Legends Of Lynn

Legends Of Lynn
Pangeran Daniel



cerita ini dibuat dari imajinasi Author, jika ada kesamaan nama tokoh atau tempat. itu tidak di sengaja !!


*******


Pagi setelah pertarungan yang melelahkan ~


" muncul nya zombie di gedung wali kota menggegerkan warga kota Florence."


" polisi melakukan patroli untuk mengamankan wilayah kota Florence."


" wali kota Florence menghimbau agar warga nya selalu berhati hati."


" zombie muncul, apakah ini pertanda akhir dunia?"


" berita tentang kemunculan kita nggak ada ya?" ucap Lynn sembari mencari berita berita terkini


" apa kita terkenal ?" tanya Xynn


Lynn hanya tertawa garing sembari menggaruk kepala nya yang tak gatal


" kak, aku mau jalan jalan dulu." ucap Lynn


" ya, hati hati."


Lynn mengambil pisau nya lalu menyimpan nya di saku celana nya.


" buat jaga jaga." batin Lynn sembari pergi dari penginapan itu


*****


taman kota saat itu agak sepi, hanya beberapa orang saja yang sedang berada di situ, karena penduduk kota khawatir jika sewaktu waktu zombie bisa muncul dimana saja


" hei nak!!" teriak seseorang kala melihat Lynn sedang berjalan kaki di sekitar area taman


Lynn yang mendengar teriakan itu segera menoleh ke arah seseorang tak jauh dari tempat nya berdiri


" bapak memanggil saya?" tanya Lynn


" iyaa, pulang lah nak, disini berbahaya." ucap bapak itu yang ternyata ada lah seorang polisi


" tapi pak, saya bosan berada di penginapan terus."


" tapi nak, disini bahaya!" ucap polisi itu


tak sengaja pandangan Lynn terarah ke seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka dengan tubuh berlumuran darah


" Sial, zombie itu ke sini." batin Lynn


" nak, bapak ingat kan sekali lagi, disini berbahaya!!"


Lynn tak mendengarkan peringatan polisi itu, Lynn berlari ke arah zombie itu sembari mengeluarkan pisau yang ia simpan di saku celana nya, saat zombie itu berjarak 10 meter dari dirinya, ia menusuk zombie itu tepat di jantung zombie itu


zombie itu terjatuh dan mati dengan pisau yang masih bersarang di jantung nya, Lynn pun mencabut pisau itu


" untung aku membawa pisau ini." batin Lynn sembari memegang pisau yang selalu ia bawa kemana mana


polisi itu hanya diam di tempat kala melihat zombie tergeletak tak jauh dari dirinya berada


" kemana anak itu pergi?" ucap polisi itu sembari menengok ke kanan dan ke kiri mencari Lynn yang tadi sedang ia peringati


******


berita tentang kemunculan mayat zombie di taman kota menggegerkan penduduk kota Florence, terutama warga yang tinggal di sekitar taman kota


" di temukan bekas tusukan pisau tepat di jantung zombie itu, ulah siapa kah ini?"


" berdasarkan analisa ilmuwan, titik kelemahan zombie berada di jantung nya."


" lahh, kok nggak ada berita tentang ku!!!" teriak Lynn di dalam kamar nya


hanya terdengar tawa keras dari luar kamar Lynn


*****


di hutan kematian, barat kota dandelion


" ketua, pangeran suku es sudah datang." ucap Sun sembari membungkuk kan badan nya


" suruh dia masuk!" perintah Phoenix


" baik ketua."


pangeran suku es masuk ke ruangan disertai aura dingin yang sangat terasa


" ada apa ketua suku hutan memanggil ku kemari ?" ucap pangeran Daniel, pangeran suku es


" aku ingin bekerja sama dengan suku es untuk menghancurkan suku manusia." ucap Phoenix


pangeran Daniel hanya tersenyum sinis


" dengan zombie lemah seperti itu?" ucap Daniel sembari menunjuk gerombolan zombie di luar sana


" zombie yang kau tunjuk itu bahkan bisa meratakan suku es." ucap Phoenix sembari tersenyum licik


" hmm, cepat katakan apa mau mu!!" teriak Daniel


" aku ingin bekerja sama dengan mu."


" aku tidak bisa menentukan nya sendiri, aku harus berbicara kepada ayah ku."


Phoenix hanya mengangguk setuju, pangeran Daniel pun pergi meninggalkan hutan kematian menuju pulau es


" ketua, zombie angin di kalahkan oleh seseorang manusia." ucap Sun


" hmm, tak ku sangka zombie angin selemah itu." gumam Phoenix


" Sun, panggil zombie besi ke sini!!, sudah terlalu lama dia bermeditasi." perintah sang ketua tak bisa di bantah oleh sun


sebelum sun menjawab, terdengar suara seseorang dari arah luar


" ada apa kau memanggil ku Phoenix." ucap zombie besi sembari masuk ke ruangan itu


" kau pergi lah ke kota Florence, ajak juga zombie tanah!!" perintah Phoenix


" emang kau siapa??, berani memerintah ku." ucap zombie besi itu


" Kau jangan melewati batas, zombie besi!!" teriak Sun sembari mencengkeram leher zombie besi itu


" le... lepas..." lirih zombie besi itu karena leher dia hampir remuk


" lepaskan dia sun!" perintah Phoenix


" baik ketua." ucap Sun sembari melepaskan cengkraman nya


" itu lah akibatnya jika kau berani menentang ketua!!" bisik Sun di telinga zombie besi disertai senyuman menakutkan


" baik ketua, saya akan laksanakan perintah ketua!!" ucap zombie besi itu


Phoenix hanya mengangguk, zombie besi pun pergi dari ruangan itu sembari memegang leher nya yang hampir remuk itu


" aku bodoh, seharusnya aku tau kalau kekuatan sun itu sangat mengerikan, bahkan cengkraman nya saja hampir meremukkan leher besi ku ini." batin zombie besi


*****


sekedar info!!!


zombie mempunyai 5 pimpinan, yaitu :



zombie besi


zombie tanah


zombie angin ( dead )


zombie api ( dead )


zombie petir ( dead )



tapi mereka bukan zombie, melainkan mereka adalah sebuah kegagalan


*****


malam yang gelap, sepi dan dingin di taman kota ~


seseorang sedang duduk di bangku taman itu


" ayah, ibu, adik, apakah kalian bahagia di sana?" tanya Lynn sembari melihat ke arah bulan dan bintang bintang yang bertebaran dimana mana


" aku rindu kalian." lirih Lynn disertai air mata yang berjatuhan


" aku rindu pelukan ayah, aku rindu masakan ibu, aku rindu menjahili adik." tangisan Lynn sudah tak bisa ia tahan lagi


seseorang berjalan mendekati Lynn, ia memeluk Lynn yang saat itu sedang menangis


" lepaskan lah semua beban mu, aku ada disini Lynn, kita hancurkan semua zombie yang sudah merenggut kebahagiaan kita." ucap orang itu sembari memeluk Lynn dari belakang


Lynn yang mengetahui suara itu segera menengok ke belakang dan menemukan teman lama nya, Ben


mereka duduk di bawah sinar rembulan, mereka saling bercerita dan saling tertawa saat mengenang masa lalu mereka yang sangat lucu.


*****


like : bermanfaat untuk meningkatkan 20 % semangat author


gift hadiah : bermanfaat untuk meningkatkan 50 % semangat author


vote : bermanfaat untuk meningkatkan 90 % semangat author


hehehe :)