King Of The Crown Island

King Of The Crown Island
Episode 53 - Si Cantik Dan Si Buruk Rupa, Kapten XGuard.



"Lama tak jumpa, Senior!"


"A-Arros...?! Ada urusan apa kau kemari?"


Aguera terkejut ketika Arros yang bertugas di Wilayah Barat datang jauh-jauh menemuinya di Wilayah Timur.


"Buah Iblis itu, apa Anda masih belum menggunakannya?"


Buah Iblis adalah sebutan lain untuk Ruh Iblis. Bentuknya bulat, warnanya hitam, dan besarnya sebesar telapak tangan.


Buah iblis ini dapat diciptakan, dan hanya bisa diciptakan oleh Raja Iblis saja.


Dan apabila Manusia memakannya, maka tabir pembatas kekuatan Manusianya akan terbuka.


Mereka yang memakannya akan mendapatkan kekuatan yang sangat tinggi.


Dan mereka mampu meningkatkannya lagi hingga jauh melampaui batas kekuatan Manusia.


Akan tetapi mereka yang memakannya akan memiliki tanda, yang mana tanda itu akan memberinya hal negatif sebagai konsekuensinya.


Lalu mereka akan disebut sebagai Manusia Setengah Iblis.


"Bukankah berkali-kali sudah ku katakan, sampai kapanpun Aku tak akan memakannya!"


"Lihatlah dirimu, Senior! Kini peringkat mu berada di bawah peringkat ku, kenapa Anda begitu keras kepala?".


"Jika kau menemui ku hanya untuk menceramahi ku, lebih kau baik pergi! Aku tidak ada waktu untuk mendengarnya."


"Senior, jangan salah paham. Aku sudah dengan sabar menunggu Anda mengalahkan mereka, tapi sekarang sudah tidak ada waktu lagi. Jadi, biarkan Aku membantu Anda mengalahkan mereka."


Hyugin Arros - Kapten Divisi #6 XGuard.


Hyugin Arros adalah seorang Guardian dengan tipe petarung.


Kedua tangannya menggenggam sebuah kapak yang tebal dan besar.


Tebal serta besarnya Kapak tersebut terlihat sangat cocok dengan ukuran tubuhnya yang juga besar.


Arros menggunakan jubah dengan ciri-ciri yang sama, yaitu berwarna putih.


Hanya saja penampilannya sedikit berbeda dengan yang lainnya.


Jubahnya panjang terurai seperti jubah milik Class Mage, namun pada bagian tengahnya tidak tertutup.


Dan hal itu membuat otot-otot yang kekar di tubuhnya dapat terlihat dengan jelas di balik jubahnya.


Wajahnya tidak terlalu tampan, rambutnya berwarna hitam pekat, panjangnya sebahu dan sedikit ikal.


Badannya yang tinggi besar membuatnya semakin terlihat seperti Monster Orcs.


"Jangan ikut campur! Aku tidak perlu bantuan mu!"


Tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang dan memotong pembicaraan.


"Kau masih keras kepala seperti biasanya, ya!"


"S-Sarriel...?!"


"Dengar Aguera, Aku berbeda dengannya! Aku tak akan segan padamu, dan Aku akan melenyapkanmu jika kau mempersulitku!"


Mendengar hal itu Aguera langsung terhentak, wajahnya pucat dan nyalinya seketika menciut.


Pasalnya orang yang berada di hadapannya saat itu adalah Sang Kapten Divisi #5 XGuard, Fallen Sarriel.


Sariel sangat terkenal dengan keganasannya. Dia Wanita yang haus darah dan selalu berhasrat untuk membunuh.


Sariel juga memiliki sihir ilusi yang sangat mengerikan. Dia kerap kali membunuh lawan-lawannya hanya dengan satu sihir ilusinya, dan tanpa harus menyentuhnya.


Namun semua rumor yang beredar tentangnya sangat bertolak belakang dengan parasnya.


Bibirnya merah merona bak buah ceri, setiap orang yang melihatnya pasti selalu ingin merasakan kelembutannya.


Matanya yang berwarna biru terlihat sangat indah, menatapnya dapat membuat hati menjadi terasa tenang.


Rambut pirangnya terurai sepinggang, kulitnya begitu putih dan mulus.


Penampilannya saat itu benar-benar terlihat feminim dan sangat cantik.


Namun semua keindahannya itu tidak akan terlihat untuk orang-orang yang telah mengetahui rumor tentang dirinya.


"Shiro, bagaimana ini?!" Teriak Arian.


"Mereka berbeda! Kita harus pergi dari sini!"


Di saat para Hunter hendak melarikan diri, tiba-tiba sebuah dinding yang terbuat dari tulang-berulang muncul mengelilingi mereka, dan lalu mengurungnya.


Dinding tersebut sangat kuat, kemampuan para Hunter pun bahkan tak mampu melubanginya.


"Di-Dinding macam apa ini?!" Arian merasa sangat gelisah.


"Bones Wall! Skill Witch tingkat tiga! Harusnya beberapa Skill ku bisa menghancurkannya!" Sahut Shiro.


"Nampaknya, level wanita itu berada jauh di atas kita." Rigrid melirik ke arah wanita berparas cantik tersebut.


"Ah... Kau benar. Setidaknya kita mati bersama-sama sebagai pahlawan."


Para Hunter kemudian berkumpul dan membuat sebuah formasi.


Perasaan gelisah, cemas dan takut bercampur dalam diri mereka.


Mereka tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah orang yang sangat kuat.


Dan dengan hanya melihat matanya saja, mereka langsung terbayang akan kematiannya.


"Arros, habisi mereka!" Seru Sarriel.


Tanpa menjawab dan berlama-lama lagi, Arros langsung menerjang secepat kilat ke arah para Hunter.


Dia menghantamkan kapaknya dengan sangat keras. Ledakannya bahkan membuat formasi para Hunter seketika tercerai-berai.


"Sial, dia cepat sekali! Aku hampir tidak bisa melihatnya!"


Para Hunter yang saat itu berhasil menghindar, mencoba menerjang balik dengan silih menyerang dari berbagai arah.


Muncul, menyerang dan menghindar, mereka melakukannya dan saling menyerang secara bergantian.


Namun kekuatan Arros yang besar berhasil mematahkan itu semua.


Arian, Rondo dan Rigrid beberapa kali terpental cukup keras saat mencoba menahan serangannya.


Serangan panah Riotan pun tak berefek sama-sekali terhadap tubuhnya.


Semua serangannya benar-benar tidak mampu menembus pertahanannya.


Eric mencoba menggunakan sihir ilusi miliknya, namun kehadiran Sarriel di sana selalu menetralkan nya.


Tidak hanya mereka, Shiro dan Maki pun telah berjuang sangat keras.


Namun serangan kuat Shiro tidak pernah mampu menembus pertahanannya, dan terkadang selalu berhasil ditangkis olehnya.


Kapten Divisi #6 XGuard ini benar-benar berbeda. Kekuatan mereka berada jauh di atas kekuatan para Kapten XGuard yang pernah dihadapi sebelumnya.


Dan akhirnya, keganasan Arros telah benar-benar memporak-porandakan para Hunter dalam waktu yang cukup singkat.


Mereka dipukul mundur dan dipaksa untuk menerima kematian mereka.


Arian, Rigrid, Venus dan Rondo, mereka yang mana sebagai penyerang terdepan, kini telah dibuat tergeletak tidak berdaya.


Maki saat itu tidak bisa lagi menyembuhkan mereka. Potion nya telah habis, energi sihirnya pun semakin menipis.


Dan kini mereka pun hanya bisa berlindung di balik Shiro, Maki, Eric dan Riotan.


Aguera mengeluarkan Buah Iblis dari inventorinya, dan dia pun memandanginya.


"Benar-benar mengejutkan, Buah Iblis ini telah membuatnya sekuat itu."


"Senior, kau akan menjadi lebih kuat dariku jika kau memakannya."


Mendengar hal itu, Aguera langsung memasukan kembali Buah Iblis tersebut kedalam inventorinya.


Dan seketika Arros pun tertawa sangat keras.


Di balik tawa yang keras itu, tiba-tiba saja dari arah luar dinding terdengar suara langkah kaki yang cukup banyak.


Suaranya seiring dengan bunyi jirah yang terhentak.


Kala mendengarnya Arros pun seketika terdiam, lalu dia melirik ke arah Sarriel.


"Suara apa itu?" Tanya Arros.


"Diamlah!" Sarriel meletakan kedua telapak tangannya ke dasar tanah.


Dan saat itu dia merasakan hentakan kaki yang cukup berat, suaranya berirama bak barisan para prajurit.


Sarriel kemudian melirik ke arah Arros. "Habisi mereka dengan cepat!"


Para Hunter bergerak mundur, dan Arros berlari menerjangnya.


Namun di sepertiga langkahnya, tiba-tiba dinding yang keras itu pun hancur berkeping-keping.


Bahkan bukan berkeping-keping lagi, akan tetapi hancur bak debu yang berterbangan.


Kini dinding mengerikan itupun telah lenyap, dan digantikan oleh para prajurit yang berbaris mengelilingi mereka.


**


Bersambung.


*****


...Guys! Sekarang Author sudah terdaftar di ********** loh. Sebelum Author mulai menulis lagi, Yuk dukung Author, dengan follow akun author di **********.com/Bigman. ...


...Di sana kalian bisa memberikan dukungan materil kepada Author secara langsung loh. Dukungan kalian akan membuat Author sangat senang loh, Author jadi makin bersemangat untuk terus menulis. ...


...Thanks. 😘...