LAGENDA A

LAGENDA A
pahlawan



Yun Aoyin seorang pangeran yang masih amat muda usianya menjadi pahlawan di kerajaan angin, karena berhasil membasmi para siluman raksasa perusuh penyerang kerajaan ,merusak menghancurkan banyak desa dan kota yang menimbulkan banyak korban jiwa.


Siluman yang galak dan bengis musnah semua nya terkoyak hancur oleh panah milik Yun Aoyin. Tidak luput para Raja siluman maupun pasukannya, binasa terhempaskan hingga siluman itu lenyap dari pandangan.


Besar sekalilah terima kasih para warga kerajaan angin kepada pangeran muda mereka yang berjasa ini. Puji jaya dan hormat mereka persembahkan kepada pangeran muda yang telah menyelamatkan kerajaan.


Kemudian Yun chen Raja kerajaan angin menyarankan agar Yun Aoyin anaknya mengikuti sayembara di kerajaan angin salju. sayembara membentangkan pusaka kerajaan , yaitu busur pusaka dewa bernam panah angin salju, yang maha berat.


Banyak sekali para pangeran muda dan pendekar muda yang mengikuti sayembara, namun hanya Yun Dao yang mampu membentangkan Pusaka dewa tersebut.


Hadiahnya adalah mempersunting putri kerajaan angin salju, situ bei yang kecantikannya nomor satu di penjuru benua barat. Lang Situ bei pemimpin kota angin salju mengadakan pesta pernikahan putrinya dengan Yun Aoyin dan berlangsung amat meriah, dihadiri oleh banyak raja- raja dan pendekar ternama.


Raja Yun chen ayah Yun Aoyin pun datang menyaksikan pernikahan puteranya. perayaan pernikahan berlangsung selam tujuh hari tujuh malam di kerajaan angin salju.


Perjalanan pulang Raja Yun dengan dua orang pengantin kembali ke kerajaan angin melewati hutan hitam. Di tengah hutan itu mendadak muncullah Naga hitam yang kemudian berubah menjadi kakek-kakek tua yang memanggul pedang hitam besar berkarat. kakek tua ini adalah penguasa hutan hitam yang kemudian menantang Yun Dao untuk mengadu kesaktian.


Siluman naga hitam besar sekali tubuhnya, kekuatannya setara dengan setengah kekuatan dewa dan kesaktiannya mengalahkan pendekar-pendekar ras manusia maupun raja-raja siluman. Siluman naga hitam telah amat panjang usianya, namun belum juga menemui ajalnya.


la bertapa dan menunggu, manusia maupun siluman yang melewati daerah kekuasaannya, apabila ada mahluk berkekuatan tinggi maka ia akan keluar dari sarang pertapaannya dan menantang berkelahi dengan makhluk yang ia jumpai namun naas naga hitam selalu dapat mengalahkannya dari mulai pendekar manusia kalangan tua dan muda, maupun siluman-siluman purba.


Naga hitam yang kerap menantang adu kesaktian, sebenarnya bertujuan untuk menemukan ajalnya. la senantiasa memanggul pedang hitam yang berukuran amat besar dan berat sekali.


Marilah pangeran Yun Aoyin, engkau menandingi saya.


Kalau memang kau satu-satunya pendekar yang dapat membentangkan panah pusaka di Kerajaan angin salju, dan dapat membasmi raja-raja siluman dari ras siluman, tentu kau dapat mengalahkan saya.demikianlah kata siluman Naga hitam dengan suaranya besar mengguntur di sertai angin kencang.


sang siluman Naga hitam agar membatalkan maksudnya bertanding dengan Yun Aoyin, namun segala daya upayanya tidak berhasil.


Naga hitam tetap mendesak Yun Aoyin untuk menandingi kesaktian dan kekuatannya. Kemudian ia berkata "Pangeran Yun Aoyin, kalau engkau dapat mengangkat pedang besar ini, maka aku akan mengaku kalah kepadamu. Namun kalau kau tidak dapat mengangkat ataupun mengrakanya , kau harus melawan aku berkelahi. Dan percayalah, bahwa kau kuantar kau menuju surga".


Demikianlah kata sang Jamadagni lalu melemparkan pedang besar berwarna hitam dan maha berat kedepannya Yun Aoyin. Tidak ada pilihan lagi bagi Yun Aoyin, kecuali harus berusaha membentangkan pedang besar berkarat sang Kakek tua jelmaan naga hitam.


Setelah mengumpulkan segala kekuatan dan kesaktian serta memusatkan kemauan untuk memunahkan musuh, pangeran Yun Aoyin berdiri


tegak mulai meraih gagang pedang dan mengaktnya. Tampaklah betapa gagah perkasanya sang Pangeran memegang pedang yang jauh lebih besar dan panjang dari tubuhnya..


Mulailah ia mengalirkan tenaga sedikit demi sedikit hingga menumpahkan segala kekuatannya untuk mengayunkan pedang besar maha berat itu.


Terdengarlah suara gemertak, makin lama makin keras,hingga akhirnya terdengar bagaikan seratus pohon tumbang bersama-sama, retak-gemertak suara menjulang angkasa, dan patahlah pedang besar sang naga hitam, berantakan menjadi berkeping-keping.


Pucat seketika sang Naga hitam, lemas bagaikan


hilang segenap kekuatannya dan berkata kepada Yun Dao "Silakanlah pangeran memenggal leherku, karena aku sudah kau kalahkan.Dan inilah jalan bagiku naik ke surga".


Yun Aoyin tidak menjawab kecuali senyum simpulnya menghiasi bibirnya. sang Naga hitam malu lalu berkata jika memang kau tidak mau mengirimku ke surga maka bersediakah engkau menjadi tuanku? tanya sang naga hitam.


Tanpa menunggu jawaban dari Yun Aoyin naga hitam pun secepat kilat berubah menjadi pedang besar berwarna hitam, lalu Yun Aoyin pun memungut pedang besar jelmaan naga hitam dan menyimpannya di dalan cincin ruang.