Is It A Princess?

Is It A Princess?
Chapter 5



"Siapa kau! kenapa bisa berada di dalam Kerajaanku?"


Pandangan anak itu tetap tertuju kearah wajahku, dan sesaat kemudian aku melihatnya tertawa sangat keras sambil meloncat seperti orang yang sedang menemukan sesuatu yang berharga, tampa sadar aku meraba wajahku sendiri dengan heran "Heh apakah ada yang salah dengan wajahku, dan apa yang sedang kamu tertawakan" anak itu sama sekali tidak menggubris ucapan dari ku dia tetap tertawa sambil berguam " Akhirnya setelah penantian panjang ini aku bisa menemukanmu" dengan wajah tersenyum dia maju dan membekap wajahku dengan kedua tangannya, spontan aku langsung melotot dan memukul badanya dengan asal.


"Kamu masih seperti dulu bahkan didalam kehidupan ini, tapi sekarang kamu masih terlalu lemah untuk bisa menjalankan kontrak dengannya kembali. Banyaklah berlatih dekatilah ayahmu dan kedua kakak mu karna merekalah orang yang akan mendukung dan melindungimu nanti, saat ini aku akan kembali dan mengawasimu dari tempatku dan aku akan menjaganya untukmu satu hal yang harus kamu ingat jadikan dirimu lebih kuat dan bagaimanapun caranya kamu harus bisa masuk kedalam ruang buku rahasia milik kerajaan ini karena banyak hal penting yang harus kamu pelajari disana" dia melepaskan bekapan tanganya dari wajahku "Hahhhh Tidak sia sia aku menghabiskan hampir seluruh uangku untuk ini".


Aku masih syok dengan apa yang dia katakan padaku bahkan aku sama sekali tidak memahami apa yang dia katakan "Apa yang kamu maksud melakukan kontrak dengannya? " anak laki laki tadi berbalik "Panggil aku Lucas, untuk saat ini kamu belum harus tau yang terpenting adalah berusahalah menjadi lebih kuat" anak yang bernama Lucas berbalik dan tiba tiba menghilang dari pandanganku.


Siapakah dia, kenapa dia berkata seolah olah sangat mengenalku apa yang harus aku lakukan saat ini apakah aku harus percaya padanya tapi bagaimana bila dia orang jahat yang berusaha menipuku aku terus berfikir sambil berjalan menuju kearah taman yang tadi aku tinggalkan "Putri apa yang Anda lakukan disana" aku mengangkat kepalaku dan melihat Justin berlari dengan khawatir melihatku "Saya sangat khawatir ketika tidak menemukan anda dimanapun,saya sangat takut dan khawatir bila putri tersesat dan tidak bisa kembali" ucapnya.


Lama ku pandang Justin dengan gurat kekhawatiran yang terlukis diwajahnya saat ini."Putri apakah anda baik baik saja" Justin menjalankan tangannya didepan wajahku "Ah, iya aku baik baik saja, maafkan aku Justin" diangkat dan digendongnya aku oleh Justin lalu aku peluk Justin dengan sangat erat "Untuk apa putri meminta maaf"tanya Justin sambil berjalan menggendongku,"Untuk semuanya" aku jawab dengan lirih sambil tetap memeluk erat Justin.


Sang surya mulai menampakan diri membuat sebagian dari kamarku terkena dampaknya, aku tarik selimut yang sebelumnya menutupi sebagiannya badan ini sehingga benar benar menutupi seluruhnya rasanya hari ini aku sangat ingin bangun lebih lama karena semalam aku tidur terlalu larut sebab memikirkan kata kata yang diucapkan oleh Lucas.


" Putri waktunya bangun" aku rasakan tarikan pelan diselimutku"Ah Justin berilah aku waktu 10 menit lagi" kembali aku tarik selimutku kembali ketempat semula "Apa yang anda maksud menit putri?" aku masih terdiam "Putri bangunlah Yang mulia raja memerintahkan anda untuk menemuinya, segeralah mandi saya sudah menyiapkan air dan pakaian anda dikamar mandi " mendengar kata raja dengan terpaksa aku beranjak berjalan dengan gontai menuju kamar mandi.


Aku lepaskan satu persatu baju yang menempel di badanku dan berjalan masuk kedalam bak air mawar untuk merendam badanku, sebenarnya Justin masih khawatir bila aku mandi sendiri seperti ini sebab bila aku mandi sendiri pasti membutuhkan waktu yang sedikit lama,pada awalnya Justin menolak keputusanku ini tapi aku bersikeras berkata padanya bahwa aku pasti baik baik saja.


Aku pandang diriku saat ini yang sedang berdiri didepan cermin lantai yang sangat besar aku melihat anak perempuan yang sangat cantik dengan rambut coklat tebal serta gaun abu abu menutupi tubuhnya, terkadang aku bertanya tanya dimana keberadaan Lovandra pemilik badan ini sebelumnya aku menghela nafasku semakin lama aku pirkirkan membuatku semakin sulit untuk memahaminya.


Aku berlari keluar dari kamarku mengikuti Justin yang telah berjalan terlebih dahulu, aku berlari mengikuti Justin sehingga aku melewati taman yang banyak sekali pepohonan di kanan dan kirinya.



  Walaupun aku berada di satu kerajaan dengan ayah dan kedua kakak ku tetapi kami sangat jarang bisa bertemu karena tempat tinggal kami di lingkungan yang berbeda, saat ini aku dan Justin telah berada tepat di depan pintu berwarna coklat dengan ukiran matahari sebagai simbol kerajaan ini. Justin membukakan pintu untukku saat pintu terbuka aku bisa melihat ayah dan kedua kakak ku beserta beberapa kesatria yang menjadi pelayan pribadi mereka, hal ini satu satunya yang aku tau dari mereka karena pada waktu makan malam kemarin aku melihat kesatria itu yang mengantarkan mereka.


 Aku membungkuk kan tubuhku memberi hormat kepada mereka yang berada disana, "Kemarilah Lovandra" raja memanggil ku dengan suara tegasnya aku mengangkat badanku dan berjalan mendekati raja dengan sisa keberanian yang kupunya aku mencoba bertanya pada raja "Ayah kenapa engkau memanggil kami kemari" raja memandang kami bergantian "Ayah ingin membahas berapahal tentang kalian, namun sebelumnya" raja memberi isyarat kepada para kesatria untuk segera keluar.


 


Aku melihat para kesatria membungkukan badan dan berjalan keluar dari ruangan termasuk Justin semakin dekat para kesatria dengan dengan pintu keluar semakin cepat pula detak jantungku, saat ini aku hanya berfikir apa yang akan raja katakan nanti, aku meremas jari tanganku sendiri sambil berharap agar Justin kembali kemari mendampingi ku.


Para pembaca yang terhormat saya mengucapkan terimakasih dalam partisipasinya membaca novel ini, dan saya meminta bantuanya bagi pembaca untuk like dan memberi kritik saran dalam penulisan novel saya. 🙏