
"K-Kuat sekali!"
"Dia seperti monster saja!"
"Lihat, bahkan tidak ada bekas luka di tubuhnya!" Sahut para Hunter yang terkejut melihat kejadian tersebut.
CRAKK... CRAKK... CRAKK...
Tita-tiba saja tanah bergetar dan sebuah retakan bermunculan.
Dan kemudian berdirilah seseorang yang sebelumnya terperosok kedalam tanah.
Orang itu adalah Aguera, namun fisiknya nampak berbeda dari yang sebelumnya.
Setengah dari badannya berubah, di mulai dari dada hingga ke bawah kulitnya bertransformasi menjadi kulit naga yang sangat keras.
Kulitnya berwarna hitam pekat namun menyilaukan. Tidak hanya itu, di kepalanya pun muncul dua buah tanduk, yang mana itu merupakan sebuah tanduk ciri khas dari Ras Iblis.
"Padahal Aku sudah memberikan kalian waktu sebanyak itu, tapi kalian malah menyia-nyiakannya begitu saja."
Aguera beranjak sembari melenturkan sedikit badannya.
"Sepertinya memang aku sendiri yang harus menyelesaikannya."
WUUSHH...
Aura hitam terpancar deras keluar dari tubuhnya.
Aguera membungkukkan badannya, dia mengeraskan otot kakinya dan kemudian dia melakukan terjangan.
Terjangan tersebut sangatlah cepat dan kuat, bahkan tanah di sekitarnya pun retak seketika dibuatnya.
SLASHH...
TRAANNK... TRAANNKK... TREENNKK...
DDUUARR...
Pertarungan antara Aguera dan Cezar pun berlangsung sangat sengit.
"Se-Senior...?" Arros terkejut.
Arros melirik ke arah Sarriel dari kejauhan. "Apa yang baru saja terjadi?"
"Dia memakannya." Sahut Sarriel.
Arros bergegas mendekati Sarriel.
"Maksudmu... Buah iblis itu? Tapi perubahannya... Kenapa dia...."
"Bertanduk?" Sarriel memotong pembicaraan dan Arros pun mengangguk.
"Lihat lah baik-baik, ini lah yang seharusnya terjadi. Itu adalah perubahan bentuk yang sempurna, 90% kekuatan dari buah iblis itu telah mampu diserap dan menyatu sepenuhnya."
"Tapi bagaimana dengan 10% nya? Bukan kah itu menjadi tidak sempurna?"
"Seperti yang kukatakan tadi, ini adalah bentuk yang sempurna. Karena jika kekuatan buah iblis itu terserap hingga 100%, maka dia akan kehilangan akalnya, dia tidak akan bisa mengendalikan dirinya sendiri, dan dapat dipastikan bahwa dia bukan lagi dirinya sendiri."
"Maksudmu....?"
"100% itu adalah jelmaan Iblis itu sendiri."
"Mengerikan...." Arros mengalihkan pandangannya ke arah Aguera yang saat itu sedang bertarung.
"Hmm... Tapi aku masih tidak mengerti. Karena agar bisa mendapatkan bentuk yang sempurna, maka haruslah memiliki rasa benci yang dalam serta hati yang gelap, yang mungkin hanya ada dalam sifat karakteristik Ras Iblis saja."
"Apa kau tau... Mengapa aku begitu mengaguminya?"
"Emm.... Apa itu?" Sarriel melirik ke arah Arros.
"Dahulu di suatu desa, dia adalah seseorang yang sangat disegani. Dia begitu dermawan, dia memiliki kecerdasan, kekuatan sihir dan kharisma yang luar biasa. Hidupnya dia dedikasikan untuk melindungi dan mensejahterakan desa tersebut. Namun pada suatu waktu, para penduduk serta para sahabatnya menghianatinya, dan itu adalah sebuah cerita yang panjang."
"Hmm... Jadi karena itu dia jatuh kedalam kegelapan dan bergabung dengan kelompok ini?" Sarriel melirik ke arah Aguera.
"Mungkin saja." Sahut Arros.
SREETT...
Sayatan tipis yang panjang muncul di tangan sebelah kiri milik Cezar, dan cipratan darah keluar setelahnya.
"Ah begitu ya... Kau menarik sekali...," Cezar mengangkat tangannya sembari memeriksa luka tersebut. "Padahal aku sudah yakin telah menghindari serangan barusan."
"Ahaha... Ternyata kau kuat juga, ya! Tapi mulai sekarang aku akan berhenti main-main dengan...."
BAMM!
Cezar memotong ucapan Aguera dengan pukulan telak di wajahnya. Dirinya terlempar dan terguling-guling cukup jauh dengan kerasnya.
Kemudian Cezar menerjang kembali dengan sangat cepatnya, dan kini dirinya sudah berada tepat di belakangnya.
"Jangan pernah berfikir bahwa kau sebanding denganku!"
BTRAANKK...
Aguera melompat mundur namun Cezar terus mengejarnya.
Mereka berdua bertarung dengan tempo yang sangat cepat. Bahkan saking cepatnya pergerakan mereka terlihat seperti kilatan cahaya saja.
Cipratan api serta suara dari benturan senjata terus bergema tanpa henti. Suaranya sangat bising dan gelombang kejutnya membuat bulu kuduk merinding.
"Sial dengan mode iblis saja dia masih mampu menahannya, siapa sebenarnya orang ini?"
Aguera merasa cukup keheranan, terlebih lagi setelah dia sadar bahwa Cezar bertarung hanya dengan dua tangan kosong.
Namun entah mengapa tangannya tersebut terasa sangat keras, dan bahkan seperti selayaknya sebuah senjata saja.
Scarra memperhatikan dari jauh, dia menganalisa dan memperhitungkan kekuatan dari para lawannya.
Scarra tahu bahwa mereka bukanlah orang-orang terkuat dari kelompoknya.
Namun kekuatannya cukuplah tangguh, dan nampaknya akan cukup melelahkan jika melawannya dengan jumlah yang cukup banyak.
Dan karena hal itu sebuah rencana besar mulai terbesit dari pikirannya.
Namun tidak lama kemudian sebuah teriakan tiba-tiba saja terdengar cukup keras.
Dan ternyata sekujur tubuh Cezar secara tiba-tiba tersayat dengan sendirinya, tanpa ada yang menyentuhnya.
Cipratan darah terlihat keluar cukup deras dari setiap sayatan tersebut.
"Komandan...! Teriak Ares.
Sayatan tersebut tak berhenti dan terus menerus bermunculan.
Hingga kemudian tangan dan kaki Cezar pun terpotong menjadi beberapa bagian karenannya.
Aguera terkejut dan sedikit bingung, dia mundur dan sedikit menjauh.
Hingga kemudian Arros datang dan muncul di sampingnya.
Ares semakin cemas, dia melirik ke arah Scarra namun tidak ada respon darinya.
Kemudian dengan segera Aguera dan Arros pun berlari dan melompat menerjang Cezar.
Namun Ares yang tanpa perintah dan dengan inisiatifnya langsung menerjang menghadang mereka berdua.
BTRAAANK...
Ares menahan serangan dari keduanya, dan dia pun baku hantam dengan keduanya.
"Celaka lah kalian! Semuanya, maju...!" Seru Ares kepada para prajurit.
Para prajurit menghentakkan kakinya dan mulai bergerak maju.
Namun tiba-tiba saja langkah mereka terhenti, sesuatu yang menyerupai tangan keluar dari dalam tanah dan menghentikan langkah mereka.
Lalu kemudian munculah puluhan sosok manusia yang wajahnya menyerupai sama dengan mereka.
Sosok-sosok itu muncul secara bersamaan dan serentak dari dalam tanah.
Penampilan mereka terlihat sama, senjata, jirah, class dan bahkan kemampuan yang dimilikinya pun sama.
Tidak hanya para prajurit, tapi sosok-sosok itu juga muncul dengan menyerupai para Hunter di hadapan mereka sendiri.
"Sial, ada apa ini...?!" Teriak Arian.
"Bu-Bukan kah ini sihir peniru...?" Ucap Shiro terkejut.
"Sihir peniru... Sihir yang langka itu...?" Sahut Rigrid.
"Maki...!" Teriak Shiro.
"Aku mengerti. Rejected Ilusion! Positive Rush!"
Maki mengaktifkan sihir anti ilusi dan penghilang efek negatif miliknya.
Namun manusia peniru itu tetap ada dan tidak hilang satu pun.
"Jadi ternyata benar, ini adalah sihir peniru!"
"Semuanya, bersiaplah!" Seru Shiro.
"Yang benar saja, untuk berdiri saja aku bahkan tak mampu." Sahut Arian.
"The Solid Cube!"
SLASSH... SLASSH... SLASSH...
Sebuah sayatan cepat dan menyilaukan dilancarkan oleh Scarra kepada para peniru Hunter tersebut.
Sayatan itu memotongnya hingga menjadi kubus-kubus kecil, yang kemudian terbakar dengan sendirinya dan menghilang setelahnya.
Shiro dan para Hunter yang lain pun terpelongo keheranan.
Tanpa banyak bicara Scarra kemudian melangkah pergi dan menghilang begitu saja.
Scarra kemudian muncul tepat di depan Aguera, yang saat itu dia berada di antara Ares dan Arros.
Dan alangkah terkejutnya Aguera saat itu, ketika Scarra berdiri di hadapannya dengan sangat dekat sekali.
Tatapannya membuatnya menyadari bahwa apa yang ada di hadapannya adalah sebuah kematian.
Dengan cepat Aguera melompat mundur namun Scarra meraih kakinya.
CRAKK...
Cengkraman tangan Scarra begitu kuat hingga membuat kulit naga yang keras itu retak seketika.
Scarra kemudian membantingkannya ke tanah dengan begitu kerasnya.
Teriakan serta cipratan darah yang keluar dari mulutnya mengindahkan suara hantaman tersebut.
"Senior!"
Arros mengayunkan salah satu kapaknya dan menghantamkannya ke arah kepala Scarra.
Kemudian Scarra berbalik dan menahan serangan tersebut dengan mulutnya. Lalu dia menggigitnya dan membuatnya hancur.
Seketika Arros pun melompat mundur.
Scarra kemudian melirik ke arah Cezar yang saat itu tubuhnya telah terbelah-belah.
Ares pun berlari mendekatinya dan kemudian merangkulnya.
"Komandan... Bertahanlah!" Teriak Ares sembari kemudian dia melirik ke arah Scarra.
"Ares, rupanya kau masih tidak menyadarinya. Cezar yang terluka saja telah menyadarinya."
"Mohon pencerahannya, My Lord!" Ucap Ares sambil tertunduk.
"Sepertinya kau masih harus berlatih lagi." Jawab Scarra sambil memalingkan pandangannya.
"Ini adalah sihir ilusi tingkat tinggi...." Sahut Cezar terbata-bata.
"I-Ilusi.... Maksudnya, semua ini...?"
"Ya, semua ini tidak nyata. Wanita itu memanipulasi penglihatan kita, namun efek ilusinya tetap nyata."
"Dari mana komandan tahu?"
"Perhatikanlah baik-baik jumlah HP ku. jumlah HP ku masih cukup banyak, dan terus menurun dengan perlahan. Jika saja luka sayatan ini asli, mungkin jumlah HP ku sekarang sudah di bawah 50% dan aku mungkin sudah sekarat."
Ares kemudian bersujud. "My Lord, maafkan atas ketidak tahuan ku!"
"Aku akan memaafkan mu kali ini, tapi jangan pernah mengulanginya kembali."
"Yes, My Lord!"
Scarra memalingkan pandangannya dan melihat keadaan di sekitarnya.
Saat itu para prajuritnya sedang bertarung cukup sengit dengan para bayangan peniru.
Dan saat itu Scarra menyadari, bahwa saja itu adalah sihir peniru yang asli, maka ceritanya akan menjadi lain.
"Baiklah, akan aku hilangkan ilusi ini dan kalian berdua cepatlah habisi mereka! Kita tidak boleh terlihat lemah di depan para Hunter itu, terutama wanita itu."
"Wanita....?" Ares melirik ke arah Sarriel.
"Aku menginginkannya hidup-hidup!"
**
BERSAMBUNG.
Cezar - The Supreme Commander.