King Of The Crown Island

King Of The Crown Island
Episode 54 - Kuatnya Sang Supreme Commander



Kemunculan para prajurit tersebut membuat Arros, Aguera dan Sarriel cukup terkejut kala melihatnya.


Namun di sisi lain para Hunter justru lebih terkejut lagi.


"Sial, tidak cukup kah mereka mengirim dua orang keparat ini?!" Ucap Venus.


"Tunggu! Sepertinya mereka dari kelompok yang berbeda!" Sahut Shiro.


Arros melompat mundur dan berdiri di dekat Sarriel, lalu dia pun berbisik kepadanya.


"Nona, apa mereka pasukan dari salah satu Elder kita?"


"Entahlah Aku tidak yakin. Warna dan baju jirahnya sangat berbeda.


Para prajurit ini memiliki Simbol X yang sama dengan yang dimiliki oleh kelompok XGuard.


Hanya saja baju jirah dan warnanya sangat berbeda.


Warna merah terang berpadu dengan warna keemasan membuat para prajurit ini terlihat sangat kharismatik.


Bahkan kemewahannya bisa mengalahkan jirah milik para bangsawan di negri ini.


Di antara mereka ada yang menggunakan jubah dan ada yang menggunakan jirah besi saja.


Namun Simbol X dengan ukuran yang lebih besar selalu terpampang di setiap punggungnya.


Para anggota XGuard terlihat cukup kebingungan, mereka tidak tahu apa yang ada di hadapannya itu adalah lawan ataukah teman.


Dan untuk sesaat mereka beranggapan bahwa prajurit tersebut adalah milik salah satu Elder XGuard.


Yang mana sebenarnya mereka pun tidak pernah tahu seperti apa sosok para Elder nya sendiri.


Hingga akhirnya salah satu prajurit berbadan besar berjalan memecah barisan para Hunter.


Prajurit itu membopong kursi singgasana yang kemudian dia letakan di depannya.


Kursi tersebut diletakan di depan para Hunter, dan dihadapkan kepada para anggota XGuard.


Dan karena hal ini, seluruh kebingungan pun terjawab.


Tidak lama setelahnya, muncullah semacam kereta kuda yang sangat mewah.


Kereta tersebut ditarik oleh monster mitologi kuno yang dikenal dengan nama Griffin.


Kemudian seseorang yang sangat tampan dengan rambut pirangnya turun dari kemudi kuda.


Orang itu membukakan pintu kereta dengan tenangnya. Dan dia adalah Cezar dalam wujud manusianya.


Kemudian turunlah seseorang yang sangat agung dari kereta tersebut.


Langkah pertamanya membuat para Prajurit yang ada di sana seketika bersujud.


Sang Raja Agung kemudian berjalan perlahan menuju kursi singgasananya.


Dan para prajurit itu pun memberikan jalan di setiap langkahnya.


Cezar mengikutinya dan kemudian berdiri di sisi kanannya. Ares tiba-tiba muncul dan berdiri di sisi kirinya.


Dan kini Scarra pun berhadapan dengan kelompok yang selama ini dia cari.


"Orang itu, kenapa aku tidak bisa merasakan energinya?"


Sarriel merasakan energi yang cukup besar dari sisi kanannya, yang itu adalah Cezar.


Namun dia sama-sekali tidak merasakan energi sihir dari orang yang duduk di hadapannya.


"Cih, mereka pikir mereka bisa menakut-nakuti ku!"


"Apa maksudmu?!" Tanya Sarriel.


BLAASST...


"Senior!" Teriak Arros.


Tanpa pikir panjang, Aguera langsung menerjang ke arah Scarra.


Namun baru setengah dari jaraknya, tiba-tiba saja Cezar muncul di hadapannya dengan tangannya yang sudah memegang kepalanya.


Dan lalu dia pun menghantamkannya ke tanah.


BBBAAAM.


Hantaman tersebut sangat keras, hingga membuat kepala serta setengah badannya terperosok kedalam tanah.


"Belum saatnya bagimu berhadapan dengan sang raja!"


"Cih...." Arros merapatkan giginya, genggaman tangannya semakin erat, dan dia terlihat sangat kesal.


"Bukan maksudku menghinanya, tapi... Senior mu itu benar-benar bodoh."


"Aku tahu, tapi sungguh karena kebodohannya lah kita akhirnya tahu kekuatan musuh kita."


Di sisi lain, Shiro dan para Hunter yang lainnya seketika terkejut kala mereka melihatnya.


"Dia menjatuhkannya hanya dengan satu tangannya saja!"


"Dia seperti monster saja."


"Si-Siapa Anda? Kenapa Anda menyelamatkan kami?" Tanya Shiro dengan nada yang terbata-bata.


Kemudian Ares pun menoleh.


"Ini adalah dendam pribadi dan tidak ada hubungannya dengan kalian. Jadi, jangan coba-coba mengacau. Jika kalian melakukannya, maka kami tidak akan segan-segan membunuh kalian juga!"


Shiro menelan ludahnya, mulutnya sedikit terbuka dan wajahnya seketika memucat.


"Senior, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Eric.


"Kita ikuti saja perintahnya." Jawab Shiro.


Kemudian Ares pun berpaling dan kembali menghadap ke arah kelompok XGuard.


"Li-Lihat...!" Riotan menunjuk ke arah Arros.


Arros mengerang, tubuhnya mengeras, dan otot-ototnya seketika membesar.


Jubah yang dia kenakan saat itu pun langsung terkoyak dibuatnya.


"Ada apa dengan tubuhnya itu?!" Teriak Eric.


"Aku tidak pernah tahu ada tehnik itu di Class Guardian." Sahut Arian.


"Amukan Raksasa, ya. Hmm... Sepertinya kemampuan itu dia dapatkan dari kapaknya."


Di antara yang lainnya, hanya Scarra dan Sarriel lah yang mengetahui tehnik itu.


"Hmm... Kira-kira Cezar bisa tidak yah menghadapinya?"


Dengan perubahan itu, Sarriel mengetahui bahwa Arros akan bertarung dengan serius. Dan dia pun seketika tertawa senang karenanya.


"Inilah yang Aku tunggu-tunggu. Melihat kemampuan salah satu dari 7 kapak terkuat di dunia. Kapak Pelenyap Monster!"


Handel kapak milik Arros terbuat dari taring monster harimau yang tingginya mencapai hingga 3 meter.


Badan kapaknya pun sangat besar, ukurannya lebih besar dari ukuran kapak yang seharusnya.


Bahannya terbuat dari bebatuan meteor, sehingga berat kapak tersebut sangat ringan, namun tetap keras dan juga mematikan.


Kapak tersebut masuk kedalam Grade Rare, dan memiliki nama yaitu Axe Of Titan, atau lebih dikenal dengan nama Kapak Pelenyap Monster.


Kapak ini memiliki ukiran unik dan pola yang langka. Mendapatkannya tidaklah mudah, dan hanya orang dengan kemampuan tertentu lah yang bisa menggunakannya.


BBLAASTT....


"Sariel...!"


Secara tiba-tiba rantai kematian milik Sarriel muncul dari bawah tanah. Namun rantai itu terlihat berbeda dengan rantai yang dimiliki Eric.


Dengan cepatnya rantai tersebut melilit serta mengikat kedua kaki milik Cezar.


Lilitan tersebut sangat keras hingga membuat Cezar tak bisa bergerak.


Kemudian Arros muncul sembari mengayunkan kapaknya ke arah Cezar.


Dan dia pun menghantamkannya dengan sekuat tenaga.


"Kau...! Rasakan ini! Final Breaker Wall!"


DDUUAARR...


Ledakan tersebut sangat keras hingga membuat Ares terhentak melihatnya.


Namun ketika asap dari ledakan tersebut mulai menipis, terlihatlah bahwa Cezar masih berdiri kokoh sambil menahan kedua kapak tersebut dengan kedua tangannya.


"I-Itu... Apa itu...?"


"Dia diselimuti oleh api hitam!" Teriak Eric.


"Tak bisa dipercaya, dia sama sekali tidak terluka!" Sahut Venus.


"Luar biasa." Shiro terkagum-kagum melihatnya.


"Hwahahaha... Menarik sekali!"


Cezar mengeraskan cengkraman nya kepada kapak tersebut.


Dan retakan kecil pun muncul karenanya.


"Ga-Gawat." Arros menarik kapaknya lalu melompat mundur.


"Cih... Kurang ajar kau! Kau pikir kau terlihat keren dengan api hitam mu itu?!"


**


Bersambung.