
Di hutan kematian~
" Apa!!!, Zombie zombie itu mati gara gara wali kota sialan itu??" Teriak Phoenix
" Iya ketua, Wali kota itu menggunakan bom cahaya yang menjadi incaran suku Es." Ucap Sun yang berdiri di depan singgasana ketua nya
" dari mana pak tua itu mendapatkan bom itu??" batin Phoenix
" Sun, kau segera lah pergi ke pulau es, kasih tau kepada mereka, bahwa bom incaran mereka berada di daratan ini, dan jangan lupa tawarkan kerja sama kita ke mereka." Ucap Phoenix yang dipikiran nya sudah memiliki rencana untuk menghancurkan umat manusia
" Baik ketua." Ucap Sun sembari pergi dari ruangan itu
" Tunggu lah hari terakhir kalian!!, akan ku siksa kalian sampai kalian meminta untuk segera di musnahkan, hahaahahaha." tawa Phoenix menggelegar bagaikan petir bergemuruh
***
Malam yang indah di GDB~
" Kak Leon, aku lapar!!" rengek Ruby sembari memegang perut nya tanda bahwa dia butuh makanan
" Tuh di dapur ada makanan!" kesal Leon karena rengekan Ruby mengganggu istirahat nya
Ruby pun segera ke dapur karena saking lapar nya dan perut nya minta diisi
" Kak Leon, Ruby di mana?" tanya Xynn yang sedari tadi mencari keberadaan Ruby
" Ada di dapur!" ketus Leon yang masih setia memejamkan mata nya
" Ketus amat." lirih Xynn
" aku mendengar nya."
" hehehe, Kaburrrr." ucap Xynn sembari lari ke arah dapur
" ck, menganggu saja." gumam Leon sembari membenarkan bantal nya
" kak."
" ada apa!!!" teriak Leon kesal karena terus di ganggu padahal dia hanya ingin tidur saja
" ishh, galak kali, aku cuman nanya, kak Xynn dimana?" tanya Lynn dengan wajah tak bersalah
" di dapur sama Ruby." Ketus Leon
" jangan ketus gitu napa, ntar kakak cepet tua gimana hayoo?" ucap Lynn sembari berlari cepat ke arah dapur
" dasar menganggu saja." ucap Leon sembari memejamkan mata nya
" nak."
"Hem."
" nak."
" ada apa lagii!!!!" teriak nya
" eh pak wali kota." ucap Leon sembari mengusap wajah nya
pak Steve hanya memasang wajah datar
" hehehehe." tawa Leon sembari menggaruk kepala nya yang tak gatal
" jangan usir saya pak."
-------
08:35 waktu sekitar ~
" Kak Leon, kami pergi dulu, terima kasih sudah mengizinkan kami tidur di gedung ini." ucap Xynn
" hmm, hati hati di jalan." ketus Leon yang sedang bermain hp nya
" bukan nya di antar ke depan malah main hp." lirih Ruby
" aku mendengar nya."
Leon pun mengantar mereka sampai ke depan, mereka pun pergi ke arah perbatasan kota
" Lynn, selanjutnya kita akan kemana?" tanya Xynn
" yang pasti kita pergi ke kota lain, kita harus mencari penginapan di sana karena di kota ini penginapan nya sudah tak layak." ucap Lynn
Ruby dan Xynn setuju dengan ucapan Lynn, mereka pun memutuskan untuk pergi ke kota lain
Setelah 20 menit lama nya, akhirnya mereka sampai di perbatasan kota
" Ayo Lynn, kita harus pergi." ucap Xynn tak jauh dari tempat Lynn berdiri
Lynn melihat bangunan bangunan kota yang jauh dari tempat ia berdiri
" Ayo Xynn, keburu siang, ntar panas." Teriak Xynn yang sudah duluan masuk ke kota Florence
Lynn pun memutuskan masuk ke kota Florence
Kota Florence, kota yang berbatasan dengan laut ini adalah kota terbesar di negara ini, barat kota ini adalah perbatasan antara kota Florence dengan kota Dandelion dan timur kota ini berbatasan dengan laut
kota yang dijuluki " king of city " ini dulu sempat menjadi ibu kota negara Lion, namun pada perang saudara antara negara Lion dan negara wolves tahun 2001, kota ini jatuh ke tangan wolves saat tentara Lion sedang beristirahat di kamp tentara
kota ini dulu berkembang pesat di bawah kepemimpinan wali kota Jhon yang sekarang sudah menjabat sebagai ketua organisasi keamanan negara
Pusat Kota Florence ~
" wahh, tak ku sangka, pusat kota Florence sangat ramai." Kagum Lynn sembari melihat lihat gedung gedung yang menjulang tinggi
" kau seperti baru melihat keramaian saja." ucap Xynn
" iya lahh, sudah 3 hari kita tak melihat keramaian seperti ini."
" Kak, ayo kita kesana!" ucap Ruby sembari menunjuk ke arah toko kue
" Kau mau beli itu?"
" iya kak."
" yaudah sana, aku dan Lynn akan tunggu disini."
" yahh, padahal Ruby pengen nya sama kakak." rengek Ruby
" yaudah iya iya." ucap Xynn
" kau tunggu disini saja Lynn, aku akan segera kembali."
Lynn menggangguk
Ruby dan Xynn pun pergi ke toko kue itu, Lynn duduk di bangku dekat taman kota sembari menunggu Ruby dan Xynn
" ku dengar, kota Dandelion diserang zombie." ucap si A tak jauh dari tempat Lynn berada
" iya, katanya juga dandelion akan di jaga robot negara." ucap si B
" robot negara?, bukan kah robot itu hanya di gunakan saat perang saja?" tanya si A
" kau tak tau?, setengah warga kota dandelion menjadi zombie, presiden kita juga mengumumkan bahwa ini adalah keadaan darurat nasional." ucap si B
" apakah separah itu?" Ucap Lynn yang tiba tiba berada di dekat mereka
" iya, bahkan kata temen ku, wakil wali kota Dandelion juga menjadi zombie." ucap si B
" Terus bagaimana respon negara tetangga?" ucap si A menanyakan respon negara Lion
" Ya begitulah."
" padahal negara kita membantu mereka saat mereka terkena wabah, tapi saat kita diserang zombie, mereka hanya diam saja." ucap si A
" ya wajar sih, mereka akan muncul saat mereka membutuhkan bantuan kita, tapi saat kita membutuhkan bantuan mereka?, mereka seakan menghilang." ucap Lynn
dua orang itu hanya mengangguk, dua orang itu pun pergi ke arah taman kota
" Lynn, kenapa kau ada disini ?" ucap seseorang sembari menepuk pundak Lynn
Lynn menengok ke belakang dan melihat teman lama nya yang sudah tak terlihat lagi
" eh Ben, ku kira kau sudah mati." canda Lynn sembari memeluk teman lama nya
" kau kan tau aku jago bela diri." ucap Ben sembari membalas pelukan Lynn
" hahahaha." tawa Lynn
" oh ya, kau kok bisa ada di sini?, mana keluarga mu?" tanya Ben
" keluarga ku...."
" Mana??"
" keluarga ku meninggal." lirih Lynn
Ben yang tau penyebab nya langsung memeluk teman lama nya itu
" maaf."
" padahal aku sudah berencana mengajak keluargaku pergi ke kota ini, tapi mereka malah meninggalkan ku sendirian." tangis Lynn pecah di pelukan Ben
" sampai kapan kau akan menangis?, baju ku basah nanti." canda Ben
" maaf." ucap Lynn sembari mengusap air mata nya