
Cahaya matahari mulai menembus dinding kaca dan tepat di muka amayra yang membuatnya terbangun, karena merasa terganggu amayra mulai ingin membuka matanya tetapi ia merasa aneh iya merasa keberatan di seluruh tubuhnya seperti ada yabg menindih nya, dan benar saja saat ia membuka mata ia melihat dirinya sedang dalm dekapan seorang pria somtak saja amayra ingin berteriak tapi saat melihat wajah tampan niko ia terdiam dan menatap kagum pada nya
"huah siapa pria tampan di hadapanku ini? Hidung nya mancung sekali,dan wanginya sangat maskulin, dadanya kekkar" gumam amayra, ia tergoda dengan dada bidang niko dan memberanikan dirinya untuk menyentuh dada itu dan saat tangannya mendarat di dada bidang niko tiba tiba niko terbangun
"morning baby " sapa niko sambil tersenyum ke arah amayra.
Mendengar itu amayra sontak kaget dan menarik kembali tangannya tapi niko langsung mengembalikan tangan amayra ke tempatnya tadi di dadanya
" why baby? Kau ingin menyentuh nya? Sentuh saja ini milikmu " ucap niko sambil menempelkan tangan amayra di dadanya
"ah tidak tidak!! Ak...aku.. Hah sudah lah siapa kau? " tanya amayra yang sudah menarik kembali tangannya dari dada niko dan agak menjauh dari tubuh niko
"hah aku lelakimu sayang " jawab niko dengan nada yang menggoda
"haihh cepat katakan siapa kau!" teriak amayra yang mulai kesal
Niko yang melihat amayra kesal merasa geli dan senang karna menurutnya ekspresi amayra sangat menggemaskan
"hahah ok ok baby aku niko dan siapa namamu? "
"oh niko ok " jawab amayra singkat
Niko kesal karena pertanyaannya tidak di jawab ia langsung mendekat ke amayra dan memaksa menciumnya hingga amayra kesulitan bernafas
"hah apa kau ingin membunuhku? Aku tak bisa bernafas huh" pekik amayra kesal
"hahah jadi kau memilih menjawab pertanyaanku atau menerima hukuman dariku lagi baby? Atau kau ingin melanjutkan yang terjadi semalam? " ancam niko menyeringai
"hah? Ap..apa yang terjadi semalam? "
"uh apa kau tidak mengingatnya sayang? Baiklah biar aku ingatkan, semalam kau sangat menikmati permainan panas kita dan.. " belum selesai bicara, amyra langsung berteriak
"cukuppp cukupp aku ingat aku ingan sudah hentikan!" pekik amayra
Amayra mulai mengingat segalanya, ia ingat semalam ia sedang berada di pesta ulang tahun perusahaan ayah nya di hotel XX dan tetakhir ia minum bersama dengan adiknya
Flashback on
"kak kenapa kau hanya berdiri di sini saja? Sini ku kenalkan dengan para tamu " ajak clarissa adik amayra
"ah tidak aku di sini saja aku tidak nyaman berada di kerumunan sana " jawab amayra
"ah baiklah kak kalau begitu, apa kau ingin minum sesuatu? Biar aku ambilkan"
"aih tidak kak biar aku yang ambilkan kau ingin apa?"
"jus saja "
"ah baik tunggu sebentar"
Beberapa saat kemudian clarissa datang dengan segelas jus di tangannya ia tampak tersenyum sambil menyodorkan gelas berisi jus ke amayra dan amayra menerimanya dengan senang hati, amayra langsung meneguk jus tersebut
"ah kenapa rasa jus ini sedikit aneh? Ah mungkin perasaanku saja " gumam amayra
Beberapa saat kemudian..
"ah kenapa kepalaku pusing sekali " gumam amayra
"ah apa kau baik baik saja kak? Apa kau ingin istirahat? Biar ku antar yah " ajak clarissa dengan senyum yang tak bisa di artikan
Karna kepala nya yang sudah pusing dan kesadaran yang mulai menurun amayra hanya diam dan ikut dengan clarissa
Tibalah clarissa dan amayra di lorong hotel clarissa tampak celingukan mencari sebuah kamar dan mencoba mengingat nomor kamar yang ia janjikan dengan seorang pria paruh baya mesum
"hmm 165 atau 164 yah? Haih ah mungkin 165 iyah,, tidak salah lagi"
Kebetulan pintu yang di tuju clarissa tidak di kunci dan langsung saja ia membawa amayra berbaring di dalam kamar tersebut kemudian ia keluar dengan senyum jahatnya
"hmh haha nikmatilah malammu dengan bandot tua itu kakakku tersayang haha" gumam clarissa yanh merasa puas dan berlalu pergi.
Flashback of
"aih bodoh aku memang bodoh aku ingat setelah minum jus aku merasa pusing dan adikku yang licik membawaku kemari argggh bodoh " pekik amayra yang diiringin isak tangis
Niko yang melihat itu sedikit bingung harus berbuat apa dan ia mengeri kenapa amayra bisa berada di sana, muncul inisiatif di kepala niko untuk memeluk amayra
"sudahlah sayang apa yang terjadi sudah terjadi tidak apa apa aku akan bertanggung jawab dan maafkan aku juga, setelah ini kita akan membuat perhitungan dengan adik mu itu aku janji sayang" ucap niko sambil memeluk amayra yang membuat amayra sedikit tenang..
"iyah,, ehm kau bertanya siapa namaku kan? Namaku amayra atmajaya, panggil saja aku amayra "
"hmm nama yang indah" ucap niko sambil mengecup kepala amayra.
Awalnya amayra berniat pergi saja tapi ia kemudian berpikir bahwa niko sudah menodainya jadi niko harus betanggung jawab ia takut kalau kalau ternyata nanti ia tiba tiba mengandung jadi ia memilih bersama niko.