Legends Of Lynn

Legends Of Lynn
Pisau Cahaya



Selamat Membaca ~


*******


Sedangkan di dekat penginapan flower~


ledakan demi ledakan terdengar dari arah pertarungan nenek tua dan juga zombie besi yang sedari tadi tidak ada lelah nya untuk saling mengalahkan


sedangkan di pertempuran lain nya, Ben, Lao, dan jangan lupa juga Xynn sudah berhasil mengalahkan zombie zombie itu yang sedari tadi tak ada habis habis nya


" sial, seperti nya besok aku akan tidur seharian!!" lirih Xynn


Lao dan juga Ben mengangguk lelah, pasal nya sedari tadi mereka bertarung hampir seharian penuh


mereka melihat ke arah pertarungan dahsyat tak jauh dari mereka


" apa mereka tak lelah?" Tanya Ben disertai gelengan kepala Lao dan juga Xynn


" hei nenek tua!!, sampai kapan kita akan seperti ini!?" kesal zombie besi


" sampai kau mati, zombie tua karatan!!"


nenek tua itu mengambil sebuah pisau berwarna keemasan, dia lalu merapal kan sebuah kata


Petir bergemuruh...


Angin berhembus sangat kencang


Singkirkan lah kegelapan dari dunia ini


Buatlah dunia ini damai dengan kekuatan mu!!


Berhembus lah seperti angin


Bergemuruh lah seperti petir


Tusuk lah jika ada yang menghalangi mu


Tusuk lah sampai jiwa itu mati


Tusukkan Pisau Cahaya


huhh?


" jurus ini!!, tak mungkin!! " batin Zombie besi sembari memegang tangan nya yang gemetaran karena dia mengetahui jurus itu


" pergilah sejauh mungkin!!!"


pisau itu menembus tubuh sang zombie itu, zombie itu seketika mati dan mengakhiri pertempuran yang sengit itu


" nek, kenapa zombie itu tidak meregenerasi tubuh nya?" tanya Lao yang sudah berada di samping nenek nya


" pisau ini mempunyai kekuatan super." canda nenek Lao


" yang bener??"


" hahahahaha." tawa nenek Lao melihat kepolosan cucu nya itu


*******


di sisi lain~


Nana dan Lynn memutuskan untuk masuk ke gedung dan mencari keberadaan Ruby yang mendadak menghilang


" kemana si Ruby ini." gumam Lynn


" kakak!!!" teriak Ruby dari kejauhan


Nana dan Lynn langsung menengok ke arah sumber suara itu dan menemukan Ruby yang sedang berjalan ke arah mereka sembari melambaikan tangan nya


" kau ini kemana saja!!" ucap Lynn sembari menjewer telinga Ruby


" aduh aduh, sakit kak!!"


" kamu kemana tadi Ruby?" tanya Lynn yang sudah tak menjewer telinga kecil Ruby


" tadi aku ke toilet!!" ucap Ruby sembari memegang telinga nya yang terasa sangat sakit


Nana hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah mereka berdua


******


Di hutan tempat suku hutan berada~


" hmmm, memang zombie besi tidak bisa di andalkan." ucap Phoenix yang sedang memejamkan mata nya


dari arah luar kamar nya terdengar suara Sun


" ketua, pangeran Daniel ingin bertemu dengan anda." ucap Sun


" masuk lah."


" baik ketua."


masuk lah sun beserta pangeran Daniel yang ada di belakang nya


" apa kabar ketua Phoenix." ucap pangeran Daniel


" langsung ke intinya pangeran Daniel." ketus Phoenix


" Ketua suku es setuju atas kerja sama ini." ucap pangeran Daniel


" tanda tangan lah!" perintah Phoenix


pangeran Daniel yang tak nyaman dengan tatapan Sun langsung saja mengambil kertas itu dan menanda tangani tanpa melihat isi kertas itu


" ini." ucap Daniel sembari menyerahkan kertas itu


" aku pamit dulu." ucap Daniel lagi


" oke, terima kasih sudah mampir." ucap Phoenix


pangeran Daniel keluar dari ruangan itu


" tak ku sangka pangeran dari suku es itu ternyata bodoh juga." ucap Sun


Phoenix hanya tertawa licik, dia melihat isi kertas itu


...Suku hutan resmi bekerja sama dengan suku es...


...namun sebagai gantinya, suku es akan jatuh ke tangan suku hutan tanpa pengecualian...


...Phoenix...


...*tanda tangan...


...Pangeran Daniel...


...*tanda tangan...


" akhirnya suku es akan menjadi milik ku, dan saat itu tiba, aku akan menguasai dunia ini!!"


******


Petir bergemuruh di seluruh daratan dan menghancurkan pohon pohon besar yang ada di hutan


Ombak menghantam rumah rumah warga di pesisir pantai


Angin berhembus kencang tanda alam sedang marah


*****


di apartemen kota Varane ( Lion )


" Brody, apa kau tidak ingin kembali ke wolves?" tanya seseorang di samping Brody


Brody hanya diam sembari melihat ke arah luar jendela apartemen nya


" ayolah bro, kau sudah 2 tahun tidak pulang ke negara mu itu, apa kau tak rindu dengan mantan mu?" ucap Jo


" tidak." ketus Brody sembari memasang wajah datar


" lagi pula keadaan di sana sedang kacau." ucap Brody


" hah?"


" Ada zombie di sana." ucap Brody


" owhh pasti di sana sangat kacau." ucap Jo


" pantas saja presiden Lao mengirimkan pasukan militer nya untuk membantu negara wolves." ucap Jo lagi


Brody seketika menoleh ke arah Jo


" itu bukan membantu Jo, tapi mencoba untuk merebut wilayah negara wolves!!" teriak Brody sembari pergi keluar dari kamar nya


" lahh, dia kenapa marah marah?" gumam Jo


*****


Brody berlari ke arah mobil nya sembari menelpon asisten nya


" Kane, siapkan pesawat pribadi secepat nya, aku ingin pergi ke negara wolves!!" perintah Brody


" tapi tuan..."


" cepat lah!!" teriak Brody


" baik tuan." ucap Kane


Brody langsung masuk ke mobil nya dan melajukan mobil nya itu melewati hiruk pikuk keramaian ibu kota itu


" sial, kenapa ayah mengirimkan pasukan nya!!" gumam Brody sembari memukul setir mobil nya yang tak ada salah


8 menit setelah ia berkendara, akhirnya ia sampai di bandara pribadi nya dan langsung menuju ke pesawat pribadi yang sudah disiapkan oleh Kane


" tuan muda, tuan besar akan marah jika anda pergi ke negara wolves." ucap Kane


" bodo!!" teriak Brody


tuan muda, kau selalu menyusahkan ku


batin Kane


pesawat itu terbang meninggalkan bandara pribadi itu menuju ke negara wolves


******


maaf udah lama nggak upload :)