan menahannya. Tubuh Naura menegang saat pinggangnya tertarik masuk ke lengan kekar Revan.
"Rileks, gue ada disini," bisik Revan di telinga istrinya. Sontak posisi keduanya seperti mereka sedang berciuman.
Keduanya berjalan pada pemilik pesta. Mereka menghampiri Aji yang tersenyum kaku melihat keduanya. Terlihat pria itu gugup berdiri di depan Revan.
Naura tersenyum lalu memberikan hadiah yang ia bawa. " Ini hadiah lo, gak usah ditagih bakal gue kasih."
Aji tertawa sumbang lalu berterima kasih. Matanya melirik Revan yang berwajah datar, menatapnya segan.
"Thank lo dateng di acara gue." Dibalas deheman pria itu.
"Kalo gitu nikmati pestanya, gue mau kesana," pamit Aji yang langsung pergi begitu saja.
Naura meringis merasa tidak enak. Matanya mengedar sekeliling yang menatapnya seperti target yang harus segera dihabisi. Menggigit bibirnya takut mendapat tatapan mengerikan seperti itu. Tak sengaja matanya menatap Lilis yang juga menatapnya dengan melotot. Kedua mata Naura mendelik melihat gerakan bibir sahabatnya seperti berkata " Lo harus jelasin semuanya sama gue".
Dalam hati Naura merutuki Revan yang harus datang ke pesta.
Suara MC menyapa para hadirin pesta. Dilanjut menyanyikan lagu ulang tahun dan memotong kue. Lalu dilanjut dengan pesta dansa.
"Oke guyss, sekarang kita lanjut acaranya dengan pesta dansa. Setiap lagu berganti kalian harus ganti pasangan. Dan barang siapa yang tidak mendapat pasangan maka hukuman akan menanti kalian. Siap semuanya."
"SIAP," Teriak para hadirin suara wanita lebih mendominasi. Mereka dengan cepat mencari para pasangan masing-masing.
"Mainkan musiknya."
Dansa dimulai. Lagu Westlife mengawali. Mereka berdansa dengan pasangan masing-masing. Begitu pula Naura yang sudah pasti berpasangan dengan Revan.
Naura mengalungkan kedua lengannya di leher pria itu dibalas Revan dengan melingkari pinggang ramping Naura. Keduanya saling menatap dalam diam. Saling mengagumi satu sama lain. Kedua mata mereka saling berbicara. Nafas Naura memburu saat Revan semakin mengikis jarak keduanya. Nyaris tubuh mereka saling menempel. Mereka bergerak ke kanan dan kiri seperti itu secara berulang-ulang.
Revan melepaskan pelukannya berganti membalik tubuh Naura membelakanginya. Kedua lengan kekarnya mengelilingi tubuh Naura. Revan menyingkirkan rambut belakang Naura ke samping kanan, membuatnya lebih leluasa melihat leher jenjang nan putih milik Naura. Naura mengeratkan genggamannya merasa merinding saat Revan menunduk dan menyembunyikan kepalanya di lekukan leher Naura. Memejamkan mata menenangkan jantungnya yang bertambah berdetak tak karuan.
Lagu kedua di mulai. Saatnya mereka harus berpisah dan berganti pasangan. Naura mengucap syukur dalam hatinya. Saat hendak melepaskan pelukan Revan. Justru laki-laki semakin mengeratkan pelukannya. Seperti tidak ingin mengganti pasangannya.
"Re_Revan lagunya udah ganti, kita har_"
Belum selesai Naura melanjutkan ucapannya. Naura berdesis menggigit bibirnya saat merasakan kecupan di lehernya dan nafas Revan yang mengenai lehernya.
"Tetap disini," bisik Revan.
Naura berdiri kaku di tempatnya. Ia hanya diam tanpa bisa mengeluarkan suara. Tetap berdansa walau lagu ketiga sudah dimulai. Mereka tetap tidak berganti pasangan. Revan lah yang mempertahankan posisi keduanya. Sampai lagu terakhir mereka tetap di posisi nya.
Posisi keduanya menjadikan mereka semakin menjadi pusat perhatian. Revan melepaskan pelukannya dan memeluk pinggang ramping Naura dari samping. Menatap menghadap pada mereka yang seperti dugaannya menginginkan penjelasan lebih.
"Dia Naura cewek gue," ucap Revan tegas menatap datar sekelilingnya. Lalu ia membawa Naura pergi dari ballroom hotel. Pekikan terdengar dimana-mana saat mendengar pengakuan Revan.
Jangan lupa vote dan coment
Salam Literasi