King Of The Crown Island

King Of The Crown Island
Episode 52 - Hidup Atau Mati III



Teriakan, ledakan, serta suara benturan keras terus menggema layaknya di sebuah medan perang.


Namun Venus tidak dapat melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi. Penglihatannya saat itu benar-benar telah buram.


"Hey Riotan, apa mereka akan menang?"


"Tentu saja, mereka terus memojokannya."


"Sial, terluka itu rasanya tidak nyaman yah."


"Senior, bertahanlah. Mereka akan menyelesaikannya dengan cepat."


"Bukankah orang terkuat  ke 10 di Aliansi, kini justru lebih terlihat seperti seorang pecundang?"


"Itu tidak benar! Anda itu sangat kuat!"


"Jika Aku kuat, mungkin... Aku tidak akan terluka seperti ini." Venus berbicara dengan nada yang lemas dan terbata-bata.


Riotan terhentak dan terdiam sejenak.


"Kalau boleh jujur, sebenarnya Saya selalu mengaggumi Anda. Sifat Anda yang pemberani dan pantang menyerah selalu menginspirasi Saya. Tapi saat ini Saya tidak melihat itu dari diri anda, jadi haruskah Saya berhenti mengaggumi Anda?


"Hahaha... Apa-apaan kata-kata itu, apa kau mencoba menghiburku di akhir hayatku ini?"


"Tidak! Bu-Bukan seperti itu!"


"Tapi kau benar, ini memang bukan sifatku. Riotan, terimakasih sudah mengingatkanku."


Riotan tersenyum dan dia pun menganggukkan kepalanya. "MMM."


Satu persatu bayangan jiwa milik Maru berhasil dikalahkan, dan kini dia pun tinggal seorang diri.


Merasa dirinya tidak punya peluang, akhirnya Maru pun melompat mundur.


"Sial, dia kabur!"


"Jangan biarkan dia lolos!" Seru Arian. "Riotan bawa Venus ke tempat Maki, dia akan menyembuhkannya!"


Kemudian Arian dan yang lainya pun mengejar Maru. Namun ternyata pelariannya tersebut membawa mereka ke tempat Aguera berada.


BLASST... BLASST... BLASST... BLASSTT...


Arian beserta yang lainnya tiba di tempat Shiro dan Maki berada.


"Cih, ternyata dia mengadu pada ibunya." Ucap Arian.


"Apa yang terjadi pada Venus?" Tanya Shiro.


"Orang itu yang melakukkannya."


"Maki...!" Teriak Shiro.


"Aku mengerti." Maki mengeluarkan satu botol potion lagi dari inventorinya. Meskipun terasa berat, namun pada akhirnya dia pun tetap meminumnya.


"Aku tidak menyangka, Aku akan kehilangan empat potion berhaga ini sekaligus."


Ketika Maki meminumnya, Riotan langsung terkejut saat melihatnya.


"Itu kan potion yang sangat langka?!"


"MMM...." Jawab Maki sambil menegguk potion tersebut.


Full Mana Potion, itulah potion yang Maki minum saat itu.


Biru muda merupakan warna cairan dari potion ini, lapisan emas yang diukir sedemikian rupa di setiap sisi botolnya membuat potion ini terlihat sangat indah serta mewah.


Potion ini juga memiliki khasiat yang langka, yaitu dapat memulihkan jumlah MP hingga 100% dalam seketika.


Meski harga potion ini tidaklah lebih tinggi daripada harga Full Life Potion di pasaran, namun tetap saja potion ini termasuk ke dalam item langka dan merupakan pasangan dari Full Life Potion itu sendiri.


"Bukankah itu sangat berharga?!"


"Ya... Potion ini memang sangatlah berharga, tapi tidak lebih berharga daripada nyawa kalian."


Kata-kata Maki membuat Riotan dan Venus yang mendengarnya merasa tersentuh.


Mereka terdiam dan tidak berkata apa-apa lagi setelahnya.


"Cepat, baringkan dia disini!"


Venus kemudian dibaringkan sesuai dengan perintah Maki.


Dengan skill penyembuhan milik Maki, kondisi Venus kini mulai membaik.


Jumlah HP nya mulai bertambah dan luka di tubuhnya pun perlahan-lahan mulai hilang.


"Dengar! Luka mu ini sangatlah parah. Meski Aku telah menyembuhkanmu, kau masih akan tetap merasakan sakitnya untuk sementara. Jadi beristirahat dan berbaringlah, tunggu hingga rasa sakitnya benar-benar telah hilang."


"Ah... Aku mengerti. Maki... Terimakasih banyak."


Maki menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Selama proses penyembuhan tersebut, pertarungan antara Hunter dengan kelompok XGuard sebenarnya telah berlangsung.


Riotan beranjak dan kemudian bergegas mencari posisinya.


Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan oleh para Hunter dari segala sisi.


Mereka menyerang dengan sangat terpola dan terorganisir.


Meski saat itu para Hunter diuntungkan dengan jumlah mereka, akan tetapi mengalahkan Aguera bukanlah suatu perkara yang mudah.


Serangan kombinasi maut Arian bersama Rigrid berkali-kali mampu dipatahkan oleh Aguera.


Rantai kematian milik Eric pun dapat dengan mudah diputuskan hanya dengan tarikan tangannya saja.


Bahkan serangan telak dari Shiro hanya mampu mengurangi tidak lebih dari 5% jumlah HP nya saja.


Meski Level Class Aguera berada satu tingkat di atas mereka, namun nampaknya perlengkapan serta Level Karakternya jauh lebih tinggi daripada mereka.


Akan tetapi, kenyataan yang ada tidak lantas membuat para Hunter ini merasa kecil hati.


Mereka bekerja sama dan terus melancarkan serangannya dengan segenap kekuataannya.


Hingga akhirnya usaha keras pun membuahkan hasil.


Dari jarak yang jauh dan dengan waktu yang tepat, Riotan melesatkan anak panahnya.


Dengan balutan energi listriknya, anak panah itu melesat dengan cepat ke arah Maru.


Maru tidak menduganya, dan dia tidak mampu menghindarinya.


Lalu suara nyaring yang khas pun terdengar ketika lesatan tersebut tepat mengenai tubuhnya.


Efek listriknya seketika mengunci dan membuat tubuh Maru menjadi terbujur kaku.


Arian yang saat itu berhadapan dengannya langsung memanfaatkan kesempatan itu.


Dia mengayunkan kapaknya lalu menebas tangannya hingga membuatnya terputus.


Belum selesai Maru merasakan sakitnya, Rigrid kemudian muncul lalu menebas kedua kakinya.


Maru terjatuh, akan tetapi penjara besi milik Shiro langsung menyambutnya, mengurungnya lalu menghimpitnya.


Namun tidak sampai disitu. Puluhan cahaya anak panah kemudian muncul dari atas langit, dan dengan cepat serta derasnya anak panah itu menghujami penjara besi itu dengan cukup lamanya.


Hingga akhirnya teriakan Maru yang keras mengakhiri serangan tersebut, dan juga sekaligus mengakhiri hidupnya.


"Serangan yang bagus!"


"Kini tinggal tersisa satu lagi."


Aguera tersenyum sambil sedikit memiringkan kepalanya. "Hmm... Tidak buruk."


"Apanya yang tidak buruk?! Sebentar lagi kau akan segera menyusulnya!"


BLAASSTT...


Venus muncul dan kemudian bergabung kedalam barisan.


"Uuahh... Kau kelihatan lebih bugar sekarang." Ucap Arian sambil tertawa kecil.


Venus mengangguk pelan dengan wajahnya yang mulai terlihat memerah. "Lelucon yang bagus."


Rigrid melirik dan kemudian ikut tertawa kecil.


Melalui pesan telepatinya, Shiro mencoba memberikan tanda kepada para Hunter untuk pergi menyerang secara bersamaan.


Namun tiba-tiba saja dia merasakan suatu energi yang besar dan jahat datang mendekat dengan cepat.


"Hawa keberadaan ini...," Shiro melirik kesana-kemari dengan cepat, dirinya mencoba menemukan sumber dari energi jahat tersebut. "D-Di atas?"


"Kalian, mundurlah!"


Seruan Shiro membuat para Hunter seketika melompat mundur.


DDUUUAAR.


Sebuah ledakan besar terjadi mengiringi kemunculan dua sosok orang yang tidak dikenal.


Ledakan tersebut membuat tanah hancur seketika dengan lubang yang besar.


Salah satu dari dua orang tersebut mendarat tepat di posisi Venus berada, dengan dua kapaknya yang sudah tertancap ke dalam tanah.


Badannya sangat besar dan dia terlihat sangat mengerikan.


Namun beruntung para Hunter mampu melompat dengan cepat, sehingga mereka berhasil terhindar dari serangan kejutan tersebut.


Sedangkan yang satunya lagi muncul setelahnya. Kemunculannya sangat tenang dan tidak membuat suatu ledakan apapun.


"Si-Siapa mereka?!"


"Astaga... Yang benar saja!"


"Tamat sudah riwayat kita."


**


BERSAMBUNG.