
Sebuah ledakan besar mengguncang kota Florence, ledakan itu bersumber dari pertarungan antara nenek Leon dan zombie besi, mereka saling bertukar jurus dan tidak mempedulikan lingkungan sekitar
" uhh, ini kah kekuatan nenek yang sebenarnya?" batin Lao yang melihat aura keemasan menyelimuti tubuh nenek nya
" heii bocah, fokus lah!!" teriak Xynn yang melihat Lao melamun
" iya iyaa!!" ucap Lao tersadar dari lamunannya
mereka sangat agresif dalam menyerang zombie zombie yang ada di dekat mereka, mereka saling membantu untuk mengalah kan semua zombie itu
sedangkan di pertarungan yang lain~
" hei nenek tua, sebaik nya kau menyerah saja, kau bukan tandingan ku." teriak zombie besi itu dengan wajah sombong nya
" hah?, menyerah?, tidak ada kata menyerah di otak ku!!" teriak nenek Leon
" jangan menyesal kau nenek tua!!" teriak zombie besi
" huhh, tidak akan!!" teriak nenek Leon
" sampai kapan kalian akan berteriak terus?" ucap Ben
" diam!!!" teriak mereka bersama sama
Ben yang mendengar teriakan itu hanya menghela nafas nya dan melanjutkan pertarungan nya
mereka pun melanjutkan pertarungan yang mereka tunda dari tadi
******
Di sebuah bangunan lumayan besar di pulau es
" Ayah, Ketua suku hutan menawarkan sebuah kerja sama." ucap pangeran Daniel
" lalu, kau menerima nya?" ucap ayah Daniel
" aku akan menerima nya jika ayah setuju." ucap pangeran Daniel
Ayah Daniel hanya diam saja, Daniel yang melihat itu menghela nafas nya
" kata Ketua phoenix, ada manusia di daratan hijau yang mempunyai bom cahaya." ucapan anak nya itu mengagetkan ayah Daniel
" hah??, bagaimana bisa manusia lemah seperti itu mempunyai bom cahaya??" tanya ayah Daniel
Daniel hanya menggeleng kan kepala nya tanda ia tidak tau
" terima lah kerja sama itu, jangan lupa kau tanyakan pertanyaan ayah tadi ke Phoenix!!" perintah sang ayah yang tak bisa ia tolak
" baik ayah." ucap Daniel sembari menunduk kepala nya dan pergi dari kamar ayah nya itu
*****
Ruby dan Lynn sedang mencari tempat yang aman di kota itu, penginapan mereka hampir rubuh karena serangan serangan zombie yang sangat agresif
" kakak, aku lapar." rengek Ruby sembari memegang perut nya
" mau coklat??" tanya Lynn
" mau mau!!" teriak Ruby kegirangan
" ini, jangan teriak lagi!!" kesal Lynn
Ruby tak menjawab, dia segera mengambil coklat itu tak lupa ia membuka bungkusan nya dan langsung memakan nya dengan lahap
mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke tempat aman
5 menit berlalu, akhirnya mereka menemukan tempat aman jauh dari penginapan Flower, mereka masuk dan di periksa oleh petugas kepolisian dan akhirnya di perbolehkan masuk
" Wahh kakak, disini sangat ramai sekali!!" ucap Ruby
Lynn tak menjawab, ia terdiam saat melihat seseorang berlari ke arah nya, seseorang yang sangat ia kenal
Nana?
" Wehhh anak singa, apa kabar ??" tanya Nana yang sudah berada di depan Lynn
" hmm, seperti biasa." ketus Lynn
" kau masih marah."
" tidak!!"
" siapa dia kak?, apa pacar kakak?" tanya Ruby
" bukan!!" teriak mereka berdua
Ruby yang melihat kekompakan mereka berdua hanya bertepuk tangan saja dan menatap mereka berdua kagum
" wahhh, kompak sekali!!!" teriak Ruby
Nana mendekati Lynn
" bukan, dia teman ku." bisik juga Lynn
" dia??, teman mu??." tanya Nana yang di jawab anggukan Lynn
" pfttt, hahahahahahah." tawa Nana tak terbendung lagi
" keras sekali tawa kakak!!" teriak Ruby
" owhh, mau adu teriakan ya!!" teriakan Nana di keramaian itu menjadi pusat perhatian
Nana menutup mulut nya, Ruby tertawa keras
" eh ya anak singa, kenapa kau bisa ada disini ?, dimana mama singa ?" tanya Nana
Lynn tak menjawab, dia menghela nafas nya dan menatap ke langit langit gedung itu
Nana yang tak mendapat jawaban nya hanya diam, dia mengambil tangan Lynn dan mengajak nya pergi keluar dari gedung itu
" heii!!, aku tidak di ajak!!!" teriak Ruby yang melihat mereka pergi meninggalkan dirinya sendiri
******
Di sebuah taman tak jauh dari gedung itu~
dua orang sedang duduk tak jauh dari kolam ikan yang lumayan luas
10 menit berlalu, mereka hanya diam sedari tadi, Nana memutuskan untuk memulai topik pembicaraan
" Lynn, ceritakan semua nya kepada ku." lirih Nana
Lynn menarik nafas nya dan membuang nya secara perlahan, Lynn menceritakan semua nya yang ia alami sembari menahan tangisan nya
5 menit ia bercerita, air mata yang ia bendung tak bisa ia tahan lagi, tangisan itu pecah seketika. Bagaimanapun juga ia adalah seorang manusia lemah, bukan manusia yang kuat yang bisa cepat mengikhlaskan kepergian keluarga nya
Nana yang merasa bersalah segera memeluk anak dari teman ibu nya itu
" kau seorang laki laki Lynn, kau harus kuat!!" ucap Nana sembari menghapus air mata Lynn yang sedari tadi terus berjatuhan
*******
POV Lynn
Aku tak percaya ini...
aku berada di pelukan nya, bahkan aku bisa merasakan parfum nya yang sangat wangi itu
pelukan nya sangat nyaman, aku merasa tenang di pelukan nya
aku berharap, waktu bisa di hentikan~
---
" kau seorang laki laki Lynn, kau harus kuat!!"
" kau seorang laki laki Lynn, kau harus kuat!!"
" kau seorang laki laki Lynn, kau harus kuat!!"
kata kata itu selalu terngiang-ngiang di kepala ku, kata kata yang keluar dari mulut teman ku yang sangat menyebalkan itu menyadarkan ku bahwa aku tak boleh lemah seperti ini, aku harus kuat!!
ya!! aku harus kuat!!!
*****
POV Author
Lynn tersadar dan segera keluar dari pelukan itu, namun Nana menahan nya
" biarlah seperti ini dulu." lirih Nana
mereka terdiam sembari melihat matahari yang mulai menenggelamkan diri nya
" terima kasih Nana." lirih Lynn
" sama sama." jawab nana sembari mengeratkan pelukan nya
" Le...lepas." lirih Lynn terbata bata
nana yang melihat ekspresi Lynn hanya tertawa keras dan melepaskan pelukan itu
*****
like : bermanfaat untuk meningkatkan 20 % semangat author
gift hadiah : bermanfaat untuk meningkatkan 50 % semangat author
vote : bermanfaat untuk meningkatkan 90 % semangat author
hehehe :)