
Pukulan Arian dan Rigrid memisahkan keduanya.
Dan kini merekapun bertarung satu lawan satu dengan mengandalkan kekuatannya masing-masing.
Ledakan demi ledakan terdengar berulang-ulang dengan sangat keras, hingga beberapa kali membuat tanah sedikit bergetar.
Jika ada seseorang yang kebetulan berada di dekat sana, mereka pasti akan memilih untuk menjauh daripada mencari tahu asal dari suara ledakan tersebut.
Namun Shiro dan Maki masih tetap tidak bergeming.
Mereka masih bertahan di posisinya dan menunggu kemunculan satu anggota XGuard lagi.
Yang ternyata anggota tersebut adalah Carlos Aguera, Sang Kapten Divisi #8 XGuard.
Sambil menunggu, Shiro terus mengamati jalannya pertarungan.
"Venus itu... Dia lebih lincah dari yang ku harapkan."
Di dalam suasana yang tegang itu, tiba-tiba saja Arian tertawa dengan cukup keras.
Dan karenanya perhatian semua orang pun tertuju padanya.
"Hahaha... Inikah orang-orang yang ditakuti itu?"
"Cih...."
Jurdgen yang saat itu menjadi lawan Arian langsung mengerutkan dahinya, merapatkan giginya, dan menatap Arian dengan tatapan yang tajam.
Saat itu Jurdgen benar-benar terlihat sangat marah.
"Ada apa, Arian?" Tanya Venus di sela-sela pertarungannya.
"Hahaha... Aku hampir tidak percaya, kenapa bisa para Master menghawatirkan kelompok lemah seperti mereka?"
TRAANNKK... TREENNKK...
"Jangan sembarangan! Harus kau ingat, salah satu dari mereka telah membunuh beberapa Hunter Gagak Hitam sekaligus! Jadi jangan meremehkannya!" Sahut Rigrid.
"Ahh... Aku mengerti, Aku mengerti jika Aliansi Gagak Hitam kini telah melemah."
Mendengar hal itu Rigrid dan Venus seketika langsung melirik ke arah Shiro.
"Arian, apa maksudmu?!" Sahut Venus.
"Maaf... Aku hilang kendali."
Entah apa maksud dari perkataan Arian saat itu.
Disengaja ataupun tidak, yang jelas perkataannya sungguh telah merendahkan Aliansi Gagak Hitam.
Namun Shiro dan Maki hanya tersenyum ketika mendengar hal itu.
Karena sesungguhnya mereka lebih mengetahui kelompok tersebut daripada yang lainya.
Akan tetapi Shiro cukup senang saat itu, karena dia melihat Arian memiliki semangat dan rasa percaya diri yang cukup tinggi.
Dan Shiro berharap Arian bisa mempertahankan perasaan itu hingga menemui lawan yang sesungguhnya.
Kemudian seseorang yang telah dinanti-nantikan pun kini muncul.
Orang itu Carlos Aguera Kapten Divisi #8 XGuard, dengan santainya dia berjalan keluar dari portal.
Dan Shiro pun menyambutnya dengan baik.
Tanah yang hendak menjadi pijakannya seketika membelah dengan cepat.
SRREEETTT...
Carlos Aguera menghilang seketika dari pandangan, dan kemudian tanah tersebut kembali menutup dengan kerasnya.
BBOOOM.
Ledakan keras tersebut mengejutkan yang lainya, dan membuat mereka sempat berpikir bahwa Shiro telah mengalahkannya.
Para anggota XGuard yang lain pun ikut terkejut, dan kecemasan pun mulai terlihat di wajah mereka.
Namun dengan hilangnya Aguera serta tidak adanya tanda-tanda perlawanan dari dalam tanah, membuat Shiro yang saat itu cukup tenang menjadi merasa hawatir.
Shiro berdiri, dia melirikan padangannya kesana-kemari, dan dia terlihat sangat panik.
Dirinya terus mengamati sekitar dan mencoba merasakan hawa keberadaannya.
Karena kepanikannya, Shiro pun melupakan satu hal penting, yaitu Maki.
Dalam pertarungan berkelompok, biasanya Class Support akan selalu menjadi incaran musuh terlebih dahulu.
Dan sesaat Shiro telah melupakan hal itu.
"Ma-Maki...?!" Shiro pun melirik ke arah Maki.
Dan ternyata benar saja, apa yang dikhawatirkannya pun terjadi.
Aguera berada di udara tepat di atas Maki, dengan posisi kepalanya di bawah dan kakinya berada di atas.
Kedua tangannya terlihat menggenggam kedua katana yang dia simpan di pinggangnya.
Kemudian dia pun mengeluarkannya, dan lalu melancarkan tebasan dengan cepat ke arah Maki.
Akan tetapi Maki telah menyadarinya. Maki melompat mundur dan berhasil menghindari serangan maut tersebut.
Setelah lompatan tersebut, tiba-tiba tubuh Maki terbujur kaku.
Matanya terbuka lebar dan kakinya pun seperti enggan untuk bergerak.
Ternyata sesaat ketika Maki melakukan lompatan teresebut, dia melihat wajah Aguera tersenyum dan menatap ke arahnya.
Dengan disertai aura pembunuh yang begitu kuat di belakangnya.
Dan tekanan aura itu telah menciptakan rasa takut yang berlebih kepada Maki, sehingga membuat tubuhnya menjadi terbujur kaku.
Aguera kemudian memanfaatkan momentum tersebut. Dengan cepat dia melompat dan melakukan terjangan untuk kedua kalinya ke arah Maki.
BTAANNKK...
Seketika Venus muncul di hadapan Maki, dan dia berhasil melindunginya dari serangan tersebut.
TRAANNK... TRAANNKK... TREENNKK...
Selain menahan serangan tersebut, Venus juga melancarkan beberapa serangan cepat kepada Aguera.
"Cap, apa yang kau lakukan?! Ada apa denganmu!"
Venus menghindari beberapa serangan, lalu dia melakukan serangan balik dengan mengincar kaki Aguera.
Aguera kemudian melompat untuk menghindarinya. Dan ternyata hal itu telah diprediksi oleh Venus.
"Throwing Kick!"
Venus melakukan salto dan lalu menendang dagu Aguera dengan sangat keras.
Setelahanya tendangan kedua muncul dari kaki Venus yang satunya, tendangan tersebut mengenai perut Aguera dengan cukup keras.
BBAAMM... BBAAMM...
Serangan tersebut dilancarkan dengan sangat cepat, Aguera pun sedikit terpental karena kerasnya.
"Cap!" Venus berteriak dan memberi tanda untuk melakukan serangan combo.
Namun disaat yang bersamaan, Shiro melihat Maru yang menjadi lawan Venus muncul di belakang Maki.
Dan kini kelebihan Shiro pun terbongkar.
Entah bagaimana caranya, Shiro pun mengeluarkan dua spell sekaligus di saat yang bersamaan.
Dan tanpa mengucapkannya di saat penggunaannya.
Crush Of Prison, Shiro menggunakan skill ini kepada Aguera.
Dengan skill tersebut, Shiro menciptakan sebuah penjara berbentuk bola besi yang cukup besar tanpa celah.
Bola besi itu kemudian perlahan menghimpit, dan menghancurkan apa-apa yang ada di dalamnya.
Dan pada saat itu, Aguera telah berada di dalam bola besi tersebut.
Di saat yang bersamaan, Shiro juga mengaktifkan Circle Wall Defence kepada Maki.
Maki berbalik dan kemudian menghantam wajah Maru dengan tongkatnya.
BTAANNKK...
Serangan tersebut berhasil ditahan oleh Maru.
Akan tetapi Venus tidak membiarkannya. Dia kemudian kembali menyerangnya, dan menjauhkanya dari area tersebut.
"Magic Boost! Fire Prison!"
Shiro meningkatkan kekuatan sihirnya, dia juga melapisi penjara besinya dengan penjara api miliknya.
Yang kemudian sebuah lingkaran api muncul dan mengitari bola besi tersebut di luarnya.
"Maki, kemarilah! Berlindung di belakangku!" Teriak Shiro.
Di sisi lain, pertarungan antara Arian melawan Jurdgen dan Rigrid melawan Airish pun tidak kalah sengitnya.
Mereka saling menyerang dan bertahan, bahkan beberapa kali dari mereka harus terkena serangan yang cukup menyakitkan dari lawannya.
Dan nampaknya anggota XGuard bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan.
Merekapun sama seperti para Hunter yang lain, yang mana mereka akan bertarung mati-matian untuk mengalahkan setiap musuhnya.
Saat itu Maki terus memeriksa dan memperhatikan setiap bar HP dari para anggotanya.
Dan jika jumlahnya mencapai titik tertentu, maka dia akan segera menyembuhkannya.
Maki juga senantiasa langsung mengaktifkan kembali buff untuk para anggotanya, jika saja buff mereka yang sebelumnya telah habis.
**
Tiba-Tiba saja bunyi suatu retakan yang cukup keras terdengar.
Bunyi itu berasal dari penjara besi milik Shiro yang ternyata telah berhenti menghimpit, dan mulai terlihat bergetar.
"Sudah kuduga."
Untuk kedua kalinya Shiro mengaktifkan Skill Eart Fall miliknya, dan itu sangat menguras MP nya.
Namun dengan adanya Maki disampingnya, dia tidak perlu mengkhawatirkannya.
Kemudian tanah seketika kembali membelah, dan bola besi itu pun masuk kedalamnya.
DDUUARR.
Sebuah ledakan keras terdengar sebelum tanahnya kembali menutup.
Dan Aguera pun berhasil keluar menghindari skill maut milik Shiro.
Aguera melenturkan lehernya, dan melemaskan bahunya. "Kau boleh juga."
"Cih...." Shiro terlihat kesal setelah beberapa kali serangan kuatnya berhasil dihindarinya.
"Kau tahu apa yang telah kau lakukan?" Tanya Aguera.
"Aku tidak tahu yang lain selain harus membunuhmu!" Jawab Shiro.
"Hahaha... Kau terlalu percaya diri. Kau adalah seorang Mage dan Aku adalah Ninja, kau tahu maksudku kan?"
"Itu bukanlah sebuah tolak ukur bagiku."
"Hmm baiklah... Kalian telah menyatakan perang dengan kami, dan itu kesalahan besar."
"Kesalahan terbesarku adalah jika aku membiarkanmu hidup!"
Mendengar hal itu Aguera hanya tersenyum, dan seketika ekspresinya berubah menjadi sangat serius.
"Bunuh mereka semua!" Seru Aguera.
"Akhrinya... Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan monyet ini!" Ucap Jurdgen.
"MMM...." Arian memiringkan kepalanya.
"Majulah!"
"Airish!" Jurdgen memanggil Airish yang saat itu sedang bertarung melawan Rigrid. "Serangan combo!"
"Ahh... Aku mengerti."
"MMM... Memanggil bantuan rupanya." Sahut Arian.
Airish pun menghindari semua serangan dari Rigrid, dan dia berlari dengan cepat ke tempat Jurdgen berada.
"Woy, mau kemana kau!" Rigrid pun mengejarnya.
"Arian, ada apa ini?!" Tanya Rigrid sesampainya dia di tempat Arian.
"Sepertinya mereka akan memainkan Twin Combo."
"Hahaha... Baiklah, kita layani mereka." Menjawab hal itu Arian hanya tersenyum.
"Aku akan membuatmu menarik kembali kata-katamu yang tadi!" Teriak Jurdgen.
"Coba sa...."
Belum selesai Arian berbicara, Jurdgen dan Airish langsung memotongnya dengan pedangnya.
BTAANNKK.
"Rigrid...!"
Pertarungan sengit pun tak bisa dihindarkan.
TRAANNKK... TRAANNKK... TREENNKK... TRAANNKK...
"Bersiap dan matilah!"
"Guard Of Heaven!"
Skill Jurdgen tersebut menambahkan kekuatan daya ledak kepada senjatanya, sehingga setiap serangan yang dia lancarkan akan berlipat kekuatannya.
Jurdgen kemudian mengkombinasikan serangannya bersama Airish, dan mereka menyerang Arian serta Rigrid secara bergantian tanpa ampun.
Dan nampaknya mereka telah terlatih untuk melakukannya.
"Cih... Ternyata dia sudah mencapainya."
Arian sedikit terkejut ketika Jurdgen menggunakan Skill Guard Of Heaven miliknya.
Pasalnya skill tersebut cukup sulit untuk dipelajari, karena membutuhkan material langka untuk mempelajarinya.
Material tersebut berupa gulungan khusus berisi mantra, dan hanya bisa di dapat dari sebuah Quest yang bersifat rahasia.
"Ku cincang kau!" Teriak Jurdgen.
DDUUARR... DDUUARR...
Ledakan-Ledakan keras pun tercipta dari setiap serangan yang dilancarkan oleh Judrgen. Bahkan tanah pun seketika hancur karenanya.
Tidak hanya dengan senjatanya, Jurdgen juga melancarkan beberapa kali serangannya dengan menggunakan skill perisai miliknya.
Dan hal itu membuat Arian serta Rigrid cukup kewalahan dalam menghadapinya.
"Sial, si jelek ini kuat juga!" Sahut Rigrid.
"Bertahanlah, dan tunggulah momentumnya!"
"Airish...!" Teriak Jurdgen.
Dengan bantuan dari Jurdgen, Airish berhasil masuk dan menyerang Rigrid di titik butanya.
"Great Sword Combo!"
"Memohonlah untuk pengampunan mu!"
Airish menyerang Rigrid bertubi-tubi dengan telak, hingga beberapa kali cipratan darah pun keluar dari setiap serangannya.
"Hwaaa... Sial!"
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan like and comment yah...