LAGENDA A

LAGENDA A
keputusan



Yun Baoyin memberitahukan kepada Kakaknya prihal tentang kedatangan rombongan orang yang berjejer bergerak menuju kediaman mereka.


Yun Aoyin pun segera menyambut rombongan yang datang, alangkah terkejutnya Aoyin dan Baoyin yang melihat jelas bahwa yang datang adalah sudaranya Yun Chaoyin diiringi oleh para panglima, para pembesar, dan prajurit yang kesemuanya tidak bersenjata.


Kedatangan Yun Chaoyin amat mengharukan hati Aoyin, Lang Situ dan Baoyin. Mereka sama sekali tidak menduga bahwa saudaranya yang dikiranya telah menduduki takhta kerajaan akan berkunjung kepadanya.


Sesampainya di hadapan saudaranya, Yun Chaoyin dan para rombongan segera Bersujud di kaki Saudaranya, demikian pula kepada Lang Situ.


Beberapa lama tiada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka, kecuali mata mereka basah karena airmata keharuan. Setelah menguasai dirinya, Yun Chaoyin menceritakan peristiwa yang menimpa kerajaan Angin yaitu sang Raja yang telah mangkat dan belum ada yang menduduki takhta kerajaan, karena Yun Chaoyin baru datang kembali ke istana,


tepat pada waktu ayahandanya mangkat.


"Kakak," sembah Barata kepada Yun Aoyin, "aku mencari dan menghadap kakak untuk memohon kakak segera kembali ke istana, dan menduduki takhta kerajaan angin dan memimpin tampuk pemerintahan. Kakakalah yang cakap dan bijaksana duduk sebagai raja kerajaan angin. Kalau tidak, niscaya negeri tidak tenteram. Rakyat, petinggi kerajaan dan semuanya akan susah."


"Yun Chaoyin adikku, kembalilah ke kerajaan angin. Takdir perjalanan hidup kakakmu ini telah ditentukan, bahwa kakak harus di dalam pengisian di Bukit ini. Lain tidak kamu harus menggantikan ayahanda yang telahdi dalam Nirwana, menjadi raja kerajaan Angin. Jangan ragu-ragu, adikku.


"Bagaimanakah adikmu yang picik ini akan dapat memenuhi kewajiban sebagai raja, sedang seluruh negeri mengharapkan kakak yang memimpin kerajaan Angin. Semua harta benda kekayaan Kerajaan


adalah milik kakak, yang dapat kakak gunakan membiayai segala Keperluan untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Sembah


permohonan Yun Chaoyin itu diucapkan seraya bersujud lama di kaki Yun Aoyin,sampai Rama mengangkatnya duduk kembali di hadapannya.


Chaoyin, kamu sudah cukup memenuhi persyaratan memimpin negara. Engkau berani, gagah perwira, mengetahui isi kitab-kitab tehtang kebijaksanaan dalam pemerintahan. Kepandaianmu yang serba luas


wajib diperhitungkan dengan tak henti-hentinya. Oleh karena itu sudah seharusnya engkaulah yang naik tahta menjadi raja. Apakah gunanya semua kepan


daian itu bilamana tidak digunakan untuk membawa kesejahteraandunia? Kesempatan yang terbuka untuk itu adalah kedudukan raja."


akan takhta kerajaan Angin sepenuhnya,"


sembah Barata mendesak.


"Adikku, apabila engkau segan menjadi raja karena kakak di hutan. junjunglah tinggi pesan amanat kakanda sebagai tanda hormat dan bakti kepada saudara tuamu ini. Sekali lagi aku berkata, pulang


lah adikku, janganlah susah karena aku di hutan. Harus ada seorang yang menjaga istana dan memimpin negeri, dan adikla orangnya.


Barata terdesak oleh Rama yang menandaskan pendiriannya dengan hati yang tulus, namun Chaoyin tetap pula menghendaki Kakaklah yang pantas menjadi raja, "Adikmu ini yakin sepenuhnya, bahwa kakaklah yang terbaik menjadi raja Kerajaan angin sebab kakak lebih tua,lebih berhak, sakti, pandai dan gagah berani. Keadaan saya dalam segala hal jauh kurang dari kakak. Dapatkah menteri-menteri dan


panglima mengabdikan diri kepada Adikmu ini? Dalam hal kepandaian dan kebijaksanaan, kakaklah yang dapat disamakan dengan matahari dan gunung atau dengan salju dan samudera yang agung, tinggi luas tiadabatas. Dapat diumpamakan sebagai sungai Tao, yang jernih dan suci, airnya, luas, dalam dan tetap mengalir. Kata-kata kakanda memuji saya tidak benar, bahkan menyesatkan. Marilah kakak, saya antarkan kakak kembali ke Kerajaan dan duduklah di atas singgasana Kerajaan Angin."


Rama mengakui dalam hatinya ketulusan adiknya itu,


namun ia tidak tergoyahkan oleh tawaran adiknya karena sudah bulat tekadnya. Maka Yun Aoyin berkata "Adiku Yun Chaoyin yang kakak sayangi, pulanglah ke Kerajaan dan jangan menolak permintaan kakakmu ini,


Apabila adik segan menjadi raja, maka rajakanlah Kakmu ini. kitabku ini sebagai lambang kakakmu yang akan selau menyertai kamu dan para pembesar kerajaan dalam melaksanakan amanat kakanda."


Sambil berucap demikian, Yun Aoyin menanggalkan sebuah kitab yang terbuat dari lembaran bambu dan diberikan kepada Yun Chaoyin. Yun Chaoyin dengan patuh menerima kitab pemberian kakaknya dengan khidmat sebagai lambang bahwa Yun Aoyin kakaknya menyertai dan merestui Yun Chaoyin bertahta memipin kerajaan Angin.


Ketahuilah adikku kitab ini adalah pedoman agar kamu dapat menjadi pemimpin yang bijaksana, dan dapat pula menjadi sumber sarana penolong yang akan membantu saat huru-hara menimpa. ku titipkan ini padamu untuk sementara, tetapi lah suatu hari nanti kitab ini akan pergi di saat kamu telah berhasil membawa kerjaan angin ke dalam kemakmuran dan kedamaian.


Setelah bersembah sujud dengan khidmat kepada Yun Aoyin Kakaknya, maka dengan izin dan restu serta puji jaya-jaya dari Yun Aoyin, Yun Chaoyin dengan segenap pengiringnya turun dari bukit Anggur, kemudian berangkatlah meninggalkan hutan menuju ke Kerajaan Angin.


Kewajiban sebagai raja telah menantinya. Dengan merajakan Kitab titipan sang Kakak dan menerapkan ajaran yang terdapat di dalamnya, maka aman damai sejahteralah kerajaan Angin dibawah pemerintahan raja Yun Chaoyin.