Its Mine

Its Mine
episode 7



"amayra, kemarilah sayang" panggil indra lemah dengan wajah yang pucat pasi


amayrapun berjalan menju tempat keluarganya berkumpul


"ada apa pah?" tanya amayra


"nak tolong jawab tidak pada semua pertanyaan papa yah? semua yang akan papa tanyakan padamu tolong jangan iyakan satupun" ucap indra dengan sorot mata yang memohon pada amayra.


"heh habislah kau kak" gumam clarissa


amayra sedikit bingung dengan pernyataan ayah nya tapi hanya di angguki olehnya.


"tanyakan saja pah aku akan menjawab semuanya" jawab amayra dengan senyum manisnya


"apa benar kamu membentak ibu dan adikmu di mall?" tanya indra penuh selidik


deggg amayra kaget karna ternyata kedua orang yang ia hina itu telah mengadukannya pada papanya tapi amayra tidak bodoh, mana mau dia mengakui itu ia tau ayahnya tidak akan dapat menanggung semua kebenarannya jadi lebih baik ia menyangkal demi keamanan papanya


"ap,,apaa? apa papa sempat berfikir sebelum menanyakan itu hiks? mana mijngkin aku begitu pah hiks papa tau sendiri putri papa ini seperti apa kan hiks" sandiwara amayra dengan sedikit drama yang telah ia pelajari dari clarissa yang selalu berpura pura


"cih wanita ini sedng berakting kurang ajarr!!"


batin clarissa dan ibunya


indra lega sekaligus merasa bersalah pada putrinya itu


"maaf nak papa tau putri papa ini tidak mungkin seperti itu, lalu,, hmm" indra agak ragu untuk menanyakan hal selanjutnya karna takut hati putrinya akan terluka karna dirinya


"sudahlah sayang sana naik kekamar istirahat saya " perintah indra dengan lembut ke amayra


"iyah pah" berlalu pergi


belum semat clarissa berkata indra sudah bicara duluan


"papa tidak mau membahas soal ini lagi jadi tidak perlu di ungkit lagi!" berjalan menuju kolam tempat tadi ia dududk


amayra dan ibunya hanya bisa pergi dengan kesal.


kantor niko


cklek,,


pintu besar dibuka oleh niko


saat ia berjalan masuk ke ruangannya seorang pria dingin duduk di samping mejanya dengan laptop didepannya dan tangan yang masih memegang laptop tidak lupa berkas berkas yang menumpuk di samping laptopnya matanya menatap tajam ke arah niko


"heheh hai bro, lama yah nunggu nya?" sapa niko cengengesan


"dari mana aja lo ujang!! gua disini dari tadi gak semet makan siang gara gara kerjaan lo yang numpuk di kasih ke gua" dengus pria itu


dia adalah Devano Wiguna sahabat sekaligus asisten pribadi niko, ruangannya berada disebelah ruangan niko tapi karena ia mengerjakan tuhas niko ia memilih mengerjakan di ruangan niko saja


"heheh maaf yah bro gua habis nge date nanti gua traktir deh soalnya gua lagi seneng xixixi " tawar niko


"cih pasti cewek lagi "


"iyahh tapiii yang ini beda dev beda banget dari yang lain, dia tuh gemesin, bawel cantik, manis, pokoknya cute banget gk pernah gua nemu cewek se manis dia " ucap niko sambil membayangnkan senyum amayra dan ekspresinya saat merajuk


"seminggu lagi juga ganti lagi" celetuk devan tak perduli karna ia tau betul sahabatnya itu tidak pernah bertahan lama dengan wanita manapun


"gakk gua jamin gaaakan soalnya gua sayang banget sama dia gua gamau jauh jauh dari dia, sekarang aja gua kangen banget sama dia adahal baru tadi ketemunya" ucap niko manyun manyun karna merindukan amayra