King Of The Crown Island

King Of The Crown Island
Episode 48 - Sambutan Regu Harimau



[Beberapa jam sebelum pertarungan dimulai]


Ares berserta rombongannya telah sampai di kastil XStrike, yang kemudian disusul oleh Riku yang datang setelahnya.


Mereka membawa para penduduk tersebut kehadapan Sang Raja Agung.


Yang kala itu sedang terduduk di singgasananya dengan ditemani oleh Cezar dan Maggie disebelahnya.


Ares dan Riku kemudian bersujud dan melakukan penghormatan. "Kami telah kembali, My Lord!"


Namun di sisi lain, para penduduk seketika merasa sangat cemas.


Bagaimana tidak, saat itu mereka melihat sosok Cezar yang masih dalam wujud Werewolf. Dan itu sangat besar sekali serta sangat mengerikan.


"Mo-Monster...?! Apa Aku tidak salah lihat?!"


"Yang benar saja!"


"Be-Besar sekali!"


"Ibu, Aku takut...." Seorang anak berlindung di balik badan Ibunya.


"Kita telah ditipu! Kita semua akan dijadikan makanannya!"


"Bagaimana ini...?"


Di sela-sela kegaduhan Ares berteriak dengan nadanya yang marah. "Hey kalian, lancang sekali! Cepat bersujud!"


Dengan perasaan takut para penduduk itu pun kemudian bersujud. "My Lord!" Serentak.


Wajah mereka memucat, tangan serta kaki mereka gemetar, jantungnya pun berdetak semakin kencang.


Saat itu mereka benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri mereka.


Dan yang ada dalam benak mereka saat itu hanyalah kematian.


"Hahahaha.... Janganlah takut, hal buruk takan menimpa kalian di sini! Jadi berdiri dan tersenyumlah, karena sesungguhnya kalian adalah termasuk orang yang berbahagia dan beruntung!"


Para penduduk terkejut, dan juga merasa bingung. Mereka benar-benar tidak mengerti apa maksud dari ucapannya tersebut.


Namun kali ini Scarra tidak berbicara panjang lebar seperti biasanya.


Dia hanya duduk dan lebih mempercayakan Maggie untuk menjelaskan semuanya.


Di hadapan mereka Maggie langsung menjelaskan seluruh rencana Sang Raja Agung.


Dirinya juga menjelaskan maksud dan tujuan kenapa mereka diundang dan dikumpulkan.


Dan kemudian mereka diberikan sebuah tawaran yang tidak mungkin mereka bisa menolaknya.


Saat itu juga para penduduk mulai dipisahkan dari yang memiliki bakat dan dari yang tidak.


Anggun Sang Ahli Ramuan, si kembar Miran dan Miren Sang Ahli Pertanian dan pengolahan makanan, Gin Sang Penempa, Ryu Sang Pengrajin, Hiroshi Sang Pemahat, dan yang terakhir Arra Sang Pemburu.


Mereka adalah orang-orang berbakat yang telah terpilih, yang kehadirannya akan berperan penting dalam penyebaran nama besar kerajaan XStrike.


Dengan kemampuannya itu, mereka pun diangkat dan diberikan posisi serta tugas sesuai dengan keahlian mereka.


Beberapa orang diletakan dibawah perintahnya, dan mereka bebas memerintahkan apapun terhadap orang-orang itu.


Semua itu semata-mata dilakukan demi untuk membantunya dalam menyelesaikan setiap tugasnya.


Kini kekosongan dalam posisi kerajaan telah terisi, mereka telah berjalan ke arah yang benar dengan langkah yang tepat.


Sungguh ini adalah suatu permulaan yang bagus, dari agenda besar yang telah mereka rencanakan.


"My Lord, waktunya pergi." Bisik Cezar


"Ah... Kau benar."


**


[Pohon Persembunyian XGuard]


Regu Harimau telah tiba di pohon persembunyian, mereka membentuk sebuah formasi dan bersiap untuk melakukan penyerangan.


Semua anggota terlihat tampak serius dan sangat fokus. Mereka benar-benar berada di kondisi yang sangat prima.


"Tentu saja!" Jawab yang lainnya.


"Tak usah khawatir... Lakukan saja apa yang menjadi tugasmu, Cap!" Sahut Arian.


"Bagus! Bersiap-siaplah, dalam hitungan kelima Aku akan melakukannya."


"MMM...." Maki menganggukkan kepalanya.


Saat itu mereka berkomunikasi dengan menggunakan suara telepati, atau di dalam Game lebih dikenal dengan istilah "Chat Party".


Shiro pun mulai menghitung. Dan ketika dia mencapai hitungan ketiga, Maki pun dengan cepat mengaktifkan seluruh Skill Buff yang dia miliki.


Imperial Booster, merupakan salah satu Skill yang Maki Aktifkan. Dalam satu Skill ini setidaknya 3 jenis attribute dasar dapat ditingkatkan poinnya hingga 3x lipatnya.


Tiga attribute dasar tersebut diantaranya adalah Serangan (AP), Pertahanan (DP) dan Kec.Gerak (MSP).


Rejected Ilusion, seperti namanya Buff ini dapat menolak berbagai macam jenis sihir ilusi.


Dengan mengaktifkannya Buff ini, itu berarti Maki telah berhasil menghindarkan para anggotanya dari kematian yang sia-sia, yang dapat diakibatkan oleh salah satu jenis sihir ilusi.


Life Of Barrier, ini adalah Skill Buff yang hanya dimiliki oleh Class Priest saja.


Efek Skill ini adalah memberikan tambahan HP kepada setiap orang yang tergabung kedalam party.


Jumlah HP yang ditambahkan oleh Skill ini tergantung pada kekuatan Sihir dan Level Skill yang dimiliki oleh setiap penggunannya.


Ketika mereka yang menggunakan Buff ini terkena serangan, damage dari serangan tersebut tidak akan langsung mengurangi jumlah HP mereka. Tidak sampai Life Barrier mereka benar-benar telah habis.


Dan HP tambahan dari Skill Life Of Barrier ini tidak akan merespon Skill Healing apapun.


"Apa-Apaan Barrier ini?"


Arian sangat terkejut ketika melihat jumlah HP Barrier itu mencapai hingga setengahnya dari jumlah HP yang dimilikinya.


Arian melirik ke arah Maki. "Wanita itu benar-benar monster, beruntung Aku berada di pihaknya."


Shiro mencoba membuka portal yang terdapat pada pohon persembunyian itu dengan Skill Circle Portal miliknya.


Dan apa yang dilakukannya ternyata berhasil. Shiro berhasil membuka portal rahasia itu tanpa menyentuh pohonnya.


Di saat portal mulai terbuka, Shiro langsung melancarkan serangan dengan menembakan Final Fire Ball miliknya.


"Matilah kau bngst!"


Bola api melesat dengan cepat masuk kedalam lubang portal tersebut, dan kemudian sebuah ledakan pun terjadi.


Dduuaarrr.


Ledakan tersebut membuat Pohon itu berguncang, sehingga dedaunannya silih berguguran.


Tidak lama setelah ledakan itu, salah seorang anggota XGuard melompat keluar dari dalam portal.


Ketika orang itu baru saja keluar dan bahkan belum menapakkan kakinya, Venus langsung menyambutnya dengan pedangnya.


Venus menerjang dengan cepat dari arah sebelah kiri orang itu.


"Aku akan menjadi lawan mu!" Bisik Venus.


Bttaannkk.


Lompatan demi lompatan, serangan demi serangan, dengan kecepatannya Venus terus memojokkannya dan menggiringnya sedikit menjauh dari area pohon itu.


Di balik pertarungan yang sengit itu, para anggota yang lain tetap bertahan di posisinya masing-masing.


Hingga kemudian dua anggota XGuard yang lainnya keluar dari lubang portal tersebut.


Dan tentu saja Rigrid serta Arian menyambut mereka dengan sangat baik.


"Giga Crush!"


"Mountain Smash!"


Bboooomm.


Bersambung.