Legends Of Lynn

Legends Of Lynn
Ledakan Adalah Seni



Setelah mereka sampai tak jauh dari gedung GHD, mereka melihat banyak sekali zombie zombie yang menyerbu gedung itu


" Tak mungkin!!, Mereka banyak sekali," ucap Xynn dengan mulut terbuka karena tak percaya akan pemandangan di depan mereka


" Kakak, aku takut." Ucap Ruby ketakutan


" Kakak ada disini, jangan khawatir." Ucap Lynn sembari memeluk Ruby


" Kalian seharusnya tak ada disini." Ucap seseorang di belakang mereka


Huh?


Mereka langsung menengok ke belakang. Mereka terkejut, karena mereka mengenal wajah yang ada di belakang mereka


" Pak Albert??" Ucap mereka bersama


" Hahahaha, ternyata kalian mengenalku, kukira setelah aku pergi lama tak akan ada yang mengenal ku lagi." Ucap pak Albert, wali kota pertama sekaligus pendiri kota Dandelion


" Bapak masih hidup??" Tanya Lynn, pasal nya ada kabar bahwa bapak pendiri kota dandelion meninggal pada tahun lalu


" Ahh, itu cuman berita hoax." Ucap pak Albert di barengi senyuman manis nya walau umur nya sudah 67 tahun


" Kalian semua pergi saja, disini berbahaya, mereka sedang mengincar benda sejarah." Ucap pak Albert lagi


" Tapi, bapak?"


" Jangan hiraukan bapak, bapak kuat, hehehe." Tawa pak Albert


" Tuh temen kamu sudah pergi." Tunjuk pak Albert ke arah Xynn dan Ruby yang sudah meninggal kan nya


" Ehh, woyy tunggu!!" Teriak Lynn sembari berlari menyusul Teman teman nya


" Hahahaha, seperti nya kota ini sudah berubah." Lirih Albert sembari melihat pemandangan gedung gedung perkotaan yang sudah banyak berubah


" Seperti nya, para zombie menyebalkan itu sudah tak sabaran lagi ya." Ucap Albert sembari merenggangkan otot otot tua nya


Albert pun berlari sekuat tenaga ke arah zombie-zombie menyebalkan itu, walaupun di usia yang sudah tak muda lagi, namun stamina pak Albert tentu tak bisa di ragukan lagi


" Tak akan ku biarkan kalian menghancurkan kota ku!!!!" Teriak Albert


Albert mengambil bom yang ia kembangkan semenjak dia menyerahkan jabatan wali kota nya ke Steve


" Rasakan ini!!!!" Teriak Albert sembari melempar bom seukuran bola tenis


Duarrrrrrr


Ledakan yang cukup besar menghancurkan lebih dari 200 zombie itu, untunglah gedung GHD itu tidak runtuh, hanya sedikit retakan saja.


Bunyi ledakan itu bahkan sampai ke halte bus tempat 3 orang yang sedang beristirahat karena lelah berlari menjauhi gedung GHD itu


" Suara apa itu??" Pertanyaan bodoh terucap di bibir Lynn itu


" Ya suara bom lah." Jawab Xynn kesal karena pertanyaan bodoh itu


" Huhh!!" Ucap Lynn kesal juga


" Sudah kakak kakak ku tercinta, jangan berdebat mulu, capek Ruby dengar nya!!" Ruby pun ikut kesal juga


Mereka pun berdebat sampai suara orang mengagetkan mereka


" Diamm!!!, Orang lagi tidur jugaa." Teriak seseorang tak jauh dari tempat mereka


Huh??


Mereka segera menengok ke arah teriakan itu berasal


" Woahhh, ada yang masih hidup kak." Ucap Ruby senang karena masih ada yang hidup


" Kau kira aku tak bisa melawan zombie zombie lemah seperti mereka??." Orang itu menunjuk ke arah tumpukan mayat zombie tak jauh dari tempat mereka istirahat


Mereka hanya menganga, karena jumlah mayat zombie itu lebih dari 20 dan itu termasuk banyak


" Woahh!!!, Omm terbaik!!" Ucap Lynn sembari mengangkat dua jempol nya


" Aku bukan om!!!" Teriak orang itu


" Nama ku Leon." Ucap Leon


Leon yang sudah tak mengantuk lagi segera berjalan ke arah mereka


" Kalian siapa?, Kenapa kalian bisa ada disini??" Tanya Leon


Xynn pun menjelaskan dari awal pertemuan mereka sampai bisa ada disini


" Hmm, nenek tua itu ya, dia itu nenek ku." Ucap Leon dengan wajah datar


" Woahhhh, nenek dan om ternyata kuat!!" Kagum Ruby


Huhh, sabar sabar


Batin Leon


" Hehehehe." Tawa Ruby sembari menggaruk kepala nya yang tak gatal


" Kalian seharusnya tak ada disini, ikut aku!!" Ucap Leon sembari berjalan ke arah timur


Mereka yang sedang istirahat mau tak mau harus mengikut Leon


" Kita mau kemana kak." Ucap Xynn


" Kamu diam saja, aku akan menunjukkan sesuatu." Ucap Leon datar


*****


Setelah 30 menit perjalanan


" kak Leon, masih lama lagi kah?, Kaki ku sakit." Rengek Ruby


" Sedikit lagi, 3 km lagi kita sampai." Ucap Leon masih menampilkan wajah datar nya


" Itu lama kak!!." Teriak Ruby


2 orang itu terus berdebat sedangkan 2 orang di belakang nya hanya lah obat nyamuk saja


" Kakak punya earphone lagi?" Ucap Lynn yang melihat Xynn memakai earphone


Xynn tak mendengar ucapan Lynn, Lynn menghela nafas


" Diam lahh, kita sudah sampai!!!" Ucap Leon masih dengan wajah datar


Mereka melihat bangunan lumayan besar dan juga luas seperti rumah sakit


" Bangunan apa ini kak Leon?" Tanya Xynn yang sudah melepas earphone nya


" Kau tak lihat ada papan nama di sana." Ketus Leon sembari menunjuk ke arah papan nama yang terpampang jelas


" Hehehehe." Tawa Xynn sembari menggaruk kepala nya yang tak gatal


" Ayo masuk." Ucap Leon yang sudah duluan pergi meninggalkan mereka


" Itu orang apa penggaris sih, datar mulu dari tadi." Ucap Lynn kesal


" Sudah lah, mari kita masuk." Ucap Xynn berjalan masuk ke bangunan itu


Setelah mereka masuk, mereka melihat sisa sisa warga kota Dandelion


" Jumlah nya 500 orang, syukurlah masih ada yang selamat." Ucap Xynn bersyukur karena hampir setengah penduduk kota selamat


" Woyy jangan diam disitu saja, bantu aku!!!" Teriak Leon tak jauh dari tempat mereka berdiri


" Okee om!!" Teriak Ruby juga karena kondisi di bangunan itu ramai


" Aku bukan om mu!!!!" Teriak Leon kesal karena terus menerus di panggil om


" Apa aku setua itu?" Batin Leon sembari mengambil cermin kecil di saku nya


" Ganteng ganteng gini malah di panggil om." Gumam Leon yang melihat wajah nya tidak ada kerutan, ada namun tidak terlihat jelas


Ruby, Xynn, dan juga Lynn memutuskan membantu membagikan makanan dan minuman yang tersedia di bangunan itu


******


Gedung Darurat Bencana ( GDB )


Sebuah bangunan di pinggiran kota yang bertujuan untuk tempat berlindung warga kota Dandelion dari bencana apapun.


Gedung ini didirikan oleh wali kota Steve Tahun 2023 saat bencana gempa Bermagnitudo 5,4 SR menerjang kota Dandelion saat itu


Gedung ini juga di lengkapi CCTV 24 Jam dan juga Robot Polisi Untuk menjaga keamanan warga dandelion yang sedang mengungsi


" Heii!!!, aku ingin nya makanan seafood bukan makanan seperti ini!!" Bentak seorang pria yang sedang berhadapan dengan Ruby


" Tidak ada makanan seafood disini om." lirih Ruby ketakutan karena baru pertama kali ia di bentak seseorang


" Aku bukan om mu!!" Ketus orang itu


" Ada apa ini pak Thomas, kenapa bapak bentak anak ini?" Tanya Leon yang tadi mendengar perdebatan tak jauh dari diri nya berdiri


" Apakah tidak ada makanan Seafood disini nak Leon, anak saya sedari tadi menginginkan makanan Seafood." Ucap Pak Thomas itu


" Ada pak Thomas, tapi bukan seperti seafood yang biasa nya ada di restoran."


" Tidak apa apa nak, yang penting Seafood, hahahaha." tawa pak Thomas


" Oke pak, saya buatin dulu."


" kak Leon, aku ikut!!!" teriak Ruby mengangetkan Pak Thomas


" Eh ni anak, teriakan nya ngagetin aja." geleng Pak Thomas sembari pergi ke tempat anak nya berada