It'S Not Fine

It'S Not Fine
Sayangku



Billy kesal keluar dari sebuah kamar, karna tidak ada wanita yang sesuai dengan kebutuhannya saat ini. Semuanya tampak membosankan dan tidak menarik.


"Gua kenapa gk berselera hari ini ya? Aneh, banget," Billy geleng-geleng sendiri kepalanya.


Dia berjalan hendak menemui Max yang dia tinggalin sendiri. Namun dia terkejut melihat Max meminum langsung dari botol Anggur yang Billy tau kadar alkoholnya sangat tinggi. Billy berlari cepat menuju Max. Max hampir jatuh terkapar ke lantai kalo saja Billy tidak sampai tepat waktu.


"Heh, Max... Max lo kenapa heh?" teriaknya


"Lo gilak, heh sadar lo!!!" teriaknya namun lelaki itu tak merespon lagi, matanya sudah tertutup rapat.


"Kenapa sih lo bikin gua cape melulu, kenapa bukan saat bareng Nero aja lu gila. Sial, kalo gua ganggu Nero sekarang bisa mati gua," tak ada pilihan lain Billy membawa Max menuju rumah sakit terdekat.


***


Setelah mengantar Nadine tiba diapartemennya, Nero langsung pamit untuk pulang. Sesampai diapartement dia semakin bingung dengan dirinya, kenapa dia gk pernah bisa mau menerima Nadine. Apa dia sebaiknya jujur saja pada Nadine? Tapi dia sayang Nadine.


Dia mengusap wajahnya kasar. Apa aku harus mencobanya? tapi aku gk merasa harus melakukannya dengannya. Aku gk merasa tertarik dengan tubuhnya. Untuk bibirnya saja aku tidak ingin, tapi aku tidak senang mendengar dia suka atau mau melakukannya dengan lelaki lain. Sebenarnya  aku kenapa sih?


Terlalu pusing memikirkannya, Nero lebih memilih menikmati nikotin yang sudah dia bakar itu untuk menghilangkan beban pikirannya. Belum masalah dengan si gadis mungil itu, nambah lagi masalah Nadine yang sangat sulit untuk dipecahkannya.


Nero menscroll pemberitahuan WA nya namun dia tidak tertarik untuk membukanya, itu semua dari mahasiswanya dan juga rekan serta temannya. Dia mengambil ponselnya yang satu. Dia membuka WA, ya benar disana dia hanya menyimpan kontak orang-orang yang benar-benar penting untuknya.


Dia melihat chatnya dengan kontak Gadis kecilku. Dia tergelik dengan nama panggilan itu, dia tertawa membaca chatnya, bagaimana bahasanya yang menggoda gadis itu. Tiba-tiba Nero tersadar ternyata ponsel yang digunakannya menghubungi gadis itu adalah ponsel pentingnya. Benar disana hanya ada 6 orang kontak.


Mami, Daddy, Nessu, Max, Billy, Gadis Kecilku. Bahkan kontak Nadine saja tidak ada disana, dan dia juga tak memberikan nomor pribadinya pada Nadine, padahal mereka sudah sangat lama bersama. Dia hanya memberi Nadine kontak yang semua orang bisa menghubunginya kesana, tapi jangan harap akan dibales haha kecuali moodnya bagus.


Tanpa pikir panjang dia mengirimi pesan pada Gadis Kecilku.


N.H


Sayangku!!!


Nero tergelik melihat pesannya yang sudah terkirim, sudah menunggu 5 menit belum juga dibales wanita itu, jangankan dibales, dibaca saja tidak. Kembali Nero mengiriminya pesan lagi


N.H


Sayang, aku rindu.


Sayang baca dong.


Ih, Kangen banget ih... Tega banget deh.


Sayang aku lagi sendiri nih. Sepi banget deh ini kamar, pengen deh kamu disini. Pengen ketawa bareng kamu. Pengen peluk dan uyel-uyel kamu


Balas dong, gak bales besok aku cium didepan mahasiswa lain ya.


Akhirnya Nero melempar ponselnya karna tak kunjung mendapat balasan dari gadis itu. Dia kesal dan sangat-sangat kesal. Bahkan udah diancam juga belum dibales, merasa tak kunjung dibales Nero menarik handuk untuk mandi. Ini kali pertama dia sangat tidak sabar mendapat balasan seorang gadis.


***


Frissie yang baru saja selesai belajar dan mempersiapkan untuk besok, meraih ponselnya dan mendapati sebuah pesan yang berisi tulisan sayangku. Frissie bergidik ngeri dan hanya membacanya saja tanpa ada niat membalas, dia sengaja mematikan tanda baca supaya lelaki itu tidak melihat kalo dia sudah baca pesannya.


Setelah beberapa menit berselanjar di instagram, dia hendak beralih kesebuah aplikasi yang penuh dengan dunia komik. Ya, dia sangat suka membaca komik. Pesan kembali datang berdenting beberapa kali, dia merasa bahwa itu pesan penting.


Dia membuka aplikasi hijau itu dan mendapati nama dosen gilanya disana mengirimi dia pesan. Matanya terbelalak ketika membaca bagian akhirnya. Dia takut, tapi dia tidak ingin membalas pesan itu


'Lo, kenapa keliatan bingung gitu?" tanya Nessie yang melihat Frissie tampak menimang sesuatu didalam pikirannya.


"Enggak, enggak ada kok."


"Lo mah kalo bohong keliatan tau, ada apa cerita ke gua."


"Kamu udah ngomong sama Mr. Hardin belom?"


Nessie terbahak mendengar bahasa formal Frissie. "Belum nih, kan belum ketemu."


"Jangan-jangan ini masalah Nero ya?" tebak Nessie


"Hah? Eng-enggak lah."


"Apaan, sini coba gua liat." Nessie dengan cepat mengambil alih ponsel Frissie dan saat itu juga ponsel itu beralih ketangannya.  Nessie tertawa terbahak-bahak membaca pesan yang dikirimkan oleh seorang Nero. Dia tidak habis pikir apa ini benar-benar sepupu gilanya itu.


"Kok ketawa sih? Aku takut banget nih. Kalo Mr. Hardin ngomong gitu, itu hanya ancaman aja kan? Gak benar mau lakuin kan?" tanya Frissie yang sangat takut.


Berusaha meredakan tawanya, Nessie menyerahkan ponsel itu pada Frissie. "Tes, gua gak bakal bohong masalah gini. Kalo Nero ngomong dia pasti bakal lakuin itu, jadi mending lo bales deh."


"Beneran? Tapi aku harus balas apa kalo gini?"


"Menurut lo? Lo maunya bales gimana?' Frissie malah menggeleng karna jujur saja dia tidak tahu.


"Astagah, lo kalo balas chat pacar lo gimana?" Frissie menggeleng lagi.


"Aku belum pernah pacaran." Nessie yang mendengarnya langsung shock.


"Seriusan?" yang dibalas anggukan oleh Frissie. Sementara Nessie sudah mengeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.


"Yaudah, sini biar gua aja yang bales."


Nessie mengambil ponsel itu kembali dan mengirim pesan suara pada Nero.


Bang, lo ngak usah ngerayu Tessa. Dia gak paham yang beginian, dia polos belum pernah pacaran, heh!


"Ih, Nessie kok balesnya gitu sih."


"Biarin aja Tes, biar dia ngefly disana wkwkwk..." Nessie menyerahkan ponsel dan membaringkan tubuhnya dikasur miliknya.


"Apa benar ini gapapa?"


"Apanya?"


"Balesnya kek tadi?"


"Udah, gapapa mending lo tidur aja. Dia udah ngefly disana." Tawa Nessie yang membuat Frissie semakin bingung, dia tak mengerti arti kata ngefly yang dikatakan Nessie.


Semoga baik-baik saja. Gumamnya dan berbaring dikasur dan berusaha memejamkan mata untuk tertidur.


****


Sekembalinya dia dari kamar mandi, dia buru-buru membuka ponselnya dan pesannya belum juga dibaca oleh gadis itu. Menyebalkan!


Hendak pergi mengambil pakaiannya, bunyi ponselnya berbunyi. Senyumnya mengembang mendapat pesan dari orang yang diharapkan.


"Gila, dia pake voice note segala. Aduh, tanggung jawab deh kalo gua kangen sama suara lo," dengan semangat 45 dia membuka pesan itu dan baru saja dia senang ingin mendengar suara gadisnya namun yang dia dengar teriakan dari seorang perempuan yang dia kenal itu pasti Nessie.


Hancur sudah reputasinya sebagai cowok cool dihadapan adek sepupunya itu. Sial!


"Kenapa dia ngasih sama si curut sih. Aduh, image calon suamimu hancur sayang.' ucapnnya pada ponselnya.


Tapi dia juga lebih terkejut mengetahui fakta bahwa gadis itu belum pernah pacaran, ini berarti dia yang pertama bukan. Berarti ciuman pertama gadis itu juga diambil paksa oleh dirinya.


"Gua salut sama lo, man. Lo emang gak salah." ucapnya bangga pada dirinya sendiri.


"Jadi gk sabar pengen ketemu besok, mau cium lagi. Udah kangen," ucapnya membuka profile gadis itu dan menciuminya berulang kali.


Nero yang terkenal dengan sifat cuek, dingin dan kerasnya tak lagi tampak, sekarang lelaki itu tengah berguling-guling dikasurnya dengan hanya handuk yang terlilit sepinggang. Dinding menjadi saksi bisu tingkah konyol yang sedang dilkukan Nero saat ini. Dia terus mencium foto gadis itu.


\~\~\~


Lis'R Story